Bunga99 agen bola online
Bercinta Dengan Tukang Sampah

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Bercinta Dengan Tukang Sampah

Bercinta Dengan Tukang Sampah – Cerita Dewasa Indonesia | Cerita Panas | Cerita 18 Tahun | Cerita Lendir – Satu hari saya bangun pagi sekali, hari itu saya kuliah siang jam sebelas sesaat jam di kamarku masih tetap tunjukkan waktu 1/2 tujuh pagi. Maunya sich tidur sekali lagi, namun kantukku telah hilang serta tdk dapat tidur sekali lagi, mungkin saja karena sebab tempo hari saya tidur sangat awal, kurang lebih 1/2 delapan malam.

Ini yaitu hari ke-2 saya sendirian dirumah, orang tuaku senantiasa repot, Ayah tengah mengatur usaha di Malaysia ditemani mamaku yang kebetulan juga ingin berobat disana, sedang pembantuku hanya satu juga tengah pulang kampung mulai sejak lima hari waktu lalu dikarenakan saudaranya wafat. Janjinya sich sore hari ini dia juga akan kembali, yah kuharap seperti itulah dikarenakan saya lelah sekali sepanjang tiga hari ini mesti mengatur makan serta beres-beres sendiri.

Bercinta Dengan Tukang Sampah

Saya juga turun ke bawah tanpa ada kenakan apa pun (ya, telanjang, telah jadi kebiasaanku apabila dirumah tak ada siapapun juga saya senantiasa tdk berbusana dirumah, rasa-rasanya nyaman serta sehat, dapat buat darah mengalir lebih lancar), di dapur saya ambil sebungkus mie keriting serta memasaknya. Setelah masak saya membawa sarapanku ke atas untuk menikmatinya di balkon kamarku. Terlebih dulu saya lebih dulu ambil daster kuning-ku yang berdada rendah untuk menutupi badan polosku, meskipun ekshibisionis namun saya mesti tahu batasannya dong, kan ngga enak bila kelak terlihat tetangga sekitaran bila saya sembarang pamer badan.

Kunikmati sarapanku di serambi balkon sembari nikmati udara pagi yang fresh, suasananya tenang dihiasi oleh kicau burung serta kupu-kupu beterbangan di taman bawah sana. Setelah sarapan, saya menyalakan sebatang rokok sembari berdiri bertopang di balkon, sebagian orang yang tengah joging melalui depan rumahku, salah nya ialah Tante Lia, tetangga serta rekan mamaku, beliau menyapaku dari jalan, akupun tersenyum serta membalas salamnya.

Satu truk sampah berhenti di tiap-tiap tempat tinggal untuk melakukan pekerjaan hariannya ambil sampah. Selang beberapa saat, truk itu jalan ke arah sini serta berhenti tdk jauh dari rumahku. Seseorang petugas sampah turun ambil kantong-kantong sampah dari tempat tinggal di sekitaran situ. Tukang sampah itu berbadan tinggi serta agak gemuk, usianya sekitaran 30-an, mukanya bundar dengan hidung yang besar. Sembari menghisap rokok, kuperhatikan dia sepanjang sebagian pada waktu mengangkat kantong sampah lantas melemparkannya ke bak truk. Pelan-pelan saya mulai mikir yang jorok-jorok, pagi-pagi gini kemauan isengku telah muncul.

“Pagi Non! ” sapanya saat melalui rumahku.
“Pagi Bang! ” balasku.
“Eh.. Bang tunggulah bentar, di dapur masih tetap ada sekali lagi sampahnya nih, sebentar ya! ”, lanjutku sekali lagi.

Saya mematikan rokokku serta turun sembari membawa piring serta gelas sisa sarapan barusan, sehabis menaruhnya di pencucian saya segera ke depan buka pintu. Kebetulan tong sampah di dapur memanglah telah penuh sesak, soalnya mulai sejak ibu pergi belumlah ada yang membereskannya.

“Bang, Bang, tolongin saya dapat tidak, kan pembantu saya sekali lagi tidak ada, jadi telah dua hari tuch sampah numpuk di dapur, bantu saya beresin dong yah, sesaat saya kasih uang rokok deh! ” pintaku dengan suara manja.
“Hhmm, OK deh Non.. Mana sampahnya, agar Abang bantu beresin! ” tuturnya.

Saya membukakan pagar serta mempersilakannya masuk, dia menyimakku selalu sembari jalan kedalam, kadang-kadang matanya mencuri-curi pandang ke belahan dadaku yang menantang dibalik belahan dasterku yang rendah, tak tahu dia paham atau tdk kalau di baliknya saya tdk menggunakan apa pun sekali lagi.

“Sepi yah Non, sendirian dirumah nih? Sekali lagi pada kemana? ” tanyanya.
“Iya Bang, semuanya sekali lagi keluar nih, telah dari tempo hari lusa sendirian” jawabku.
“Tuh Bang, sudah penuh gitu, tolong yah! ” lanjutku sembari menunjuk pada tong sampah biru besar di dapur.

Si Abang tukang sampah mengangkat tong besar itu, sedang saya menumpuk sebagian dus sisa makanan serta menampungnya di tanganku.

“Bang, Bang, bentar dong, ini masih tetap ada yang ingin dimasukin, upss!! ” dengan berniat saya melonggarkan tanganku makanya dus-dus itu terjatuh semuanya.
“Duh, sori nih Bang, sudah saya yang beresin saja! ”, lanjutku selanjutnya.

Saya juga berjongkok serta menunduk memunguti dus-dus itu, dengan begini payudaraku tampak terang sekali dibalik potongan dasterku yang rendah serta lebar itu. Dia terbelalak menyaksikan buah dadaku yang menggantung indah, putingnya juga sepintas terungkap dari balik dasterku. Saya tahu dari barusan matanya selalu tertumbuk ke daerah dadaku, namun saya pura-pura cuek dengan selalu membereskan dus itu, bahkan juga berniat kutundukkan sekali lagi badanku, makanya tambah terlihatlah keindahan di baliknya. Perlahan-lahan kulihat kakinya mengambil langkah mendekatiku, lantas turut jongkok, namun bukannya menolong membereskan sampah jadi menyelinapkan tangan ke belahan dadaku mencaplok daging kenyal di baliknya.

“Kurang ajar! ” bentakku sembari menepis tangannya.

Tentu ini tdk membuatnya mundur, dengan sigap ditangkapnya ke-2 tanganku, badanku diangkatnya sampai berdiri lantas dihimpit ke tembok di sebelahku. Sebenarnya sikap berontak serta jeritanku sebatas pura-pura belaka untuk memanas-manasi nafsunya. Tangannya yang kuat dengan gampang mengunci dua pergelanganku lantas diangkat ke atas. Tangannya yang beda meremas dadaku dengan kasar.

“Jangan Bang.. Hentikan.. Eengghh! ” erangku meringis dikarenakan kerasnya remasan itu, badanku masih tetap meronta perlahan.
“Diam Non, Non sendiri kan yang mancing-mancing saya begini” tuturnya berani.

Berwajah mendekatiku mencari-cari bibirku, saya menggeleng-geleng pura-pura menampik di cium olehnya, namun masih tetap saja pada akhirnya tdk dapat menghindar dari lumatan bibirnya. Saya dapat rasakan nafasnya yang menderu serta bau tubuhnya yg tidak enak (maklum banyak bergaul dengan sampah), namun birahi yang meninggi buat semua terlupakan.

Sebentar saja saya telah memainkan lidahku membalas cipokannya. Tangannya mulai mengelus pahaku yang putih mulus sembari menyingkapi dasterku. Setelah meremas pantatku sesaat, tangannya lantas mengelus vaginaku yang berbulu lebat. Mataku membelakak saat tangan itu meremas daerah segitigaku dengan jarinya sedikit masuk kesana, desahan tertahan keluar dari mulutku yang tengah berciuman.

“Ga usah malu-malu Non, sudah basah gini kok, tidak pakai apa-apa sekali lagi, Non juga ingin kan” seringainya mesum.

Dia melepas pergelanganku sehabis saya berhenti meronta serta percaya sudah menguasaiku. Diperosotinya dasterku dari bahu kiri makanya payudaraku kiriku saat ini terbuka telah, bulat kencang dengan puting kemerahannya yang menantang. Dengan penuh nafsu dilumatnya benda itu sembari tangannya menggerayangi pantatku. Saya hanya dapat mendesah-desah dalam tempat berdiri sandaran ke tembok, putingku tambah mengeras dikarenakan permainan mulutnya yang nakal. Mendadak seorang muncul di pintu dapur serta tercengang menyaksikan adegan di depannya. Orang itu tdk beda yaitu rekannya yang menyetir truk sampah, rupanya dia menanti lama di truk makanya turun untuk menyebut rekannya supaya selekasnya kembali, eh.. nyatanya rekannya itu tengah berasyik-ria denganku di dapur.

“Wei.. Sialan lo, ngentot ngga ngajak-ngajak, gua dibiarin sendiri di mobil! ” kata si sopir.
“Ayo masih tetap pagi kok, kita istirahat saja sebentar, kapan sekali lagi merasakan amoy cantik gini! ” ajak tukang sampah yang menggerayangiku.

Si sopir bergegas mendekati kami sembari melepas seragam dinas kebersihannya, badannya lumayan diisi dengan kulit hitam terbakar matahari. Saat ini saya dihimpit dari depan-belakang oleh mereka, badanku bertopang pada si sopir yang mendekapku sembari meremasi payudara kiriku dan meraba-raba paha serta pantatku, sedang si rekannya yang di panggil Din turunkan bahu kananku, jadi ke-2 payudaraku terungkap.

Si Din mengenyot payudara kananku dengan kencang hingga pipinya kembung kempot, tangannya mengelusi kemaluanku. Si sopir mulai menciumi belakang telingaku dan menggelikitik kupingku dengan lidahnya. Hal semacam ini memicu badanku menggeliat serta tambah mendesah. Sembari menciumiku si sopir mengangkat dasterku yang sudah berantakan, dengan cara refleks saya mengangkat ke-2 tangan membiarkan hanya satu baju yang menempel di badanku terlepas lewat kepalaku.

“Wah, bener-bener rizki nomplok nih dapat dapet cewek putih mulus gini! ” sahut si sopir kagum pada badanku.

Selanjutnya saya diperintah berlutut, lantas mereka buka celananya di depanku. Saya pernah terpana menyaksikan penis mereka yang telah berdiri tegak, keduanya keras, berurat serta hitam. Punya si sopir sedikit lebih panjang dari pada miliki si Din.

“Ayo Non, tentukan saja mana yang ingin diservis duluan” kata si sopir cengengesan.

Kugenggam ke-2 penis itu serta berniat memainkannya dengan kocokan serta pijatan pada zakarnya supaya nafsu ke-2 orang ini tambah membara. Saya tersenyum nakal menyaksikan reaksi keduanya.

“Uuhh.. Ohh.. Asoy banget kocokannya Non! ” desah si Din.

Saya mulai buka lebar mulutku serta memasukkan penis Din ke dalamnya. Dengan penuh perasaan saya mengulum penis itu sembari tanganku mengocoki penis si sopir. Tidak lama kemudian saya keluarkan penis si Din serta berpindah ke si sopir, kelihatannya servis mulutku membuatnya ketagihan, ia menahan kepalaku dengan tangannya seakan tdk ikhlas melepasnya.
Saya gelagapan waktu si sopir menyenggamai mulutku dengan beringas sampai pada akhirnya dia menyembur kedalam mulutku, beberapa meleleh ke dagu, tetapi beberapa besar tertelan. Saya tdk pernah mempraktekkan tehnik menyedotku yang lihai itu dikarenakan dia selalu menyodok mulutku bahkan juga saat keluar hingga tersedak saya dibuatnya, demikian kulepas kulumanku saya segera batuk-batuk serta meludahkan sisa sperma itu dari mulutku.

Bercinta Dengan Tukang Sampah

Sebentar saya bersimpuh di lantai meminum air yang disodorkan Bang Din serta menata ulang nafasku. Kemudian dia merebahkan badanku di lantai marmer yang dingin itu serta mencium serta menjamahnya dari muka sampai berhenti di kemaluanku yang telah basah, dia menjilat serta menghisapnya dengan lahap. Mulutku mendesis nikmat serta ke-2 paha mulusku mengapit kepalanya. Kulihat si sopir menuangkan air dingin dari kulkas serta meminumnya, dia juga melihat-lihat isi kulkasku, selanjutnya diambilnya sekotak susu kecil serta kembali hampiri kami.

“Oii-ooi.. Kita sarapan sembari ngentot yuk! ” sahutnya seraya menggigit ujung kotak susu itu serta menyobeknya.

Ditumpahkannya susu itu ke sekujur badanku hingga habis. Kurasakan dinginnya air susu serta lantai marmer pada badanku yang telah memanas. Bagaikan melahapku, keduanya menjilati serta mencium badanku yang telah merasa susu itu.

“Mmuuahh.. Enak banget, jadi manis kaya orangnya! ” komentar Din sembari menjilati vaginaku yang bersusu.
“Sluurrpp.. Slurrp! ” sekian nada mereka nikmati susu pada badanku, nada itu disemarakkan oleh desahan dari mulutku.
“Ini namanya susu campur, ada susu sapinya, ada susu ceweknya, hehehe.. ” kata si sopir sehabis menggunakan susu yang bercucuran di badan sisi atasku.
“Heh, jadi sekali lagi dong susunya, sudah ingin habis nih! ” pinta Din pada rekannya.
“Beres Din, masih tetap ada kok! ” kembali si sopir buka kulkas.

Dia kembali sekali lagi namun kesempatan ini bukanlah dengan susu kotak namun whipping krim strawberry. Sepertinya dia tidak jelas makanan apakah yang dimaksud makanya dia juga ajukan pertanyaan padaku..

“Eh.. Non, seandainya yang ini apaan sich? Susu bukanlah, es cream juga bukan”. Basic udik.., kataku dalam hati.
“Itu namanya whipping krim Bang, kebanyakan buat makan sama buah” jelasku kepadanya.

Hei, mendadak saya terpikir satu langkah baru untuk nikmati oral sex. Jadi kuminta Din untuk berdiri serta menyodorkan penisnya padaku. Lantas kebaluri penisnya yang hitam dengan whipping krim itu.

“Wah.. Wah kontol saya ingin diapain Non, asal janganlah dikonsumsi yah” tuturnya menyikapi tindakanku.

Kujawab cuma dengan buka mulut serta memasukkan penis itu ke mulutku. Hhmm.. Nikmat, penis rasa strawberry kesukaanku, kukulum-kulum seperti permen. Kuisap maju-mundur penis itu, pipiku kadang-kadang menggembung tertekan kepala penisnya. Sesaat saya menyepong, si sopir tdk bosan-bosannya menggerayangiku dari belakang, payudaraku diremasi serta diputar-putar putingnya, vaginaku diusap-usap, dari permukaan jari-jari itu merambat masuk lebih dalam serta mengorek-ngoreknya.

Yang membuatku makin tambah hilang ingatan yaitu saat dia memain-mainkan biji klitorisku sama seperti yang dia kerjakan kepada putingku. Leher serta bahuku juga tidak luput dari cupangan-cupangan yang dilancarkannya sampai meninggalkan sisa cupangan serta ludah. Saya juga semakin menggelinjang sembari senantiasa keluarkan desahan-desahan tertahan.

Mendadak si sopir mendekap pinggangku serta mengangkatnya ke atas, jadi tempatku waktu ini berdiri dengan tubuh atas membungkuk 90 derajat. Tanpa ada melepas penis Bang Din, saya melingkarkan tangan pada badannya menjadi penyangga. Dua jari si sopir sudah buka bibir vaginaku serta penisnya ditekan masuk ke dalamnya. Tubuhku mengejang sebagian detik saat benda itu menerobos vaginaku. Setelah itu si sopir memaju-mundurkan pinggulnya dengan ganas sembari melenguh keenakan rasakan jepitan otot-otot kemaluanku.

“Hhmmhh.. Memeknya enak banget Non, seret serta basah! ” serunya sembari meninggikan frekwensi genjotannya.
“Servis mulutnya juga yahud, senang banget gua main sama cewek kaya gini, hahaha..! ” timpal si Din sembari tertawa-tawa serta menggerayangi payudaraku yang menggantung.

Baca Juga :Berbagi Rasa Cinta

Karna tidak mau cepat-cepat orgasme si Din menyuruhku melepas penisnya, lalu badanku ditegakkan kembali, waktu ini si sopir yang menyanggaku dengan dekapannya. Disenggamainya saya dalam tempat berdiri. Si Din memungut paket whiping krim dari lantai, lantas melumurinya pada ke-2 payudaraku.

“Gua juga pengen cobalah rasa krim strawberry ini, mmhh! ” tuturnya lantas melumat payudaraku yang berlumuran whiping krim itu.
“Sspp.. Ssrrpp..! ” semua payudaraku dilumatnya, putingku dijilat serta dihisapnya, dinikmatinya ke-2 daging kenyal rasa strawberry itu seperti makan es cream.

Sensasi geli juga kurasakan pada lubang serta daun telingaku yang dijilati si sopir yang tengah menyetubuhiku dari belakang. Saya hanya dapat mendesah lirih dalam pelukan keduanya, membiarkan badanku diperlakukan sesuka mereka. Saat ini saya rasakan ada himpitan dari vaginaku yang menginginkan selekasnya meledak jadi saya merapatkan ke-2 paha utk meresapi kenikmatannya.

Akhirnya saya klimaks dibarengi erangan panjang, kakiku lemas sekali seandainya saja tidak didekap si sopir tentu ambruk. Sebentar lalu, dia menyusul menyiram rahimku dengan sperma hangat. Tidak kubayangkan begitu banjirnya kemaluanku, cairan kewanitaanku plus spermanya meleleh keluar mengikuti penis si sopir yang masihlah keluar-masuk dengan kecepatan mengalami penurunan, daerah pangkal pahaku serta sekelilingnya jadi basah oleh cairan itu. Badanku turun ke bawah ikuti si sopir yang terduduk bersila di lantai. Kusandarkan kepalaku pada dadanya yang sedikit berbulu itu.

“Nah, saat ini giliran gua! ” sahut Din sembari mencapai kakiku serta membentangkannya.

Dengan mulus penisnya meluncur masuk kedalam vaginaku yang telah basah kuyup. Nada kecipak cairan terdengar setiap waktu dia hujamkan penisnya. Sodokannya semakin lama semakin bertenaga buat badanku terguncang-guncang, akupun telah kehilangan kendali diri, mataku membeliak-beliak, mulutku menceracau tidak karuan mengerang serta keluarkan ucapan-ucapan erotis.

Si sopir yang menopangku senantiasa giat memijati payudaraku, putingku digesek-gesekkan dengan jarinya yang kasar, terkadang dipilin serta terkadang diemutnya. Penisnya yang mulai bangkit sekali lagi merasa menyentuh punggungku. Dia menundukkan kepala mendekati mulutku sampai bersua mulutnya. Kami bercumbu panas sekali, lidah kami sama-sama beradu bak sepasang ular kawin. Lima belas menit lalu Bang Din membekap tubuhku ke arahnya serta dia sendiri membaringkan dirinya sendiri di lantai, jadi tempatku waktu ini telungkup di atasnya. Begitu pantatku menungging ke arah si sopir yang waktu ini sudah membasahi anusku dengan ludahnya serta menekan-nekankan jarinya disana.

“Aakkhh..!! ” saya merintih serta hentikan goyanganku sesaat saat si sopir memasukkan penisnya ke anusku. Bahu Bang Din kucengkram erat-erat menahan rasa sakitnya. Rasa-rasanya sangat menyesakkan ditusuk dua batang perkasa itu, khususnya di bagian anus. Kami bertiga mulai berpacu dalam birahi, rasa perih perlahan beralih jadi rasa nikmat yang menjalari semua badan. Susah dilukiskan perasaanku saat itu, pokoknya rasa-rasanya seperti melayang dengan dilingkupi rasa nikmat yang gemilang.

Hal semacam ini berjalan sepanjang dua puluh menit lamanya hingga satu pas dimana badanku bergetar melepas satu bentuk daya berwujud orgasme dahsyat yang membuat badanku berkelojotan, tangan serta kakiku merasa kejang-kejang, dan mulutku keluarkan erangan panjang. Mukaku memerah, keringat juga bercucuran membasahi tubuh kami, pada akhirnya akupun tergolek lemas diatas badan Bang Din sesudah gelombang orgasmeku surut. Disamping itu ke-2 tukang sampah itu masihlah senantiasa menggenjot vagina serta anusku.

Akhirnya Bang Din menegakkan badanku serta menarik terlepas penisnya, lalu dikocoknya batangnya yang masihlah tegak itu dekat mukaku, pada akhirnya cret.. cret muncratlah cairan kental itu membasahi wajahku. Karna semprotannya kencang serta deras, tidak cuma mukaku saja yang basah, rambut, leher serta payudaraku juga terserang cipratannya.

Tidak lama lalu, si sopir juga mencabut penisnya dari anusku. Dibiarkannya saya ambruk kepandaianng di lantai. Dia berdiri di sampingku mengocok penisnya sampai menumpahkan berisi di tubuhku. Puas serta capek kurasakan sekalian pada waktu berbarengan. Mereka tertawa-tawa melihatku yang terbaring di lantai sembari menggosokikan sperma mereka ke badanku. Saya membalas senyuman nakal mereka sembari mengulum jariku yang belepotan sperma.

Sesaat saya memulihkan tenaga, mereka mulai memakai pakaian sekali lagi serta membereskan dus-dus yang berantakan barusan lantas membawa sampah-sampah itu ke truk. Sebagian menit lalu Bang Din kembali dengan tong sampah yang telah kosong. Saya juga bangkit serta memanfaatkan kembali dasterku utk mengantarnya keluar rumahku. Setelah pamitan serta berterimakasih atas peluang emas dariku, truk itu mulai meluncur menjauhi rumahku. Sepeninggal mereka, saya segera mandi bersihkan tubuhku dari aroma persetubuhan baru saja, lalu kustel weker serta tidur sebentar isi tenaga utk kuliah pada pukul sebelas kelak. Bercinta Dengan Tukang Sampah

Situs Agen BandarQ Online Poker Domino QQ 99 Terpercaya
8 Situs Agen Poker Online BandarQ Domino QQ 99 Terpercaya
7 Situs BandarQ AduQ DominoQQ Online Terpercaya 2017
Situs BandarQ Poker Domino Online Terpercaya Terbaik 2017
Agen Situs Poker BandarQ Online Terpercaya Terbaik Tahun Ini

Shares 0
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *