Bunga99 agen bola online
Bercinta Di Warteg

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Bercinta Di Warteg

Cerita Dewasa Indonesia | Cerita Panas | Cerita 18 Tahun | Cerita LendirBercinta Di Warteg – Nama saya Heru, waktu itu saya berusia 25 th., sudah berkeluarga dengan istri bernama Meri, dan sudah dikaruniai dua orang anak yang pertama berusia 3 th. serta ke-2 berusia 1 th.. Narasi ini dimulai dari rutinitas saya yang kerap nongkrong di warteg di komplek tempat saya tinggal pada saat enjoy.

Bercinta Di Warteg

Yang memiliki Warteg itu yaitu sepasang pengantin baru yang baru 7 bln. menikah. Penjaganya yaitu istri dari pengantin baru itu yang bernama Diana, sedang suaminya yaitu seseorang sopir bus AKAP, yang kerap bertugas hingga berhari-hari baru pulang serta bernama Juanda. Saya serta istri sayapun kenal baik serta akrab dengan mereka.

Pada satu hari yang sudah saya lupa tanggalnya saya kembali nongkrong di Warteg itu yang ketika itu keadaan udah mulai sepi karna hari udah saat malam. Ketika itu Diana tengah berkemas-kemas utk tutup wartegnya. Saya lantas mengajak Diana mengobrol sembari dia berkemas-kemas.

“Kok sendirian Yan? ” bertanya saya. (Saya menyebutnya Dian/Yan)

“Iya nih Kak, Kak Juandanya barusan pagi baru pergi! ”

“Kemana? ”

“Katanya hari ini maksud Jakarta, serta hingga 8 hari baru dapat pulang, ” tuturnya.

“Oh ya Kak saya tinggal dahulu ya, ingin mandi, habis dari barusan ramai sich belum pula pernah mandi, ” tuturnya sekali lagi. Lantas Diana masuk dalam tempat tinggalnya utk mandi.

Setelah 1/2 jam Diana keluar sekali lagi dengan rambut yang masih tetap basah, serta menggunakan daster yang buat saya menahan napas karna bila terkena lampu terlihat BH serta CDnya yang menerawang dari balik daster yang dipakainya, dan membawa secangkir kopi untukku, serta duduk di kursi yang berada di depanku. Harum sabun mandi yang difungsikan waktu mandi masih tetap tercium waktu Diana duduk, serta ini buat nafsu saya agak tergugah serta tongkol saya mulai ngaceng.

“Diminum Kak kopinya, ” tuturnya mempersilakan.

“Terima kasih, ” jawabku sembari hirup kopi yang disuguhi.

“Apa tidak takut ditinggal sendirian, ” tanyaku mulai percakapan.

“Ya enggaklah, kan tetangga di sekitaran sini baik-baik Kak? ” jawabnya.

Lantas percakapan kami senantiasa berlanjut serta haripun jadi bertambah malam. Karna keadaan yang mulai sepi saya coba memancingnya dengan percakapan yang bisa menghidupkan gairah.

“Yan anda tidak kesepian ditinggal suamimu berhari-hari gini? ”

“Mau bagaimana sekali lagi Kak, namanya juga tuntutan pekerjaan”

“Kasihan! Masa pengantin baru ditinggal kedinginan kaya gini”

“Ih, siapa sekali lagi yang kedinginan? ” jawabnya agak centil.

Merasa ada tanggapan sayapun lebih semangat.

“Ya kan kasihan, orang pengantin baru itu umumnya kan bila tidur senantiasa berpelukan agar tak kedinginan”

“Siapa katakan bila pengantin baru itu bila tidur senantiasa berpelukan? ”

“Buktinya kakak semasa pengantin baru senantiasa tidur berpelukan. ”

“Enak dong Mbak Meri senantiasa tidur dipeluk kakak”

“Ya demikianlah, bila anda ingin, saya juga ingin tidur pelukin anda, ” kata saya sembari bercanda.

“Ih kakak ini Piktor (fikiran kotor) deh”

“Emang Mbak Meri bisa kakak tidur pelukin cewek beda? ” sambungnya.

“Ya janganlah ketahuan dong, ” jawabku, sembari saya melihat muka cantiknya serta menunggu responnya.

Diana lantas memandangku dengan tatapan yang menggoda.

“Kalau kakak tidur pelukin saya serta ketahuan Mbak Meri bagaimana hayoo? ”

“Nggak mungkin saja ketahuan bila anda ingin, ” pancingku sembari berganti duduk disebelahnya, serta kugenggam tangannya yang terlihat bergetar, serta nyatanya Diana diam saja.

“Jangan di sini Kak kelak ada orang simak, ” tuturnya.

Karna mendapatkan angin saya mengajak Diana masuk dalam tempat tinggalnya. Demikian masuk dalam tempat tinggalnya saya segera tutup pintu serta memeluk Diana dari belakang. Awal mulanya dia menampik dengan argumen takut ketahuan. Saya yang udah dikuasai nafsu senantiasa merayu Diana yang masih tetap sangsi. Saya udah tak perduli apa-apa sekali lagi terkecuali nikmati badan Diana yang cantik ini. Saya membalikkan badan Diana serta segera melumat bibirnya yang sexy itu.

“Mmhh, ” desah Diana.

Saya senantiasa menyerangnya dengan bergairah. Tangankupun tidak tinggal diam, saya meremas buah dadanya yang montok dari balik dasternya.

“Mmhh Kak, ” desahnya yang mulai terangsang.

Saya lantas membopong badan Diana ke kamarnya yang ditunjuk Diana serta merebahkannya di ranjang yang disebut ranjang pengantin Diana. Lantas saya berdiri serta buka baju serta celana panjangku supaya tak kusut, serta yang ketinggalan cuma celana dalamku.

tongkolku yang dari barusan ngaceng terlihat menonjol dibalik CDku. Lantas saya mendekati Diana yang terbaring diranjang sembari memandangku. Saya kembali mengulum bibirnya yang sexy itu sembari tanganku mengelusi pahanya yang putih. Diana menyongsong ciumanku dengan bernafsu. Setelah suka saya meneruskan ciumanku ke lehernya yang tahap serta dengan perlahan saya buka dasternya, serta dilanjutkan dengan BH serta CDnya. Kini badan Diana yang mulus terpampang pasrah di ranjang. Kemudian saya menciumi buah dadanya yang kiri sedang tanganku meremas buah dadanya yang kanan.

“Aww… geli Kak, ” rintihnya yang buat saya lebih semangat.

“Buah dada anda bagus Yan” kataku.

“Emang punyai Mbak Meri buruk ya? ” tanyanya menggodaku.

“Bagusan punyai kamu” kataku merayunya.

“Aahh enak Kak, senantiasa Kak, isap Kak yang kuaat” rintihnya.

Setelah suka dengan buah dadanya ciumanku saya teruskan ke bawah menyusuri perutnya yang ramping senantiasa ke bawah sampai menyentuh bulu bulu halus di atas memiawnya. Lantas saya mulai menjilati memiawnya yang sudah basah oleh cairan birahi.

“Aahh enak Kak, diapain Kak memiawku, ” rintihnya.

“Terus Kak aahh!! Enak sekali Kak, Kak juanda tak sempat ingin begini Kak aahh!! ” rintihnya sekali lagi.

Tidak lama kemudian Diana menghimpit kepalaku makin dalam di memiawnya, serta nyatanya dia mendapatkan orgasmenya yang pertama. Kemudian saya naik utk mencium bibirnya kembali serta diterima dengan buas oleh Diana.

“Enak tidak Yan? ” tanyaku.

“Enak sekali Kak, ” jawabnya

“Emang Juanda tidak sempat ya? ”

“Enggak Kak, jijik katanya”

“Tolol sekali dia, ” batinku.

“Buka dong Kak CDnya”

“Diana dong bukain”

“Ih Kak Heru manja deh, ” tuturnya sembari buka CDku.

tongkolku yang udah tegang dari barusan segera meloncat keluar demikian CD ku di turunkan oleh Diana. Terlihat Diana terbelalak lihat tongkolku.

“Besar sekali Kak, ” tuturnya kaget.

“Emang punyai suamimu kecil ya? ” tanyaku.

“Paling 1/2 dari punyai kakak, ” tuturnya sembari meremas tongkolku.

“Aahh enak Yan” desahku

“Enak tidak Kak tongkol sebesar ini masuk dimemiawku kelak? ” tanyanya.

Saya tersenyum sembari mengangguk.

“Jilati Yan” pintaku.

Lantas Diana menunduk utk mencium tongkolku yang super menurut dia.

“Aahh enak, enak Yan jilati senantiasa Yan aahh!! ” rintihku.

Lantas Diana memasukkan tongkolku dalam mulutnya, serta mengulum tongkolku. Terlihat Diana ada masalah mengulum tongkolku yang besar di dalam mulutnya. Setelah sebagian waktu saya menarik Diana keatas serta membaringkannya dengan kecakapanng. Diana sadar serta lekas buka pahanya lebar lebar. Saya lekas mengarahkan tongkolku serta menyentuh lobang memiawnya yang makin banjir oleh cairannya.

“Lambat-lambat Kak, saya belum pula sempat dimasuki tongkol sebesar itu” pintanya.

Saya tersenyum memandangnya sembari mengangguk.

“Aaww… Kak, sakit Kak aahh!! ”

Saya hentikan dorongan pantatku serta mendiamkannya sesaat. Sesudah Diana tenang kembali saya mendorong laju tongkolku kedalam memiawnya.

“Aaww Kak enak!! Selalu Kak enak, tongkol kakak enak Kak, aawwuuhh enak tongkol kakak besar enak, ” erangnya dengan liar.

Mendengar itu saya lebih semangat untuk memompa tongkolku di dalam memiawnya. Lalu saya memeluknya sembari berbisik ditelinganya,

“Enak tidak tongkol kakak? ”

“Oohh enak sekali Kak, tongkol kakak enak sekali, besar panjang hingga sesak memiaw diana” racaunya dengan Vulgar.

Mendengar itu saya terpancing untuk melayani racau Vulgarnya.

“Enak mana tongkol kakak dengan tongkol suamimu? ” tanyaku.

“Lebih enak tongkol kakak, tongkol kakak tdk ada duanya oohh!! Aahh” rintihnya.

“memiaw anda juga enak, legit juga sempit sepeti perawan” kataku.

Mendengar itu Diana lantas ajukan pertanyaan,

“Enakan mana memiaw Diana dengan memiaw Mbak Meri aaww!! Oohh!! ”

“Sama sama enak, tapi lebih enak mempunyai Diana karna masih tetap sempit, ” jawabku sembari selalu memompa tongkolku.

Tidak lama lalu saya terasa juga akan selekasnya meledak begitu halnya Diana.

“Aahh saya pengen keluar Yan”

“Diana juga Kak”

“Kita mengeluarkan keduanya sama Yan, aahh!! Oohh mengeluarkan di mana Yan? ”

“Keluarkan di dalam saja Kak aahh, ” jerit panjang Diana, lantas akupun menyusul.

“Aahh!! ” jeritku sembari memeluk erat Diana.

Lalu kami berdua terkulai lemas sesudah pertempuran panjang itu. Saya mencium kening Diana lantas mengecup bibirnya.

“Terima kasih Yan”

“Sama-sama Kak”

Lantas saya selekasnya turun dari ranjang serta kenakan pakaian karna tanpa ada merasa jam telah tunjukkan jam 23. 00 WIB. Sebelumnya pulang saya kembali hampiri Diana yang masih tetap tergolek lemas di ranjang serta melumat bibirnya, sembari berjanji untuk mengulanginya.

Sesudah di rumah nyatanya istri serta anak-anak udah tidur.

Serta ketika suami Diana tidak ada dirumah kamipun kembali mengerjakannya, baik di tempat tinggalnya ataupun di hotel, hingga suami Diana berhenti dari pekerjaanya, karna Diana udah melahirkan bayi serta mesti menjaga bayinya.

Sampai sekarang ini saya serta Diana masih tetap tidak bisa perhitungkan sejujurnya bayi yang dilahirkannya itu sebagai benih dari siapa, apakah benih dariku atau suaminya, karna bila diliat dengan cermat muka sang bayi begitu serupa suaminya namun tubuh si bayi begitu serupa denganku. Akan tetapi kendala ini hingga saat ini tidak sempat dipermasalahkan oleh suami Diana hingga perselingkuhanku dengan Diana tidak sempat terbongkar serta kami dua keluarga tetaplah bersahabat serta tetaplah akrab.

Baca Juga : Perbaiki Kompor Aku Dapat Ngentod

Artikel Menarik Lain

Shares 0

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *