Bunga99 agen bola online
Cowok Maniak Seks

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Cowok Maniak Seks

Cerita Dewasa Indonesia | Cerita Panas | Cerita 18 Tahun | Cerita Lendir – Cowok Maniak Seks. Sebelumnya saya menginginkan mengatakan terima kasih pada beberapa netters yang sudah memberi respon serta komentar atas cerita-ceritaku terlebih dulu, serta akupun menginginkan memohon maaf karna tidak pernah membalas segala e-mail.

Cowok Maniak Seks

Ini yaitu narasi pengalamanku saat saya barusan jadi mahasiswi, saya kuliah di satu diantara perguruan tinggi swasta, di sana saya berteman dengan Wenny. Mahasiswi seangkatanku juga, orangnya biasa-biasa saja. Dengan tinggi 165/50, rambut hitam sebahu, kulit putih, ceria, serta rada sedikit tomboy dalam penampilannya, karna Wenny datang dari daerah, jadi dia kost tidak jauh dari universitas.

Sekian kali Wenny mengajakku untuk main ketempat kostnya, namun saya menampiknya dengan halus karna memanglah saya tidak pernah. Sampai siang hari itu selesai kuliah. Wenny kembali mengajakku untuk bermain ketempat kostnya, serta tak tahu mengapa. Hari itu saya mengiyakan ajakan Wenny itu, mungkin saja karna akupun tengah bete dirumah serta kebetulan juga saya tidak membawa mobil. Sehingga rada malas juga gunakan taxi, kamipun jalan dari universitas ke tempat kost Wenny. Tidak jauh sich. Tapi mesti melalui gang-gang sempit.

Akhirnya kami tiba di tempat kost Wenny, menurutku tempatnya tidaklah terlalu bagus karna cuma adalah bangunan semi permanen. Terbagi dalam sebagian kamar kost. Serta kamar Wenny terdapat dilantai dua dengan 3 kamar yang lain, tidaklah terlalu besar kamar Wenny itu. Serta didalam kamar cuma ada satu ranjang yang cukup untuk 2 orang. Satu almari busana, meja belajar, TV 14 inch, serta ada dvd dan stereo kaset, serta satu kipas angin yang saat dinyalakan. Cukup berisik suaranya.

Setiba didalam kamar Wenny, akupun segera duduk di tepian ranjang.

“Sorry Mbak. Kamarku berantakan” seru Wenny sambil buka almari bajunya.
“Ah. Lumayan juga Wen. Hanya rada panas yaa” jawabku.
“Memang. Panas banget. ” sahut Wenny.
“Sorry.. Saya ganti baju dahulu yaa” sambungnya sekali lagi.

Lantas Wenny membelakangiku. Melepas t-shirtnya. Lantas celana jeansnya. Terlihat bra serta CD Wenny yang berwarna hitam itu. Lantas Wenny melepas branya. Sehingga saya bisa lihat punggung Wenny yang mulus itu. Lantas ia kenakan dasternya. Warna merah dengan motif bunga, tanpa ada lengan namun cukup pendek menurutku. Karna saat Wenny membungkuk untuk ambil bra-nya yang terjatuh dilantai. Terlihat celana dalam Wenny dari belakang, selanjutnya Wenny menarik kursi serta duduk di hadapanku. Dengan ke dua kaki diangkat ketepian kursinya serta dalam tempat mengangkang, maka terlihat terang celana dalamnya itu, saya cuma tersenyum saja lihat itu.

“Sorry yaa.. Saya duduk begini” seru Wenny.
“Kita kan keduanya sama cewek. ” sambungnya sekali lagi.
“Enggak apa-apa kok wen” sahutku, lantas mataku tertuju ke satu bingkai photo yang terdapat di atas meja belajar Wenny.
“Foto siapa tuch wen? ” seruku, lantas Wenny ambil bingkai photo itu serta menyerahkan padaku.
“Cowokku” sahutnya.

Saya memerhatikan photo cowok Wenny itu, tidaklah terlalu ganteng. Bahkan juga rada berusia, kemarin.

“Namanya siapa wen? ” tanyaku.
“Mas Eko”
“Berapa umurnya? ”
“30 th… ” sahut Wenny.
“Kerja? ”
“Iya. Pegawai negeri”
“Sudah lama anda jalan sama dia? ”
“Baru satu tahun”
“Tinggal di mana.? ”
“Enggak jauh kok”
“Sering dong dia main kesini? ”
“Mhmm. Seringlah” sahut Wenny.

Akupun tersenyum sambil kembalikan photo itu pada Wenny, mendadak.. tok.. tok.. tok.. ada yang mengetuk pintu kamar.

“Wah usia panjang nih orang.. ” seru Wenny.

Lantas ia bangkit berdiri serta membukakan pintu, terlihat seseorang pria berdiri di ambang pintu. Nyatanya dia yaitu cowok Wenny itu.

“Hai Mas.. ” sambut Wenny manja sambil memeluk serta mengecup bibir Mas Eko
“Mas.. Kenalin rekanku. Nia” seru Wenny.

Akupun mengulurkan tanganku serta dijabat erat oleh Mas Eko, rada risih juga sich. Karna terlihat tatapan mata Mas Eko yang tajam..

“Eko.. ” sahutnya.

Lantas kami juga mengobrol bertiga didalam kamar itu, Eko serta Wenny duduk di tepian ranjang sesaat saya duduk dikursi, serta nyatanya Mas Eko itu enak di ajak bercakap. Orangnya humoris, cukup wibawa cuma saja matanya senantiasa mencuri-curi pandang ke arahku, hanya yang buat saya terasa risih. Melihat tabiat mereka. Karna seringkali Mas Eko dalam candanya memegang paha serta mencolek buah dada Wenny, sesaat Wenny cuma mengeliat saja tanpa ada usaha menghambatnya, bahkan juga saat Wenny tengah membungkuk untuk ambil handuk yang terjatuh dilantai. dengan seenaknya Mas Eko mengulurkan tangannya memegang selangkangan Wenny dari belakang.

“Auuh.. ” jerit Wenny.

Namun dia membiarkan tangan Mas Eko itu meraba selangkangannya dari belakang, lantas Wenny membalikkan badannya serta.

“Nakal yaa Mas. gak enak tuch di lihat Mbak Nia.. ” seru Wenny manja.
“Hehehe. ” Mas Eko cuma cengegesan saja.
“Oh iya. Mau pada minum apa nih? ” seru Wenny.
“Seperti biasalah” sahut Mas Eko.
“Mbak Nia.. Mau minum apa? ” tawar Wenny.
“Mhmm.. Teh botol saja deh” sahutku.

Lantas Wenny keluar kamar. Mungkin saja pengin pesan minum, saat ini tinggal saya serta Mas Eko dalam kamar itu. Mas Eko memandangiku selalu. Serta saya terasa risih dipandangin sekian.

“Sudah miliki pacar belum juga? ” tanyanya mendadak.
“Belum Mas.. ” sahutku polos.
“Kok cantik-cantik gini belum juga miliki pacar” serunya sekali lagi.
“Belum kepikiran Mas” sahutku diplomasi.

Lantas Wenny masuk kembali ke kamar, dia membawa minumanku, serta dua botol bir yang nyatanya untuk Mas Eko, gilaa. siang-siang panas gini minum bir. fikirku.

Lantas kami mengobrol sekali lagi. Serta sesudah kusadari 2 botol bir itu sudah habis.. Bahkan juga Mas Eko pesan sekali lagi. Sampai saya saksikan telah lima botol tergeletak dilantai, bukan hanya itu saja. Saya juga lihat Wenny ikutan juga minum bir itu. Saat ini Mas Eko lebih berani. Ia tidak sungkan-sungkan menepuk pahaku atau bahuku andaikata tengah bercakap, sesaat Wenny cuek saja lihat itu.

Mendekati sore. situasi dalam kamar itu jadi makin gerah bagiku, terkecuali udara yang memanglah panas. tabiat Mas Eko serta Wenny makin diluar kontrol saja. Mereka tidak sungkan-sungkan berciuman dihadapanku. Bahkan juga dalam candanya sekian kali Mas Eko meremas-remas buah dada Wenny sesaat Wenny membiarkan itu segala. Bahkan juga dia makin berlaku menantang.

“Mentang-mentang ada Mbak Nia. Beraninya cuma demikian saja” seru Wenny.

Merasa ditantang sekian. mendadak Mas Eko menerkam badan Wenny maka badan Wenny ada dibawahnya. Lantas dengan ganas Mas Eko menciumi bibir serta leher Wenny, Wenny cuma cekikikan saja. Sesaat saya. Saya terasa makin gerah saja, terlebih saat tangan Mas Eko dengan leluasanya meraba-raba paha Wenny sampai kepangkal pahanya.

“Ooohh.. Mas.. Uuhh.. ” rintih Wenny.

Akupun memalingkan wajahku. lihat ketempat beda. Risih.. Tapi saya penasaran.

“Aahh. Oohh” rintih Wenny sekali lagi.

Akupun selekasnya melirik serta yaa. ampunn.. Terlihat Mas Eko sudah melorotkan daster Wenny maka kelihatanlah ke dua buah dada Wenny itu yang segera diciumi dengan ganas oleh Mas Eko. Gilaa.. Apa yang mereka perbuat. Sesaat saya cuma duduk memirsa saja. Melihat keganasan Mas Eko serta mendengar rintihan-rintihan Wenny. Akupun mulai terangsang.

Mendadak Mas Eko hentikan ciumannya lantas ia melepas daster Wenny itu. Serta menarik terlepas celana dalam Wenny. Saat ini Wenny telah nyata-nyata telanjang bulat.

“Sabar Mas.. Sabar. Ada Mbak Nia loh” rintih Wenny.
“Biarin” sahut Mas Eko sambil selalu menciumi payudara Wenny, terlihat Mas Eko mulai menciumi perut Wenny. Selalu ke bawah serta selanjutnya berhenti di antara ke dua paha Wenny yang telah terpentang lebar itu.

“Aahh. Oohh. ” erang Wenny panjang sambil ke dua tangannya meremas-remas kepala Mas Eko.

Merinding saya lihat adegan itu. Tapi diam-diam saya rasakan CD-ku mulai basah, sekian kali saya menyedot teh botolku yang sebetulnya telah habis itu, lantas terlihat Mas Eko buka bajunya, singletnya, lantas celana panjangnya serta celana dalamnya. Sehingga terlihat batang kemaluan Mas Eko yang telah tegang mengeras itu. Lantas ia ambil tempat di antara ke dua paha Wenny.

“Ayo.. Mas.. Ayo. ” desah Wenny dengan mata 1/2 terpejam.
“Aaakk. Ohh. ” erang Wenny panjang.

Terlihat Mas Eko kembali menindih badan Wenny, saat ini saya jadi nyata-nyata salah tingkah. Tidak terbayangkan di muka mata kepalaku sendiri ada adegan begini. Jujur saja akupun mulai terangsang. Terlebih saat lihat pergerakan erotis pinggul Mas Eko yang naik turun itu. Sesaat Wenny cuma mengeliat-ngliat dengan nada rintihan nikmat keluar dari mulutnya.

Saya kelihatannya dipandang tak ada oleh mereka. Gilaa. Saya menginginkan keluar dari kamar itu, namun penasaran. Lantas terlihat Mas Eko menyuruh Wenny untuk menungging. Serta dengan tempat dog gaya.. kembali Mas Eko memasukkan batang kemaluannya ke vagina Wenny. Dari tempat ini saya bisa lihat batang kemaluan Mas Eko yang keluar-masuk liang kemaluan Wenny.

“Ooh. Selalu.. Mas.. Teruss.. Ahh” erang Wenny, Mas Eko terlihat bergerak seperti mesin saja gak capek-capek. Sesaat Wenny mengerang-ngerang keenakan. Ooohh. Pusing kepalaku lihat itu. Kemudian terlihat Mas Eko menjilat jari telunjuknya sendiri serta. Ditusukkannya telunjuknya itu ke lobang anus Wenny.

“Aaahh. Iyaa.. Iyaa.. Oohh” rintih Wenny sekali lagi.

Sekian kali saya menelan air liurku. Serta akupun mulai gelisah. mendadak..

“Aaaghhkk.. Saya keluar.. Saya keluar maass” Wenny mengerang panjang. Terlihat badan bergetar-getar.
“Cepat sekali kau keluar Wen. ” seru Mas Eko sambil mencabut batang kemaluannya.
“Ooh.. Enak.. Mass.. Enak.. ” desis Wenny.
“Dimasukin kesini yaa. ” seru Mas Eko sambil mencobloskan telunjuknya dalam-dalam ke lobang anus Wenny. Terlihat badan Wenny tersentak kedepan.
“Sudah.. Mas.. telah. janganlah. ” sahut Wenny sambil menjatuhkan badannya telungkup, terlihat batang kemaluan Mas Eko yang masihlah tegang menantang itu.
“Sama Mbak Nia saja Mass” seru Wenny sekali lagi..

Apa.. Saya terperanjat mendengar itu, telah hilang ingatan.. kawanku ini. Seruku dalam hati. Serta benar saja. Mas Eko melihat ke arahku. Saya jadi salah tingkah.

“Hehehe. Ayo Nia. Ikutan”

Serunya sambil cengegesan. Saya cuma diam saja sambil mengusahakan kuasai diri. Lantas Mas Eko turun dari ranjang serta jalan ke arahku. Berdegup keras jantungku.. Untuk lihat batang kemaluan Mas Eko yg terayun-ayun.. Mendekat ke arahku.

“Tidak Mas. Terima kasih” sahutku sambil mengusahakan tersenyum.
“Aahh. Ayolah” seru Mas Eko.
Sambil mengarahkan batang kemaluannya ke mukaku. Gilaa. Jujur.. pas itu saya masih tetap virgin. Belum juga sempat disentuh lelaki. Serta saat ini.. di hadapanku terlihat batang kemaluan Mas Eko yg besar itu serta. adegan barusan. buat fikiranku kacau. Mendadak Mas Eko memegang kepalaku serta menghimpit kepalaku ke arah batang kemaluannya hingga badanku rada membungkuk kedepan. Haa. Gilaa. Namun. Selekasnya saja tercium aroma batang kemaluan Mas Eko itu bercampur dengan aroma vagina Wenny. Saya cuma diam saja disaat kepala penis Mas Eko menyentuh pipiku. Lantas Mas Eko menggosokian kepala penisnya itu ke bibirku. Saya tidak paham mesti melakukan hal apa. Namun disisi beda akupun menginginkan. Oohh. Tanpa ada sadar saya menjulurkan lidahku sampai menyentuh ujung batang kemaluan Mas Eko.. Aahh.. Merasa asin.

“Yaa.. Benar Nia.. Jilatin. Yaa.. Demikian. ” seru Mas Eko.

Ketika saya mulai menjilati kepala batang kemaluannya. Lantas.

“Buka mulut anda Nia. Hisap.. Hisapin Nia.. ” seru Mas Eko sekali lagi.

Tak tahu mengapa saya menurut saja. Akupun buka mulutku serta membiarkan batang kemaluan Mas Eko masuk. Namun saya tidak paham mesti melakukan hal apa selanjutnya.

“Dikulum.. Nia.. Dikulum.. ” seru Mas Eko sekali lagi.

Akupun menurut. Kukulum batang kemaluan Mas Eko itu. Serta itu buat Mas Eko kekenakan.

“Aahh.. Yaa.. Demikian.. ” erangnya.

Serta perlahan dia mengerakkan pinggulnya maju mundur. Hingga batang kemaluannya juga keluar-masuk mulutku. Lama kelamaan. Akupun mulai nikmati itu. Serta membiarkan tangan Mas Eko menarik t-shirtku sampai lepas. Lantas ia melepas bra ku serta melemparnya. Hingga terlihat payudaraku yg selekasnya diremas-remas oleh ke-2 tangan Mas Eko. Saat ini saya jadi pasrah.. Serta seperti robot saja saya menurut disaat diminta berdiri serta Mas Eko melepas celana jeansku. Lantas melorotkan celana dalamku. Sampai pada akhirnya saya berdiri saling bugil di depan Mas Eko. Lantas Mas Eko selekasnya melumat bibirku. Saya juga membiarkan lidah Mas Eko menari-nari didalam mulutku..

“Ooh.. Aahh.. ” saya mendesah nikmat. Membiarkan Mas Eko menciumi serta menjilati leherku serta selalu turun ke dada serta saya mengigil hebat disaat ke-2 puting payudaraku dihisap-hisap oleh Mas Eko berpindahan.

“Ooh.. Aakk. ” desisku, saya mengelinjang disaat merasa telapak tangan Mas Eko menyentuh vaginaku. Serta dengan lembutnya mengosok-gosok clitorisku.
“Ooh.. Mas.. Oohh.. Aahh” desisku, merasa benar kemaluanku telah banjir. Namun.
“Aaakk.. ” saya menjerit sakit disaat Mas Eko menusukan jarinya kedalam liang vaginaku..
“Kamu masih tetap perawan yaa” seru Mas Eko.
“Ngkk.. Iya.. Nggkk.. Iya Mas.. ” sahutku perlahan, terlihat Mas Eko tersenyum saat kemarin.
“Nggkk.. Oohh.. ”

Bergetar badanku disaat jari-jari Mas Eko mempermainkan clitorisku sekali lagi. Akupun pejamkan mataku rasakan nikmat, lantas Mas Eko menuntunku ke arah ranjang. Terlihat diatas ranjang badan Wenny yg telanjang. telungkup di atas ranjang. Saya tidak paham apakah Wenny tertidur atau tidak.

Saya menurut saja disaat Mas Eko menyuruhku menungging. Sesaat dia duduk berlutut dibelakang bokongku. Saya menunggu dengan tegang. Ketika..

“Aak.. Ohh.. ” merasa lidah Mas Eko menyapu vaginaku, akupun cuma dapat menggelinjang keenakan.

Baru kesempatan ini saya rasakan vaginaku di oral oleh seseorang lelaki, cukup lama lidah Mas Eko mempermainkan klitorisku. Ohh. Sangat nikmat. Badanku tersentak. disaat merasa lidah Mas Eko menari-nari di atas anusku.

“Oohh. ” geli namun nikmat. Apalagi disaat ujung lidahnya ditusuk-tusukkan kedalam anusku. Saya cuma dapat meremas-remas sprei saja menahan nikmat, saya melihat ke arah Wenny.. Terlihat dia diam saja. Rupanya Wenny tengah tertidur. mendadak saya rasakan kepala batang kemaluan Mas Eko digosok-gosok ke vaginaku. Akupun sadar..

“Jangan.. Mas.. Janganlah dimasukin. ” seruku.
“Hehehe. O iya.. Anda kan masih tetap perawan.. ” seru Mas Eko.

Mendadak Mas Eko turun dari ranjang serta menuju ke almari busana Wenny, saya masih dalam tempat menungging. Terlihat olehku Mas Eko ambil satu botol.. Serta menuangkan cairan dari dalam botol serta diolesinya ke semua batang kemaluannya itu. Saya tidak paham apa yg bakal dikerjakan oleh Mas Eko. Lantas dia kembali ambil tempat di belakang pantatku. Merasa ada cairan dingin. Melumuri anusku. Lantas merasa jari Mas Eko mengolesi cairan itu di sekitar anusku.. Serta.

“Aakk.. Oohh”

Saya tersentak kaget disaat Mas Eko mencobloskan jarinya kedalam duburku. Merasa risih.. Geli. Namun nikmat. Saat ini saya sadar bila Mas Eko ingin menyodomi saya. Saya tidak paham bagaimana berasa. Namun bila lihat dalam film bokep. Sepertinya nikmat juga. Akupun menunggu dengan tegang. Merasa Mas Eko memasukkan satu jarinya. Selalu dua jari.
Saya berasa geli. Namun sedikit mules juga.. Ketika jari-jari Mas Eko mencolok-colok anusku. Lantas Mas Eko mulai tempelkan ujung batang kemaluannya ke anusku.. Serta menghimpit dengan perlahan.

“Oooh. Nggkk. Aaakk. ” saya merintih karna merasa nyeri di sekitaran anusku itu.
“Stopp.. Stopp. Mass.. Sakit. ” erangku.

Mas Eko selekasnya hentikan pergerakannya. Lantas ia menyuruh ke-2 tanganku ke belakang untuk buka belahan pantatku. Saya menurutinya. Serta merasa batang kemaluan Mas Eko memojokkan perlahan-lahan kedalam anusku. Saya cuma meringis menahan nyeri serta panas di sekitaran anusku.

“Tenang Nia.. Tenang. Janganlah tegang. ” seru Mas Eko, akupun melemaskan otot-otot anusku.

Lantas. Bless. Saya rasakan batang kemaluan Mas Eko menerobos masuk kedalam. Ooohh. Merasa ada suatu hal yg masuk sampai kedalam perutku. Serta saat itu juga saya berasa mules. Ketika Mas Eko mulai menarik perlahan batang kemaluannya serta menghimpit sekali lagi.

“Ooh. telah.. Mas.. telah muless.. Nihh.. ” rintihku.

Namun Mas Eko tidak memedulikan rintihanku itu. Makin lama dia makin cepat mengerak-gerakkan batang kemaluannya keluar masuk lobang pantatku. Saya cuma meringis saja tidak rasakan nikmat. Namun mules. Mendadak Wenny terbangun.. Rupanya ia terganggu. Karna goyangan ranjangnya. Ia melihat padaku serta tersenyum.

“Mbak Nia. Enak kan Mbak. ” serunya, saya tidak menjawab namun cuma dapat meringis saja. Lantas Wenny duduk berlutut disampingku.
“Ayoo.. Mas.. Keluarin.. Mas. ” seru Wenny.

Gilaa. Wenny jadi mendukung cowoknya untuk menyodomi saya di depannya. Memperoleh dukungan dari Wenny, Mas Eko makin percepat gerakkannya. Lantas..

“Aku ingin Mass. ” seru Wenny manja.
“Aahh.. Ngkk.. Nungging sana. ” seru Mas Eko.

Lantas Wenny menungging di sampingku. Saya tidak paham apa yg dikerjakan Mas Eko pada Wenny. Sebab terlihat muka Wenny meringis-ringis keenakan sesaat Mas Eko masih tetap selalu memompa batang kemaluannya didalam anusku. Pegal juga tanganku ke belakang. Lantas saya meluruskan ke-2 tanganku ke depan menahan badanku. Hingga tempatku merangkak. Saat ini saya mulai rasakan nikmat. Serta rasa mules itu telah mulai menyusut, dalam hatiku. Mengagumkan Mas Eko ini. Belum juga keluar-keluar juga. Lantas ia hentikan pergerakannya serta mencabut batang kemaluannya dari anusku. Ooohh. Lantas Mas Eko berpindah serta.

Baca Juga : Wanita Haus Sex

“Aaakk.. Oohh.. Uuuhh. ” Wenny mengerang, rupanya gantian Mas Eko memasukan batang kemaluannya kedalam vagina Wenny. Terlihat badan Wenny bergunjang-gunjang ikuti irama pergerakan Mas Eko. Sesaat saya masih dalam tempatku. Karna merasa nikmat tangan Mas Eko yg selalu mengosok-gosok clitorisku. Tanpa ada kusadari badanku telah bermandi peluh. Demikian pula dengan Wenny. Terdengar nafas Wenny yg makin memburu.. Serta pada akhirnya.

“Aaarrgghh. Aaahh. ” Mas Eko mengerang panjang. Rupanya dia telah capai klimaks serta menyemburkan air maninya didalam vagina Wenny selanjutnya Wenny selekasnya jatuh telungkup disampingku. Saya.. Saya belum juga capai klimaks. Apalagi permainan tangan Mas Eko di clitorisku mendadak berhenti. Serta diapun jatuh menindih badan Wenny dari belakang. Saat ini saya yg kebingungan.

Akupun kepandaianng di samping mereka berdua. Masih tetap merasa nyeri di anusku. Namun saya tidak perduli karna telah kepalang. Akupun bermasturbasi dengan tanganku. Ooh.. Ahh. Saya merintih-rintih sendiri. Makin cepat jari-jariku mengosok-gosok clitorisku. Sesaat tangan kiriku meremas-remas payudaraku sendiri. Ohh. Aahh.. Nnggkk. Mas Eko. Melihat padaku.. Serta dia tersenyum lihat saya yg tengah bermasturbasi itu.

Saya tidak perduli. Bahkan saya lebih bergairah diliat oleh Mas Eko. Dengan mata 1/2 terpejam saya melihat pada Mas Eko. Dalam hati saya menghendaki pertolongan Mas Eko. Rupanya Mas Eko tahu. Lantas dia mencium payudaraku samping kanan serta lidahnya mempermainkan puting payudaraku itu. Oohh. Uuuhh.. Aaahh. Badanku mengelinjang serta bergetar hebat. Ketika saya mancapai klimaks. Oohh. Rintihku serta ke-2 pahaku kurapatkan erat. Serta telapak tanganku saat itu juga basah oleh cairan vaginaku, saat itu juga badanku jadi lemas.

“Ooh.. Terima kasih.. Mas” seruku perlahan dengan nafas memburu, Mas Eko tersenyum saja serta pada akhirnya saya tertidur.

Saya tidak paham berapakah lama saya tertidur. Ketika terbangun.. Terlihat hari telah gelap, saya melihat ke samping, terlihat Mas Eko telah tak ada. Rupanya dia telah pergi, serta saya cuma lihat Wenny yg masih tetap tertidur disampingku. Tetap dalam situasi telanjang sama sepertiku.

Saya mengusahakan turun dari ranjang. Aaakk.. Merasa nyeri di sekitaran anusku. Lantas saya ambil handuk serta mengelap badanku yg bermandikan keringat itu. Ketika saya menyalakan lampu. Wenny juga terbangun.

“Baru bangun Mbak.. ” serunya.
“Iya.. Mas Eko kemana? ” tanyaku.
“Pasti telah pulang tuh” sahut Wenny.
“Wen.. ”
“Mhmm”
“Apa yg berjalan barusan. Anda tidak berang? ” tanyaku.
“Enggak kok Mbak. Mbak Nia tidak berang kan? ” tanyanya balik.

Saya cuma diam saja. Terlihat Wenny tersenyum. Akupun turut tersenyum. Sejak peristiwa itu, saya seringkali main ketempat kost Wenny. Serta sekian kali kami main bertiga, karna Mas Eko. Saya jadi betul-betul dapat nikmati anal seks. Saya salut pada Mas Eko yg tak ingin memperawaniku.

Sampai pada akhirnya di semester 2.. Wenny mesti berhenti kuliah serta kembali pada daerah aslinya. Serta Mas Eko pada akhirnya jadi pacarku. Nyatanya Mas Eko seseorang maniac seks. Serta apa sajakah yg kami jalankan berdua. Kelak bakal saya katakan dalam ceritaku setelah itu.

Shares 0
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *