Bunga99 agen bola online
Berbagi Rasa Cinta

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Berbagi Rasa Cinta

Berbagi Rasa Cinta – Cerita Dewasa Indonesia | Cerita Panas | Cerita 18 Tahun | Cerita Lendir – Terlebih dulu saya mohon maaf atas jadi lebih banyak e-mail yang belum juga pernah saya balas karena saya begitu repot dengan pekerjaan saya. Walaupun itu, mau saya upayakan untuk dapat membalas semuanya e-mail itu.

Tersebut saya mau bercerita satu pengalaman riil, serta masih tetap berjalan hingga saat ini, cerita dari satu diantara rekan korespondensi saya, Mia, kita sebut saja saat. Cerita yang menurut Mia begitu dapat buat gairah hidupnya jadi lebih berwarna cerah serta penuh sensasi.. Sesuai sama keinginan yang terkait, saya samarkan beberapa nama ada pada narasi saya ini.

Mia, 27 th., isteri dari Dicky, 31 th., yaitu seseorang ibu rumah-tangga yang lumayan supel dalam bergaul di lingkungan rumahnya. Tampilan Mia umum saja. Mia punya sikap senantiasa apa yang ada serta bersahaja. Dicky yaitu seseorang suami yang cukup baik serta bertanggungjawab pada keluarga. Apa pun kekurangan dalam tempat tinggal tangganya, jadi Dicky mau senantiasa berupaya untuk mendapatkannya. Bisa disebut, rumah tangga mereka yaitu serasi.

Berbagi Rasa Cinta

Pada saat malam acara 17 Agustusan th. 2003, Mia serta Dicky bersama warga lingkungan di mana mereka tinggal membuat malam hiburan berbentuk Organ tunggal. Tua muda, laki laki wanita, semuanya turut bergembira. Semuanya turun berjoget ikuti alunan lagu yang dibawakan oleh penyanyi. Sebelumnya mereka berjoget dengan pasangan semasing. Semuanya bergembira sembari tertawa bebas ikuti irama musik..

Sesudah sebagian lagu, mereka senantiasa berjoget dengan bertukar pasangan. Mereka senantiasa bergembira. Mia berjoget dengan seseorang ayah, Dicky berjoget dengan seseorang anak wanita remaja.. Demikianlah mereka berjoget hingga sebagian lagu dengan bertukar pasangan hingga beberapa hari. Saat akhir acara, pada lagu paling akhir, Mia berjoget dengan seseorang ayah, sedang Dicky berjoget dengan Evi, seseorang ibu rumah-tangga yang tinggal sebagian tempat tinggal dari tempat tinggal mereka. Evi, kira-kira 40 th., ibu dari seseorang karyawan swasta yang bekerja dengan sistem shift, memiliki 2 orang anak yang udah cukup besar.

Meski udah berusia namun tampilan Evi senantiasa nampak muda karna langkah berpakaiannya yang senantiasa agak seksi serta pintar bermake up. Selintas Mia melirik pada Dicky yang tengah berjoget dengan Evi. Tampak Dicky tengah tertawa dengan Evi sembari berjoget. Kemudian kembali Miapun berjoget serta tertawa dengan pasangannya. Saat larut malam acara selesai. Semuanya kembali pada tempat tinggal semasing dengan perasaan senang walau lelah.. Sesampai dirumah, sesudah mandi air hangat, Mia serta Dicky lekas ke tempat tidur.

“Bagaimana barusan, sayang? ” bertanya Dicky sembari memeluk Mia.
“Apanya? ” kata Mia sembari meletakkan kepalanya di satu diantara tangan Dicky.
“Ya barusan saat kita ditempat pesta barusan, ” kata Dicky sembari mengecup bibir mungil Mia.
“Saya betul-betul senang…” kata Mia sembari tersenyum sembari tangannya mengusap-ngusap dada dan jarinya memainkan puting susu Dicky.
“Harusnya kita seringkali jalankan acara seperti barusan, janganlah cuman satu tahun sekali…” kata Dicky sembari tangannya masuk ke busana tidur Mia. Buah dada Mia diremas dengan mesra.
“Mmhh.. Memangnya mengapa? ” kata Mia sembari mencium pipi Dicky lantas mengecup bibirnya.
“Ya kita kan dapat bergembira dengan tetangga yang ada. Tidak sering sekali kita ngumpul bareng mereka, ” kata Dicky sembari buka semua kancing busana tidur Mia.

Lantas dijilatnya puting susu Mia sembari tangannya meremas buah dada Mia yang satu sekali lagi.

“Mmhh…” desah Mia sembari pejamkan matanya.

Sembari tetaplah menciumi serta menjilati buah dada Mia, tangan Dicky yang semula meremas buah dada, turun ke perut lantas disusupkan ke celana dalam Mia. Segera jarinya menyentuh bulu-bulu kemaluan Mia yang tidaklah terlalu banyak. Mia tetaplah terpejam sembari kadang-kadang mendesah.. Jari-jari tangan Dicky lantas turun menyusuri belahan belahan memek Mia.

“Ohh…” desah mia keras sembari menggerakkan pinggulnya.

Jari Dicky senantiasa menggosoki belahan memek Mia hingga cairan memek Mia keluar banyak.

“Mmhh…” desah Mia sembari tangannya memegang tangan Dicky yang tengah bermaik di memeknya.
“Enak, sayang, ” kata Dicky sembari melumat bibir Mia.

Sesaat jari tengah Dicky masuk ke lubang memek Mia. Tanpa ada menjawab pertanyaan Dicky, Mia membalas ciuman Dicky dengan hebat sembari menjepitkan pahanya lantas menggoyangkan pinggulnya karna menahan kesenangan kala jari tangan Dicky keluar masuk lubang memeknya. Sesaat tangan Mia lekas menyelusup ke celana piyama Dicky, serta selanjutnya menggenggam serta meremas kontol Dicky yang udah tegang.

“Buka bajunya dong, sayang, ” kata Mia berbisik ke telinga Dicky. Dicky lekas bangkit lantas melepas semua bajunya. Kontol Dicky tampak udah tegak dengan ditumbuhi bulu yang begitu lebat. Lihat itu, Mia lekas bangkit serta duduk ditepi ranjang. Digenggamnya kontol Dicky lantas dikocok perlahan-lahan. Cairan bening tampak keluar dari lubang kontol Dicky. Tanpa ada banyak cakap ujung lidah Mia lekas menjilati cairan itu sambai habis. Tidak lama, mulut Mia udah mengulum batang kontol Dicky yang lumayan besar. Cpok.. Cpok.. Cpok.. Terdengar nada kuluman mulut Mia pada kontol Dicky.

“Ohh.. Enak, sayang.. Ohh…” desah Dicky sembari memegang kepala Mia lantas memompa perlahan kontolnya di mulut Mia.
“Gantian, dong…” kata Mia sembari melepas kulumannya lantas memandang mata Dicky. Dicky tersenyum.
“Naiklah ke ranjang…” kata Dicky.

Miapun lekas naik ke atas ranjang lantas kemampuanng serta buka lebar pahanya. Tidak lama, Mia mendesah karna lidah Dicky pandai bermain serta menjilati kelentit serta lubang memek Mia.

“Ohh, sayangg.. Teruss…” desah Mia agak keras.

Terlebih kala jari Dicky masuk ke lubang memeknya sembari lidahnya tidak henti menjileti kelentit Mia. Pergerakan pinggul Mia semakin keras ikuti rasa enaknya. Selang beberapa saat tangan Mia dengan keras meremas rambut Dicky serta menyudutkankan kepalanya ke memek. Kemarin..

“Ohh.. Enak, sayangg.. Mmff.. Sshh…” jerit kecil Mia terdengar kala Mia menjangkau puncak kesenangan.. Orgasme..

Dicky lekas hentikan jilatannya lantas naik ke atas badan istrinya itu. Meski mulut masih tetap basah oleh cairan memek Mia, Dicky segera melumat bibir Mia. Miapun segera membalas ciuman Dicky dengan hebat. Sembari tetaplah berciuman, tangan Mia lekas memegang serta menuntun kontol Dicky ke lubang memeknya. Selang sebagian detik selanjutnya.. Bless.. Bless.. Bless.. Kontol Dicky lansgung keluar masuk memek Mia. Keduanya bermandi peluh sembari kadang-kadang terdengar desahan kesenangan mereka.

“Memeknya legit, sayang.. Enak…” bisik Dicky. Mia tersenyum sembari menggoyangkan pinggulnya.
“Memang mengapa? ” bertanya Mia.
“Aku tidak sempat jemu menyetubuhi kamu…” bisik Dicky sembari senantiasa memompa kontolnya. Mia tersenyum.
“Kalau wanita beda rasa-rasanya bagaimana, ” bertanya Mia sekali lagi.
“Aku tidak sempat bersetubuh dengan wanita beda, kok…” kata Dicky.

Mia tersenyum lantas merangkulkan ke-2 tangannya ke pundak Dicky sembari tetaplah menggoyangkan pinggulnya menyeimbangi pergerakan kontol Dicky.

“Saya ingin bertanya, sayang…” kata Mia.
“Apa? ” kata Dicky.
“Tubuh Mbak Evi, tetangga kita itu, bagus tidak..? ” bertanya Mia.
“Ah anda pertanyaannya ada-ada saja…” kata Dicky tidak memedulikan.
“Saya serius, sayang.. Jawab jujurlah. Tidak apa-apa kok…” kata Mia.
“Tadi saksikan belahan buah dadanya tidak? ” bertanya Mia.

Dicky mengangguk. Mia tersenyum sembari senantiasa menggoyangkan pinggulnya.

“Jujur.. Iya, badan dia bagus. Serta barusan saya pernah saksikan belahan buah dadanya. Geram? ” kata Dicky sembari mengentikan pergerakannya.

Mia tersenyum sembari senantiasa menggoyang pinggulnya.

“Jangan berhenti dong, sayang.. Terus setubuhi saya.. Mmhh…” kata Mia.
“Saya tidak geram kok. Malah saya sukai mendengarnya…” kata Mia.
“Kenapa? ” bertanya Dicky heran.
“Tadi saat saya saksikan anda berjoget dengan Mbak Evi, tidak jelas mengapa ada perasaan aneh…” kata Mia.
“Tadi mendadak saya memikirkan anda bermesraan dengan Mbak Evi…” lanjut Mia sekali lagi.
“Kenapa saat? ” bertanya Dicky.
“Saya tidak tahu…” kata Mia.
“Kamu cemburu? ” bertanya Dicky.
“Tidak sekalipun. Malah demikian sebaliknya, saya begitu menginginkan lihat anda bermesraan dengan Mbak Evi…” kata Mia.

Dicky tersenyum.

“Kamu sekali lagi horny kali ya, tadi…” kata Dicky tanpa ada hentikan pergerakan kontolnya.

Mia kembali tersenyum. Sesudah sebagian lama memompa kontolnya, Dicky mengejang, pergerakannya jadi bertambah cepat.

“Aku ingin keluar, sayang.. Ohh…” bisik Dicky.
“Tahan dahulu sebentar, sayang.. Saya juga ingin keluar.. Mmhh…” bisik Mia sembari mepercepat pergerakan pinggulnya.

Tidak lama badannya mengejang, tangannya kuat memeluk badan Dicky.

“Mau keluar, sayangghh…” jerit Mia.
“Ohh.. Nikmat, sayang.. Ohh…” jerit kecil Mia kala menjangkau orgasme.

Selang sebagian detik, Dicky juga jadi lebih mepercepat pergerakannya. Hingga pada akhirnya.. Crott.. Crott.. Crott.. Air mani Dicky menyembur didalam memek Mia. Dicky menyudutkankan kontolnya dalam-dalam ke memek Mia.. Badan keduanya lemas sama-sama berpelukan sesaat kontol Dicky masuk ada didalam memek Mia.
“Mau tidak bila saya minta anda maen dengan Mbak Evi.. Saya serius, ” kata Mia sembari memeluk pundak Dicky.
“Kenapa sich anda ingin yang aneh-aneh saat? ” bertanya Dicky.
“Saya tidak jelas jawabnya, sayang.. Yang pasti ada perasaan horny kala memikirkan anda bermesraan dengan Mbak Evi…” kata Mia.
“Mau kan, sayang? ” bertanya Mia memaksa.
“Kalau saya ingin, bagaimana langkahnya, sayang…” kata Dicky sembari mengecup bibir istrinya.
“Nanti saya yang mengatur…” kata Mia sembari tersenyum.

Dicky juga tersenyum sembari mencabut kontolnya dari memek Mia, lantas bangkit serta kenakan pakaian. Merekapun tidur selanjutnya.. Banyak langkah yang dijalankan Mia biar Evi dapat dekat dengan serta akrab dengan dia serta Dicky. Serta hal tersebut membawa hasil. Evi saat ini mulai seringkali berkunjung ke tempat tinggal mereka walau cuma sekedar utk bercakap.

Hingga satu malam Mia mengundang Evi datang ke tempat tinggalnya.

“Mas Wiryo udah pergi kerja kan, Mbak? ” bertanya Mia.
“Sudah dari barusan dong.. Dia sanggup sisi shift malam, ” kata Evi.
“Eh ada apa undang saya ini malam? ” bertanya Evi.
“Tidak ada apa-apa kok, Mbak…” kata Mia.
“Kami cuma menginginkan ajak Mbak nonton VCD baru yang dibeli Mas Dicky, ” kata Mia sembari melirik pada Dicky.

Dicky membalas dengan senyuman.

“VCD begituan ya? ” bertanya Evi semangat.

Mia tersenyum sembari melirik Dicky.

“Cepatlah putar! ” kata Evi tidak sabar. Dicky bangkit dari tempat duduknya lantas menuju ke VCD player.
“Mbak Evi sukai film type apa? ” bertanya Dicky sembari menyodorkan sebagian keping VCD.

Sesudah pilih, Evi lekas menyerahkan film yang menginginkan di lihatnya. Dicky lekas memutarnya. Mereka bertiga melihat film BF tanpa ada banyak bicara. Mereka duduk bertiga di karpet. Mia duduk berdampingan dengan Evi, sesaat Dicky duduk dibelakang mereka.

“Udah ada yang bangun, ya..? ” kata Mia tersenyum sembari melirik ke arah Dicky.
“Lumayan…” kata Dicky.
“Lumayan apa? ” bertanya Evi sembari matanya sedikit melirik ke arah selangkangan Dicky yang mulai agak menggembung. Dicky tersenyum sembari menutupi kakinya dengan bantal.
“Mbak Evi seberapa kerapkali begituan dengan Mas Wiryo? ” bertanya Mia.
“Ah, tidak sering sekali.. Mungkin karna dia lelah, ” kata Evi sembari matanya selalu lihat adegan seronok di video.

Kembali mereka terdiam sepanjang berapa selagi sembari lihat video.

“Sini dong..! ” kata Mia pada Dicky sembari matanya berkedip berikan isyarat. Dicky beringsut mendekati Mia.
“Ada apa sich..? ” bertanya Dicky.
“Duduk dekat sini dong…” kata Mia dengan nada manja.

Dengan berniat tangan Mia selekasnya masuk ke Celana Hawaii Dicky. Lantas digenggamnya kontol Dicky yang telah tegang serta diremasnya perlahan. Evi yang lihat hal tersebut, perasaannya jadi tidak karuan.. Antara rasa malu serta rasa menginginkan lihat bercamput baur.

“Udah ingin ya? ” kata Mia pada Dicky.

Suaranya berniat agak keras. Dicky tersenyum sembari matanya melirik ker arah Evi. Evi yang makin tidak menentu perasaannya, kebetulan melirik ke arah Dicky. Pandangan mereka beradu sepanjang berapa detik. Evi lantas buang pandangannya ke arah video. Hatinya berdebar saat berpandangan dengan Dicky.. Mia melirik ke arah Dicky sembari tersenyum. Lantas dengan tanpa ada ragu-ragu, Mia turunkan celana Dicky sampai kontolnya yang besar terlihat tegak nampak. Lantas dikocoknya perlahan.. Dicky tetaplah diam sembari matanya melirik ke arah Evi yang pasti terlihat gelisah.

“Mbak senang tidak pada barang lelaki yang berbulu banyak? ” bertanya Mia sembari memandang Evi.
“Mm.. Eh.. Iya.. Iya.. Saya suka…” kata Evi tergagap memandang Mia sembari matanya sepintas melirik ke tangan Mia yang tengah meremas kontol Dicky.
“Kalau seperti gini senang tidak, Mbak? ” bertanya Mia sembari matanya mengindikasikan supaya Evi lihat ke kontol Dicky.
“Ah, anda ini…” kata Evi sembari matanya lihat kontol Dicky berapa selagi.

Mia tersenyum. Tangannya mencapai tangan Evi, lantas ditariknya ke arah kontol Dicky. Evi menuruti tekad Mia walaupun hatinya terasa serba salah..

“Coba pegang, Mbak…” kata Mia sembari tangannya menuntun jari-jari Evi untuk menggenggam kontol Dicky.

Kontol Dicky merasa hangat serta berdenyut di tangan Evi. Nafas Evi memburu. Ada desiran khusus yang membimbing tangannya bergerak meremas perlahan kontol Dicky. Dicky tersenyum sembari melirik ke arah Mia. Mia juga tersenyum sembari mundur agak menjauh. Dicky tanpa ada dikira tangannya mencapai dagu Evi, lantas dengan selekasnya mengecup bibirnya, lantas dilumatnya dengan hangat. Evi yang telah terangsang gairahnya segera membalas ciuman Dicky dengan hangat juga sembari tangannya mulai berani mengocok kontol Dicky. Tangan Dickypun dengan selekasnya menyelinap ke balik daster Evi. Dikilas balik paha Evi. Elusan tangannya selekasnya naik ke pangkal paha, lantas jarinya diselipkan ke celana dalam Evi.

“Mmhh…” desah Evi sembari menggelinjang saat jari tangan Dicky menyusuri belahan memeknya yang sudah terlalu basah.
“Ohh.. Mmhh…” desah Evi lebih keras saat jari Dicky keluar masuk lubang memknya.

Pinggulnya sedikit digoyang karna nikmat. Sesaat Mia berniat menghindari diri dari mereka. Mia mendapatkan satu rangsangan yang sangat begitu saat lihat suaminya bercinta dengan wanita yang Mia gemari. Mia tidak lakukan apa pun cuma diam sembari lihat mereka bermesraan. Cuma nafas Mia yang mulai cepat yang terdengar.. Saat tangan Dicky mulai coba melepas kemeja Evi, Evi agak tersentak sebentar. Dengan selekasnya matanya memandang Mia. Namun saat diliatnya Mia tersenyum sembari matanya mengindikasikan supaya Evi meneruskan bercinta sekali lagi..

Evi sebentar terdiam. Namun saat tangan Dicky merangkul dari belakang serta tangannya meremas buah dada Evi, Evi terpejam serta memegang tangan Dicky yang tengah meremas buah dadanya.

“Ohh…” desah Evi bersamaan dengan jilatan serta pagutan Dicky di lehernya sembari tidak terlepas tangannya meremas buah dada Evi.

Tidak lama Dicky selekasnya melepas daster Evi. Evi terlihat agak canggung saat Dicky melepas BH serta celana dalamnya dari belakang. Dickypun melepas semua bajunya. Selekasnya kemudian Dicky menindih badan telanjang Evi. Jilatan lidah serta remasan tangan Dicky pada buah dada Evi buat Evi menggelinjang rasakan nikmat.

“Ohh.. Oohh…” desah Evi saat jilatan lidah Dicky turun ke perut lantas turun sekali lagi menyusuri selangkangannya.

Pinggulnya bergoyang ikuti desiran rasa nikmat.. Mia tetaplah diam melihat badan telanjang suaminya yang bergumul mesra dengan Evi. Nafasnya semakin memburu saat lihat kontol Dicky dihisap sembari dikocok oleh Evi. Tanpa merasa tangannya menyelusup ke celana dalamnya. Lantas jarinya mulai mengelus-elus belahan memeknya sendiri. Entah kenapa Mia begitu nikmati saat Dicky memompa kontolnya ke mulut Evi. Nafas Mia makin memburu, juga satu jarinya makin cepat keluar masuk memeknya sendiri saat lihat Dicky mulai menyetubuhi Evi. Desahan serta erangan mereka buat gairah Mia jadi bertambah naik..

Baca Juga : Berpisah Dengan Meta

“Ohh.. Sshh…” desah Evi saat Dicky dengan perkasa mengeluar masukan kontol di memeknya.
“Gimana rasa-rasanya, Mbak? ” bertanya Dicky sembari mengecup bibir Evi.
“Ohh begitu enakk.. Mmhh…” kata Evi sembari merangkul pundak Dicky, sesaat pinggulnya bergoyang ikuti pergerakan Dicky.

Entah telah berapakah lama mereka bersetubuh disaksikan Mia, hingga selanjutnya Evi memeluk badan Dicky kuat-kuat. Memeknya didesakan ke kontol dicky dalam-dalam. Pergerakan pinggulnya semakin cepat. Lantas mendadak badannya bergetar sembari mendesah panjang.

“Oohh.. Oohh…” desah Evi terkulai lemas sesudah mendapatkan orgasme.

Sesaat Dicky masih tetap selalu menggenjot kontolnya di memek Evi yang telah lemas. Pergerakannya semakin cepat saat Dicky rasakan ada suatu hal yang menyudutkan nikmat di kontolnya. Tidak lama selekasnya dicabut kontolnya dari memek Evi, lantas digesek-gesekannya pada belahan memek Evi.

Hingga selanjutnya.. Crott! Crott! Crott! Air mani Dicky tumpah banyak diatas bulu-bulu memek Evi. Badan Dicky lantas lemas terkulai diatas badan telanjang Evi. Mia yang lihat hal tersebut selekasnya hampiri mereka. Diusapnya pantay Dicky.

“Masih kuat tidak, sayang..? ” bisik Mia ke telinga Dicky.

Dicky selekasnya mencabut kontolnya dari memek Evi lantas bangkit. Evi juga sekian.

“Kenapa sayang? ” bertanya Dicky sembari mengecup bibir Mia.
“Saya pengen…” kata Mia sembari memegang kontol Dicky yang lemas serta masih tetap basah.
“Aku masih tetap lemas, sayang…” kata Dicky.
“Sebentar sekali lagi saya minta jatah ya, sayang…” kata Mia sembari mencium bibir Dicky.
“Gimana, Mbak? ” bertanya Mia pada Evi sembari tersenyum. Evi tersenyum sembari kenakan pakaian.
“Aku dapat ketagihan, loh…” kata Evi.
“Kapan saja Mbak butuh, datang saja ke sini…” kata Mia tersenyum juga.
“Aku pulang dahulu ya, ” kata Evi sembari memeluk Mia erat.

Mia menggangguk

*****

Menurut pernyataan Mia, beberapa puluh kali Evi bersetubuh dengan suaminya dimuka mata. Mia bukan hanya biseks. Mia cuma terasa mendapatkan satu gairah serta rangsangan yang begitu kuat saat lihat suaminya menyetubuhi wanita beda yang digemari Mia sendiri. Serta menurut Mia juga, hingga detik ini mereka tidak sempat main bertiga. Hal ini yang buat keadaan hidup Mia jadi berwarna cerah.. Sekian. Berbagi Rasa Cinta

Situs Agen BandarQ Online Poker Domino QQ 99 Terpercaya
8 Situs Agen Poker Online BandarQ Domino QQ 99 Terpercaya
7 Situs BandarQ AduQ DominoQQ Online Terpercaya 2017
Situs BandarQ Poker Domino Online Terpercaya Terbaik 2017
Agen Situs Poker BandarQ Online Terpercaya Terbaik Tahun Ini

Shares 0
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *