Bunga99 agen bola online
Cerita Tante Tante Lesbi

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Cerita Tante Tante Lesbi

Cerita Dewasa Indonesia | Cerita Panas | Cerita 18 Tahun | Cerita LendirCerita Tante Tante Lesbi – Ceritanya saya nemuin surat punya Saskia, rekan sekamarku saat saya sekali lagi bersih-bersih kamar. Saat saya baca, isi surat itu bener-bener buat saya berkeringat dingin. Surat itu dari Salma, seseorang janda muda yang tinggal dirumah induk. Serta berisi, Salma pingin ketemuan sama Saskia serta Salma pingin terkait tubuh dengan Saskia. What? Maksudnya, Saskia lesbian? Kritis! Jadi sampai kini saya sekamar dengan lesbi? Tapi mengapa Salma pingin tidur dengan Saskia ya? Apa dia juga lesbi?
“Aku tidak tahan sekali lagi, Sas. Telah lama hatiku kering, serta saya merindukan pelukan yang hangat serta mesra. Tapi, saya tidak mau ambillah kemungkinan. Jadi saya rasa saya ingin menuruti tawaranmu. Malam hari ini tempat tinggal induk sepi. Aku tunggulah kau di kamarku jam tujuh. ” Begitu penggalan surat Salma.

Cerita Tante Tante Lesbi

Jam tujuh kurang seperempat. Aku telah siap di kamar Bella, samping kamarnya Salma. Mujur, karna dua hari kemarin saat Bella akan pulang dia menitipkan kunci kamarnya ke saya. Selekasnya saya mencari tempat yang strategis buat ngintip situasi kamar Salma. Cocok! Ada lobang angin-angin yang menghubungkan kamar Bella serta kamar Salma. Serta dengan gampang serta terang saya dapat mengintip ke kamar Salma.

Salma tengah duduk menyisir rambutnya dimuka meja rias. Muka ayunya dihiasi dengan senyum. Matanya yang sayu berulang-kali memandangi jam dinding. Benar juga, kelihatannya Salma menunggu seorang. Jam tujuh kurang lima menit. Tok.. tok.. tok..
“Salma.. ini saya, Saskia. ”
Salma membukakan pintu kamarnya. Terlihat Saskia tersenyum manis sembari menegur,
“Hai! ”. Busyet! Seperti ngapel ke tempat tinggal pacar saja, batinku.

Saskia selekasnya masuk dengan mengunci pintu kamar. Dipandanginya muka Salma sebentar. Dibelainya muka halus Salma yang tanpa ada cacat. Tapi kelihatannya Salma telah tidak tahan sekali lagi. Selekasnya diburunya bibir Saskia. Ke-2 bibir yang saling kenakan lipstik itu sama-sama melumat serta mengisap. Dapat kubayangkan lidah-lidah mereka yang berlaga mengganas. Tangan-tangan mereka sama-sama meremas serta memeluk kepala pasangannya. Salma mengisap kuat-kuat bibir Saskia, serta Saskiapun membalasnya dengan menggigit bibir atas Salma.

Saskia selekasnya melepas daster yang dipakai Salma, serta selanjutnya kembali mereka bercumbu. Daster itu meluncur turun meninggalkan badan Salma yang saat ini tinggal berlapis BH serta CD tidak tebal. Begitu juga yang ditunaikan Salma. Dilepasnya tali kimono Saskia sampai terlihat badan Saskia yang berbalut lingerin hitam.

“Wah, bagus banget! ” seru Salma saat lihat lingerin yang dipakai Saskia. Bagus apaan! Menurutku lingerin itu menjijikkan. Warnanya hitam sekali lagi transparan, serta sekedar tutup payudara Saskia hingga diujung saja. Hingga ke-2 gumpalan payudara memiliki ukuran 36 itu seperti mau melompat keluar. Gunakan lingerin atau bugil, sepertinya sama juga.

“Aku mau cuma diriku yang kau puji sayang.. bukanlah lingerin ini. ” kata Saskia merajuk.
“Iya deh.. ” kata Salma kembali memburu bibir seksi Saskia.
Bibir mereka kembali bergumul. Tangan Saskia menyelinap masuk ke balik CD Salma. Perlahan diremasnya ke-2 pantat kenyal Salma.
“Aah.. ” desis Salma keenakan.
Saskia makin ganas meraba-raba Salma sampai selanjutnya melepas pengait BH Salma. Penutup dada Salma itu mengendor lantas terjatuh. Ciuman Saskia turun ke leher serta dada Salma. Tidak disia-siakannya tiap tiap inchi dada Salma yang mungil. Dicumbuinya penuh nafsu sampai ke perut lantas berhenti sebentar di pusarnya serta selanjutnya naik sekali lagi sampai kembali pada bibir Salma. Diperlakukan sesuai sama itu Salma mendesis-desis penuh birahi,
“Sass.. ashh.. ehmm.. ”.

Saskia mendorong Salma terlentang diatas kasur serta menindihnya. Ciuman Saskia kembali alami penurunan sampai ke dada Salma. Diciuminya ke-2 bongkahan gunung kembar Salma yang telah menegang. Putingnya berwarna kecoklatan menantang. Tanpa ada malu ladi dimasukkannya salah satunya puting itu kedalam mulutnya.

“Uagghh.. Sas.. ahh.. selalu.. say.. ” gumam Salma meremas rambut Saskia yang cepak.
Saskia meremas-remas buah dada yang belum lama dikulumnya itu. Serta sekali-kali diplintirnya putingnya sampai buat Salma bergelinjangan. Serta selanjutnya dihisapnya kuat-kuat. Tengah telapak tangan kirinya menghimpit kemaluan Salma yang masih tetap di lapis oleh CD.
“Saskiaa.. ” teriak Salma menghentak-hentak keasyikan.

“Hmm.. ehm.. ” gumam Saskia keenakan. Tidak dipedulikannya erangan Salma. Ke-2 bukit kembar Salma digarapnya bertukaran. Dikenyot-kenyotnya payudara Salma yang telah bengkak benar seperti bayi yang sangat kehausan. Salma yang telah lama tidak rasakan kesenangan itu seperti menikmatinya dengan sepenuh hati.

Kupalingkan muka sesaat, karna tidak tahan dengan libidoku sendiri yang mulai terbakar. Keringat dingin yang menetes di dahiku. Tapi saya selekasnya kembali ikuti permainan itu, tidak mau rasa-rasanya ketinggalan sedetik saja.

Saskia selekasnya turun hanya satu CD yang menempel di badan Salma yang terlentang di ranjang sampai janda muda itu seperti bayi yang baru terlahir. Kemudian Saskia berdiri didepan Salma yang mengerang pasrah.
“It’s show time. ” kata Saskia.

Salma terdiam memandangi Saskia yang mulai menanggalkan lingerinnya. Kain tidak tebal itu meluncur turun meninggalkan badan Saskia yang bugil keseluruhan. Nampaklah dada Saskia yang membusung bengkak menggemaskan, juga bukit kemaluannya yang licin tanpa ada bulu. Saskia mulai meremas-remas buah dadanya sendiri, menghidupkan gairah Salma sampai pada titik puncaknya. Diremasnya ke-2 payudaranya dengan pergerakan memutar sampai ke-2 gunung kembar itu bergoyang-goyang menantang. Serta seperti iklan sabun Saskia membelai badannya sendiri, dari dada.. perut.. sampai kemaluannya yang gundul. Badannya meliuk-liuk lantas menungging membelakangi Salma serta menunjukkan kesekalan bokongnya selanjutnya mengungkap lorong kecil yang merah merekah. Terlihat liang kawin Saskia yang berlumuran lendir putih kental. Saskia memasukkan jemari telunjuknya kedalam liang kawin itu. “Aagh.. ” desah Saskia perlahan. Lalu ditariknya telunjuk yang sudah basah itu. Kemudian dijilatnya dengan mata sayu memandang Salma. Oh, Batara Saat.. jangankan Salma, akupun berasa terbakar gairah.

Salma selekasnya memburu Saskia. Dalam kondisi berdiri diterkamnya ke-2 payudara Saskia dengan bertukaran sedang tangannya mengerayangi tiap tiap lekuk kemaluan Saskia yang sudah basah benar. “Sall.. ough.. ” desah Saskia sembari mendekap kepala Salma erat. Dengan buas Salma lakukan pembalasan atas semuanya lumatan Saskia.
“Aaagghh.. ” pekik Saskia saat Salma mengisap puting payudaranya sekuat tenaga.

Saskia berkelojotan ambruk di kasur. Salma menindihnya serta selalu melumat buah dada Saskia yang seperti ingin meledak. Ke-2 kaki Saskia menyilang seperti mengunci badan Salma. Jemari Salma kembali beroperasi di kira-kira kemaluan Saskia.
“Sal.. mari.. tambahkan Sal.. aghh.. ” tutur Saskia sembari mengacung-acungkan sebatang dildo pada Salma. Salma tahu apa yang Saskia ingin. Jadi Salmapun selekasnya memasukkan dildo itu perlahan pada memek Saskia.

“Ee.. eghh.. ehh.. ” Saskia mengedan sebentar lantas, krak! kelihatannya selaput dara Saskia makin sobek karena sangat kerasnya sodokan Salma.
“Aagh.. brengsek..! ” pekik Saskia saat Salma menghunjamkan dildo itu semuanya kedalam memek Saskia. Agak sakit mungkin saja, karna terlebih dulu Saskia tetap mengerjakannya dengan perlahan serta tidak sepenuh itu. Tapi sodokan yang keras serta cepat itu memberi kesenangan yang belum juga sempat Saskia rasakan.

“Tenanglah Sas.. kelak pastinya enak.. ” kata Salma sambil menggoyang-goyangkan batang dildo yang tinggal dua senti itu. Serta benar saja, badan Saskia terguncang-guncang nikmat. Peluh membanjir di semua badannya yang terkulai lemas. Kelincahan tangan-tangan Salma yang menggoyang badannya sembari selalu meremas-remas payudaranya buat Saskia tidak tahan sekali lagi.
“Sal.. saya keluar nih.. eghh.. ” Saskia mengedan sebentar lantas terkapar lemas.

Salma selekasnya menarik dildo dari memek Saskia. Dildo itu berlumuran cairan kawin Saskia yang membanjir. Salma berbaring di samping Saskia dengan muka kecewa.
“Makasih ya, Sal. Aku senang banget. ” kata Saskia
“Sas, anda curang. Aku kan belum juga usai. ” tutur Salma jengkel.
“Iya, tunggulah sebentar say.. agar saya sembuhkan tenaga. ” jawab Saskia membelai muka Salma.

Salma cuma diam, tapi roman mukanya kurang sedap. Karna berasa tidak enak hati, jadi Saskia kembali membelai-belai payudara Salma. Salma melihat Saskia degan mata sayu, selanjutnya di belainya kemaluan Saskia yang masih tetap basah.
“Hik.. kik.. ” Saskia mengikik kegelian tengah Salma tersenyum-senyum nikmati rasa dingin yang menyiram badannya yang diakibatkan dari gelitikan jemari Saskia di ke-2 puting susunya. Saskia mencapai batang dildo yang tergeletak tidak jauh darinya lantas menyodorkannya ke muka Salma.
“Ayo jilatlah sayang.. ” bisik Saskia.

Meskipun sedikit jijik, Salma menuruti hasrat Saskia. Dijilatinya ujung dildo yang masih tetap basah oleh lendir kawin Saskia itu. Fikiran Salma melayang-layang pada Bas, bekas suaminya. Jadi dengan ganas dijilatinya ujung dildo itu seperti menjilati penis Bas yang gemilang besarnya. Meskipun belum juga sempat mengerjakannya terlebih dulu, tapi kelihatannya Salma sangatlah menikmatinya. Terlebih jemari Saskia mengutak-atik isi kemaluannya. Menyusuri lorong sempit diantara rimbunan belantara serta menyentil-nyentil daging kecil yang tumbuh di antara goanya.

“Ough.. Saskii.. ” Salma menumbruk Saskia dengan liar. Namun Saskia lebih cepat membantingnya, sampai tempatnya kembali ada dibawah kendali Saskia. Saskia selekasnya ambil tempat 69.
“Ayo Sall.. anda makan bagianmu, serta saya makan bagianku yach.. ”
Terhampar dimuka Saskia sebidang rimba nan lebat yang sudah basah serta becek. Jemari Saskia turut menolong mengungkap belukar basah itu. Lidahnya menjulur melewati semak belukar sampai masuk ke mulut goa. Lidah itu menyusuri goa itu sampai selanjutnya menjilati ujung daging kecil yang tersembul merah serta kenyal. Dihisapnya sampai daging kecil itu mengembang sampai buat Salma yang repot dengan vagina Saskia mendengking tertahan,
“Achh.. ehmm.. eennaakk.. ”

Tidak tahan dengan rangsangan Saskia yang saat dasyat, Salma menggigit-gigit kecil vagina mayora Saskia. Saskia juga mendengking perlahan-lahan,
“Ough.. Sal.. sakit.. ”
Serta dengan bertepatan badan keduanya menegang serta..
“Uachg..! ” Suurr.. lendir-lendir kesenangan mereka mengalir dengan deras. Salma merintih dalam nikmat. Lalu keduanya sama-sama menjilat semua cairan kental itu sampai tandas. Rasa nikmat yang terwujud seolah turut merasa olehku. Akupun berasa ada cairan basah yang menetes dari kemaluanku.

“Saski.. mari tambahkan penisnya.. sebelum saat saya keluar.. ” perintah Salma. Saskiapun selekasnya mencapai dildo serta membenamkannya kedalam memek Salma. Namun memek Salma tidak selebar punya Saskia, sampai Saskia mesti perlahan menyodokkannya.
“Engh.. selalu Sass.. ” pekik Salma yang terdiam nikmati sodokan Saskia.
Perlahan-lahan batang dildo itu amblas dikonsumsi oleh memek Salma. Janda itu menangis rasakan kesenangan yang lama tidak terasakan itu. Saskia bangkit serta selekasnya mengocok dildo yang bersarang di memek Salma. Pergerakannya yang ritmis buat Salma terantuk-antuk. Ranjang itu berdecit-decit seolah bersorak atas rasa senang yang dirasa oleh Salma. Serta untuk ke-2 kalinya Salma alami orgasme yang enaknya tidak ada tara.

Aku berpaling serta menjauh dari lubang pengintipanku itu saat Salma menangis bahagia. Serta Saskia memeluknya mesra seraya berkata, “Salma, mulai saat ini akulah milikmu. Kau tidak sendiri sekali lagi karna saya mau tetap sayang kepadamu. Maukah kau jadi kekasihku, Salma? ” Serta Salma juga menangis di pelukan Saskia.

Kubasuh peluh yang mengalir di keningku dan airmata yang membasah di pipiku. Akupun selekasnya meningalkan kamar Bella. Malam itu di kamar Salma, saya merasa pengalaman yang tidak mungkin saja terlupakan.

Baca Juga : Nafsu Besar Ibu Teman Ku

Artikel Menarik Lain

Shares 0
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *