Bunga99 agen bola online
Aku Diperkosa Supirku

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Aku Diperkosa Supirku

Cerita Dewasa Indonesia | Cerita Panas | Cerita 18 Tahun | Cerita LendirAku Diperkosa Supirku. Malam itu saya sendirian dirumah, ayahku tengah di kantor sedang ibuku tengah turut seminar yang ada cuma saya serta sopirku yang sekalian jadi pembantu di rumahku. Nama sopirku Toni, usianya 35 th. serta ia telah menikah namun istrinya tinggal di kota beda.

Aku Diperkosa Supirku

Saya rasakan kecapekan sesudah sepanjang hari saya berjalan-jalan serta saya menginginkan sekali tidur namun gak tahu kenapa saya tidak dapat pejamkan mataku ini lantas saya memiliki inspirasi utk menelepon rekanku Dita buat aku ajak bercakap lewat telepon. Telepon Dita angkat awalannya kami bercakap umum saja namun tidak paham mengapa mendadak Dita nafasnya memburu serta terdengar teriakan-teriakan juga nada seseorang cowok yang seperti nada pacar Dita. Saya cuma memdengar suara-suara teriakan kesakitan namun juga seperti rasakan suatu hal kesenangan serta teleponpun terputus dengan sendirinya.

Fikiranku melayang-layang kemana saja serta saya mulai pikirkan berkenaan seorang yang tengah terkait tubuh. Saya makin terangasang sesudah mendengar nada Dita juga khayalanku sendiri serta akupun buka kaos ketatku, bra, dan celana dalam saya meremas payudaraku serta memasukkan jariku ke vaginaku. Saya kocok vaginaku sampai saya juga menyapai orgasme di tempat tidur, saya terasa senang serta akupun pakai bajuku lantas berencana utk pergi makan.

Saya mencari sopirku kemana saja namun tak ada sampai saya dapatkan dia dikamar tidurnya, dia tertidur nyenyak dengan cuma memakai kaos tanpa ada lengan serta sarung. Saya ingin membangunkan dia namun memandang dia tertidur nyenyak akupun mengurungkan niatku utk membangunkan dia, kasihan dia kecapekan sesudah mengantar saya sepanjang hari berjalan-jalan fikirku.

Sebelum saya meninggalkan kamarnya mataku mendadak tertuju pada benjolan yang ada di balik sarungnya maka buat saya menginginkan tahu bagaimana bentuk benjolan itu. Saya beranikan diri utk memandang benjolan itu dari bawah lantas saya singkapkan sarungnya dengan perlahan-lahan, saya terperanjat memandangnya karna dia tidak pakai celana dalam sehinnga saya dapat memandang dengan leluasa penis yang agak berdiri serta buat saya menginginkan memegang, mengelus, serta mengulumnya.

Saya menginginkan sekali memegangnya namun saya takut sopirku kelak terbangun serta dia juga akan emosi terhadapku, dengan tangan yang gemetaran juga dingin serta jantung yang berdetak kencang saya beranikan diri utk memegangnya. Saya singkapkan sarungnya lebih keatas serta akupun mulai memegangnya, merasa hangat serta buat tanganku yang semula dingin jadi hangat.
Saya makin tertarik utk menikmatinya sekali lagi, saya elus berulang-kali penisnya sampai berdiri serta makin panjang penis itu. Jantungku makin berdetak kencang namun hasratku utk jalankan yang lebih sekali lagi juga makin besar jadi ku putuskan utk coba mengulumnya. Ku jilati dan memberi gigitan kecil pada buah pelirnya yang berwarna kecoklatan sampai buat saya tambah bernafsu serta sedikit untuk sedikit saya mulai menuju penis yang sudah berdiri.

Saya tambahkan dengan perlahan-lahan merasa hangat yang diiringi rasa asin serta masuklah penis itu hingga pada ujung tenggorokanku, saya cobalah masuk serta mengeluarkan maka buat badanku keluarkan keringat yang di ikuti rasa gemetaran. Payudaraku merasa makin jadi membesar serta mengeras maka buat braku merasa sesak juga vaginaku yang merasa keluarkan cairan. Akupun makin tidak dapat menahan nafsuku yang telah mencapai puncak lantas saya makin mepercepat kulumanku maka buat penis sopirku licin karna liurku.

Di waktu saya tengah keenakkan jalankan kuluman di penis sopirku mendadak saya terperanjat oleh teriakan sopirku serta mencabut penisnya dari mulutku. Dia lantas berdiri serta memarahi saya, dia terasa bersalah pada seorang tuaku karna membiarkan saya jalankan hal semacam ini, akupun tak ingin menyerah demikian saja serta karna saya tidak dapat menahan nafsuku sekali lagi yang seperti ingin meledak akupun meneror sopirku dengan menyampaikan pada ayahku kalau saya sudah diperkosa sopirku akan menyampaikan pada istrinya bila tak ingin melayani kenginanku. Dia ketakutan serta menyerah padaku, akupun tidak menyia-nyiakannya segera saja saya melepas sarungnya serta saya jongkok didepannya. Kulihat muka sopirku tampak berwajah memperlihatkan rasa sedih namun saya tidak memedulikannya.

Saya tidak perduli bagaimana perasaan sopirku, saya cuma menginginkan kesenangan seperti yang sudah rekanku rasakan. Saya menginginkan buat dia agresif terhadapku serta melupakan istrinya sebentar, karna hasratku itu saya mulai jalankan rangsangan terhadapnya. Kukulum sekali lagi penisnya yang sudah lemas tanpa ada canggung serta takut sekali lagi pada sopirku, kupercepat kulumanku maka buat penisnya kembali berdiri. Saya sangatlah nikmati penis.
“Ehhmm.. Enak.. Ehmm” serta saya terasa bahagia karna buat dia mulai terangsang yang mulai membuktikan ke agresifannya. Sopirku mendesis nikmati kulumanku.
“Ough.. Selalu.. Cepat.. Ouh Melda”

Cuma itu saja kata yang keluar dari mulutnya akupun makin semangat serta makin mepercepat kulumanku. Sampai sebagian kuluman penisnya merasa makin jadi membesar serta menegang juga diiringi denyutan serta dia juga memegang kepalaku juga memcambak rambutku dengan kasar dia makin memaju mundurkan kepalaku serta akupun makin semangat karna saya tahu dia juga akan hingga.

“Ouhh.. Ouuhh saya hingga saya hingga Melda ough” serta keluarlah spermanya ke mulutku sampai mulutku tidak muat utk menampungnya. Spermanya merasa hangat, asin, serta baunya buat diriku menginginkan memuntahkan sperma itu dari mulutku namun dia menarik kepalaku lantas mencium saya. Ciumannya yang sangatlah semangat kepadaku buat saya terpakasa utk menelan spermanya utk menyeimbangi permainan bibir itu.

Saya terasa kewalahan utk menyeimbanginya karna baru kesempatan ini saya di cium oleh cowok, dia selalu mencium saya serta tangannya mulai menyelusup masuk ke kaosku. Tangannya menuju ke payudaraku, dia meremas-remasnya maka buat nafasku makin memburu yang diiringi degupan jantung yang cepat. Dia makin agresif dengan buka kaos ketatku, rok, bra dan celana dalamku.

Terbukalah telah apa yang sampai kini saya tutupi, saya terasa risih karna baru kesempatan ini saya telanjang di hadapan cowok sehinnga tangankupun dengan spontan tutup vaginaku juga payudaraku. Namun karna nafsuku yang makin mencapai puncak jadi saya biarlah badanku telanjang serta akupun dengan agresif menanggalkan kaosnya. Saat ini kita sungguh-sungguh telanjang bulat, kita sama-sama berhimpitan maka penis yang sudah mengacung itu melekat pada vaginaku. Saya menginginkan sekali rasakan penis itu masuk ke vaginaku serta saya sudah coba memasukannya namun tidak dapat, dengan sangat terpaksa saya cuma mengesekkan penisnya ke vaginaku serta itu buat saya makin bernafsu.

Sesudah dia senang mencium saya dia turunkan kepalanya menuju kaki, dia menciumi kakiku hingga ke vaginaku. Dia menjilati vaginaku, menyedot vaginaku dan memberi gigitan kecil pada vaginaku maka buat saya tidak dapat menahan getaran badanku.
Makin dia mepercepat jilatannya makin keras juga erangan dan desissan yang keluar dari mulutku. Tanganku berpegangan pada kepalanya serta akupun menghimpit kepalanya dan mengangkat satu diantara kakiku kepundaknya supaya dapat makin masuk ke vaginaku, jilatan dia buat saya tidak dapat sekali lagi menahan badanku sendiri. Badanku melengkung ke belakang serta kepalaku medongak keatas yang diiringi keringat yang makin mengucur deras.
“Auhh.. Ouhh.. ”

Dia selalu menjilati vaginaku maka buat saya makin tidak tahan “Ough.. Yes.. Ouugh.. Saya keluar” serta akupun alami orgasmeku yang pertama, saya terasa kesenangan yang gemilang karna baru kesempatan ini kali alami orgasme dengan cowok. Sopirku mengisap-hisap vaginaku sampai merasa kering, nafasku yang semula memburu saat ini telah mulai reda. Saya yang sudah alami orgasme merasa tubuhku lemas namun sopirku masih tetap saja semangat, dia mengendongku ke tempat tidur serta menjatuhkanku.

Dia bermain di payudaraku yang memiliki ukuran tengah putih bersih kemerahan, sopirku mengulum, menyedot, meremas dan menggigit-gigit payudaraku. Permainan mulutnya mampu menambah kembali nafsuku, sopirku sangatlah nikmati payudaraku serta dia senantiasa memberikan pujian pada payudaraku yang kenyal serta kencang itu. Saya yang menginginkan kembali nikmati penis sopirku selekasnya saya menggulingkan sopirku disampingku, saya menindihnya dengan vaginaku menghadap ke muka sopirku serta kita juga sama-sama jalankan rangsangan. Saya kembali mengulum penisnya sedang dia menjilati vaginaku. Permainan lidahnya yang liar di vaginaku buat tidak kuasa menahan nafsuku yang ingin meledak serta dengan selekasnya akupun minta utk memasukkan penisnya ke vaginaku serta diapun mengijinkannya.

Saya membalikkan tubuh serta saat ini penis itu pas dibawah vaginaku, saya memegang penis itu serta mengarahkannya ke vaginaku namun saya tidak dapat memasukkannya merasa susah walau vaginaku sudah basah. Penis sopirku seperti tak ingin masuk penisnya senantiasa ke kanan atau ke kiri. Sopirku juga membantuku, dia memegang penisnya sedang tangan satunya menuju vaginaku serta memasukkan jarinya ke vaginaku, akupun terkaget serta berteriak “Ouhh”.

Jarinya maju mundur serta seperti mengaduk vaginaku, sopirkupun keluarkan jarinya lantas coba memasukkan penisnya ke vaginaku. Dengan mengagetkan penis itu masuk dengan gampang, saya terkaget merasakannya lantas berteriak “Auhh.. Ough.. ”

Serta mataku melotot dan kepalaku mendongak ke atas. Vaginaku merasa penuh serta diiringi rasa nyeri yang sangatlah hebat namun sopirku duduk menghiburku dengan menciumku.
Dia menyuruhku naik turun namun itu susah bagiku karna baru yang pertama saya mengerjakannya, saya coba naik turun berasa begitu nikmat rasakan dua alat kelamin bergesekan namun tetaplah rasa nyeri tetaplah ada. Akhirnya akupun lancar menaik-turunkan, memandang itu sopirku semangat dia mulai meremas payudaraku serta mulai jalankan pergerakan juga. Makin lama rasa nyeri itu beralih jadi rasa nikmat tdk ada duanya secara cepat saya menaik turunkan. Gesekan itu sangatlah nikmat ditambah sekali lagi remasan sopirku di payudaraku.

“Uhh.. Aauhh.. Oouughh” saya selalu mendesis.
Malam yang sunyi kembali berisik oleh bunyi kocokan dan teriakanku, kulihat sopirku sekali pejamkan mata nikmati kocokanku. Sampai sebagian lama kita tetaplah pada tempat itu serta akupun rasakan suatu hal yang ingin meledak di vaginaku.
“Ouhh.. Ouughh.. Saya sampai” akupun rasakan orgasme yang ke-2 kali.
Tenaga yang habis buat saya tidak bisa menahan badanku serta akupun tumbang di atas sopirku. Dengan penis yang masih tetap menancap di vaginaku sopirku membalikkanku sampai dia ada di atas, dia kembali mengocok vaginaku yang sudah kelelahan dengan semangat yang masih tetap memburu diapun menginginkan alami orgasme jadi akupun melayani dia walau tenagaku telah habis.

Sopirku terasa tidak senang dengan tempat dia di atas serta dia memohon saya utk duduk dipangkuannya serta dia dengan semangat kembali mengocok. Saya yang telah lemas masih tetap coba mengimbagi kocokannya, saya coba memaju-mundurkan pantatku walau telah lemas. Dia makin semangat utk mengocokku dengan buas dia juga menggigit payudaraku serta itu sangatlah buat diriku kembali terangsang.
“Oouuh.. Ouuhh.. Uuhh”

Akupun di bikin tidak berdaya serta lagi-lagi saya di buat orgasme utk ke-3 kalinya.
“Uuhh.. Ouugh.. Kau hebat Toni.. Ouugh”.
Dengan orgasmeku yang ke-3 badanku makin lemas tidak berdaya, tempat kami tetaplah duduk serta saya selalu saja memberikan pujian pada dia “Kau hebat Toni” kataku.
Sopirku menyuruhku utk menungging dengan lemas serta pada sadar serta tidak saya masih tetap menurutinya. Dia masih tetap tidak jemu mengerjai vaginaku. Dia masih tetap dengan semangat tetaplah mengocok dan meremas payudaraku serta kadang kala meremas pantat ku. Jarinya juga masuk ke anusku.
“Ouugh.. Ougghh.. Ougghh” kataku makin nikmati, dengan kasar dia mengocok vaginaku dan anusku. Dengan kocokan dari anus serta vagina badanku makin tidak karuan dibuatnya.

“Ouuhh.. Ougghh.. Selalu Toni”
Tidak berselang lama saya rasakan sekali lagi orgasme yang ke-4.
“Oouuhh.. Kau hebat.. Oughh.. Saya saya bisa ough.. ”
Serta dia juga ikuti alami klimaks dengan sperma yang banyak. Semprotan spermanya buat mataku terbelalak serta saya juga rasakan kesenangan, spermanya tidak bisa tertampung di vaginaku maka jatuh ke sprei. Kitapun terjatuh berbarengan ditempat tidur, sopirku ada disampingku serta dia masih tetap mencium dan meremas pantat serta payudaraku. Sesudah nafasku mulai reda akupun segera keluar dari kamarnya dengan masih tetap telanjang serta jalan dengan gontai, sopirku juga tertidur sekali lagi.

Baca Juga : Bertukar Pasangan Dengan Teman Ku

Artikel Menarik Lain

Shares 0
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *