Bunga99 agen bola online
Birahi Wanita Karir

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Birahi Wanita Karir

Cerita Dewasa Indonesia | Cerita Panas | Cerita 18 Tahun | Cerita LendirBirahi Wanita Karir – Saya yaitu seseorang pria yang berumur 23 th. serta saya belum lama usai kontrakku dengan satu diantara perusahaan pelayaran luar negeri. Saat ini saya yaitu pengangguran sebab saya tidak miliki gagasan untuk kembali berlayar sesudah 2 th. lamanya. Semuanya yang saya katakan berikut ini yaitu riil. Memang narasi ini terlampau bertele-tele seandainya dibanding dengan cerita-cerita yang sempat saya baca di 17thn, tapi berikut narasi yang menginginkan saya katakan untuk pembaca juga pengagum 17thn.

Birahi Wanita Karir

Narasi ini bermula dari seringnya saya pergi bolak-balik ke rumah sakit untuk melindungi ayah saya dirumah sakit swasta di daerah Jatinegara, Jakarta Timur. Pada hari Minggu siang tanggal 5 November 2000, saya turun ke bawah tempat merokok dirumah sakit itu, tapi di waktu saya nikmati rokokku itu, di dekat tempat dudukku ada seseorang wanita 1/2 baya yang lebih kurang berusia 30 th.. Ia terlihat repot sekali menelepon sana-sini dengan handphone-nya untuk mencari jasa derek mobil untuk mobilnya. Tak tahu karna saya terasa terganggu atau ada hasrat untuk menopang wanita itu, pada akhirnya saya beranikan diri untuk tawarkan jasa saya sebab siapa tahu rusaknyanya masih tetap remeh. Setelah menyatukan semuanya keberanian untuk tawarkan jasa saya pada akhirnya meluncur juga dari mulutku untuk menopang dia.

“Eee.. maaf Tante, jika saya bisa tau, mobil tante rusak? ” bertanya saya dengan ragu-ragu.

“Iya Dik”, jawabnya singkat sembari tetaplah menghubungi seorang dengan handphone-nya.

“Eee.. jika bisa tau, Tante.. mobil Tante apa merk-nya? ” bertanya saya sekali lagi.

“Honda, Honda Ahli”, jawabnya serta kesempatan ini dia lihat saya.

“Kalo bisa, saya cobalah bantu Tante buat benerin mobilnya Tante, sebab siapa tau saya dapat, Tante! ” kata saya tawarkan pertolongan.

“Eee.. boleh-boleh.. Mari ke mobil saya yuk”, pintanya.

Kemudian kita berdua jalan meninggalkan tempat itu untuk menuju ke mobil wanita itu, yang nyatanya tidak jauh dari tempat merokok. Setelah saya dibukakan pintu, saya cobalah starter mobilnya tapi akhirnya nihil. Dengan persoalan begini, saya katakan pada wanita itu kalau ada peluang kalau ini persoalan dinamonya serta saya anjurkan untuk mendorong mobilnya sebab tak ada persoalan makanya dia dapat tiba di tempat tinggalnya atau bengkel sebelumnya kesorean serta tidaklah perlu menyebut jasa derek mobil karna biayanya yang mahal. Serta kelihatannya dia berfikir sesaat serta dia sepakat dengan anjuran saya, sampai pada akhirnya saya menyebut satu diantara satpam yang saya jumpai untuk memohon pertolongannya untuk mendorong mobil.

Agh, pada akhirnya mobil wanita itu nyala juga serta seperti sangkaanku kalau persoalannya cuma persoalan dinamo. Dengan tempat wanita itu didalam mobil serta saya diluar sembari memerhatikan dia untuk meninggalkan saya, mendadak dia menyebut saya dengan buka kaca jendelanya serta katakan terima kasih pada saya sembari memberi uang 2 lembar seratus ribu tapi saya tolak sebab pertolonganku yaitu dari hati nuraniku bukanlah untuk memohon balasan tapi dia tetaplah memaksa saya serta pada akhirnya saya ambillah satu saja serta satunya sekali lagi tetaplah di tangannya sembari katakan kalau itu saja telah lebih dari cukup. Akhirnya dia mengalah karna saya tetaplah bertahan tidak untuk ambil bekasnya tapi dia buka tasnya serta ambil kartu namanya serta diberi buat saya sembari menitip pesan kalau bila ada suatu hal atau saya tengah senggang diperintah menghubungi dia, serta saya terima kartu namanya. Sebelumnya pergi, dia bertanya nama saya sembari menyodorkan tangannya serta saya jawab kalau nama saya Willi serta dia menyebutkan kalau namanya Lucy. Serta pada akhirnya ia pergi dengan mobilnya serta saya tetaplah berdiri lihat mobilnya sampai hilang ditelan satu tikungan ke kanan.

Dua hari sesudah peristiwa itu, ayah saya wafat serta saya repot menyelasaikan semua masalah yang berhubungan dengan ayah saya dimulai dengan rumah sakit, tempat tinggal duka, dikremasi sampai jadinya Akte Kematian.

Setelah semua usai serta saya kembali ke kehidupanku yang cuma menggunakan hari untuk hari saya dengan berjalan-jalan dengan rekan-rekan saya kesana ke mari. Sampai disuatu hari di bln. Desember 2000, saya teringat kembali dengan wanita yang saya kenal dirumah sakit serta saya mencari kartu namanya serta pada akhirnya ketemu. Akhirnya saya hubungi Handphone-nya walaupun di kartu nama itu ada nomor telepon tempat tinggal serta kantornya.

“Hallooo?! ” terdengar jawaban seseorang wanita dari sana.

“Dengan Lucy-nya ada? ini Willi”, jawab saya lengkap.

Sesaat terdiam serta terdengar, “Iya ini Lucy sendiri serta saya ingat jika anda yang nolong saya saat saya dirumah sakit itu khan? ” tanyanya yang berkesan menebak.

“Iya.. ini saya Willi yang saat itu”, jawab saya.

“Eee.. bagaimana saat ini anda, Will? ” tanyanya.

“Lagi senggang nich”, jawab saya.

“Kayaknya untuk saat ini saya gak dapat lama-lama ditelepon.. bagaimana bila malam hari ini kita ketemu, saya ingin traktir anda makan malem, apa dapat? ” sambungnya.

“Iya dapat. Saya gak ada acara”, jawabku singkat.

“Oke jika gitu kita ketemu di restaurant Tony’s Romas deket Ratu Plaza saja jam 7 malam hari ini, Oke? anda tau khan? ” jawabnya menerangkan.

“Iya saya tau, Oke dech ampe nanti”, jawabku.

Seperti janjiku dengan Lucy, saya datang ke Restaurant Tony’s Romas serta saya tiba 10 menit lebih awal. Serta tentukan tempat duduk yang lebih kurang saya dapat saksikan bila ada orang yang datang. Tepat jam 19. 00, Lucy datang, serta saya sangatlah terpana dengan bajunya yang sangat seksi. Dia kenakan baju terusan warna merah dengan strip warna biru dengan jenis tali yang menggantung pada lehernya makanya terlihat dengan terang punggungnya serta bermakna dia tidak menggunakan BH serta rambutnya yang selama bahu dia ikat ke atas tengah rambut depannya di buat poni rata dengan alis matanya tapi dengan tekukan ke atas. Dadanya yang lumayan besar serta bulat seolah-olah ingin keluar dari baju yang dia gunakan. Wow, saya sangat terpana dengan apa yang saya saksikan, tapi saya tidaklah terlalu terpana sebab saya mesti memberi kabar kalau saya ada.

Saya mengangkat tangan memberi isyarat siapa tahu dia lihat. Nyatanya ada seseorang waiter yang lihat serta kelihatannya dia paham kalau saya menyebut Lucy, serta waiter itu juga menyebutkan suatu hal pada Lucy selanjutnya menunjuk pada arahku.

“Hi.. telah lama? ” tuturnya buka perbincangan sembari duduk serta membereskan baju terusannya selama mata kaki.

“Belum”, jawabku singkat.

“Eee.. anda telah pesen? jika belum juga, anda ingin pesen apa? ” bertanya dia.

“Belum, saya belum juga pesen apa-apa”, jawabku sembari buka buku menu.

Setelah kita berdua pesan makanan, serta sembari menanti makanan kami berbincang-bincang sana-sini serta pada akhirnya dia bertanya kalau kenapa saya berada di rumah sakit waktu itu, serta saya terangkan serta saya katakan juga kalau ayah saya telah wafat serta dia terlihat kaget serta mohon maaf bila dia bikin saya sedih.

Acara makan malam saya dengan Lucy berjalan lancar serta kita berdua ingin pulang, dia memaksa mengantar saya pulang sebab terkecuali irit cost lagipula nyatanya tempat tinggal Lucy searah dengan saya, dia tinggal di daerah Kelapa Gading serta saya yang menyetir dengan ijin dia terlebih dulu.

Dalam perjalanan, tanpa ada saya bertanya, dia menyebutkan kalau dia telah cerai dengan suaminya mulai sejak anaknya berumur 6 bln. dengan argumen bekas suaminya itu miliki simpanan. Waktu dia bercerita itu, saya tidak paham apa yang perlu saya kerjakan sebab rasa-rasanya bila diterus-teruskan mungkin saja bakal bikin dia sedih dengan pengalaman pahitnya, sampai selanjutnya menyebutkan kalau mestinya tidaklah perlu diteruskan sebab mungkin saja bakal bikin dia ingat dengan masa lalunya itu tapi dia menyebutkan kalau dia menginginkan saya kenal dengan siapa yang dia kenal (tujuannya dia sendiri). Dari ceritanya, bisa saya simpulkan kalau dia wanita karir yang lumayan bagus dengan karirnya.

Setelah dia usai bercerita semua, kita terdiam sesaat serta cuma tembang-tembang Ebiet G Ade yang kita dengar. Tapi dengan mendadak serta bikin saya kaget, Lucy mendekatkan kepalanya serta menyandar di antara bahu serta ujung jok mobil. Waktu itu saya tidak paham mesti bagaimana, jadi saya diam saja. Namun yang menaikkan kurang konsentrasinya saya dengan jalan yaitu, tiap-tiap saya ganti persneling, lengan saya bersentuhan dengan dadanya yang lumayan besar serta ini tidak merubah langkah dia duduk, dia tetaplah dengan tempatnya. Tiap-tiap kali bersentuhan saya mohon maaf kepadanya serta hati dan kemaluanku tegang. Rasa-rasanya saya teramat salah tingkah sebab terkecuali menggangu fikiran saya, saya juga nikmati apa yang berlangsung. Hingga selanjutnya Lucy memecahkan kesepian saat itu dengan menyebutkan, “Will, anda telah sempat bercinta? ” Wah, rasa-rasanya seperti disambar geledek dengar pertanyaan Lucy. Setelah terdiam sebentar karna kaget, saya jawab pertanyaannya itu dengan jujur kalau saya telah sempat bercinta serta saya terangkan juga kalau itu dengan pacar saya. Lalu dia menyebutkan, “Eee.. sepertinya anda saat ini telah terangsang ya dengan tempatku seperti gini ini? ” sembari tangan kirinya secara cepat meraba daerah kemaluan saya. Saya betul-betul terhenyak dengan sikap Lucy serta saya biarlah tangan kirinya meraba-raba dengan halusnya kemaluan saya dari celana panjang saya sebab terkecuali berikut yang yang dambakan, saya juga lagi-lagi dalam tempat susah.

Saya tidak paham berapakah lama dia meraba-raba kemaluan saya sampai selanjutnya dia buka reitsleting celana saya serta tambah berani makanya saat ini dia meraba-rabanya di celana dalam saya. Sembari meraba-raba dia menyebutkan (dengan suara nakal serta manja), “Will, miliki anda ini besar ya?! panjang sekali lagi.. serta sepertinya telah ingin maen nich. ” Namun saya tidak berikan jawaban sebab terkecuali saya tidak paham mesti menjawab apa, saya terasa tengah terbang.

Serta saya juga tidak paham tentu berapakah lama dia meraba-raba kemaluan saya dari atas celana dalam saya. Sampai selanjutnya dengan mendadak kepalanya seperti terjatuh ke daerah kemaluan saya serta dia menjilat-jilat celana dalam saya dengan tangan kirinya yang tetaplah meraba-raba rambut kemaluan saya yang mungkin saja beberapa keluar dari celana dalam. Saya percaya kalau celana dalam saya telah basah dengan air liurnya sebab rasa-rasanya telah agak lama dia jilati. Tidak berapakah lama sesudah saya berfikir begini, dia buka celana dalam saya serta segera menelan semuanya kemaluan saya. Wah, rasa-rasanya betul-betul nikmat serta saya betul-betul mesti membagi dua fikiran saya pada kesenangan yang tengah saya rasakan juga jalanan.

Karena saya juga terangsang dengan kuluman Lucy, dengan berani saya memegang dadanya serta meremas-remas kecil. Walaupunpun saya tidak lihat, tetapi saya bisa memikirkan bagaimana rasa-rasanya jika saya mengisapnya. Wah, susah di katakan. Sampai pada waktunya, saya menyampaikan pada Lucy kalau saya rasa saya juga akan klimaks, tapi cepat-cepat dia hentikan kulumannya serta ambil tempat duduk normal. Serta dia katakan kalau dia juga telah terangsang serta menginginkan terkait sex. Dia mengajak saya bermalam di satu diantara hotel. Sebelum mengiyakan ajakan Lucy, saya katakan kalau saya mesti memberitahukan sama orang tempat tinggal kalau saya tidak pulang supaya mereka tidaklah perlu menanti saya.

Sesudah semua telah beres, pada akhirnya mobil yang kita tumpangi saya tujukan ke daerah Sunter, sebab saya kenal kalau di situ ada hotel, walau saya belum pula sempat bermalam di situ. Pada akhirnya kami tiba di hotel yang saya maksud serta saya bersama Lucy masuk serta mengatur masalah-urusan di Front Office di hotel itu, serta sesudah semuanya usai dengan cost yang dijamin Lucy, kami juga diantar ke kamar yang telah diambil dengan Bellboy.

Sesudah mengecek sana-sini dalam kamar, pada akhirnya Bellboy memohon ijin buat keluar sesudah menghidupkan TV dengan Channel MTV. Serta sesudah terdengar nada pintu kamar kami ditutup oleh Bellboy, saya serta Lucy secara cepat sama-sama berpelukan serta berciuman sembari berdiri karna duanya sama telah tidak dapat menahan gairah sex semasing.

Lucy memanglah terlihat telah terangsang berat serta pintar berciuman sebab saya bisa rasakan permainan lidahnya yang begitu Hot. Sambil bermain lidah, tangan Lucy serta tangan saya sama-sama meraba-raba area terlarang keduanya. Tangan kiri saya tetaplah memegang area belakang kepala Lucy tengah tangan kanan saya mengelus-elus area punggung Lucy yang terbuka serta mulus putih tanpa ada cacat, adakalanya meraba ke area tekukan bawah payudaranya. Sesekali tercium olehku aroma parfum yang dia pakai. Sedang tangan kiri Lucy menelusup ke area belakang celana saya tengah tangan kanannya merabanya dari depan dari mulai kemaluan saya sampai ke daerah pusar.

Makin lama, tangan saya buka beberapa baju area dadanya hingga saya bisa memegang dengan terang bentuk payudaranya. Saya rasakan kalau besar payudara Lucy merasa mantap dengan tempat jemari saya seperti ingin ambil payudaranya itu. Saya usap, elus serta mainkan puting susunya yang dirasa makin lama lama makin lama agak keras. Dengan tetaplah sembari berciuman, memainkan lidah serta sama-sama menggigit bibir bawah atau atas keduanya. Sedang tangan Lucy tengah berupaya buka celana saya dengan buka reitsleting celana serta berupaya buka ikat pinggang saya.

Sesudah celana saya bisa di buka oleh Lucy, dengan sigap dia ambil kemaluanku yang telah tegang dari balik celana dalamku lantas memaju-mundurkan tangannya sembari tetaplah menggenggam kemaluanku. Sambil meraba-raba serta tetaplah memainkan puting susunya, tangan saya yang beda berupaya buat buka kancing yang terdapat di leher belakang Lucy. Serta pada akhirnya saya bisa buka kancing itu walau sedikit susah sebab cuma dengan satu tangan. Begitu baju terusannya bisa saya buka, dengan automatis baju terusan itu turun ke lantai hingga payudara Lucy saat ini telah tidak ditutupi suatu hal apapun.

Dengan turunnya baju terusannya ke lantai, saya hentikan ciuman bibir dengan Lucy serta saya segera mencium area dada kiri serta kanan Lucy yang saat ranum serta kencang seolah-olah tetap dalam perkembangan. Dalam tiap-tiap hisapanku atau permainan lidahku pada puting susunya, Lucy mendesah kesenangan, “Uuuh.. aaghh.. enakk.. ” dengan adakalanya menaikkankannya dengan nama saya serta diiringi denga nafas yang memburu. Sedang tangannya dengan berubahan tetaplah memegang kemaluan saya serta mengocoknya.

Sesudah saya agak senang dengan payudaranya, jilatan, hisapan serta kecupan kecil saya menghadap ke bawah serta makin lama ke bawah dengan tetaplah disertai desahan Lucy yang saya rasa telah terangsang karna kesenangan. Tetapi tangan saya tetaplah meraba dan mengelus-elus payudaranya. Sampai selanjutnya tangan Lucy melepas kemaluan saya karna tempat kami yg tidak sangat mungkin.

Jilatan serta kecupan kecil di sisi bawah dada Lucy makin lama liar dengan makin lama tidak bisa mengontrol diri saya sendiri dengan gairah sex yang meluap-luap serta dengan adakalanya saya buka mata saya serta lihat area badan Lucy yang putih bersih dan mulus serta lembut. Saya juga bisa rasakan detak jantungnya yang makin lama kencang.

Sambil tetaplah menjilati serta berikan kecupan kecil, tangan saya dua-duanya meraba-raba area kemaluannya yang masih tetap tertutup oleh celana dalam yang dia pakai. Sesudah saya meraba-raba dengan halus semuanya daerah kemaluannya dan area pantat Lucy, baru saya pahami kalau dia kenakan celana dalam dengan jenis tali yang mana lekukan pada daerah lubang analnya berbentuk tali serta memutari pinggangnya juga berbentuk tali yang diikat di sisi pinggang kiri. Serta ini menaikkan gairah sex saya yang membludak.

Sesudah dengan gampang bisa saya buka celana dalamnya, jilatan juga kecupan kecil, saya teruskan pada daerah kemaluannya sampai saya bisa rasakan kalau saya tengah ada di lebih dari satu cm. diatas liang kewanitaannya. Daerah yang ditumbuhi oleh rambut-rambut yang tidaklah terlalu lebat serta berkesan dirawat rapi. Serta saya tetaplah nikmati dengan makin lama mendesahnya Lucy dengan apa yang saya kerjakan pada badannya.

Tangan saya juga mulai memainkan kemaluannya yang basah, saya meraba kemaluannya dengan jari telunjuk atau jari tengah saya dengan adakalanya saya masukan ke kemaluan Lucy. Tengah jempol saya, saya naik turunkan di daerah pada kemaluannya dengan rambut kemaluannya.

Saya makin lama nikmati semuanya dengan menyentuh ujung lidah saya pada kemaluannya area atas. Tercium juga bau ciri khas dari kemaluan Lucy. “Ughhh, Will.. sayaaang.. anda pandai sekali, sayang.. ” rintih Lucy kala saya mengisap-hisap klitorisnya serta adakalanya menjilatnya. “Teruuus.. selalu.. sayang.. agh.. ahhhh.. ” rintihnya sembari memegang kepala saya dengan ke-2 tangannya serta seolah-olah menghimpit muka saya ke kemaluannya. Saat itu, saya sedikit susah bernafas dengan tempat begini, tetapi saya tetaplah menjilati serta memainkan klitorisnya.

Baca Juga : Ngentod Dengan Istri Majikanku

Agak lama saya memainkan klitorisnya serta adakalanya memasukkan satu atau dua jari saya ke kemaluan Lucy. Awalnya yang telah basah, saat ini sampai kering serta saat ini agak lembab dengan bercampurnya air liur saya. Mungkin saja karna saya yang sangat nikmati yang tengah saya kerjakan atau mungkin saja karna dia telah terangsang, dengan mendadak dari dalam kemaluan Lucy menyembur cairan hangat yang belum pula sempat saya jumpai terlebih dahulu. Dengan menyemburnya cairan itu dari dalam kemaluan Lucy, makin lama didorongnya kepala saya ke arah kemaluan Lucy serta kali itu saya terasa susah sekali bernafas tetapi peristiwa itu tidak berjalan lama sebab sesudah itu, Lucy melepas kepala saya hingga saya bisa bernafas kembali. Tetapi saya tetaplah menjilati serta mengisapnya yang dirasa agak lengket serta sedikit bau amis.

Tak berapakah lama sesudah cairan itu menyembur, Lucy mengangkat kepala saya, yang tujuannya supaya saya berdiri. Saya juga berdiri serta muka saya dekat dengan berwajah. Serta Lucy menciumi bibir saya dengan masih tetap ada sisa cairan yang melekat di bibir serta lidah saya. Ganas sekali dia menciumi saya yang disertai dengan permainan lidah serta terengah-engah nafasnya.

Sesudah senang berciuman, Lucy menghentikannya serta menyampaikan, “Will, saat ini gantian.. saya yang ingin nikmati badan anda. ” Sebelum aba-aba atau jawaban dari saya, Lucy segera buka kaos saya dari bawah serta menelusupkan satu tangannya ke atas ke area dada saya. Sambil mengelus-elus dada saya, dia katakan kalau dada saya lega, tidak seperti suaminya yang seakan-akan miliki buah dada. Lucy juga menyampaikan kalau perut saya tidak gendut, seperti peminum minuman keras.

Sesudah saya buka kaos saya sendiri, dengan selekasnya Lucy mulai kecupan kecil di daerah dada saya serta adakalanya menjilatinya, sedang tangannya menuju pada kemaluan saya serta seperti mula-mula, dia memaju-mundurkan kemaluan saya. “Aaah.. aaah.. enak, Luc”, desahku kesenangan karna terkecuali dijilati atau dikecup, kemaluanku juga dikocok-kocok dengan pelan-pelan tetapi tentu. Seperti yang saya kerjakan pada badan Lucy, Lucy juga menjilati, mengecup serta mengisap semuanya area depan badanku serta makin lama lama makin lama ke bawah sampai pada akhirnya pada kemaluanku.

Ketika di kemaluanku, Lucy segera mengulumnya seolah-olah ingin menelan semuanya kemaluanku yang kurang lebih panjangnya 16-18 cm.. “Aaagghh.. aah.. eeenak, Luc! ” desahku agak keras tidak dapat menahan rasa nikmat yang saya rasakan saat Lucy memainkan lidahnya dibagian lubang kemaluanku. Tidak dapat saya ungkapkan kenikmatannya serta saya nyata-nyata nikmati apa yang saya rasakan.

Lama sekali Lucy mengisap, menjilat, mengulum serta memainkan kemaluan saya, dia juga menjilati lubang anal saya. Sampai selanjutnya terlintas dalam fikiran saya buat menuntaskan pemanasan ini serta mulai terkait sex.

Seperti yang Lucy kerjakan pada saya dengan mengangkat kepala saya dari kemaluannya, demikian halnya yang saya kerjakan buat hentikan kulumannya pada kemaluan saya. Saya angkat kepalanya serta saya dekatkan berwajah pada saya lantas menciumnya dengan kecupan-kecupan adakalanya menciumnya dengan sedikit memainkan lidah.

Saya juga membimbing Lucy buat tiduran di kasur dengan tempat kemampuanng. Sesudah saya berikan ciuman serta sedikit kecupan kecil pada bibirnya, saya memegang kemaluan saya serta mengarahkan pada liang senggamanya. Kedua kakinya yang sudah di buka olehnya buat saya lebih gampang buat memasukkan kemaluan saya. Sambil memasukkan kemaluan saya, saya simak raut muka Lucy. Dia terlihat mengejamkan ke-2 matanya sembari mendesah, “Ooohh.. eeemhhh.. ” lantas menahan nafas sesaat, sedang ke-2 tangannya memegang ke-2 pantat saya lantas mencekeramnya agak keras.

Sambil mengeluarmasukkan kemaluan saya ke kemaluan Lucy, saya menekuk ke-2 kakinya dengan ke-2 tangan saya hingga telapak kaki serta tulang keringnya terangkat. “Uuughh.. esshhh.. aaahh.. eenak.. sayang.. ” desah Lucy sembari pejamkan matanya. Saya juga mendesah kesenangan dengan keluar masuknya kemaluan saya didalam kemaluan Lucy. “Aaahh.. eeessh.. Luss.. eenak.. ”

Kurang lebih kami lakukan tempat itu sepanjang 5 menit, lantas saya angkat ke-2 kakinya hingga menekan kepalaku serta tetaplah mengeluarmasukkan kemaluanku. Serta saya tidak paham berapakah lama saya serta Lucy lakukan tempat ini sampai pada akhirnya Lucy menarik saya buat mendekatkan kepala saya dengan kepalanya, lantas dia mendekap punggung saya dengan erat bahkan juga saya terasa begitu keras. Serta mendesah panjang, “Eeenghhh… eeesshhh.. eeenakk.. ”

Lantas Lucy hentikan sebentar serta keluarkan kemaluan saya dari kemaluannya. Ia lantas menungging serta saya kenal tujuannya serta tanpa ada diperintah olehnya, saya mengarahkan kemaluan saya buat kembali menghujam kemaluan Lucy. Sambil memegang ke-2 belah pantatnya area atas, saya tetaplah mengeluarmasukkan kemaluan saya serta adakalanya saya lihat reaksi Lucy yang mengangkat sedikit kepalanya ke atas serta adakalanya mengibaskan rambutnya sembari mendesah-desah kesenangan, “Aaaghh… eeesshh.. selalu sayang.. ”

Rasa-rasanya lama sekali lakukan hubungan sex, sampai saya terasa sedikit kelelahan demikian halnya Lucy, sampai saya putuskan buat percepat pergerakanku. Makin kupercepat kemaluanku didalam kemaluan Lucy. Dengan makin lama kupercepat pergerakanku, makin lama terdengar dengan terang nada gesekan pada kemaluan saya dengan kemaluannya yang sudah diulasi oleh cairan dari kemaluan Lucy. Saya juga adakalanya memegang payudaranya dengan terkadang meremasnya sebab saya rasa payudaranya juga akan naik turun serta menggantung karna tempatnya.

“Aaakhh.. enakk! ” desah Lucy sedikit teriak.

“Luc.. saya ingin keluar nich.. eeesshh.. ” desahku pada Lucy.

“Keluarin di dalam saja, Will.. eesshh.. ” jawabnya sembari mendesah.

Sampai pada akhirnya saya terasa kalau saya juga akan capai puncak, saya agak menunduk ikuti urutan Lucy yang menungging serta saya pegang ke-2 buah dadanya sembari sedikit meremas keduanya. “Uuugghh.. aaaggh.. eeenak Luss” teriakku agak keras dengan bersamaannya sperma saya yang keluar serta menyembur didalam kemaluan Lucy.

Setelah saya berdiam sesaat sehabis ejakulasi, saya mengeluarkan kemaluan saya serta saya tuntun badan Lucy utk membalik hingga kami bisa berpelukan. Sembari sama-sama memeluk, Lucy menuturkan kalau saya hebat serta dengan ijin saya, dia pingin bercerita ini pada kawannya. Saat itu, saya katakan kalau tak ada permasalahan misal dia pingin bercerita ini pada kawannya sebab (masa itu) saya fikir, Lucy bakalan tidak memperkenalkan kawannya itu pada saya.

Kami juga hening sesaat sembari tetaplah sama-sama berpelukan serta badan tetap dalam situasi telanjang bulat serta saya juga masih tetap bisa mencium bau parfum yang Lucy pakai. Dalam keheningan itu, terdengar dengan samar-samar lagu When You Said Nothing At All yang dibawakan oleh Ronan Keating dari pesawat TV yang ada. Kami juga dengan bertepatan tersentak serta pingin menyaksikan. Lantas kami sama-sama meregangkan pelukan kami, serta Lucy ambil remote Tv yang ada diatas meja dekatnya lantas menaikkan volume suaranya. Kemudian, Lucy mengajak saya utk berpelukan sekali lagi, sama-sama mendekap sekali lagi sembari nikmati lagu Ronan Keating itu.

Saya saksikan arloji, jam memberikan jam 12. 45 awal hari. Serta kami juga tertidur sampai kita berdua bangun bersama lebih kurang jam 07. 00 pagi, karna ada seberkas cahaya matahari.

Setelah mandi, pada akhirnya kita setuju utk keluar dari hotel itu serta Lucy mengantarkan saya pulang sampai dimuka tempat tinggal, kemudian dia juga akan kembali pada tempat tinggalnya cuma utk ganti baju serta diteruskan ke kantor.

Di dekat tempat tinggal, Lucy menuturkan kalau dia begitu bahagia serta pingin mengulang kembali apa yang berlangsung barusan malam serta dia keluarkan beberapa uang yang saya sangka cukup banyak buat saya. Katanya waktu itu, “Will.. ini untuk kamu.. siapa tau dapat bantu-bantu anda bila anda ingin beli suatu hal.. ” tapi belum juga usai penuturannya, saya jawab kalau saya tidak ingin terima uang sesen juga dari dia sebab apa-apa yang saya kerjakan yaitu karna atas basic gemar sama gemar serta saya juga menuturkan kalau saya juga akan terasa begitu terhina bila dia tetaplah memaksa saya utk terima uang itu.

Akhirnya dia mengalah serta kita terdiam sesaat serta dia ambil handphone-nya serta menuturkan kalau itu yaitu pemberian dari dia bukanlah balasan atas yang saya kerjakan, dia juga menerangkan supaya dia bisa menghubungi saya. Setelah saya fikir-pikir sembari dia tetaplah mengharapkan supaya saya terima itu, pada akhirnya saya ingin juga karna saya fikir handphone ini bakalan tidak selama-lamanya, saya bisa mengembalikannya satu waktu kelak.

Setelah tiba dirumah, saya juga memohon diri serta pernah memegang tangannya kalau apa yang dia rasakan pada saya serta dia, mungkin saja yang saya rasakan ketika itu.

Hari itu Lucy menelepon saya 2 x lewat handphone-nya, yang pertama menuturkan kalau dia telah tiba dirumah serta yang ke-2 yaitu dia telah ada di kantor.

Mulai sejak itu, Lucy tidak sempat menghubungi saya sekali lagi. Tadinya saya fikir kalau dia repot, serta saya juga sadar dengan urutan saya. Sampai pada akhirnya saya dihubungi seseorang wanita lewat handphone pemberian Lucy. Wanita itu menuturkan kalau Lucy sempat narasi semua mengenai hubungan saya dengan Lucy dari mulai mula sampai akhir, serta wanita ini menuturkan kalau dia pingin menuturkan suatu hal pada saya serta pingin ketemu dengan saya.

Sampai selanjutnya saya sepakat utk berjumpa tanggal 8 Desember di satu Mall. Dalam pertemuan itu, wanita itu yang seumur dengan Lucy yang mengakui jadi kawannya serta mengakui bernama Julliet ini menuturkan kalau ada pesan dari Lucy utk menuturkan yang sesungguhnya pada saya kalau Lucy sudah bertemumi serta telah 1. 5 th. belum juga dikarunia anak serta di sebutkan kalau suaminyalah yg tidak dapat berproduksi sebab Lucy dengan diam-diam telah memeriksa-dirinya tanpa ada sepengatahuan suaminya, serta pesan Lucy yang paling akhir yaitu dia mengemukakan keinginan maaf sebesar-besarnya buat saya sebab Lucy tidak akan berjumpa dengan saya sekali lagi. Julliet ini juga menuturkan kalau ia pingin lakukan hal yang sama dengan Lucy tapi bukanlah dengan maksud utk mempunyai anak sebab ia menuturkan kalau ia serta suaminya tanpa ada permasalahan dalam menghasilkan anak, yang jadi permasalahan yaitu suaminya yang sehabis usai hubungan sex, ia senantiasa segera meninggalkan Julliet tidur. “Jadi, misal Lucy hamil, ada peluang kalau itu yaitu benih saya”, fikirku.

Shares 0
3 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *