Bunga99 agen bola online
Berpisah Dengan Meta

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Berpisah Dengan Meta

Cerita Dewasa Indonesia | Cerita Panas | Cerita 18 Tahun | Cerita Lendir – Berpisah Dengan Meta – Terima kasih untuk rekan-rekan yang sudah kirim emailnya. Rien bukannya tidak ingin membalas namun telah lama mesti ikuti Mas Pujo yang alih pekerjaan ke luar Jawa lantaran promosi. Spesial untuk banyak cowok saya katakan terima kasih serta saya sangatlah tersanjung dengan semuanya kemauan kalian. Sedang untuk banyak cewek yang pingin tahu rahasia Rien, saya buka saja untuk kalian.

Pertama saya rawat kebugaranku dengan senam teratur satu minggu 3 kali, ke-2 saya rajin minum jamu wanita yang untuk orang jawa tentu telah tidaklah heran dengan kunyit asam serta sirih untuk memelihara bau tubuh, ramuan galian putri (telah ada di produksi masal oleh pabrik jamu) untuk kewanitaan atau kadangkala juga rendaman rumput fatimah, dan ke-3 untuk perawatan luar dengan berendam rebusan rempah dara. Tersebut penyebabnya ke-2 suamiku senantiasa mengemukakan kalau memekku merasa punel. Jika tidak yakin, terutama untuk wanita yang telah miliki anak silahkan ikuti wejangan Rien, ditanggung mujarab.

Berikut yaitu ceritaku kesempatan ini..

Berpisah Dengan Meta

Pada bulan April Mas Pujo memperoleh panggilan ke Jakarta. Nyatanya Mas Pujo memperoleh promosi untuk menempati jabatan yang lebih tinggi di Bumi Nyiur Melambai. Promosi itu yaitu suatu hal yang menggembirakan untuk kami namun juga sekalian menyedihkan. Karena itu bermakna kami mesti berpisah dengan orang yang paling kami cintai, Meta.

Sesudah nyaris dua minggu serta sudah buat rencana yang masak, kami setuju untuk berterus jelas pada Meta. Acara kami bikin di villa kami di lokasi Kopeng. Berniat kami cuma berempat dengan Meta serta kami pilih pas pada hari libur kerja yakni Sabtu serta Minggu. Pada suaminya Meta ijin juga akan ikuti kursus Manajemen Mikro. Meta sesungguhnya cukup terasa penasaran biarpun sesungguhnya acara sesuai sama ini sudah kerapkali kami selenggarakan, namun memanglah umumnya Meta tidaklah sampai bermalam.

Kami pergi terpisah lantaran Meta diantar oleh suaminya hingga ke tempat bus Patas, namun sesampai di Salatiga kami sudah menunggunya, lantas Meta turun serta selalu gabung berbarengan kami menuju Kopeng.

“Uhh..! Kesel saya Mbak, masak saya diminta naik bus sendiri” sungut Meta demikian turun dari bus.
“Lho kan belum juga jadi direktur, ya sabar dahulu dong sayang.. ” jawabku sembari menunjang mengangkat koper bawaannya.
“Mbak, saya di belakang ama Mas Pujo ya, agar Mas Duta yang setir” pintanya padaku. Saya tahu benar juga akan sikapnya itu, Meta pingin bermanja-manja dengan Mas Pujo.
“Iya deh.., asal Mbak tetep dibagi.. ” godaku.
“Iih.. Mbak kan telah tiap tiap hari nyanding” balasnya. Mas Pujo hanya nyengir, tengah Duta telah siap di belakang setir.
“Met.., apa barusan tidak bisa saweran di bus” goda Duta sembari menggerakkan mobilnya.
“Iih.. Emangnya saya cewek apaan” jawab Meta menirukan type Nani Wijaya di serial Bajaj Bajuri sembari menggelendot manja pada Mas Pujo.

Memanglah Meta sangatlah menyayangi Mas Pujo, bahkan juga dialah yang paling pencemburu dibanding saya yang isterinya. Saya, Mas Pujo serta Duta juga benar-benar sayang kepadanya. Bagi kami kebahagiaan yang kami rasakan sampai kini memanglah untuk berempat. Kulihat Meta telah mulai mengantuk di pelukan Mas Pujo.

“Mas pijit ya sayang..! ” bisik Mas Pujo di telinga Meta.

Meta merapatkan pelukannya. Mas Pujo mulai memijit punggung Meta. Pijitan Mas Pujo memang sungguh-sungguh pijitan yang menentramkan lantaran saya juga sangatlah menyenanginya. Apabila setelah ML umumnya Mas Pujo memijit punggungku sembari memelukku. Tersebut Mas Pujo yang romantis, kata Meta.

Perjalanan Salatiga-Kopeng cuma sekitaran 45 menit. Saya sendiri sesungguhnya capek sesudah barusan malam kuhabiskan dua rondeku dengan ke-2 suamiku. Cumbuan Duta yang demikian lama membuatku betul-betul habis tenaga, belum juga Mas Pujo yang senantiasa ambil set akhir permainan kami. Mas Pujo sangatlah puas membenamkan kontolnya kedalam memekku selagi saya sudah menjangkau orgasme. Umumnya ia juga akan membenamkan kontolnya serta memelukku dengan penuh perasaan sembari nikmati remasan-remasan memekku, bahkan juga barusan malam pernah kram rasa-rasanya otot-otot memekku lantaran permainan mereka berdua.

Seperti umumnya saya memohon Duta untuk kekuatanng serta buka ke-2 pahanya dengan kepala bertelekan 2 bantal, lantas saya menaikinya dengan urutan membelakangi serta bertumpu pada ke-2 tanganku ke belakang. Urutan ini sangatlah saya gemari lantaran Mas Pujo bisa dengan enteng melumat clitorisku sesaat Duta memompa memekku dari bawah sembari meremas putingku. Rasa-rasanya semuanya syaraf nikmatku tidak ada yang lewatkan terima rangsangan dari keduanya.

Demikian saya orgasme yang ke-3 serta Duta memuntahkan spermanya di memekku, segera Mas Pujo menggantikan dengan membenamkan kontolnya ke memekku. Mas Pujo nikmati kontraksi otot-otot vaginaku serta terlalu lama ada disana, sebelumnya lalu memompa memekku dengan penuh perasaan.

“Kok ngelamun Rien, kita dah nyampe nih..! ” tutur Duta mengagetkanku sembari memasukkan kendaraan ke pelataran villa. Saya tergagap. Kulihat Pak Kidjan penjaga villa kami berikan salam.
“Meta, bangun sayang, kita telah nyampe nih..! ” bisik Mas Pujo.

Yang dibisiki menggeliat sembari mengucek-ucek mata. Kembali dipeluknya Mas Pujo serta mereka berciuman lembut penuh perasaan. Tak tahu kenapa mulai sejak mula pertama Mas Pujo bercinta dengan Meta tidak ada rasa cemburuku, saya jadi bahagia lihat keduanya, namun anehnya saya cemburu bila Mas Pujo dengan yang beda.

Pada jam 17. 00 pas kami telah usai memasukkan semuanya bawaan kedalam villa dengan dibantu Pak Kidjan. Kemudian kami suruh Pak Kidjan untuk mengunci pagar serta pulang lantaran kami katakan kalau kami pingin beristirahat dengan tidak lupa memohonnya supaya besok jam 10 dia datang sekali lagi.

Villa ini dibeli oleh Duta lantaran terlebih dulu memanglah direncanakan untuk coba-coba usaha agribisnis. Bangunan yang ada cuma simple saja lantaran memanglah sisa bangunan Belanda yang terdapat di tengahnya tanah seluas 1 hektar yang di depannya ada tempat tinggal penjaga yang jaraknya 75 meteran. Ada 4 kamar, yang dua besar serta ada connecting door, satu diantaranya ada 2 tempat tidur serta yang satunya single, dengan ruangan tamu cukup luas, ruangan dapur serta garasi. Kami berniat menggunakan dua kamar yang besar itu.

“Mandi dahulu gih.. ” pinta Mas Pujo pada saya serta Meta.
“Maas, Meta dimandiin Mas saja.. Ya” rengek Meta manja sembari memegang lengan Mas Pujo.
“Idih, kan telah becal, Meta kan dapat mandi cendili” goda Mas Pujo dicedal-cedalkan.
“Nggak ingin.., Meta ingin mandi ama Mas aja” jawab Meta merajuk sembari cemberut serta segera minta gendong.

Saya serta Duta cuma senyum-senyum lihat tingkah mereka. Lantas Mas Pujo menggendong Meta berputar. Bibir keduanya terlihat berpagutan mesra. Sembari tetaplah berciuman mereka menuju kamar mandi, yang oleh Duta telah ditukar dengan jacuzzi besar yang cukup untuk berendam 4 orang serta ada air panasnya. Lantas Duta meraihku serta memelukku, kami berciuman.

“Nyusul yok.. Kita dapat sama-sama gosok” ajak Duta dengan segera menggendongku.

Di jacuzzi, Mas Pujo tengah memeluk Meta dari belakang sembari menciumi rambutnya, namun saya meyakini kalau tentu tangan Mas Pujo yang satu akan tidak jauh-jauh dari puting susu Meta, tengah yang beda tak tahu apa yang digosok, namun lantaran didalam air serta tertutup busa sabun jadi tidak tampak. Disamping itu yang dipeluk pejamkan matanya penuh kesenangan sembari kadang-kadang mendesis.

Saya turun dari gendongan Duta. Kulepas semuanya busanaku sampai telanjang bulat, kemudian ganti kulucuti busana Duta hingga tidak bersisa. Kontol Duta yang besar masih tetap belum juga bangun penuh, jadi masih tetap 1/2 kencang. Dengan berbimbingan tangan kami masuk ke air serta Duta bertumpu dekat Mas Pujo. Dengan meluruskan ke-2 kakinya, saya maju ke pangkuan Duta, kutempelkan bibir memekku ke atas kontol Duta serta kutempelkan dadaku ke dadanya. Hangatnya air serta sentuhan kulit kami merasa nikmat, betul-betul nikmat.

Dengan perlahan-lahan namun tentu benda bulat dalam lipatan bibir memekku jadi membesar mengeras serta berupaya berdiri tegak, namun lantaran tertahan oleh belahan memekku, benda itu tidak dapat tegak. Di sebelahku, Meta juga tengah menempati barang yang sama dengan saya. Saya tahu tentu, bahkan juga saya meyakini kalau Mas Pujo masih tetap belum juga memasukkan barangnya ke memek Meta. Kami berempat tidak ada yang bertemura, cuma kadang-kadang terdengar desahan lirih dari mulut Meta namun kami keduanya sama tahu kalau kami semasing tengah nikmati suatu hal yang tidak bisa dilukiskan dengan kalimat.

“Engh.. Egh.. ” mendadak desahan Meta jadi tambah keras dibarengi geliat badannya yang seperti cacing kepanasan.
“Aduh Mas, Meta tidak kuat.. Oh Mbak, ooh.. Mas Duta, marilah dong, Meta duluan” pintanya.

Bila telah begini umumnya Meta memohon Duta untuk selekasnya membenamkan kontolnya ke memeknya. Saya beringsut meninggalkan Duta sesaat Mas Pujo masih tetap memangku Meta dari belakang dalam urutan ke-2 kaki lurus ke depan serta bertumpu pada dinding jacuzzi. Duta mendekat dari depan sembari mengarahkan kontolnya ke arah selangkangan Meta serta Meta berikan jalan dengan mengangkangkan ke-2 pahanya. Perlahan-lahan dengan tuntunan tangan Meta, kepala kontol Duta masuk memek Meta, terang tampak dari ekspresinya yang mendesis keenakan.

Perlahan-lahan Duta mulai memompa maju mundur tampak dari riak air yang mulai menggelombang, sesaat Mas Pujo memeluk Meta dari belakang sembari menciumi tengkuk serta belakang telinganya. Saat-saat sesuai sama itu Meta nikmati dengan pejamkan mata sembari giginya beradu menahan nikmat yang fantastis. Meskipun kontol Mas Pujo tidak lakukan penetrasi tetapi saya meyakini, tentu ada yang mengganjal di anus Meta sampai itu buat sensasi sendiri buatnya. Mendadak Meta melepas pelukan Mas Pujo serta ganti memeluk Duta. Sedang Mas Pujo tetap masih tidak bisa bergerak lantaran mesti memangku dua orang yang tengah bersetubuh. Mas Pujo cuma mengusap-usap punggung serta pinggang Meta dari belakang.

“Aduhh Mas, Meta ngga tahaan, enghh.. ” desah Meta sembari memeluk Duta erat-erat serta dada Duta yang bagian terserang arah gigitannya.

Melihat itu semuanya saya jadi sangatlah terangsang namun kami bertiga telah sepakat kalau kesempatan ini yaitu punya Meta seluruhnya, jadi saya mengalah dahulu. Disamping itu kutukar air jacuzzi dengan air hangat tanpa ada membubuhkan sabun. Demikian air sudah mulai menyusut, kulihat urutan Meta yang mengangkang sesaat Duta memompanya dari depan serta kontol Mas Pujo tertumpuk diantara pantat Meta.

Sesaat Meta masih tetap nikmati saat-saat indah orgasmenya. Lalu Meta melepas diri dari Duta serta berdiri membalik menghadap Mas Pujo sampai praktis memeknya ada dimuka mulut Mas Pujo. Dicapainya pinggul Meta serta Mas Pujo mulai menciumi serta menjilati memek Meta.

“Aahh sshh Mas kita ke kamar saja.. Meta tidak tahan nih” rengek Meta. Mas Pujo berdiri menggendong Meta serta meninggalkan kami berdua sesaat Duta mulai berbalik menciumi payudaraku.
“Rien turut yuk.. ” ajak Duta.

Saya turut saja sembari berpelukan seperti Adam serta Udara, kami menyusul Mas Pujo serta Meta ke kamar besar yang ada single bed-nya. Kulihat Meta sudah kekuatanng serta Mas Pujo menindihnya, sesekali pinggulnya diangkat serta dihunjamkannya dengan penuh perasaan hingga melengkung. Kutarik Duta serta selekasnya saya kekuatanngkan diriku. Saya pingin kontol Duta yang masih tetap tegak berdiri selekasnya menusukku isi relung vaginaku. Saya pingin mempraktekkan seks yoga yang baru saya tekuni dengan Mas Pujo beberapa lain waktu.

Sesaat Mas Pujo serta Meta nikmati saat-saat indah itu, di sebelahku Duta buka ke-2 pahaku lebar-lebar serta mengarahkan kontolnya ke memekku yang sudah merekah. Perlahan-lahan, mili untuk mili saya rasakan benda itu mulai masuk memekku sebelumnya pada akhirnya benda keras itu sudah dengan prima ada di peraduannya. Lalu Duta menindihku serta memelukku dengan sepenuh perasaan. Saya seluruhnya berkonsentrasi pada apa yang tengah kurasakan serta Duta mengikutinya cuma dengan diam, tanpa ada pergerakan memompa sampai tanpa ada diperintah juga saraf-saraf nikmat di selama lorong memekku bekerja, awal mula cuma beberapa gerakan halus.

Pada selagi yang sama desiran-desiran nikmat juga mulai menjalari ke-2 payudaraku yang tertumpuk dada Duta. Semakin lama beberapa gerakan halus di selama lorong memekku beralih jadi remasan-remasan serta mulai merasa getaran-getaran pada batang kontol Duta, bahkan juga kepala kontolnya merasa mulai melebar tandanya juga akan memuntahkan spermanya. Napas Duta jadi tambah memburu, saya sendiri telah tidak ingat apa-apa. Konsentrasiku cuma satu yakni pada rasa nikmat yang menggelitiki mulai ujung puting payudaraku hingga ke lorong-lorong memekku. Serta.. Creet.. Creett.. Crett.. Ketika pada akhirnya sperma itu membasahi relung-relung memekku, jiwaku seperti melayang-layang menari-nari diatas awan sembari berpelukan dengan Dutaku sayang. Sejuta kesenangan kurasakan di sekujur badanku. Disamping itu..

“Oohh.. Ahh aduh Mas.. Meta ingin nyampe sekali lagi Mas.. ” nada desahan Meta kembali menyadarkan saya serta kudapati Duta yang masih tetap ngos-ngosan dengan bermandi peluh mendekapku.
“Terima kasih Rien.. Anda luar biasa” bisiknya di telingaku. Aku melihat ke samping. Mas Pujo juga tengah mendekati saat-saat akhir mendekati puncak. Tampak pinggulnya menghunjam selangkangan Meta dalam-dalam serta..
“Aahh.., adduhh Mmass.. ” Meta serta Mas Pujo nyaris berbarengan mengejat-ngejat keenakan.

Pada akhirnya kami akhiri permainan sore itu sesudah jam memperlihatkan nyaris jam 19. 00. Rasa lapar pada akhirnya datang juga mengingat kami belum juga makan malam. Bergegas kulepas pelukan Duta, lantas dengan telanjang bulat saya pergi ke dapur. Kubuka bungkusan-bungkusan bekal yang sudah saya sediakan. Meta menyusul juga dalam kondisi telanjang serta pada akhirnya kami berempat hadapi meja makan tetap dalam kondisi telanjang tidak ada yang pernah bersihkan diri bahkan juga dari celeh memekku serta memek Meta masih tetap terlihat meleleh sperma suami-suami kami.
Pagi itu saya bangun lebih awal karna memanglah saya bisa beristirahat penuh waktu malamnya. Kulihat Mas Pujo masih tetap memeluk Meta bertemu, tengah dari belakang Duta terlihat memepetkan badannya terlebih di sisi pantat Meta, tentu batangnya masih tetap menancap.

Berpisah Dengan Meta

Kebiasaan Duta selamanya membenamkan kontolnya sembari tidur serta hebatnya tidak terlepas, tetaplah saja kencang didalam memek. Tengah Mas Pujo tentu tangannya tidak ingin jauh-jauh dari puting, saya tahu persis perbuatan ke-2 lelaki itu karna saya juga seringkali diperlakukannya sekian, bedanya saya tidak bisa tidur dengan kontol masih tetap mengganjal memekku, sedang Meta dapat, mungkin saja karna kecapaian.

Dalam hal sex sebetulnya saya telah suka sekali dipenuhi oleh Mas Pujo serta Duta namun hadirnya Meta kadang kala membuatku menginginkan melakukan eksperimen kepada tanggapan seks yang diakibatkan oleh sesama model. Meskipun saya terlalu sering main berempat, namun umumnya saya atau Meta cuma miliki sifat pasif kurang menguasai, sedang peranan paling utama tetaplah pada ke-2 pria itu.

Sempat disuatu hari Mas Pujo tengah tiada dirumah karna ada pekerjaan ke luar kota sepanjang satu minggu serta Duta tengah berada pada tempat tinggal sesudah dari Jakarta sepanjang nyaris 5 hari. Kurang lebih pada jam 19. 00, Meta datang ke rumahku. Kelihatannya Meta tahu kalau saya tengah berduaan saja dengan Duta. Kami duduk di ruangan tamu. Seperti umum Meta agak kurang tertarik untuk ML bila dengan Duta. Aku pamit ke dapur untuk buat minuman. Aku tengah menyeduh teh, saat Duta mendadak telah ada di belakangku. Sebelumnya saya sadar apa yang berlangsung, Duta telah mendekapku dari belakang.

“Duta, janganlah.. Janganlah disini sayang, saya kan sekali lagi pegang air panas.. Gak bisa.. Ya sayang.. ” kataku manja sembari mengusahakan melepas diri.
“Rien.. ”, bisiknya sembari menciumi leher serta telingaku.
“Rien.. Aku kangen banget sama Rien. Kasihanilah saya Rien.. Aku kangen banget”, bisiknya sembari selalu mendekapku erat-erat.
“Iya.. Iya namun kan baru tiga hari masak telah nggak sabar.. ” kataku sembari meronta-ronta manja dalam pelukannya.
“Aduhh. Mbaak janganlah gitu.. Mas Duta telah ngga kuat tuch.. Tidak kuaat kan Mas”, bisik Meta mendadak juga telah ada di belakang Duta tanpa ada sehelai benang lantas dengan cahaya mata penuh nafsu.

Tangan Meta mendadak meremas buah dadaku, menciumi leher serta belakang telingaku. Tangan kirinya merangkulku serta tangan kanannya tahu-tahu telah meraba vaginaku sesaat pelukan Duta mengendur berikan peluang. Aduh, gilaa, sentuhan Meta tambah mengorbitkan nafsuku. Bila barusan saya pura-pura meronta, saat ini saya tambah pasrah, nikmati remasan tangan Meta di puting payudara serta di vaginaku.

Aku dibaliknya jadi bertemu, saya didekapnya, serta diciumi wajahku. Dan pada akhirnya bibirku dikulumnya habis-habisan. Lidahnya masuk ke mulutku, serta saya tidak sadar sekali lagi waktu lidahku juga masuk ke mulutnya. Meta menurutku waktu itu agak kasar akan tetapi sungguh-sungguh romantis sampai saya sungguh-sungguh terbawa. Sensasinya mengagumkan, baru kali itu saya rasakan enaknya sentuhan semacam.

Tanpa merasa Duta serta saya lantas sudah telanjang bulat, tak tahu siapa yang melucutiku, mungkin saja Duta. Bila kondisinya sangat mungkin, belaian semacam nyatanya tambah jadi lebih nikmat untuk di nikmati. Aku membalas pelukannya, membalas ciumannya. Kami makin liar. Tangan Duta membuka belahan bokongku serta merogoh ke vaginaku yang telah basah dari belakang tengah tangan Meta mengerjai vaginaku dari depan.

Didekapnya clitorisku serta dipijat-pijatnya, diremasnya, dimainkannya jarinya di belahan vaginaku serta menyentuh clitorisku. Kami tetaplah berdiri. Aku didorong Meta mepet menyandar ke badan Duta, penisnya telah tegang sekali, mencuat ke atas. Tangan kananku dibimbingnya untuk memegangnya. Penis Duta memanglah semakin besar dari pada miliki Mas Pujo. Dengan refleks penisnya kupijat serta kuremas-remas dengan gemas.

Duta makin menghimpit penisnya ke celah bokongku untuk menerobos vaginaku. Aku paskan di lubangku, serta pada akhirnya masuk, masuk seluruhnya ke vaginaku. Duta dengan begitu bernafsu mengocok penisnya keluar masuk sesaat kuangkat satu pahaku serta Meta sudah turun ke depan selangkanganku untuk mengulum clitorisku yang telah mencuat. Benar-benar kasar pergerakan Meta, akan tetapi hilang ingatan, saya benar-benar menikmatinya. Sesaat penis Duta merasa mengganjal dari belakang serta sangatlah nikmat. Aku pegang bokongnya serta kutekan-tekankan supaya mepet ke pangkal pahaku, supaya mencoblos lebih dalam sekali lagi.

“Duta.. Meta.. Aku ngga kuat.. Aduhh.. Kalian.. Curang.. ” bisikku dengan nafas memburu.
“Ooh.. Meet.. ”

Cepat kudorong pinggulku ke belakang, maka penis Duta jadi tambah dalam di vaginaku sampai saya mengejat-ngejat nikmati orgasme.

“Orghh.. ” Duta melenguh seperti kerbau disembelih tandanya mau memuntahkan spermanya.

Baca Juga : Tugas Kantor Yang Nikmat

Lantas tangan Meta selekasnya mencabut serta menggenggam penis Duta yang memuncratkan spermanya didalam mulut Meta sampai beberapa tumpah di lantai dapur. Kami berpelukan sekali lagi sembari mengatur napas kami. Ya ampun, saya sudah disetubuhi Duta serta dioral Meta dengan urutan Duta berdiri, sembari mepet ke tembok. Hilang ingatan, saya menikmatinya, saya selesai orgasme dengan amat kencang, meskipun cuma ditunaikan tidak lebih dari 20 menit saja. Mungkin saja ini karna sensasi yang kuperoleh dari permainan dengan sesama model juga.

*****

Pagi itu sesudah usai bersihkan diri di kamar mandi, muncul niatku untuk ganti mengerjai Meta sekalian memberi masa lalu perpisahan untuk dia. Sembari memisahkan pelukan Mas Pujo dengan Meta, saya yang telah mandi serta masih tetap telanjang bulat menyelusup diantara badan mereka.

“Biar saya yang gantiin peluk Meta Mas.. ”, kataku pada Mas Pujo.

Mas Pujo bangun serta segera ke kamar mandi. Kudekap Meta, kupegang puting susunya yang samping kiri sesaat tangan kananku meraba vaginanya. Benar saja di memek Meta masih tetap terganjal kontol Duta. Meta terbangun.

“Aku sayang sama Mbak Rien.. ”, kata Meta sembari mencium bibirku.
“Kamu mengagumkan deh Met.. vegymu masih tetap dapat pegang.. the big gun”, bisikku sembari tersenyum. Meta juga tersenyum nakal, sembari ganti membelai payudaraku.
“Punyaku kencang serta keset ya Mas? Mas Pujo gemar katakan gitu. Meskipun telah buat lewat anakku”, bertanya Meta ke Duta manja. Yang di tanya cuma buka matanya separuh.
“Mbak, miliki Mbak Rien juga masih tetap oke banget kan, kenyataannya Mas Duta selamanya ketagihan”, kata Meta sekali lagi. Kami berdua tersenyum serta mempererat pelukan kami.

Kuciumi Meta dari kening, mata, hidung sampai mulut. Diterimanya ciumanku dengan permainan lidahnya. Lama kami berciuman serta tanganku lantas tidak henti meremas teteknya yang kenyal. Lantas kubuka bibir vaginanya. Kemudian kususupkan tanganku ke belahan memeknya diantara kontol Duta untuk lantas jari tengahku kutarik ke atas sampai pas menghimpit clitorisnya. Memek Meta sudah banjir karena kelenjar-kelenjar memeknya keluarkan cairan karna rangsangan tanganku serta dari kontol Duta yang mulai ditarik keluar masuk.

“Sshh.. Oohh.. Mbak.. Please.. Sshh.. Don’t stop.. Aahh.. ” desah Meta.

Lantas jari telunjukku memainkan clitorisnya yang mulai menegang sesaat Duta memompanya dari belakang serta mulutku sudah berpindah turun ke putingnya. Kuberanikan untuk menyodok-nyodok memeknya dengan dua jari. Agak kasar.

“Sshh.. Aahh.. Oohh Mbak.. Meta ngga tahann.. Sshh.. ”

Meta mulai mengacak-acak rambutku. Aku turun ke arah selangkangan Meta, kuangkat paha Meta yang kiri serta saya bantalkan kepalaku pada paha satunya. Dengan urutan paha bawah menekuk begini saya bisa leluasa menjilati clitoris Meta dari depan sedang Duta tetaplah leluasa memompa dari belakang.

“Ohh.. Mbak.. Mas Duta.. Aku ingin keluar.. ” Meta berteriak tidak tahan diperlakukan sekian. Ke-2 pahanya mulai bergerak mau dijepitkan pada kepalaku sembari selalu menggoyangkan pantatnya, tiba tiba Meta menjerit histeris..
“Oohh.. Mbak bagaimana.. Ini.. Orgghh.. ” Meta selalu mengejat-ngejat dengan ritmis tandanya dia telah keluar.

Duta selalu menggenjot pantatnya makin cepat serta keras sampai mentok ke basic memek Meta. Dan.. crett.. crreett.. ccrreett.. Dan keluarlah sperma Duta dari sela-sela memek Meta waktu sperma Duta keluar. Aku segera menyedotnya habis hingga bersih.

Rupanya Mas Pujo telah usai mandi serta saat Duta mencabut kontolnya dari memek Meta segera saja Mas Pujo menukar urutan Duta dengan tidur miring serta memasukkan kontolnya ke memek Meta dari belakang.

Mas Pujo mulai mengayunkan kontolnya, walaupun terlihat agak kelelahan namun Meta mengusahakan menyeimbangi. Setelah agak lama Mas Pujo memohon Meta untuk berposisi menungging dengan tanpa ada melepas kontolnya. Automatis Meta mengangkangiku dalam urutan 69. Aku selalu saja ambil urutan merengkuh pantat Meta serta mengganjal kepalaku dengan dua bantal supaya mulutku bisa cocok di clitoris Meta. Mas Pujo segera mendorong pantatnya.

Aku terkesiap saat kurasakan lidah Meta telah memainkan clitorisku, sembari meremas tetekku yang dari barusan terbiarkan. Aku lantas mengangkat pantatku serta menarik pinggul Meta sampai kami berpelukan dengan bantalan tetekku serta tetek Meta. Rasanya jiwaku melayang-layang terlebih waktu kadang-kadang saya bisa mencapai kontol Mas Pujo untuk kukulum serta memasukkannya sekali lagi ke memek Meta.

“Aduuhh..,.. Met.. ” erang Mas Pujo sembari selalu laju memompa memek Meta, serta dua buah pelirnya memukul-mukul ubun-ubunku.

Mendadak ditahannya pantat Meta kuat-kuat supaya tidak bergoyang. Dengan menahan pantat Meta kuat-kuat tersebut Mas Pujo bisa memompa lebih kuat serta dalam, sedang saya dengan sulit payah mesti melumat clitoris Meta. Rupanya Mas Pujo kuat juga biarpun sudah berulang-kali kemaluannya menggocek memek Meta barusan malam namun tetap masih saja tidak memperlihatkan ada sinyal tanda kelelahan bahkan juga makin meradang.

Kulepas mulutku dari clitoris Meta serta selalu kutekan dengan jari tengahku sembari kugosok naik turun seperti bermasturbasi, serta mendadak Meta mengapit kepalaku.

“Aduuhh.., Mbakk.., Aahh Mas.. Pujo, ” kudengar erangan Meta mulai tidak karuan waktu saya selalu lakukan gosokan pada clitorisnya.
“Mbak Rien..,.. Aku ingin keluar.. Ahhgg.. ” desahnya sekali lagi.

Mendengar desahan Metam saya serta Mas Pujo seperti dikomando, makin gencar lakukan gosokan sembari tanganku naik turun untuk mepercepat rangsangannya serta Mas Pujo mepercepat tempo genjotannya. Dan selang beberapa saat.., seerrtt.., seerrtt kurasakan dua semprotan lelehan putih dari bibir memek Meta dan ke-2 pahanya makin mengapit kepalaku kuat-kuat. Lelehan warna putih pekat di tanganku kumasukan mulutku, merasa agak manis asin.

Sesudah kedutan-kedutan memek Meta berhenti, kulihat kontol Mas Pujo yang masih tetap tegar kuraih, kuhisap serta kukulum dan kujilat pada kemaluan yang membonggol itu serta akhirnya menakjubkan.., saya terasa ukurannya makin tambah besar serta mulai bekedut-kedut. Kuhisap sekali lagi berulangkali hingga saya senang. Saya mulai rasakan terdapatnya cairan manis keluar dari ujung kemaluan itu. Saya selalu berupaya, mulutku mulai payah. Kugoyang-goyangkan telur kemaluan Mas Pujo.

“Ahh Rienn.. ” desah Mas Pujo.

Creet.. crett.. Karena sangat kuatnya semprotan dari kemaluan Mas Pujo, kurasakan ada air maninya yang segera masuk tertelan. Kuhisap selalu hingga merasa tiada sekali lagi air mani yang keluar dari kemaluan Mas Pujo. Kubersihkan kemaluan Mas Pujo dengan menjilatinya hingga bersih. Saya senang merasakannya. Saya bahagiaa. Sebentar lalu kurasakan kemaluannya mulai mengecil serta melemas. Ketika sudah kecil serta lemas itu, saya terasa mulutku dapat melahap kemaluannya secara detail.

Kuangkat badan Meta tidur ke samping. Kami tidak kenakan pakaian. Meta mulai merapatkan matanya sembari tangannya merangkulku serta badannya yang berkeringat merapat ke badanku. Walau udara Kopeng dingin, namun badan kami masih tetap kepanasan berkeringat karna permainan barusan.

Siangnya pada pukul 10. 00, kami rapat dengan di hadiri Pak Kidjan penunggu Vila serta memastikan kalau pengelolaan usaha yang berada di Jawa termasuk juga kebun serta villa juga akan jadi tanggung jawab Meta. Meta cuma menangis waktu kami berikan kalau kami mesti ganti, namun dengan sarana serta keuangan yang ia kelola, Meta bakal dapat menyusul kami kapan saja.

“Kami tidak juga akan sempat melupakanmu Met.., ” tersebut kalimat kami terhadap Meta saat sebelum kami pada akhirnya terbang ke Bumi Nyiur Melambai.

Situs Agen BandarQ Online Poker Domino QQ 99 Terpercaya
8 Situs Agen Poker Online BandarQ Domino QQ 99 Terpercaya
7 Situs BandarQ AduQ DominoQQ Online Terpercaya 2017
Situs BandarQ Poker Domino Online Terpercaya Terbaik 2017
Agen Situs Poker BandarQ Online Terpercaya Terbaik Tahun Ini

Shares 0
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *