Bunga99 agen bola online
Cewek Bispak SMP

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Cewek Bispak SMP

Cerita Dewasa Indonesia | Cerita Panas | Cerita 18 Tahun | Cerita LendirCewek Bispak SMP – Kisah ini berlangsung kala aq masih tetap duduk di kelas SMP. Di kelasku ada cewek namanya Susi, anak ini benar-benar populer genit. Walau sebenarnya sesungguhnya orangnya biasa2 saja tidak sangat istimewa tapi karna sifatnya yang ramah serta gampangan itu yang buat dia banyak dikerubutin rekan2 cowok termasuk juga aq. Di antara demikian banyak cowok ada satu yang paling getol dekat2 ma Susi, namanya Rudi. Setiap saat aq lihat Rudi mendekati Susi jadi tangannya gk jauh2 dari meraba pantat atau toked Susi.

Cewek Bispak SMP

Sempat satu kala kala pelajaran Kesenian, Susi yang duduk sendirian karna rekan satu mejanya tak datang geser tempat duduk ke tempat Rudi yang benar-benar duduk sendirian dibarisan paling belakang pojok, bersebelahan dengan mejaku.

Awalnya aq gk sangat pedulian, paling juga si Rudi ngucek2 payudaranya si Susi. Tapi kala aq ngelirik, aq kaget 1/2 mati. tongkol si Rudi telah keluar dari celananya serta lagi tengah dikocok2 ma Susi! Rudi menyeringai bangga lihat ke arahku. Sementara Susi cuma tersenyum2 genit saja lihat aq yang terpelongo.

Sembari nikmati kocokan Susi tangan kiri Rudi asyik meremas2 payudara kanan Susi, untuk menutupi pandangan guru dari depan Rudi berencana menyimpan buku bacaan kesenian di muka Susi lewat cara di dirikan jadi seolah2 mereka berdua lagi tengah membaca buku itu.
Beberapa menit lalu kulihat peju Rudi menyembur keluar, Susi lalu mengelap tangannya yg belepotan peju Rudi ke celana Rudi. Meilhat itu aq juga jadi kepingin. Aq selekasnya berikan kode sama Rudi untuk gantian, kamipun bertukar urutan.
“Si, aq juga donk.. ” pintaku sesudah duduk di sebelahnya,
“Paan? ” tanyanya pura2 gk tau. “Kocokin tongkol aq” ujarku, Susi mencibir kearahku, “Gak mau” tolaknya. bangs*tnya ni fikirku, gk tau orang dah konak juga. Sementara di meja sebelahku, si Rudi cekikikan melihatku, rekan semejaku juga ngintip2 sembari tersenyum2 mupeng. Tentu mintak area juga tuch.
Karna telah gk tahan menahan birahi, sembari lihat kedepan pelan2 aq turunkan resleting celanaku, tapi sulit juga ngeluarin si tongkol yang telah jegang dari barusan dalam urutan duduk gini. Ku longgarkan sedikit ikat pinggangku serta ku bebaskan kait kancing celanaku baru kurogoh tongkolku mengeluarkannya, demikian tongkolku keluar dari celana segera keraih tangan kanan Susi, ku tujukan ke batang tongkolku.
“kocokla cepat.. ” bisikku, tangan Susi yang lembut serta halus lalu memegang batang tongkolku serta mulai mengocok2nya buat aq tertunduk keenakan.
“enak ya..? ” bisik Susi, “anjeng, enak kali” balasku berbisik. Berkali2 aq keluarkan nafas keras kala kulit tangan Susi yang lembut menggesek2 kepala tongkolku.
Sesekali aq melirik ke arah Rudi serta rekanku yg tertawa2 kecil lihat aq sekali lagi dikocokin ma Susi, rekan semejaku berkali2 berikan kode mintak giliran yang dibalas dengan Susi leletan lidahnya. Asli mupeng dia, ditambah lagi kala aq dengan berencana meremas2 payudara Susi sembari melirik menghina ke rekanku itu.
Beberapa menit lalu pejuku pada akhirnya muncrat keluar dibarengi rasa nikmat tidak ada tara, sebisa-bisanya aq menahan tidak untuk mengerang. Kututupi wajahku dengan ke-2 tanganku menahankan rasa nikmat di tongkolku.
Susi mengangkat tangannya memberikan jari2 tangannya yang belepotan pejuku, berwajah memberikan ekspresi jijik. Lalu seperti barusan dia mengelapkan tangannya ke celanaku.
Karna berasa masih tetap ada bau2 pejunya, Susi permisi ke wc. Gk lama rekan sebangkuku turut permisi keluar. Aq kembali geser ke mejaku sesaat Rudi duduk di bangku sebelahku.
Tapi ko lama kali ya..?? “jangan2 mereka maen di wc” terka Rudi. Aq manggut2 mengiyakan. Ampe perubahan jam pelajaran (kira2 15 menit lebih) baru mereka kembali, ku saksikan rekan aq itu tersenyum bahagia. Sementara Susi kembali pada bangkunya, bukanlah ditempat Rudi sekali lagi.
Langsung kucecar rekan ku dengan pertanyaan2, ngapain saja kalian? Rekanku narasi demikian dikamar mandi, dia segera meluk Susi. Sembari berciuman rekanku meremas2 payudara Susi lantas dia memohon Susi untuk mengisap tongkolnya, Susi ok-ok saja mengisap tongkol rekanku itu, sekali lagi juga umumnya kamar mandi cocok jam pelajaran masih tetap berjalan benar-benar termasuk sepi kuadrat.
Eh cocok sekali lagi asyik2an demikian tiba2 masuk cowok dari kelas sisi, telah dapat ketebak cowok itupun mintak area. Terpaksa Susi ngelayani dua tongkol sekalian. Sepikan bukanlah artinya gk ada yang datang, sebagian menit lalu datang dua orang cowok, anak kelas 2. lihat Susi yang sekali lagi jongkok sembari ngisapin tongkol kami, mereka juga dengan sabar ngantri mintak disepong juga.
Sesudah semuanya ngecrot baru Susi serta rekan aq itu kembali pada kelas. Aq jadi geleng2 mendengar narasi rekan aq itu, jontor deh tuch bibir nyepong 4 batang sekaligus…

Beda saat ada sekali lagi narasi kala aq, Rudi serta Susi tergabung dalam satu pekerjaan group yg didapatkan dari guru bhs inggris kami. Terkecuali kami bertiga ada empat orang sekali lagi, dua wanita dua laki2. Jadi totalnya kami bertujuh. Kami mengambil keputusan kerjakan pekerjaan group itu pada hari minggu dirumah Susi.
Jadi demikianlah pada hari minggu yang dijanjikan kami berkumpul dirumah Susi, kami kerjakan pekerjaan itu di ruangan tamunya. Awalnya sich biasa2 saja, terkecuali karna ada cewek beda juga karna orangtua Susi masih tetap ada dirumah.
Situasi mulai beralih kala orangtua Susi keluar untuk menghadiri satu pesta pernikahan, tangan Rudi mulai gatal meraba2 badan Susi buat Susi repot menepis tangan jahil Rudi. Jadinya jadi gk kerjakan pekerjaan group sekali lagi tapi mule cerita2 jorok yang menghidupkan gairah.
“Sil telah sempat simak tongkol gk? ” bertanya Rudi ma Silvia diantara rekan cewek dalam group kami. Nih anak memang gk ada otaknya. Silvia yang mendengar pertanyaan Rudi jadi merah padam mukanya, mulutnya segera memperlancar cacian sama Rudi buat kami tertawa2.
“gitu saja berang, Sil, Susi saja tenang2 saja klo simak tongkol, ya kan Si” Amir ikut2 nimbrung sembari ngelirik genit sama Susi, Susi cuma mencibir menyikapi godaan Amir.
“ngomong2 tongkol kelen, jenis yg besar saja tongkol kelen” Wita kesempatan ini yang mulai bicara, nih anak mang rada berani dibandingin Silvia.
“eh, mo simak ko tongkol aq…? ” tanyak Rudi semangat sembari berdiri memperlihatkan celananya yang menggembung di sisi selangkangan. Tingkahnya buat beberapa cewek2 itu terpekik2 sembari cekikikan, Susi yang pas ada di samping Rudi tiba2 memukul selangkangan Rudi buat dia terpekik kesakitan yang diterima gelak tawa kami semuanya.
Gk sadar telah nyaris tiga jam juga kami dirumah Susi, pada akhirnya kami mengambil keputusan meneruskan sekali lagi pelaksanaan pekerjaan group itu Senin besok. Wita serta Silvia pulang dengan diantar Amir serta Joko sesaat aq serta Rudi tetaplah tinggal. Aq telah menebak apa yang ada pada fikiran Rudi, demikian mereka berempat meninggalkan tempat tinggal Susi, Rudi segera memperlancar serangan2nnya.
Entah siapa yang bernafsu duluan keduanya telah bergumul sama-sama peluk serta cium meremehkan aq yang terbengong2 lihat kesibukan mereka berdua. Dengan ganas tangan Rudi meremas2 payudara Susi sesaat tangan Susi meraba2 selangkangan Rudi. Gk pengen ketinggal aq segera duduk selain kiri Susi serta ikut2an meremas2 payudara kirinya. Susi melewatkan ciumannya dari Rudi gantian menciumi bibirku yang kubalas dengan penuh nafsu. Aq menggeliat nikmat kala jari2 Susi meremas selangkanganku sesaat selain kanan Susi Rudi memelorotkan celananya sekalian celana dalamnya sampai tongkolnya yang tegang nampak menjulang.
Rudi selekasnya menggapai tangan Susi serta mengarahkannya ke tongkolnya, Susi melewatkan ciumannya dariku serta lihat ke arah tongkol Rudi lalu mulai mengocok2nya buat badan Rudi jadi kejang2. Aq ikut2an melepasi celanaku sampai tongkolku dengan leluasa tegak dengan gagah.
Aq berdiri selain Susi sembari menggapai kepala Susi serta menariknya ke arah tongkolku, tahu kemauanku Susi segera buka mulutnya lebar2 membiarkan batang tongkolku masuk kedalam mulutnya, demikian tongkolku masuk segera dia mengisapnya buat aq mendesis keenakan.
“tongkol! Kau pulak yang duluan di sepong! ” maki Rudi, “salah sendiri lah” jawabku penuh kemenangan. Kugerakkan pinggulku seolah2 lagi tengah mengent*ti mulut Susi sembari mendesah2 keras memanas2i Rudi sesaat Susi makin lama aktip mengisap2 tongkolku.
Panas lihat aq yang disepong Susi, tangan Rudi kelayapan menambah rok terusan Susi ke atas sampai pahanya yang mulus terbuka hingga nampak pangkal paha Susi yang terbalut celana dalam warna pink.
Rudi menggesek2kan telunjuknya ke selangkangan Susi buat Susi keluarkan suara2 mengeram sembari selalu mengisap2 tongkolku. Celana dalamnya nampak basah oleh rembesan cairan vaginanya.
“Si buka sempak kau, si Martin pengen simak pepek kau” kata Rudi sembari tangannya mengusahakan memelorotkan celana dalam Susi, Susi agak menambah pantatnya supaya celana dalamnya dengan gampang bisa dipeloroti Rudi ke bawah.
Mataku tidak terlepas melihat pepek Susi yang ditumbuhi bulu2 halus, demikian pepek Susi terbuka jari2 Rudi segera bermain di celah pepek Susi buat Susi mendengus2 rasakan kesenangan. Badannya menggeliat2 rasakan gesekan2 jari Rudi di celah pepeknya.
Tanpa ada sadar aq makin lama dalam menyodokkan tongkolku didalam mulut Susi, berkali2 Susi keluarkan nada tersedak serta mengusahakan melewatkan tongkolku dari dalam mulutnya tapi karna aq sudah dikuasai nafsu birahi jadi makin lama kasar menggoyang2kan pinggulku mengent*ti mulut Susi sembari tanganku memegang kepala Susi jauhi dia melewatkan tongkolku. Susi telah gk sekali lagi mengisap tongkolku cuma membiarkan saja tongkolku penuhi rongga mulutnya bergerak leluasa.
“ayo tin terus” tutur Rudi sembari berikan semangat sembari tangannya juga secara cepat menggesek2 pepek Susi buat Susi makin lama keras mengerang2.
“aq mo keluaaarrrr…” jeritku, dengan sulit payah Susi menghindari kepalanya dari tongkolku, pas kala dia berhasil keluarkan tongkolku dari dalam mulutnya, maniku muncrat keluar dengan perasaan nikmat tidak ada tara.
Susi memiawik kecil kala maniku menyembur ke berwajah, aq dengan berencana mengarahkan ujung tongkolku ke berwajah sampai maniku muncrat di muka Susi. Maniku yang kental serta berwarna putih itu melekat di sekitar muka Susi.
“martin jahat, maninya ditembakkan ke muka Susi” rungut Susi manja, dengan perasaan capek aq duduk selain Susi lihat dengan takjub maniku meleleh di lebih kurang muka Susi beberapa menetes ke baju kaosnya.
“memang ni, gk usah kasih sekali lagi Si” Rudi ngompor2in, tentu telah mupeng dia. “dah buka saja Si pakaiannya, telah kenak mani si martin gitu” tutur Rudi, “alah ingin saja bilang” cibir Susi tapi dia pengen juga buka pakaiannya.
Saat ini telah benar2 bugil, tongkolku yang awal mulanya layu mulai bangkit kembali lihat badan telanjang Susi, “kelen juga la buka baju masak aq aja” tutur Susi, tanpa ada disuruh 2 x Rudi selekasnya melepaskan bajunya dibarengi oleh aq.
Saat ini kami bertiga telah bugi, aq serta Rudi selekasnya mencaplok masing2 payudara Susi yang cukup besar itu buat Susi tertawa geli terima rangsangan dari kami. Ini pertama kalinya aq mengisap pentil wanita.
Rudi lalu merebahkan badan Susi di sofa dengan kepalanya berbantalkan pahaku sampai berwajah pas di muka tongkolku yang mulai tegak sekali lagi. Aq terbengong2 lihat Rudi ambil urutan di tengah2 pangkal paha Susi, tongkolnya yang tegang pas ada di celah pepek Susi.
“ko mo ngent*ti dia?? ” tanyaku terheran2, “memang mengapa? ” bertanya Rudi, sesaat Susi memandangku dengan ekspresi heran, “nanti dia gk perawan lagi” ujarku lugu. Mereka berdua tertawa geli mendengar ucapanku.
“Martin tenang saja, nantik setelah Rudi, Martin bisa ngent*ti Susi” tutur Susi sembari menggesek2kan pipinya di batang tongkolku. Sementara Rudi kembali meneruskan tujuannya mengent*ti Susi.
Terdengar pekik Susi kala batang tongkol Rudi menerobos masuk dalam pepeknya, gak tahu karna telah dari barusan nahan nafsunya, Rudi secara cepat menjurus kasar menyodok2kan batang tongkolnya didalam pepek Susi buat Susi makin lama memiawik2 menahankan serangan2 Rudi.
“enak kali pepek kauuu siii…. ”ceracau Rudi meningkahi pekikan Susi, sesaat aq cuma dapat diam saja memirsa mereka berdua ngent*t dengan liarnya. tongkolku saat ini telah benar2 ngaceng sekali lagi.
Badan Susi terguncang2 bersamaan hunjaman tongkol Rudi didalam pepeknya, teteknya yang bulat turut bergoyang2 membuatku jadi gemas meremas2nya.
“Ahhh….. uunnnngghhhh…. pelaaaaaannnn… pelaaaaannnn diiiiiiiiii…. ”pekik Susi, tapi Rudi gak membuat perubahan tempo genjotannya jadi makin lama cepat menggoyang2kan badannya. Badan mereka berdua mulai dibanjiri oleh keringat.
“ungh…ungh…”dengus Rudi, yang dibalas dengan pekikkan terputus2 Susi. Entah berapakah lama tiba2 Rudi mencabut tongkolnya dari dalam pepek Susi serta mengocok2kan batang tongkolnya di muka perut Susi. Gk berapakah lama tongkolnya memuntahkan mani yang cukup banyak. Maninya muncrat diperut bahkan juga hingga ke payudara Susi.
“aduh enak kali.. ” desis Rudi, sesaat Susi pejamkan matanya dengan dadanya yang turun naik seolah2 barusan lari jauh. Badannya yang mungil nampak mengkilat oleh keringatnya.
Demikian Rudi bangkit dari badan Susi, aq selekasnya menukar urutannya. Dengan tak sabar menusukkan batang tongkolku ke celah pepek Susi tanpa ada memperdulikan mani Rudi di badan Susi.
Tapi berkali2 kutusukkan ko gk masuk2 ya??? Ini benar-benar pertama kalinya aq mengent*t dengan wanita. Sadar ketidak tahuanku, sembari memegang batang tongkolku dia mengarahkan arah tusukanku, “dibawah sini” bisiknya masih tetap dengan nafas yang tersengal2.
Lobang pepknya mengalirkan cairan lendir yang buat permukaan pepeknya merasa licin. Aq terpejam nikmat rasakan saat kali pertama tongkolku masuk ke lobang pepek wanita, aq mengusahakan mengocokkan batang tongkolku di pepeknya tapi berkali2 tongkolku keluar sekali lagi dari pepek Susi. Lihat itu Rudi jadi tertawa2, “jangan panjang2 ko nareknya bodoh” tutur Rudi.
“baru pertama ya tin? ” Susi ikut2an bertemura buat jadi panas. Sesudah agak lama pada akhirnya punya kebiasaan juga aq menyodok2kan tongkolku didalam pepek Susi. Lain dengan Rudi dengan ku Susi cuma keluarkan nada mendesah2 kecil saja.
Walaupun barusan baru keluarkan tapi karna ini sensasi pertama ku mengent*ti cewek, gk lama kurasakan maniku dapat muncrat. Aq semakin percepat goyanganku, berkali2 tongkolku keluar dari pepek Susi tapi secara cepat ku masukan sekali lagi serta ku kocok sekali lagi.
“Tin klo mo nembak janganlah di dalam” tutur Rudi mengingatkan, badan Susi sendiri tampak semakin kaku. Pada akhirnya dengan perasaan nikmat tidak ada tara tongkolku utk ke dua kalinya keluarkan spermanya. Jika ini didalam pepek Susi, badan ku mengejang2 kaku memperoleh orgasme ke dua ku. Susi segera terpekik kaget mengerti aq menembak didalam vaginanya.
“wei tongkol, janganlah ko tembak didalamnya! ” maki Rudi, tapi aq yang sekali lagi dirundung kesenangan gk perduli sekalipun. Aq semakin menekankn dalam2 batang tongkolku didalam pepek Susi sesaat badan Susi yang tertekan badanku turut mengejang. Kepalanya menggeleng2 kiri serta kanan, kurasakan daging otot pepek Susi mencengkram erat batang tongkolku.
Ku rasa pepek Susi semakin penuh serta sempit, oleh maniku, lendirnya juga karna kontraksi otot pepeknya.
Lima menit lalu kami uda kenakan pakaian kembali, sesaat Susi ke kamar mandi. Baru lalu kami berpamitan pulang. Sepanjang satu bulan aq cemas2 Susi dapat hamil, terlebih setiap hari Rudi menakut2iku jika Susi hamil serta mintak pertanggung jawabanku. Tapi nyatanya apa yg ku cemaskan.kuatirkan tidak benar2 berlangsung.

Baca Juga :  Cerita Masa Lalu

Artikel Menarik Lain

Shares 0
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *