Bunga99 agen bola online
Bermain di Sekolah ku

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Bermain di Sekolah ku

Cerita Dewasa Indonesia | Cerita Panas | Cerita 18 Tahun | Cerita Lendir – Bermain di Sekolah ku. Namaku Risa atau kebanyakan di panggil Icha. Saya punyai muka yang sedikit indo di dukung dengan tubuhku yang kata rekan-temanku seksi. Saya barusan lulus SMU. Narasi ini merupakan pengalaman pas saya masih tetap duduk di bangku SMA kelas 1. Hari ini pelajaran yang di dapatkan belum juga terlampau banyak karna kami tetap dalam step transisi dari murid SMP jadi murid SMU. Tak terbayang olehku bisa masuk ke SMU yang masih tetap termasuk idola di ibu kota ini. Yang diimpikanku mulai sejak dahulu adalh kenakan seragam putih abu-abu karna seragam ini punyai type rok yang lebih membuatku terlihat seksi.

Bermain di Sekolah ku

Diantara rekan-rekan baruku ada seseorang cowok yang sangat menarik perhatianku, sebut saja namanya Indra. Memikirkan berwajah saja dapat membuatku terangsang. Saya seringkali laksanakan masturbasi sembari memikirkan Indra. Meskipun seringkali bermasturbasi namun waktu itu saya belum juga sempat bercinta atau ngentot, bahkan juga petting juag belum juga. Tak tahu setan apa yang masuk kedalam otakku hari itu karna saya merencanakan untuk menyebutkan cinta terhadap Indra. Jadi waktu istirahat saya menyebut Indra.

“Dra, gue tidak tahu bagaimana ngomongnya.. ”
Saya sungguh-sungguh kalut waktu itu menginginkan mundur namun telah telat.
“Dra gue sayang sama elo, lo maukan jadi cowok gue? ”
Saya terasa sangat malu waktu itu, rasa-rasanya seperti ditelanjangi di kelas (paling tidaklah sampai saat ini saya masih tetap kenakan seragam lengkap. Indra cuma tersenyum, “Nanti saja ya gue jawabnya cocok pulang”.

Sepanjang jam pelajaran fikiranku tdk menentu, “Gimana bila Indra tidak pengin? ” dalam hatiku, “Pasti gue jd bahan celaan! ” beragam pertanyaan selalu mengalir di otakku. Untungnya pelajaran belum juga demikian maksimum. Bel pulang juga berdering, jantungku berdegup cepat. Saya cuma duduk menanti di bangkuku, saya tidak punyai keberanian untuk hampiri Indra serta bertanya jawabannya. Waktu kelas telah berangsur sepi Indra menghampiriku, “Bentar ya Cha, gue di panggil bentar” tuturnya. Saya menanti sendirian di kelas.
“Jangan-jangan Indra menginginkan supaya sekolah sepi serta mengajakku bercinta? ” kepalaku penuh pertanyaan. Hingga saya sekalipun tidak bisa berfikir sehat. Dalam penantianku mendadak ada orang datang. Saya kecewa karna bukanlah Indra yang datang tapi Malik serta Ardy dari kelas I-3. Mereka menghampiriku, Malik di depanku serta Ardy disampingku. Perlu untuk diketahui mereka dapat di sebutkan begitu jauh dari tampan. Dengan kulit yang hitam serta tubuh yang kurus kering, saya rasa juga akan menyusahkan mereka untuk memperoleh pacar di sekolah ini.

“Lagi nugguin Indra cha? ” kata Malik.
“Koq tahu? ” kataku.
“Tadi Indra narasi. ”
Apa-apaan nih Indra pakai narasi semua dalam hatiku.
“Lo sukai sama Indra ya cha? ” bertanya Malik sekali lagi. Saya hanya diam saja.
“Koq diem? ” kata Ardy.
“Males saja jawabnya, ” kataku.

Perasaan bt mulai menyebar namun saya mesti menahan karna fikirku Ardy serta Malik merupakan rekan Indra.

“Koq lo dapat sukai sama Indra sich cha? ” bertanya Ardy namun kesempatan ini sembari merapatkan duduknya kepadaku serta menyimpan tangannya di pahaku.
“Indra ganteng serta tidak kurang ajar seperti lo! ” sembari menepis tangannya dari pahaku.
“Kurang ajar kaya bagaimana maksud lo? ” bertanya Ardy sekali lagi sembari menyimpan tangannya sekali lagi di pahaku serta mulai mengelus-elusnya.
“Ya seperti gini! ” jawabku sembari menunjuk tangannya namun tidak menepisnya karna saya mulai terangsang serta berfikir mungkin saja mereka diminta Indra.
“Tapi enak kan? ” kesempatan ini Malik turut bicara.

Ardy mulai mengelus-elus pangkal pahaku. Saya pura-pura berontak walau sebenarnya dalam hati saya menginginkan dia meneruskannya.
“Sudah janganlah sok berontak, ” kata Malik sembari memperlihatkan cengiran lebarnya.
Semakin lama usapannya membuatku buka lebar pahaku.
“Tadi katakan kita kurang ajar, eh saat ini jadi ngangkang. ”
“Nantangin yah? ” kata Malik.

Dia menggeser bangku dimuka mejaku serta mulai masuk ke kolong mejaku. Sekarang Ardy bertukar mengerjai payudaraku, tangan kirinya menyeka payudara kananku sedang mulutnya menciumi serta mengisap payudara kiriku hingga seragamku basah pas di daerah payudaranya saja. Malik yang ada di kolong meja menjilat-jilat paha hingga pangkal pahaku serta kadang-kadang lidahnya menyentuh memekku yang masih tetap terbungkus CD tipisku yang berwarna putih. Perbuatan mereka membuatku menggelinjang serta sebentar membuatku melupakan Indra. Ardy melepas kancing baju seragamku satu persatu serta lalu melempar seragam itu tak tahu kemana. Terasa kurang senang ia juga melepas serta melempar braku. Lidahnya menari-nari di putingku membuatnya jadi jadi tambah jadi membesar.

“Ough Dy telah dong, bagaimana kelak bila ketauan, ” kataku
“Tenang saja guru telah pada pulang, ” kata Malik dari dalam rokku.

Sedang Ardy selalu mengerjai ke-2 payudaraku memilinnya, meremas, memghisap, bahkan juga kadang-kadang menggigitnya. Saya sungguh-sungguh tdk berdaya sekarang, tdk berdaya karna nikmat. Saya rasakan ada suatu hal yang basah tentang memekku, saya rasa Malik menjilatinya. Saya tdk bisa memandangnya karna ditutupi oleh rokku.

Perlakuan mereka benar-benar membuatku melayang-layang. Saya terasa kemaluanku telah sangat basah serta Malik menarik terlepas CDku serta melemparnya juga. Ia membuka rokku serta selalu menjilati kemaluanku. Tak berapakah lama saya terasa tubuhku menegang. Saya sadar saya juga akan orgasme. Saya terasa sangat malu karna nikmati permainan ini. Saya melenguuh panjang, 1/2 berteriak. Saya alami orgasme dimuka 2 orang jelek rupa yang baru saya kenal.

“Ha.. ha.. ha.. ha.. ” mereka tertawa bersamaan.
“Ternyata lo sukai juga yah? ” kata Ardy sembari tertawa.
“Jelaslah, ” sambung Malik.
“SMP dia kan dahulu terkenak pecunnya, ” kalimat mereka buat telingaku panas.

Kemudian mereka mengangkatku serta menelentangkanku di lantai. Mreka buka bajunya. Oh.. ini pertama kalinya saya lihat kontol dengan segera. Biasanya saya cuma lihat di film porno. Malik buka lebar pahaku serta menyimpan kakiku diatas pundaknya. Pelan-pelan ia memasukkan kontolnya ke liang senggamaku.

“Ough, sakit Lik, ” teriakku.
“Tenang Cha, entar juga lo keenakan, ” kata Malik.
“Ketagihan jadi, ” sambung Ardy.

Perlahan ia mulai menggenjotku, rasa-rasanya perih namun nikmat. Sesaat Ardy mencapai tanganku serta membimbingnya ke kontol kepunyaannya. Ia memohonku mengocoknya. Malik berikan kode terhadap Ardy, saya tidak mengetahui tujuannya. Ardy mendekatkan kontolnya kemulutku serta memohonku mengulumnya. Saya mejilatinya sebentar serta lalu memasukkannya ke mulutku.

“Isep kontol gue kuat-kuat cha” tuturnya.

Saya mulai mengisap serta mengocoknya dengan mulutku. Nampaknya ini membuatnya ketagihan. Ia memaju mundurkan pinggangnya lebih cepat. Sewaktu berbarengan Malik menghujamkan kontolnya lebih dalam.

“Mmmffhh” saya menginginkan berteriak namun terhambat oleh kontol Ardy.

Rupanya makna dari kode mereka ini, supaya saya tdk berteriak. Saya sadar kevirginanku di ambil mereka, oleh orang yang baru sekian hari saya kenal.

“Ternyata masih tetap ada pula anak SMP SB yang masih tetap virgin”
“Memek cewek virgin memang paling enak, ” kata Malik.

Dia menggenjotku jadi tambah liar, serta tanpa ada sadar goyangan pinggulku serta hisapanku kepada kontol Ardy juga jadi tambah cepat. Tak lama saya orgasme untuk yang ke-2 kalinya. Akupun jadi begitu lemas namun karna goyangan Malik. Malik jadi tambah liar akupun juga tetaplah bergoyang serta mengisap dengan liarnya. Tak lama Malik menarik keluar kontolnya serta melenguh panjang disusul derasnya semprotan maninya ke perutku. Ia terasa senang serta menyingkir.

Sudah 45 menit saya mengisap kontol Ardy namun ia tdk kunjung orgasme juga. Ia mencabut kontol dari mulutku, saya fikir ia juga akan orgasme namun saya salah. Ia kemampuanng serta memohonku naik diatasnya. Saya disetubuhi dengan style woman on top. Saya berpegangan pada dadanya supaya tidak jatuh, sedang Ardy leluasa meremas susuku. Sekitar 10 menit dengan style ini mendadak Malik mendorongku serta akupun jatuh menindih Ardy. Malik membuka rokku yang sepanjang bergaya woman on top sudah jatuh serta menutupi sisi bawahku. Ia mulai mengorek-ngorek lubang anusku. Saya menginginkan berontak namun saya tidak mau sekarang usai demikian saja. Jadi saya biarlah ia mengerjai liang duburku.

Baca Juga : Ramei Banget Deh Rasanya

Tak lama saya yang telah membelakanginya selekasnya ditindah. Kontolnya masuk kedalam anusku dengan ganas serta mulai mengaduk-aduk duburku. Badanku sungguh-sungguh merasa penuh. Saya nikmati kondisi ini. Sampai pada akhirnya ia mulai memasukkan penuh kontolnya kedalam anusku. Saya rasakan perih serta nikmat yg tidak karuan. Jadilah saya berteriak sekeras-kerasnya. Saya yang kesakitan tidak buat mereka iba namun jadi jadi tambah bergairah menggenjotku. Sekitar 15 menit mereka membuatku jadi daging roti lapis serta pada akhirnya saya orgasme sekali lagi untuk yang beberapa kalinya. Kesempatan ini saya berteriak sangat keras serta lalu jatuh lemas menindih Ardy. Waktu itu penjaga sekolah masuk tanpa ada saya sadar serta melihat saya yang tengah dikerjai 2 orang biadab ini.

Goyangan mereka jadi tambah buas berarti mereka juga akan selekasnya orgasme. Saya yang telah lemas cuma dapat pasrah saja terima semuanya perlakuan ini. Tak lama mereka berdua memelukku serta melenguh panjang mereka menyemprotkan maninya didalam ke-2 liangku. Saya bisa rasakan cairan itu mengalir keluar karna memekku kurang menampungnya. Mereka mencabut ke-2 kontol mereka. Saya yang lemas serta nyaris pingsan segera tersadar demikian mendengar Ardy berkata.

“Nih giliran Pak Maman merasakan Icha”

Saya lihat penjaga sekolah itu sudah telanjang bulat serta kontolnya yang semakin besar dari Ardy serta Malik dengan gagahnya mengangkangiku seperti inginkan lubang untuk dimasuki. Ia membimbing kontolnya ke mulutku untuk kuhisap. Saya kerepotan karna ukurannya yang begitu besar. Lihat saya kerepotan nampaknya ia berbaik hati mencabutnya. Namun saat ini ia jadi membuatku menungging. Ia mengorek-ngorek kemaluanku yang telah basah hingga semakin lama akupun mengangkat pantatku. Saya benar-benar takut ia menyodomiku.

Pada akhirnya saya dapat sedikit lega waktu kontolnya menyentuh bibir kemaluanku. Dua jarinya buka memekku sedang kontolnya selalu coba memasukinya. Tak tahu apa yang saya fikirkan, saya membimbing kontolnya masuk ke memekku. Ia juga mulai menggoyangnya pelan. Saya dengan tdk sadar ikuti irama dari goyangannya. Rokku yag tersinggkap di buka kancingnya serta dinaikkannya hingga ia melepas rok abu-abuku lewat kepalaku. Waktu ini saya sudah telanjang bulat. Tangannya meremas payudaraku serta selalu menggerayangi badanku. Disaat-saat kesenangan saya tdk berencana melihat serta lihat Indra duduk dipojok. Dewi rekan sebangkuku mengoralnya yang lebih mencengangkan ia memegang handycam serta itu menghadap ke diriku. Saya jengkel namun terlampau horny untuk berontak. Pada akhirnya saya cuma nikmati persenggamaan ini sembari direkam oleh orang yang saya gemari.

Pak Maman jadi tambah ganas meremas dadaku pergerakannya juga jadi tambah cepat. Namun tak tahu mengapa dari barusan saya senantiasa terlebih dulu orgasme dibanding mereka. Saya berteriak panjang serta disusul Pak Maman yang menjambak rambutku lalu mencabut kontolnya serta menyuruhku meghisapnya. Ia berteriak tdk karuan. Menjambakku, meremas-remas dadaku hingga pada akhirnya ia menembakkan maninya di mulutku. Terdengar tak tahu Malik, Ardy, atau Indra yang berteriak telan semua. Saya juga menelannya. Mereka meninggalkanku yang telanjang di kelas sendirian. Setelah mereka pergi saya menangis sembari mencari-cari seragamku yang mereka lempar serta berantakan di ruangan kelas. Saya temukan braku sudah digunting pas pada bagian putingnya serta saya temukan CDku dimuka kelas sudah dirobek-robek. Sehingga saya pulang tanpa ada CD serta bra yang robek sisi putingnya. Di dekat tasku ada sepucuk memo yang bertuliskan.

‘Terima Kasih, rekan-rekan gue BOLEH PAKE BADAN LO, LO LEBIH COCOK JADI PECUN gue DARIPADA JADI CEWEk gue. ’
Tertanda Indra.

Shares 0
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *