Bunga99 agen bola online
Aku Ngentod Dengan Buk Vivin

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Aku Ngentod Dengan Buk Vivin

Cerita Dewasa Indonesia | Cerita Panas | Cerita 18 Tahun | Cerita LendirAku Ngentod Dengan Buk Vivin – Narasi ini dimulai pada saat itu saya sekali lagi kuliah di semester VI di satu diantara PTS di Bandung. Ceritanya selagi itu saya sekali lagi putus dengan pacarku serta memanglah dia tidak paham diri, telah disayangi jadi bertingkah, pada akhirnya dari narasi cintaku hanya berusia 2 th. saja. Saat itu saya tinggal berlima dengan rekan satu kuliah juga, kita tinggal serumah atau ngontrak satu tempat tinggal untuk berlima. Kebetulan dirumah itu cuma saya yg lelaki. Mulanya saya katakan sama kakak perempuanku, “Sudah, saya pisahlah tempat tinggal saja atau kos di tempat”, tapi kakakku ini karena sangat sayangnya padaku, ya saya tidak diijinkan pisahlah tempat tinggal. Kita juga tinggal serumah dengan tiga rekan wanita kakakku.

Aku Ngentod Dengan Buk Vivin

Ada satu di antara mereka telah jadi dosen tapi di Kampus beda, Ibu Vivin namanya. Kita semuanya menyebutnya Ibu maklum telah usia 40 th. tapi belumlah pula menikah. Ibu Vivin ajukan pertanyaan, “Eh, anda belakangan ini kok seringkali ngelamun sich, ngelamunin apa yok? Jangan-jangan ngelamunin yg itu.. ”
“Itu apanya Bu? ” tanyaku.

Memanglah dalam kesehari-harianku, ibu Vivin tahu karna saya seringkali juga share sama dia karna dia telah kuanggap lebih tua serta tahu beberapa hal. Saya mulai narasi,
“Tahu tidak problem yg kuhadapi? Saat ini saya baru putus sama pacarku”, kataku.
“Oh.. gitu ceritanya, pantesan saja dari minggu tempo hari murung saja serta seringkali ngalamun sendiri”, kata Ibu Vivin.

Demikian dekatnya saya sama Ibu Vivin hingga satu saat saya alami peristiwa ini. Entah mengapa saya tidak berniat telah mulai ada perhatian sama Ibu Vivin. Saat itu yang pasti siang-siang semua pada kuliah, saya tengah sakit kepala jadinya saya bolos dari kuliah. Siang itu pas jam 11 : 00 siang selagi saya bangun, eh agak sedikit heran kok masih tetap ada orang dirumah, umumnya bila siang-siang bolong begini telah pada tidak ada orang dirumah tapi kok hari ini sepertinya ada rekan dirumah nih. Saya pergi ke arah dapur..

Baca Juga : Mahasiswa Kampus Plus Plus

“Eh Ibu Vivin, tidak ngajar Bu? ” tanyaku.
“Kamu kok tidak kuliah? ” bertanya dia.
“Habis sakit Bu”, kataku.
“Sakit apa sakit? ” goda Ibu Vivin.
“Ah.. Ibu Vivin dapat aja”, kataku.
“Sudah makan belum juga? ” tanyanya.
“Belum Bu”, kataku.
“Sudah Ibu Masakin saja sekalian sama anda ya”, tuturnya.
Dengan cekatan Ibu Vivin memasak, kita juga segera makan berdua sembari bercakap ngalor ngidul hingga kita mengulas narasi yg agak berbau sex. Kukira Ibu Vivin tidak sukai yg namanya narasi sex, eh tau-taunya dia membalas dengan narasi yg lebih hot sekali lagi. Kita juga telah makin jauh ngomongnya. Pas selagi itu saya ngomongin mengenai wanita yg telah lama tidak rasakan jalinan dengan beda macamnya.
“Apa masih tetap ada gitu hasratnya oleh karena itu? ” tanyaku.
“Enak saja, emangnya nafsu itu ngenal umur gitu”, tuturnya.
“Oh bila gitu Ibu Vivin masih tetap miliki hasrat dong untuk merasakan bagaimana jalinan dengan beda type”, kataku.
“So tentu dong”, tuturnya.

“Terus dengan siapa Ibu oleh karena itu, Ibu kan belum juga kawin”, dengan nikmatnya saya nyeletuk.
“Aku bersedia kok”, kataku sekali lagi dengan sedikit agak cuek sembari kutatap berwajah. Ibu Vivin agak merah sirna gak tahu apa yg membawa keberanianku makin membludak serta gak tahu kapan mulainya saya mulai memegang tangannya. Dengan sedikit agak gugup Ibu Vivin kebingungan sembari menarik kembali tangannya, dengan sedikit usaha saya mesti merayu selalu hingga dia betul-betul bersedia mengerjakannya.

“Okey, sorry ya Bu, saya telah sangat lancang pada Ibu Vivin”, kataku.
“Nggak, saya kok yg salah mengawalinya dengan meladenimu bicara masalah itu”, tuturnya.
Dengan sedikit kegirangan, dalam hatiku dengan lembut kupegang sekali lagi tangannya sembari kudekatkan bibirku ke dahinya. Dengan lembut kukecup keningnya. Ibu Vivin terambil dengan kondisi yg kubuat, dia tutup matanya dengan lembut. Juga kukecup sedikit dibawah kupingnya dengan lembut sembari kubisikkan, “Aku sayang anda, Ibu Vivin”, tapi dia tidak menjawab sedikitpun.

Dengan sedikit agak sangsi juga kudekatkan bibirku mendekati bibirnya. Cup.. begitu lembutnya saya terasa kelembutan bibir itu. Aduh lembutnya, dengan cekatan saya telah menarik badannya ke rangkulanku, dengan sedikit agak bernafsu kukecup sekali lagi bibirnya. Dengan sedikit terbuka bibirnya menyongsong dengan lembut. Kukecup bibir bawahnya, eh.. tanpa ada kuduga dia balas kecupanku. Peluang itu tidak kusia-siakan. Kutelusuri rongga mulutnya dengan sedikit kukulum lidahnya. Kukecup, “Aah.. cup.. cup.. cup.. ” dia juga mulai dengan nafsunya yg membara membalas kecupanku, ada sekitaran 10 menitan kami mengerjakannya, tapi kesempatan ini dia telah dengan mata terbuka. Dengan sedikit ngos-ngosan seperti habis usaha keras saja.

Baca Juga : Walk In Interview

“Aah.. janganlah panggil Ibu, panggil Vivin saja ya!
Kubisikkan Ibu Vivin, “Vivin kita ke kamarku saja yuk! ”.
Dengan sedikit agak kaget juga tapi tanpa ada perlawanan yg bermakna kutuntun dia ke kamarku. Kuajak dia duduk di pinggir tempat tidurku. Saya telah tidak tahan sekali lagi, ini waktunya yg kutunggu-tunggu. Dengan perlahan-lahan kubuka kacing pakaiannya satu persatu, dengan lahapnya kupandangi badannya. Ala mak.. indahnya badan ini, kok tidak ada sich lelaki yg kepengin untuk mencicipinya. Dengan sedikit membungkuk kujilati dengan rajin. Pertama-tama belahan gunung kembarnya. “Ah.. ssh.. selalu Ian”, Ibu Vivin tidak sabar sekali lagi, BH-nya kubuka, terpampang telah buah kembar yg montok ukuran 34 B. Kukecup ganti-gantian, “Aah.. ssh.. ” dengan sedikit agak ke bawah kutelusuri karna selagi itu dia pas memakai celana pendek yg kainnya agak tidak tebal serta celananya juga tidak tebal, kuelus dengan lembut, “Aah.. saya juga telah mulai terangsang.

Kusikapkan celana pendeknya hingga lepas sekalian dengan celana dalamnya, hu.. cantiknya gundukan yg mengembang. Dengan lembut kuelus-elus gundukan itu, “Aah.. uh.. ssh.. Ian anda kok pandai sich, saya juga telah tidak tahan lagi”, sejujurnya memanglah ini yaitu pemula untuk saya, eh rupanya Vivin juga telah kepengin buka celanaku dengan sekali tarik saja lepas telah celana pendek sekalian celana dalamku. “Oh.. besar amat”, tuturnya. Kurang lebih 18 cm dengan diameter 2 cm, dengan lembut dia mengelus zakarku, “Uuh.. uh.. shh.. ” dengan jeli saya beralih tempat 69, kupandangi sesaat gundukannya dengan tentu serta lembut. Saya mulai menciumi dari pusarnya selalu turun ke bawah, kulumat kewanitaannya dengan lembut, saya berupaya memasukkan lidahku kedalam lubang kemaluannya, “Aah.. uh.. ssh.. selalu Ian”, Vivin mengerang. “Aku juga enak Vivin”, kataku. Dengan lembut di lumat habis kepala kemaluanku, di jilati dengan lembut, “Assh.. oh.. ah.. Vivin selalu sayang”, dengan lahap juga kusapu semuanya dinding lubang kemaluannya, “Aahk.. uh.. ssh.. ” sekitaran 15 menit kami lakukan tempat 69, telah kepengin coba yg namanya bersetubuh.

Baca Juga : Kisah Pertemuan Pertama

Kurubah tempat, kembali memanggut bibirnya.
Telah merasa kepala kemaluanku mencari sangkarnya. Dengan dibantu tangannya, diarahkan ke lubang kewanitaannya. Sedikit buat sedikit kudorong pinggulku, “Aakh.. sshh.. pelan-pelan ya Ian, saya masih tetap perawan”, tuturnya. “Haa.. ” saya kaget, benar rupa-rupanya dia masih tetap suci. Dengan sekali dorong sekali lagi telah merasa licin. Blesst, “Aahk.. ” teriak Vivin, kudiamkan sebentar untuk menyingkirkan rasa sakitnya, sesudah 2 menitan lamanya kumulai menarik sekali lagi batang kemaluanku dari dalam, selalu kumaju mundurkan. Mungkin karna baru pertama kalinya cuma dengan saat 7 menit Vivin.. “Aakh.. ushh.. ussh.. ahhkk.. saya ingin keluar Ian”, tuturnya. “Tunggu, saya juga telah ingin keluar akh.. ” kataku. Mendadak menegang telah lubang kemaluannya menjepit batang kemaluanku serta merasa kepala batang kemaluanku disiram sama air surganya, membuatku tidak kuat sekali lagi memuntahkan.. “Crot.. crot.. cret.. ” juga banyak air maniku muncrat didalam lubang kemaluannya. “Aakh.. ” saya lemas habis, saya tergeletak di sebelahnya. Dengan lembut dia cium bibirku, “Kamu menyesal Ian? ” tanyanya. “Ah tidak, kitakan keduanya sama ingin. ” Kami cepat-cepat berberes-beres agar tak ada keraguan, serta mulai sejak peristiwa itu saya seringkali bermain cinta dengan Ibu Vivien hal tersebut tentunya kami kerjakan andaikata dirumah tengah sepi, atau ditempat penginapan kalau kami telah tengah kebelet serta dirumah tengah ramai. mulai sejak peristiwa itu pada diri kami berdua mulai bersemi benih-benih cinta, serta saat ini Ibu Vivien jadi pacar gelapku.

Shares 0
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *