Bunga99 agen bola online
Bersetubuh Dengan Lulu Teman Kantorku

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Bersetubuh Dengan Lulu Teman Kantorku

Cerita Dewasa Indonesia | Cerita Panas | Cerita 18 Tahun | Cerita LendirBersetubuh Dengan Lulu Teman Kantorku – Narasi ini berlangsung sekitaran satu 1/2 tahun yang kemarin. Nama saya Anton (bukanlah nama sesungguhnya) serta bekerja di satu perusahaan nasional di Jakarta. Saya mengepalai sisi penjualan, serta automatis saya kerap pergi ke luar kota untuk masalah pekerjaan, terlebih apabila ada peluncuran product baru. Sekitaran satu 1/2 tahun saat lalu, saya ditugaskan ke Manado. Disana kebetulan perusahaan kami memiliki mess yang umum difungsikan oleh tamu-tamu yang datang dari kota beda. Mess-nya sendiri cukup besar, serta di halaman belakang ada kolam renangnya.

Bersetubuh Dengan Lulu Teman Kantorku

Selama di Manado saya ditemani oleh Lulu (nama samaran) yang mengepalai sisi penjualan disana. Jadi deskripsi, Lulu tingginya sekitaran 165 cm, berat sekitaran 54-55 kg serta kulitnya putih mulus. Umurnya sekitaran 28 tahun, serta menurut saya orangnya begitu menarik (baik dari sisi fisik ataupun personality). Sebagian hari disana, kami pergi berkunjung ke sebagian distributor di Manado, serta Lulu sempat juga mengajak saya berjalan-jalan seperti ke danau Tondano ditemani sebagian rekanan kantor yang lain.

Hubungan saya dengan Lulu jadi cukup dekat, karna kami banyak menggunakan saat berdua walau beberapa besar yaitu masalah kantor. Lulu begitu baik pada saya, serta dari kelakuannya saya bisa rasakan bila Lulu sukai pada saya. Pertama-tama saya fikir bila bisa saja itu cuma perasaan saya saja. Walaupunpun dalam hati saya juga sukai dengan dia, saya tdk berani untuk menuturkan atau berikan sinyal tanda pada dia. Toh, saya baru sekian hari kenal dengan dia serta memanglah untuk masalah wanita saya termasuk pemalu. Bagaimana bila dia nyatanya tak ada perasaan apa-apa ke saya? Wah, dapat hancur hubungan baik yang sudah saya bina dengan dia sekian hari itu.

Satu sore sesudah pulang kerja, Lulu seperti umum mengantar saya pulang ke mess. Saya bertanya apakah dia ingin singgah dahulu sebelumnya pulang. Lulu sepakat serta masuk dalam mess dengan saya. Kami ngobrol-ngobrol sebentar, serta saya ajak Lulu ke halaman belakang untuk duduk di kursi panjang dekat kolam renang. Kolam renangnya begitu menggoda, serta saya bertanya Lulu apakah dia ingin temani saya berenang. Dia katakan bila sesungguhnya dia ingin, tapi tdk bawa baju renang serta baju ganti sekalipun. Saya tawarkan untuk menggunakan celana pendek serta kaos saya.

“Nanti sekalian mandi disini saja sebelumnya kita pergi makan malam.. ” kata saya.
Lulu sepakat serta saya ke kamar untuk ambil kaos serta celana pendek untuk dipinjamkan ke Lulu. Saya sendiri juga berpindah kemeja serta kenakan celana pendek saya yang beda.

Setelah berpindah kemeja, kami juga berenang dengan. Karna baju kaos yang saya pinjamkan berwarna putih serta berbahan cukup tidak tebal, buah dada Lulu yang ukurannya diatas rata-rata tercetak cukup terang walau dia masih tetap menggunakan bra. Kami berenang sekitaran 20 menit, serta sesudah usai saya pinjamkan Lulu handuk untuk mandi di kamar saya yang kebetulan lebih bersih dari kamar mandi yang berada di ruangan depan. Saya sendiri mandi di ruangan depan.

Begitu usai mandi, saya ke kamar saya untuk memandang apakah Lulu telah usai atau belum juga. Nyatanya Lulu masih tetap di kamar mandi, serta sebagian menit selanjutnya keluar dengan cuma menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya. Handuk yang saya pinjamkan tidaklah terlalu besar, jadi cuma dapat menutupi beberapa buah dada serta sedikit pahanya. Belahan dadanya kelihatan terang serta bisa saja sedikit lebih turun sekali lagi putingnya juga akan kelihatan. Dengan rambut yang masih tetap basah, Lulu kelihatan begitu seksi.

Lulu berdiri dimuka pintu kamar mandi serta katakan bila dia mesti mengeringkan bra serta CD-nya yang masih tetap basah. Saat Lulu mengangkat ke-2 tangannya untuk menyibakkan rambutnya, handuknya terangkat serta kemaluannya kelihatan. Saya tidak mengerti apakah Lulu sadar atau tdk bila handuknya sangat pendek serta tidak bisa menutupi kemaluannya. Rambut kemaluan Lulu lumayan lebat.

Lulu selanjutnya duduk di ranjang saya serta bertanya apakah dia bisa menanti sebentar di kamar saya hingga kemeja dalamnya kering. Sudah pasti saya membolehkan, serta sesudah mengobrol sebagian waktu, Lulu menopangkan tubuhnya ke sandaran ranjang serta menjulurkan kakinya ke depan. Kakinya yang panjang kelihatan mulus. Melihat itu semuanya, kemaluan saya mulai menegang.

Saya bertanya dia, “Sambil nunggu celana anda kering, ingin saya pijitin tidak..? ”
“Mau dong, asal enak yah pijitannya.. ”
Saya minta dia membalikkan tubuhnya, serta saya mulai memijati kakinya. Sebagian waktu selanjutnya saya mulai membulatkan tekad untuk naik serta memijat pahanya. Lulu begitu nikmati pijatan saya serta kelihatannya dia juga telah mulai terangsang. Hal semacam ini bisa di buktikan dengan dibukanya ke-2 kakinya, jadi kemaluannya kelihatan dari belakang, walau badannya masih tetap dibalut handuk.

Saya juga mulai memijat pahanya sisi dalam, serta selalu naik hingga ke selangkangannya. Lulu diam saja, serta saya memberanikan untuk mengelus kemaluannya dari belakang. Juga tak ada reaksi terkecuali desah nafas Lulu sinyal kalau dia telah terangsang serta nikmati apa yang saya laksanakan.
“Lulu, buka yah handuknya agar lebih gampang.. ” kata saya.
Tanpa ada diperintah sekali lagi, Lulu membalikkan tubuhnya serta melewatkan handuknya, jadi badannya saat ini telanjang bulat dimuka saya. Buah dada Lulu nyatanya lumayan besar serta begitu indah. Ukurannya bisa saja 36C serta putingnya berwarna kemerahan.

“Ton, buka dong celana pendek anda..! ” pintanya.
Saya berdiri serta melewatkan celana yang saya gunakan. Kemaluan saya sangatlah menegang serta saya juga naik ke ranjang serta tiduran di samping Lulu.
“Kamu diam saja di ranjang, agar saya yang untuk kamu puas.., ” ujarnya.
Saya juga tidur kecakapanng, serta Lulu naik ke tubuh saya serta mulai menciumi saya dengan penuh nafsu.

Sebagian menit selanjutnya ciumannya dilepaskan, serta dia mulai menjilati tubuh saya dari leher, dada serta turun ke selangkangan saya. Lulu belum juga menjilati kemaluan saya serta cuma menjilati selangkangan serta paha saya samping dalam. Saya begitu terangsang serta memohon Lulu untuk memasukkan kemaluan saya dalam mulutnya. Lulu mulai menjilati kemaluan saya, serta tidak lama kemudian memasukkan kemaluan saya dalam mulutnya. Nyatanya Lulu sangatlah pakar. Pasti dia berulangkali mengerjakannya dengan sisa pacarnya, fikir saya. Memanglah sebelumnya itu Lulu sempat berpacaran dengan sebagian pria. Saya sendiri waktu itu masih tetap perjaka. Saya memanglah sempat juga berpacaran saat kuliah, namun pacaran kami cuma hanya heavy petting saja, serta kami belum juga sempat betul-betul lakukan hubungan sex.

Saya minta Lulu untuk bikin tempat 69, jadi selangkangannya saat ini persis dimuka hadapan muka saya. Sembari Lulu selalu mengulum serta menjilati kemaluan saya, saya sendiri juga mulai menjilati kemaluannya. Nyatanya kemaluannya berbau harum karna dia tidak lama usai mandi. Rambut kemaluannya juga lebat, jadi saya butuh menyibakkannya terlebih dulu sebelumnya bisa menjilati klitorisnya. Kami sama-sama lakukan oral sex sepanjang sebagian menit, serta seterusnya saya minta Lulu untuk tiduran. Dia merebahkan tubuhnya di ranjang, serta saya mulai menjilati buah dada serta putingnya.

Lulu sangatlah terangsang, “Hmm.. hmm.. selalu Ton.. selalu..! ”
Saya selalu menjilati badannya hingga ke kemaluannya. Rambut kemaluannya saya sibakkan serta saya jilati bibir kemaluan serta klitorisnya. Cairan kemaluannya merasa di lidah saya. Badan Lulu menggelinjang hebat serta pantatnya diangkat seakan-akan menginginkan saya menjilatinya lebih dalam sekali lagi. Tangannya menghimpit kepala saya hingga nyaris semua muka saya tenggelam di kemaluannya. Saya makin semangat memainkan ujung lidah saya yang menyapu kemaluan Lulu, serta kadangkala saya gigit perlahan-lahan klitorisnya.

Lulu betul-betul nikmati apa yang saya laksanakan, serta makin buka pahanya lebar-lebar. Dia selalu menghimpit kepala saya serta menaik-turunkan pinggulnya.
“Ah.. ah.. ah.. I’m coming, I’m coming..! ” teriaknya.
Saya selalu menjilati klitorisnya dengan lebih cepat, serta tidak lama kemudian dia berteriak, “Ahh.. Ahh.. Ahh.. ” sinyal bila dia telah orgasme.

Kemaluannya sangatlah basah oleh cairan kemaluannya.
Lulu melenguh sebentar serta berkata, “Ton, masukin dong, saya ingin nih..! ”
Saya katakan bila saya belum juga sempat lakukan ini, serta takut bila dia hamil.
“Jangan takut, saya tidak lama usai mens kok, jadi tentunya tidak bakalan hamil.. ”

“Kamu diatas yah..! ” kata saya.
“Ya telah, tiduran sana..! ”
Saya tiduran serta Lulu duduk diatas saya serta mulai memasukkan kemaluan saya ke vaginanya dengan perlahan-lahan. Wah, begitu nikmat.. nyatanya demikian rasa-rasanya terkait sex yang sebenarnya. Lulu mulai menggoyang-goyangkan pinggulnya serta ke-2 tangannya diangkat ke atas. Saya memegang ke-2 buah dadanya sembari Lulu selalu bergoyang, semakin lama semakin cepat.

Sebagian waktu selanjutnya saya telah tdk tahan sekali lagi serta ejakulasi sembari memeluk badan Lulu erat-erat. Belum juga sempat saya rasakan kesenangan sesuai sama itu. Kami juga berciuman serta selanjutnya ke kamar mandi untuk bersihkan tubuh yang penuh dengan keringat. Di kamar mandi saya menyabuni badan Lulu dari atas ke bawah, serta hal yang sama saja dia laksanakan ke saya. Spesial untuk kemaluannya, saya memberikannya perhatian spesial serta dengan lembut menyabuni klitorisnya serta memasukkan jari saya untuk bersihkan vaginanya yang basah oleh air mani saya. Kelihatan bila Lulu begitu nikmati itu, serta kakinya juga di buka lebar-lebar.

Usai mandi, kami kembali lagi kamar serta membahas apa yang baru kami laksanakan. Terus jelas saya tdk sempat berfikir untuk lakukan hubungan sex dengan Lulu secepat itu, karna kami belumlah lama kenal serta seluruhnya juga berlangsung dengan mendadak. Lulu katakan bila sesungguhnya dia sukai dengan saya dari mula, serta memanglah telah menginginkan buat lakukan ini dengan saya.

Setelah peristiwa itu, kami sekian kali lakukan hubungan sex di mess sepulang dari kantor. Karna di mess tak ada pembantu (pembantu cuma datang pada pagi hari untuk bersihkan tempat tinggal atau membersihkan baju), kami bebas mengerjakannya diluar kamar baik di ruangan tamu, halaman belakang dan kolam renang. Benar-benar sekian hari yg tidak bisa saya lupakan. Sayang hubungan kami tdk berlanjut sesudah saya kembali lagi Jakarta karna jarak yang memisahkan kami.

Sesungguhnya saya sempat minta Lulu untuk rubah kerja ke Jakarta, tapi dia tidak ingin dengan argumen orang tuanya tdk mengijinkan, karna dia anak hanya satu. Juga bisa saja untuk Lulu saya sebatas diantara satu pria yang lewat dalam kehidupannya.

Baca Juga : Cerita Tante Tante Lesbi

Artikel Menarik Lain

Shares 0
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *