Bunga99 agen bola online
Bercinta Dengan Adikku

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Bercinta Dengan Adikku

Cerita Dewasa Indonesia | Cerita Panas | Cerita 18 Tahun | Cerita LendirBercinta Dengan Adikku – Saya Linda, mahasiswi hukum Kampus Pajajaran. Sejak dua th. waktu lalu, selagi di terima kuliah di Kampus Pajajaran, saya tinggal di Bandung. Saya datang dari Sukabumi, ayahku datang dari Bandung, sedang ibuku asli Sukabumi. Mereka tinggal di Sukabumi. Narasi ini bercerita kisahku yg berlangsung selagi saya kelas 1 SMA di Sukabumi yg senantiasa berlanjut hingga saya kuliah saat ini.

Bercinta Dengan Adikku

Saya anak yg paling tua dari dua bersaudara. Saya memiliki satu adik laki laki. Umurku tidak sama 2 th. dengan adik. Kami begitu dimanja oleh orangtua kami, hingga tingkahku yg tomboy serta sukai maksa juga tdk dilarang oleh mereka. Begitu juga dengan adikku yg tidak ingin disunat meskipun dia telah kelas 2 SMP.

Saat kecil, saya kerapkali mandi dengan bersama adikku, namun mulai sejak dia masuk SD, kami tdk sempat mandi dengan sekali lagi. Walau bagaimanapun, saya masih tetap ingat begitu kecil serta keriputnya penis seseorang cowok. Mulai sejak selagi itu, saya tdk sempat memandang sekali lagi penis cowok. Hingga satu saat, pada hari senin sore, saya tengah asik telpon dengan rekan cewekku. Saya telpon berjam-jam, terkadang tawa keluar dari mulutku, terkadang kami serius bicara mengenai suatu hal, hingga selanjutnya saya rasakan kandung kemihku penuh sekali. Saya kebelet pipis. Benar-benar kebelet pipis, telah di ujung lah. Cepat-cepat kuletakkan gagang telpon tanpa ada permisi dahulu sama rekanku. Saya lari menuju ke kamar mandi paling dekat. Ketika kudorong nyatanya tengah dikunci.

“Hey..! Siapa didalam..? Buka dong..! Telah tidak tahan..! ” saya berteriak sembari menggedor-gedor pintu.
“Akuu..! Tunggulah sebentar..! ” nyatanya adikku yg didalam. Terdengar suaranya dari dalam.
“Nggak dapat nunggu..! Cepetan..! ” kataku memaksa.
Hilang ingatan, saya nyata-nyata telah tdk kuat menahan menginginkan pipis.

“Kreekk..! ” terbuka sedikit pintu kamar mandi, kepala adikku keluar dari celahnya.
“Ada apa sich..? ” tuturnya.
Tanpa menjawab pertanyaannya, saya segera nyerobot kedalam karna telah tdk tahan. Langsung saya jongkok, menambah rokku serta buka celana dalamku.
“Serrrr…” keluar air seni dari vaginaku.
Kulihat adikku yg berdiri di depanku, tubuhnya masih tetap telanjang bulat.

“Wooiiyyy..! Sopan dikit napa..? ” teriaknya sembari melotot tetaplah berdiri di depanku.
“Sebentarrr..! Telah tidak kuat nih, ” kataku.
Sesungguhnya saya tidak ingin turunkan pandangan mataku ke bawah. Namun sialnya, turun juga. Terlihat deh burungnya.
“Hihihihi..! Masih tetap keriput seperti dahulu, hanya saat ini agak gede dikitlah…” gumanku dalam hati.
Saya takut tertangkap basah memandang penisnya, cepat-cepat kunaikkan sekali lagi mataku memandang ke matanya. Eh, nyatanya dia telah tdk memandang ke mataku sekali lagi. Sialan..! Dia saksikan vaginaku yg sekali lagi mekar tengah pipis. Cepat-cepat kutekan sekuat tenaga otot di vaginaku agar cepat usai pipisnya. Tidak berniat, terlihat sekali lagi burungnya yg masih tetap belum juga disunat itu. Saat ini penisnya kok pelan-pelan makin gemuk. Semakin naik sedikit untuk sedikit, tapi masih tetap terlihat lemas dengan kulupnya masih tetap menutupi helm penisnya.

“Sialan nih adikku. Jadi ngeliatin sekali lagi, mana belum juga habis nih air kencing..! ” saya bersungut dalam hati.
“Oooo..! Seperti gitu ya Teh..? ” tuturnya sembari tetaplah memandang ke vaginaku.
“Eh kurang ajar Lu ya..! ” segera saja saya berdiri ambil gayung serta kulemparkan ke kepalanya.
“Bletak..! ” kepala adikku memanglah terkena waktu, namun akhirnya air kencingku kemana saja, perihal rok serta celana dalamku.

“Ya… basah deh rok Teteh…” kataku memandang ke rok serta celana dalamku.
“Syukurin..! Makanya janganlah masuk seenaknya..! ” tuturnya sembari ambil gayung dari tanganku.
“Mandi sekali lagi ahh..! ” lanjutnya sembari menyiduk air serta menyiram tubuhnya.
Terus dia ambil sabun serta menyeka sabun itu ke tubuhnya.
“Waduh.., sialan nih adik..! ” sungutku dalam hati.
Saat itu saya bingung ingin bagaimana nih. Ingin keluar, tapi saya jijik pakai rok serta celana dalam yg basah itu. Akhirnya kuputuskan untuk buka celana dalam serta rokku, lantas pinjam handuk adikku dahulu. Sesudah salin, baru kukembalikan handuknya.

“Udah.., pakai saja handuk Saya..! ” kata adikku.
Kelihatannya dia menyadari kebingunganku. Terlihat penisnya mengkerut sekali lagi.
“Jadi lucu sekali lagi gitu..! Hihihi..! ” batinku.
Saya lantas buka celana dalamku yg warnanya merah muda, lantas rokku. Terlihat sekali lagi deh vaginaku. Saya takut adikku melihatku dalam keadan sesuai sama itu. Jadi kulihat adikku. Eh sialan, dia memanglah menyimak saya yg tanpa ada celana.

“Teh..! Memek tu memang gemuk seperti gitu ya..? Hehehe..! ” tuturnya sembari nyengir.
Sialan, dia mengejek vaginaku, “Iya..! ” kataku sewot. “Daripada culun seperti miliki Anda..! ” kataku sembari memukul bahu adikku.
Eh mendadak dia berkelit, “Eitt..! ” tuturnya.
Karna saya memukul dengan sekuat tenaga, selanjutnya saya terpeleset. Punggungku jatuh ke badannya. Kena deh pantatku ke penisnya.
“Iiihhh.., rasa-rasanya geli banget..! ” cepat-cepat kutarik badanku sembari bersungut, “Huh..! Elo sich..! ”

“Teh.. kata Teteh barusan culun, bila seperti gini culun tidak..? ” tuturnya mengacuhkan omonganku sembari menunjuk ke penisnya.
Kulihat penisnya mulai sekali lagi seperti barusan, pelan-pelan makin gemuk, semakin tegak ke arah depan.
“Ya.. gitu doang..! Masih tetap seperti anak SD ya..? ” kataku menghina dia.
Walau sebenarnya saya kaget juga, ukurannya dapat jadi tambah demikian jauh. Menginginkan juga sich tahu hingga di mana menambahnya. Iseng saya bertanya, “Gedein sekali lagi dapat tidak..? ” kataku sembari mencibir.
“Bisa..! Tapi Teteh mesti bantu dikit dong..! ” tuturnya sekali lagi.
“Megangin ya..? Wekss.., ya tak ingin lah..! ” cibirku.
“Bukan..! Teteh letakkan ludah saja diatas tititku..! ” jawabnya.

Karna penasaran menginginkan memandang penis cowok bila sekali lagi penuh, kucoba ikuti pengucapan dia.
“Gitu doang kan..? Ingin Teteh ngeludahin Anda mah. Dari dahulu Teteh mau ngeludahin Kamu””Asyiiikkk..! ” tuturnya.
Sialan nih adikku, saya dikerjain. Kudekatkan kepalaku ke arah penisnya, lantas saya menyatukan air ludahku. Tapi belum saya buang ludahku, kulihat penisnya telah bergerak, terlihat penisnya naik sedikit untuk sedikit. Diameternya semakin lama makin besar, jadi terlihat makin gemuk. Serta panjangnya juga jadi tambah. Asyiik banget memandangnya. Geli di sekujur badan memandang itu semuanya. Tidak lama kepala penisnya mulai terlihat diantara kulupnya. Perlahan menekan menginginkan keluar. Wahh..! Bukanlah main perasaan sukaku saat itu. Saya nyata-nyata asik memandang helm itu perlahan-lahan keluar. Seperti penyanyi paling utama yg baru keluar diatas panggung sesudah dinanti oleh fans-nya.

Akhirnya bebas juga kepala penis itu dari masalah kulupnya. Penis adikku telah tegang sekali. Menunjuk ke arahku. Warnanya saat ini lebih merah. Saya jadi terangsang memandangnya. Kualihkan pandangan ke adikku.
“Hehe…” dia ke arahku. “Masih culun tidak..? ” tuturnya sekali lagi. “Hehe..! Macho kan..! ” tuturnya tetaplah tersenyum.
Tangannya mendadak turun menuju ke selangkanganku. Meskipun saya terangsang, sudah pasti saya tepis tangan itu.

“Apaan sich Elo..! ” kubuang tangannya ke kanan.
“Teh..! Please Tehhh.. Pegang saja Teh… Nggak juga akan diapa-apain… Saya mau tahu rasa-rasanya megang itu-nya cewek. Cuma itu saja Teh.. ” kata adikku, kembali tangannya mendekati selangkanganku.
Waduuhh.. sesungguhnya saya ingin jagalah image, masa ingin sich sama adik sendiri, tapi saya juga menginginkan tahu bagaimana rasa-rasanya dipegang oleh cowok di vagina.
“Inget..! Janganlah digesek-gesekin, letakkan saja tanganmu di situ..! ” selanjutnya saya mengiyakan. Deg-degan juga hati ini.

Tangan adikku lantas mendekat, bulu kemaluanku telah tersentuh oleh tangannya. Ihh geli sekali… Saya saksikan penisnya telah keras sekali, saat ini warnanya lebih kehitaman di banding dengan terlebih dulu. Uuppss… Hangatnya tangan telah merasa melingkupi vaginaku. Geli sekali rasa-rasanya selagi bibir vaginaku tersentuh telapak tangannya. Geli-geli nikmat di syaraf vaginaku. Saya jadi makin terangsang hingga tanpa ada bisa ditahan, vaginaku keluarkan cairan.
“Hihihi.. Teteh terangsang ya..? ”
“Enak aja… sama Anda mah mana dapat terangsang..! ” jawabku sembari merapatkan selangkanganku supaya cairannya tdk makin keluar.
“Ini basah banget apaan Teh..? ”
“Itu sisa air kencing Teteh tahuuu..! ” kataku berbohong kepadanya.
“Teh… memek tu anget, empuk serta basah ya..? ”
“Tau ah… Telah belum juga..? ” saya bertandingk kelihatannya saya inginkan keadaan itu berhenti, walau sebenarnya saya menginginkan tangan itu tetaplah ada di situ, bahkan juga bila dapat mulai bergerak menggesek bibir vaginaku.

“Teh… gesek-gesek dikit ya..? ” pintanya.
“Tuh kan..? Tuturnya hanya pegang saja..! ” saya pura-pura tidak ingin.
“Dikit saja Teh… Please..! ”
“Terserah Anda saja deh..! ” saya mengiyakan dengan suara malas-malasan, walau sebenarnya ingin banget tuch. Hihihi.. Habis enak sih…
Tangan adikku lantas semakin masuk kedalam, merasa bibir vaginaku terikut juga kedalam.
Ouughh..! Nyaris saja kalimat itu keluar dari bibirku. Rasa-rasanya sangat nikmat. Otot didalam vaginaku mulai merasa berdenyut. Lantas tangannya ditarik sekali lagi, bibir vaginaku turut tertarik sekali lagi.
“Ouughh..! ” selanjutnya keluar juga desahan nafasku menahan rasa nikmat di vaginaku.
Tubuhku merasa limbung, bahuku cenderung ke depan. Karna takut jatuh, saya bertumpu pada bahu adikku.

“Enak ya Tehh..? ”
“Heeh.., ” jawabku sembari pejamkan mata.
Tangan adikku selanjutnya mulai maju serta mundur, kadang-kadang klitorisku tersentuh oleh telapak tangannya. Setiap tersentuh rasa-rasanya nikmat menakjubkan, tubuh ini juga akan tersentak ke depan.
“Tehh..! Adek juga ingin ngerasaain nikmatnya dong..! ”
“Kamu ingin diapain..? ” jawabku selanjutnya buka mata serta lihat ke arahnya.
“Ya pegang-pegangin juga..! ” ujarnya sembari tangan satunya selanjutnya membimbing tanganku ke arah penisnya.
Kupikir egois juga andaikan saya tidak ikuti kemauannya. Kubiarkan tangannya membimbing tanganku. Terasa hangat penisnya di genggaman tangan ini. Kadang merasa kedutan di dalamnya. Karena masihlah ada sabun di penisnya, dengan gampang saya dapat memaju-mundurkan tanganku mengocok penisnya.

Kulihat badan adikku sesekali tersentak ke depan kala tanganku hingga ke pangkal penisnya. Kami bertemu dengan satu tangan sama-sama memegang kemaluan serta tangan satunya memegang bahu.
Mendadak dia berkata, “Teh..! Titit Adek sama memek Teteh digesekin saja yah..! ”
“Heeh” saya segera mengiyakan dikarenakan saya telah tidak tahan menahan rangsangan didalam badan.
Lalu dia melepas tangannya dari vaginaku, memajukan tubuhnya serta memasukkan penisnya pada selangkanganku. Terasa hangatnya batang penisnya di bibir vaginaku. Lalu dia memaju-mundurkan pinggulnya untuk menggesekkan penisnya dengan vaginaku.

“Ouughhh..! ” saya saat ini tidak malu-malu sekali lagi keluarkan erangan.
“Dek… masukin saja..! Teteh telah tidak tahan..! ” saya sungguh-sungguh telah tidak tahan, sesudah demikian lama terima rangsangan. Saya pada akhirnya ingin satu penis masuk kedalam vaginaku.
“Iya Teh..! ”
Lalu dia menambah satu pahaku, dilingkarkan ke pinggangnya, serta tangan satunya mengarahkan penisnya biar pas masuk ke vaginaku.

Saya terlonjak saat satu benda hangat masuk kedalam kemaluanku. Rasa-rasanya menginginkan berteriak sekuatnya untuk melampiaskan nikmat yang kurasa. Pada akhirnya saya cuma dapat menggigit bibirku untuk menahan rasa nikmat itu. Karena telah dari barusan dirangsang, selang beberapa saat saya alami orgasme. Vaginaku rasa-rasanya seperti tersedot-sedot serta semua syaraf didalam badan berkontraksi.
“Ouuggggkkk..! ” saya tidak kuat tidak untuk berteriak.
Kulihat adikku masihlah selalu memaju-mundurkan pinggulnya dengan sekuat tenaga. Mendadak dia mendorong sekuat tenaga sampai tubuhku terdorong hingga ke tembok.
“Ouughhh..! ” ujarnya.
Pantatnya ditekannya lama sekali ke arah vaginaku. Lalu tubuhnya tersentak-sentak melengkung ke depan. Kurasakan cairan hangat didalam vaginaku.

Lama kami terdiam dalam tempat itu, kurasa penisnya masihlah penuh isi vaginaku. Lalu dia mencium bibirku serta melumatnya. Kami berpagutan lama sekali, basah keringat menyiram badan ini. Kami sama-sama melumat bibir lama sekali. Tangannya selanjutnya meremas susuku serta memilin putingnya.
“Teh..! Teteh nungging, selalu pegang bibir bathtub itu..! ” mendadak dia berkata.
“Wahh..! Hilang ingatan Lu ya..! ”
“Udah.., ikutin saja..! ” ujarnya sekali lagi.
Saya juga ikuti sarannya. Saya berpegangan pada bathtub serta turunkan badan sisi atasku, hingga batang kemaluannya sejajar dengan pantatku. Saya tahu adikku dapat lihat dengan terang vaginaku dari belakang. Lalu dia mendekatiku serta memasukkan penisnya kedalam vaginaku dari belakang.

“Akkkhh..! Hilang ingatan..! ” saya menjerit kala penis itu masuk kedalam rongga vaginaku.
Rasa-rasanya lebih nikmat di banding terlebih dulu. Rasa nikmat itu lebih kurasakan dikarenakan tangan adikku yang bebas saat ini meremas-remas payudaraku. Adikku selalu memaju-mundurkan pantatnya hingga sekitaran 10 menit saat kami nyaris berbarengan menggapai orgasme. Saya rasakan sekali lagi tembakan sperma hangat membasahi rongga vaginaku. Kami selanjutnya berciuman sekali lagi untuk saat yang cukup lama.

Sesudah peristiwa itu, kami jadi kerap mengerjakannya, terlebih di kamarku saat malam hari kala orangtua telah pergi tidur. Minggu-minggu awal, kami mengerjakannya seperti pengantin baru, nyaris setiap malam kami bersetubuh. Bahkan juga dalam semalam, kami dapat lakukan hingga 4 kali. Biasanya saya membiarkan pintu kamarku tidak terkunci, selanjutnya sekitaran jam 2 malam, adikku akan tiba serta menguncinya. Lalu kami bersetubuh hingga kelelahan.

Saat ini sesudah saya di Bandung, kami masihlah senantiasa mengerjakannya andaikan ada peluang. Kalau bukanlah saya yang ke Sukabumi, jadi dia mendatang ke Bandung untuk menyetor spermanya ke vaginaku. Sekarang ini saya mulai berani mengisap sperma yang di keluarkan oleh adikku.

Baca Juga : Cerita Pembantu Rumah Tangga Seksi

Artikel Menarik Lain

Shares 0
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *