Bunga99 agen bola online
Aku Bercinta Dengan Mertuaku

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Aku Bercinta Dengan Mertuaku

Cerita Dewasa Indonesia | Cerita Panas | Cerita 18 Tahun | Cerita Lendir – Aku Bercinta Dengan Mertuaku. Sudah dua th. ini saya menikah dengan Virni, dia seseorang style iklan serta enam bulan lantas, dia jadi seseorang bintang sinetron, sesaat saya sendiri yaitu seseorang wiraswasta dibagian pompa bensin. Usiaku saat ini 32 th., sedang Virni umur 21 th.. Virni seseorang yang cantik dengan kulit yang putih bersih mungkin saja karna keturunan dari ibunya. Saya lantas bangga memiliki istri secantik dia. Ibunya Virni, mertuaku, sebut saja Ibu Mona, orangnya lantas cantik meski usianya telah 39-tahun. Ibu Mona adalah istri ke-3 dari seseorang petinggi negara ini, karna istri ke-3 jadi suaminya tidak sering berada di tempat tinggal, paling-paling satu bulan sekali. Hingga Ibu Mona bersibuk diri dengan berjualan berlian.

Aku Bercinta Dengan Mertuaku

Saya tinggal dengan istriku dirumah ibunya, meski saya sndiri miliki tempat tinggal tetapi karna menurut istriku, ibunya seringkali kesepian jadi saya tinggal di “Pondok Mertua Indah”. Saya yang repot sekali dengan bisnisku, sesaat Ibu Mona juga repot, kami jadi kurang banyak berkomunikasi tetapi mulai sejak istriku jadi bintang sinetron 6 bulan lantas, saya serta Ibu Mona jadi makin akrab terlebih kami saat ini seringkali lakukan hubungan suami istri, berikut ceritanya.

Mulai sejak istriku repot syuting sinetron, dia banyak pergi keluar kota, automatis saya serta mertuaku seringkali berdua dirumah, karna memanglah kami tak miliki pembantu. Tiga bulan lantas, disaat istriku pergi ke Jogja, sesudah kuantar istriku ke stasiun kereta api, saya singgah ke tempat tinggal pribadiku serta baru kembali pada tempat tinggal mertuaku kurang lebih jam 11. 00 malam. Ketika saya masuk ke tempat tinggal saya terkaget, rupanya mertuaku belum juga tidur. Dia tengah lihat TV di ruangan keluarga.

“Eh, Ibu.. belum juga tidur.. ”
“Belum, Tom.. saya takut tidur bila dirumah belumlah ada orang.. ”
“Oh, Maaf Ma, saya barusan singgah ke tempat tinggal dahulu.. jadi agak telat.. ”
“Virni.. pulangnya kapan? ”
“Ya.. kurang lebih hari Rabu, Ma.. Oh.. telah malam Ma, saya tidur dahulu.. ”
“Ok.. Tom, selamat tidur.. ”

Kutinggal Ibu Mona yang masihlah nonton TV, saya masuk ke kamarku, lantas tidur. Keesokannya, Sabtu Pagi disaat saya terbangun serta menuju ke kamar makan kulihat Ibu Mona telah menyiapkan sarapan yang rupanya nasi goreng, makanan favoritku.

“Selamat Pagi, Tom.. ”
“Pagi.. Ma, wah Ibu tau saja masakan kegemaran saya. ”
“Kamu hari ini ingin kemana Tom? ”
“Tidak kemana saja, Ma.. paling bersihkan mobil.. ”
“Bisa antar Ibu, Ibu ingin antar pesanan berlian. ”
“Ok.. Ma.. ”

Hari itu saya temani Ibu pergi antar pesanan di mana kami pergi dari jam 09. 00 hingga jam 07. 00 malam. Sepanjang perjalanan, Ibu bercerita kalau dia terasa kesepian mulai sejak Virni semakin repot dengan dianya di mana suaminya lantas tidak sering datang, untungnya ada diriku meski baru malam dapat bersua. Mulai sejak tersebut saya jadi akrab dengan Ibu Mona.

Hingga dirumah sesudah pergi sepanjang hari serta sesudah mandi, saya serta Ibu nonton TV bersama, dia kenakan baju tidur stylenya baju handuk sedang saya cuma kenakan kaus serta celana pendek. Tiba-tiba Ibu menyuruhku untuk memijat dianya.
“Tom, anda lelah tidak, tolong pijatin leher Ibu yach.. habis pegal banget nih.. ”
“Dimana Ma? ”
“Sini.. Leher serta punggung Ibu.. ”
Saya lantas berdiri sesaat Ibu Mona duduk di sofa, saya mulai memijat lehernya, pada mulanya perasaanku umum tetapi lama-lama saya terangsang juga disaat kulit lehernya yang putih bersih serta mulus kupijat dengan lembut terlebih disaat kerah baju tidurnya di turunkan semakin ke bawah di mana rupanya Ibu Mona tak kenakan BH serta payudaranya yang cukup menantang terintip dari punggungnya olehku dan wangi badannya yang begitu menusuk hidungku.

“Maaf, Ma.. punggung Ibu juga dipijat.. ”
“Iya.. di situ juga pegal.. ”
Dengan rasa sungkan tanganku semakin merasuk ke punggungnya hingga nafasku perihal lehernya yang putih, bersih serta mulus juga berbulu halus. Tiba-tiba Ibu berpaling ke arahku serta mencium bibirku dengan bibirnya yang mungil nan lembut, rupanya Ibu Mona juga telah mulai terangsang. “Tom, Ibu kesepian.. Ibu membutuhkanmu.. ” Saya tak menjawab karna Ibu memasukkan lidahnya ke mulutku serta lidah kami bertautan. Tanganku yang berada di punggungnya ditarik ke arah payudaranya hingga putingnya serta payudaranya yang kenyal tersentuh tanganku. Hal semacam ini membuatku makin terangsang, serta saya lantas mengubah tempatku, dari belakang sofa, saya saat ini bertemu dengan Ibu Mona yang sudah melepaskan pakaiannya hingga payudaranya tampak terang olehku.

Saya tertegun, rupanya badan Ibu Mona semakin bagus dari punya anaknya sendiri, istriku. Saya baru pertama kesempatan ini lihat badan ibu mertuaku yang toples.
“Tom, koq bengong, khan Ibu telah katakan, Ibu kesepian.. ”
“iya.. iya.. iya Mah, ”
Ditariknya tanganku hingga saya terjatuh diatas badannya, lantas bibirku dikecupnya kembali. Saya yang terangsang membalasnya dengan memasukkan lidahku ke mulutnya. Lidahku disedot didalam mulutnya. Tanganku mulai bergerilya pada payudaranya. Payudaranya yang mempunyai ukuran 36B telah kuremas-remas, putingnya kupelintir yang buat Ibu Mona menggoyangkan badannya karna keenakan. Tangannya yang mungil memegang batangku yang masihlah berada di balilk celana pendekku. Diusap-usapnya sampai batangku mulai mengeras serta celana pendekku mulai di turunkan sedikit, kemudian tangannya mulai mengorek dibalik celana dalamku hingga tersentuhlah kepala batangku dengan tangannya yang lembut yang membuatku gelisah.

Keringat kami mulai bercucuran, payudaranya telah tak tergenggam sekali lagi tanganku tetapi mulutku telah mulai menari-nari di payudaranya, putingnya kugigit, kuhisap serta kukenyot hingga Ibu Mona kelojotan, sesaat batangku telah dikocok oleh tangannya hingga semakin mengeras. Tanganku mulai meraba-raba celana dalamnya, dari sela-sela celana serta pahanya yang putih mulus kuraba vaginanya yang berbulu lebat. Kadang-kadang kumasuki jariku pada liang vaginanya yang buat dianya semakin mengelinjang serta semakin percepat kocokan tangannya pada batangku.

Nyaris 10 menit lamanya sesudah vaginanya sudah basah oleh cairan yang keluar dengan berbau harum, kulepaskan tanganku dari vaginanya serta Ibu Mona melepas tangannya dari batangku yang telah keras. Ibu Mona lantas berdiri di depanku, dilepaskannya baju tidurnya serta celana dalamnya hingga saya memandangnya dengan terang badan Ibu Mona yang bugil di mana badannya begitu indah dengan badan tinggi 167 cm, payudara mempunyai ukuran 36B serta vagina yang bersifat huruf V dengan berbulu lebat, membuatku menahan ludah disaat memandanginya.

“Tom, mari.. puasin Ibu.. ”
“Ma.. badan Ibu sangat bagus, semakin bagus dari badannya Virni.. ”
“Ah.. masa sich.. ”
“Iya, Ma.. bila tau dari 2 th. lantas, mungkin saja Mamalah yang saya nikahi.. ”
“Ah.. anda dapat saja.. ”
“Iya.. Ma.. bener deh.. ”
“Iya saat ini.. puasin Ibu dahulu.. yang mutlak khan anda dapat nikmati Ibu saat ini.. ”
“Kalau Ibu dapat memuaskan saya, saya juga akan kawini Ibu.. ”

Ibu lantas duduk sekali lagi, celana dalamku di turunkan hingga batangku telah dalam genggamannya, meski tak tergenggam semuanya karna batangku yang besar tetapi tangannya yang lembut begitu mengasyikan.
“Tom, batangmu besar sekali, tentu Virni senang yach. ”
“Ah.. tidak. Virni.. umum saja Ma.. ”
“Ya.. bila gitu anda mesti puasin Ibu yach.. ”
“Ok.. Mah.. ”
Mulut mungil Ibu Mona telah menyentuh kepala batangku, dijilatnya dengan lembut, rasa lidahnya buat diriku kelojotan, kepalanya kuusap dengan lembut. Batangku mulai dijilatnya hingga biji pelirku, Ibu Mona coba memasukkan batangku yang besar kedalam mulutnya yang mungil tetapi tak dapat, pada akhirnya cuma dapat masuk kepala batangku saja dalam mulutnya.

Hal semacam ini lantas telah membuatku kelojotan, karena sangat enaknya lidah Ibu Mona menyentuh batangku dengan lembut. Nyaris 15 menit lamanya batangku dihisap membuatnya agak basah oleh ludah Ibu Mona yang telah nampak kelelahan menjilat batangku serta membuatku makin mengguncang keenakan. Kemudian Ibu Mona duduk di Sofa serta saat ini saya yang jongkok di depannya. Ke-2 kakinya kuangkat serta kuletakkan di bahuku. Vagina Ibu Mona terpampang di depanku dengan jarak sekitaran 50 cm dari wajahku, tetapi bau harum beri kesegaran vaginanya menusuk hidungku.

“Ma, Vagina Ibu wangi sekali, tentu berasa enak sekali yach. ”
“Ah, masa sich Tom, wangi mana ketimbang miliki Virni dari miliki Ibu. ”
“Jelas lebih wangi miliki ibu dong.. ”

“Aaakkhh.. ”
Vagina Ibu Mona sudah kusentuh dengan lidahku. Kujilat lembut liang vagina Ibu Mona, vagina Ibu Mona berasa begitu beri kesegaran serta manis membuatku semakin menjadi-jadi berikan jilatan pada vaginanya.
“Ma, vagina.. Ibu sedap sekali.. berasa fresh.. ”
“Iyaah.. Tom, senantiasa.. Tom.. Ibu baru kesempatan ini vaginanya dijilatin.. ohh.. senantiasa.. sayang.. ”

Vagina itu semakin kutusuk dengan lidahku serta hingga juga pada klitorisnya yang berasa sangat legit serta beri kesegaran. Lidahku kuputar dalam vaginanya, biji klitorisnya kujepit di lidahku lantas kuhisap sarinya yang buat Ibu Mona menjerit keenakan serta badannya menggelepar ke kanan ke kiri diatas sofa seperti cacing kepanasan. “Ahh.. ahh.. oghh oghh.. awww.. argh.. arghh.. lidahmu Tom.. agh, eena.. enakkhh.. aahh.. trus.. trus.. ” Klitoris Ibu Mona yang manis telah habis kusedot hingga berkali-kali, badan Ibu Mona hingga terpelintir diatas sofa, hal tersebut kulakukan nyaris 30 menit serta dari vaginanya telah keluarkan cairan putih bening kental serta berasa manis juga, cairan itupun secara cepat kuhisap serta kujilat hingga habis hingga tak ada sisa baik di vaginanya ataupun paha ibu Mona.

“Ahg.. agh.. Tom.. argh.. akh.. akhu.. keluar.. nih.. ka.. anda.. hebat dech.. ” Ibu Mona segera ambruk diatas sofa dengan lemas tidak berdaya, sesaat saya yang terasa fresh sesudah menelan cairan vagina Ibu Mona, segera berdiri serta secara cepat kutempelkan batang kemaluanku yang dari 30 menit lantas telah tegang serta keras pas pada liang vagina Ibu Mona yang telah kering dari cairan. Ibu Mona memperlebar kakinya hingga meringankanku menghimpit batangku kedalam vaginanya, tetapi yang saya rasakan liang vagina Ibu Mona merasa sempit, saya lantas keheranan.

Baca Juga : Sex Party Terbaik

“Ma.. vagina Ibu koq sempit yach.. seperti vagina anak gadis. ”
“Kenapa memangnya Tom, tidak enak yach.. ”
“Justru itu Ma, Ibu miliki sempit seperti miliki gadis. Saya suka Ma, karna vagina Virni telah agak lebar, Ibu hebat, tentu Ibu rawat yach? ”
“Iya, sayang.. meski Ibu tidak sering ditusuk, vaginanya mesti Ibu rawat sebaik-baiknya, toh anda juga yang nusuk.. ”
“Iya Ma, saya suka dapat menusukkan batang saya ke vagina Ibu yang sedaap ini.. ”
“Akhh.. batangmu besar sekali.. ”
Vagina Ibu Mona telah terterobos juga oleh batang kemaluanku yang diameternya 4 cm serta panjangnya 28 cm, sesudah 6 kali kuberikan desakan.

Pinggulku kugerakan maju-mundur menghimpit vagina Mama Mona yang telah tertusuk oleh batangku, Mama Mona cuma dapat menahan rasa sakit yang enak dengan pejamkan mata serta melenguh kesenangan, tubuhnya digoyangkan membuatku jadi lebih semangat menggenjotnya sampai hingga semuanya batangku masuk ke vaginanya. “Tom.. nggehh.. ngghh.. batangmu menusuk hingga ke perut.. nich.. agghh.. agghh.. aahh.. eenaakkhh.. ” Saya juga terasa keheranan karna ketika masukan batangku ke vaginanya Mama Mona merasa sempit, namun saat ini dapat sampai tembus ke perutnya. Payudara Mama Mona yang ranum serta terbungkus kulit yang putih bersih dihiasi puting kecil kemerahan telah kuterkam dengan mulutku. Payudara itu telah kuhisap, kujilat, kugigit serta kukenyot hingga putingnya mengeras seperti batu kerikil serta Mama Mona belingsatan, tangannya membekap kepalaku di payudaranya sedang vaginanya terhujam keras oleh batangku sepanjang nyaris 1 jam lamanya yang mendadak Mama Mona berteriak dengan lenguhan karna cairan sudah keluar dari vaginanya membasahi batangku yang masih tetap didalam vaginanya, karena sangat banyak cairan itu hingga membasahi pahanya serta pahaku sampai merasa lengket.

“Arrgghh.. argghh.. aakkhh.. Mama.. keluar nich Tom.. anda belum juga yach..? ” Saya tidak menjawab karna badannya kuputar dari tempat terlentang serta saat ini tempat menungging di mana batangku masih tetap tertancap dengan kerasnya didalam vagina Mama Mona, sedang dia telah lemas tidak berdaya. Kuhujam vagina Mama Mona berulang-kali sesaat Mama Mona yang telah lemas seolah tidak bergerak terima hujaman batangku, Payudaranya kutangkap dari belakang serta kuremas-remas, punggungnya kujilat. Hal semacam ini kulakukan hingga 1 jam lalu di kala Mama Mona meledak sekali lagi keluarkan cairan untuk yang ke-2 kalinya, sedang saya meraih puncak juga di mana cairanku kubuang dalam vagina Mama Mona sampai banjir ke kain sofa karena sangat banyak cairanku yang keluar. “Akhh.. akh.. Ma, Vagina Mama mengagumkan sekali.. ” Saya juga ambruk sesudah nyaris 2, 5 jam rasakan enaknya vagina mertuaku, yang memanglah nikmat, meniban badan Mama Mona yang telah lemas terlebih dulu.

Saya serta Mama terbangun sekitaran jam 12. 30 malam serta kami ganti tidur ke kamar Mama Mona, sesudah terbaring di samping Mama di mana kami masih tetap saling bugil karna baju kami berada di sofa, Mama Mona memelukku serta mencium pipiku.
“Tom, Mama serius suka dech, Mama pingin kapan-kapan cobalah sekali lagi batangmu yach, bisa khan.. ”
“Boleh Ma, saya juga suka dapat coba vagina Mama serta sekarangpun yang saya kehendaki tiap-tiap malam dapat tidur sama Mama andaikan Virni tidak pulang. ”
“Iya, Tom.. anda ingin ngeloni Mama bila Virni pergi? ”
“Iya Ma, vagina Mama nikmat sich. ”
“Air manimu hangat sekali Tom, merasa dech saat masuk didalam vagina Mama. ”
“Kita Main sekali lagi Ma..? ”
“Iya bisa.. ”

Kami juga bermain dalam nafsu birahi sekali lagi ditempat tidur Mama sampai saat ayam berkokok baru kami tidur. Mulai hari itu saya senantiasa tidur di kamar Mama andaikan istriku ada syuting diluar kota serta ini berjalan hingga saat ini.

Shares 0
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *