Bunga99 agen bola online
Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku

Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku. Cerita Dewasa Indonesia Cerita Panas Cerita 18 Tahun Cerita Lendir. “Tadi malam saya lewat tempat tinggal ibu serta mendengar nada menarik jadi saya mengintip. Nyatanya, saya simak ibu tengah mencolok-colokkan pisang ke itunya ibu sembari nyetel film BF. Saya begitu terangsang. Kalau ibu sepakat, dari pada gunakan pisang saya juga ingin serta penginbegituan dengan ibu”.

Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku

Cerita Dewasa Indonesia – Itu kalimat yang kutulis dalam HP serta siap diantar berbentuk SMS ke satu buah nomor HP punya Bu Ruminah, tetanggaku. Tetapi meski tinggal memencet tombol supaya pesan terkirim, saya pernah sangsi. Jangan-jangan kelak Bu Rum (sekian Bu Ruminah umum di panggil) ngadu ke ibuku atau ke beberapa orang terkait SMS yang kukirim, demikian saya membathin.

Cerita Panas – Namun, ah tidak mungkin saja dia berani narasi ke ibuku atau ke beberapa orang. Sebab bila dia narasi, kesukaannya memuaskan diri dengan buah pisang kan jadi ketahuan. Begitu fikirku lagi. Meyakini Bu Rum mustahil bercerita isi SMS itu ke orang lain, pada akhirnya kutekan panel isyarat OK pada HP-ku serta terkirimlah SMS itu.

Cerita 18 Tahun – Cuma dalam hitungan menit, reaksi dari SMS yang kukirim segera kudapat. HP ku berdering serta pada monitor tampak nama Bu Rum memanggil. Namun saya tak berani mengangkat dikarenakan tentunya ia mengetahui suaraku sampai kudiamkan saja panggilannya. Setelah berkali-kali telefonnya tak diangkat, pada akhirnya satu buah SMS masuk.

Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku

“Tolong jawab. Nomor siapa ini”. Sekian bunyi SMS yang dikirimnya serta meningkatkan niatku untuk kembali mengisenginya.

Cerita Lendir – “Pokoknya ibu begitu mengetahui saya. Bener lho Bu, pisang saya jadi pengin banget dimasukkan ke itunya ibu seperti pisang yang ibu pegang tadi malam. Ibu tentunya senang. Ingin kan Bu? ”. Ujarku dalam SMS yang kukirim selanjutnya.

“Huussh.. jangan sampai ngawur. Saya bukanlah wanita begituan serta saya kan telah tua. Tolong peristiwa itu jangan sampai di kisahkan ke orang lain. Tolong banget”. Katanya dalam SMS selanjutnya. Rupanya dia ketakutan bila saya bercerita peristiwa yang pernah kupergoki itu sampai kemauan isengku semakin jadi.

“Beres Bu, Saya tak kan narasi ke siapa-siapa. Namun sungguh saya begitu terangsang selagi lihat memek ibu dicolok buah pisang. Bahkan juga lebih merangsang di banding memek wanita bule yang ada di film BF. Jadi masalah saya kepengin begituan dengan ibu memanglah bener-bener lho. ” Kataku lagi dalam SMS yang kukirim setelah itu.

Namun balasan SMS dari Bu Rum pendek saja. “Sudah ya. Saya begitu berterima kasih peristiwa itu tak di kisahkan ke siapa-siapa saja, ” katanya dalam SMS yang kuterima. Setelah itu berkali-kali kukirim SMS dengan kalimat yang lebih panas. Termasuk juga kesediaanku untuk menjilati memek serta itilnya apabila ia ingin melayaniku. Tetapi Karena tetaplah tak dijawab jadi malam itu SMS an dengan Bu Rum tak berlanjut.

Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku

Bu Ruminah yang umum disapa Bu Rum merupakan tetanggaku. Tempat tinggalnya cuma terpaut tiga tempat tinggal dari rumahku. Suaminya Pak Kirno, merupakan pensiunan TNI serta pernah jadi Satpam satu buah bank dan menjabat Ketua RW sebelumnya terserang stroke serta alami kelumpuhan. Sesaat Bu Rum di samping jadi ketua grup pengajian ibu-ibu di lingkungan RW rumahku, ia yang pernah mengenyam pendidikan pesantren itu juga mengajari ibu-ibu mengaji termasuk juga ibuku sebagai teman akrab serta sekalian muridnya.

Aku meyakini beberapa orang tak bakalan yakin bila kuceritakan kalau Bu Rum nyatanya sukai melampiaskan keinginan seksnya dengan memanfaatkan pisang. Bagaimana tidak, wanita berumur 53 th. itu, tampilan kesehariannya begitu santun. Selalu berkerudung serta tutup rapat auratnya. Sampai orang tak kan yakin terkait kesukaannya yang nyeleneh dalam hal sex terutama di usianya yang telah termasuk tua.

Namun saya serius lihat dengan mata serta kepalaku sendiri terkait apa yang dijalankan dia yakni memuasi diri dengan buah pisang. Bahkan juga selagi itu, selalu jelas saya begitu terangsang. Terlebih selagi ia meremasi sendiri ke-2 teteknya yang gede serta lihat memeknya yang dipenuhi rambut tidak tipis dicolok-colok dengan buah pisang. Karena tetap terbayang oleh bagian-bagian badannya yang membuatku terangsang, pada akhirnya saya iseng kirim SMS.

Karena sebagian SMS ku yang paling akhir tak dibalasnya, saya hampir nekad dengan mengancamnya kalau apabila ia tidak ingin melayaniku bakal kuceritakan masalah masturbasi dengan pisang itu pada beberapa orang. Cuma sesudah kupikir, tindakanku itu dapat bikin dia kalap atau melapor ke polisi sampai kuurungkan niatku itu. Cuma saya tetaplah berkemauan untuk mengisenginya dengan mengirim SMS padanya di tiap tiap peluang.

Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku

Nyaris tiap tiap hari, kadang waktu pagi, siang ataupun malam, sebagian SMS kukirim padanya. Dasarnya mengungkap hasratku untuk jadi patner seksnya dikarenakan sesudah memergoki dia main dengan pisang saya jadi begitu terangsang serta sangat terpaksa kerapkali mengocok sendiri kontolku sembari memikirkan menyetubuhinya. Namun ia tetaplah tidak ingin membalasnya. Pernah berkali-kali ia coba menelepon namun saya tak berani mengangkatnya.

Oh ya, dari perkawinannya dengan Pak Kirno, Bu Rum cuma memiliki satu anak Mbak Lasmi. Ia telah berkeluarga serta memiliki sebagian anak. Mbak Lasmi tinggal ditempat lain di satu buah kecamatan terpencil dikarenakan suaminya jadi pegawai kecamatan disana. Jadi status Bu Rum merupakan nenek dari sebagian cucu.

Puncak dari keisenganku mengrim SMS pada Bu Rum berlangsung saat pengajian ibu-ibu di kampungku yang ditunaikan dengan cara bergiliran jatuh ke giliran ibuku. Karena acaranya bersamaan dengan halal bi halal sesudah lebaran, pengajian yang diselenggarakan di rumahku termasuk besar. Hidangan yang kebanyakan sekedar makanan ringan kesempatan ini diperlengkapi ketupat serta opor ayam. Juga ustazahnya yang kebanyakan pembicara lokal, kesempatan ini dihadirkan dari luar kota.

Mulai sejak pagi rumahku ramai oleh ibu-ibu tetangga yang menyiapkan acara itu termasuk juga Bu Rum. Adanya wanita itu di rumahku membuatku tak berani kirim SMS iseng kepadanya. Cuma dengan cara sembunyi-sembunyi saya kerapkali mengambil pandang menatapinya.

Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku

Seperti kesukaannya, selagi itu Bu Rum menggunakan baju muslim dengan hiasan bordir yang apik. Yaitu satu buah pakaian terusan warna krem yang longgar yg tidak memperlihatkan bentuk badannya dikombinasi dengan celana panjang warna seirama. Dengan kerudung yang tidak pernah terlepas tutup kepalanya, wanita bertubuh tinggi besar itu kelihatan anggun serta berwibawa.

Acara pengajian yang diawali selepas ashar, baru selesai mendekati maghrib. Sekira jam 19. 30 WIB, sesudah acara beres-beres tempat tinggal usai ibu memanggilku. “Win tolong ini diantar ke tempat tinggal Bu Rum ya. Tadi ia minta disisihkan lontong serta opornya dikarenakan tuturnya dirumah lagi tak masak, ” tutur ibuku.

Setelah berkali-kali mengirim SMS gelap padanya, sesungguhnya agak grogi untuk bertatapan segera dengan Bu Rum. Terlebih mengingat kalimat jorok serta porno dan ajakan main sex dalam tiap-tiap SMS yang kukirim. Namun saya juga tak miliki argumen untuk menampik perintah ibu sampai dengan sangat terpaksa kulaksanakannya. Dua buah rantang besar diisi lontong serta opor kubawa ke tempat tinggal Bu Rum.

Sesudah sekian kali mengetuk pintu serta menanti agak lama, kulihat seorang mengintip dari balik tirai serta pada akhirnya membukakan pintu. Nyatanya yang mengintip serta membukakan pintu yaitu Bu Rum sendiri. “Ohkamu Win, ibu duga siapa. Mari masuk, ” katanya mempersilahkanku.

Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku

Bu Rum yang bila ada diluar tempat tinggal kenakan pakaian muslimah yang rapat, nyatanya tak demikian ada bila tengah didalam tempat tinggal. Pakaian yang dipakainya cuma daster memiliki bahan tidak tebal serta tanpa ada lengan. Sampai BH hitam serta celana dalam putih yang dipakainya terlihat menerawang.

“Saya diminta mengantarkan ini untuk Bu Rum, ” kataku sesudah ada di ruangan tamu tempat tinggalnya.

Namun Bu Rum tak segera terima bingkisan makanan yang kusodorkan. Ia kembali buka pintu serta keluar tempat tinggal. Sesudah sebentar memandang sekitar, ia kembali masuk serta mengunci pintu dari dalam. Ia juga mengajakku kedalam, ke ruangan tengah tempat tinggalnya. “Taruh saja bawaannya di meja Win. Ada yang menginginkan ibu bicarakan sama kamu, ” tuturnya pelan.

Deg! Serasa berhenti detak jantungku. Tentu ia sudah ketahui bila yang mengirim SMS sampai kini yaitu saya, fikirku membathin. Gelisah saya dibuatnya. “Duduk sini Win. Tidak ada siapa-siapa kok. Pak Kirno tadi dijemput Lasmi serta suaminya dikarenakan ia menginginkan banyak hirup hawa gunung yang fresh. Mungkin saja supaya dapat sembuh, ” katanya lagi.

Agak sedikit plong mendengar kalau Pak Kirno suaminya tengah tak di rumah. Setidaknya bila Bu Rum geram perihal masalah SMS ku itu, suaminya tak turut mendengarnya. Cuma saya tetaplah tak dapat buang kegelisahan yang kurasakan. Seperti pesakitan yang menanti vonis hakim, saya cuma duduk mematung di kursi sofa di ruangan tengah tempat tinggal Bu Rum.

Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku

Bu Rum duduk di kursi lain yang ada, dekat tempat saya duduk. Baru kusadari, daster yang dipakainya nyatanya sangat pendek. Pahanya yang mulus tampak terlihat terbuka. Cuma saya tetaplah tidak bisa nikmati panorama yang mengundang itu dikarenakan situasi tegang yang berlangsung.

“Tadi saat di pengajian, ibu minta ijin ke ibumu supaya kamu ingin mengantar ibu ke tempat tinggal Lasmi tiga hari lagi untuk menjemput Pak Kirno. Gagasannya ingin pinjam mobil Pak RT serta kamu yang menyetir. Ibumu sepakat serta berikan nomor HP milikmu. Namun ibu jadi kaget, sebab nyatanya nomornya sama seperti nomor yang sukai diperlukan SMS ke ibu sekian hari ini. Jadi kamu Win yang sukai SMS ke ibu, ” katanya tenang serta di sampaikan tanpa ada emosi.

Tetapi walau demikian, pernah kecut juga nyaliku. “Eee…ee.. ti…eh… iya Bu, ” jawabku terbata.

“Oh syukurlah bila demikian. Ibu takut banget apa yang kamu pernah saksikan dikisahkan ke beberapa orang lain. Ibu tentu begitu malu. Terima kasih banyak ya Win kamu tak narasi ke beberapa orang, ”.

Ah nyatanya ia tak geram masalah itu. Aku jadi terasa plong. Bahkan juga dengan terbuka, Bu Rum pada akhirnya menceritakan masalah mengapa ia sangat terpaksa memakai pisang untuk memuaskan dorongan seksnya.

Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku

Diceritakannya, walau telah termasuk berusia tetapi keperluan biologisnya belum padam benar. Padahal telah lama Pak Kirno tak dapat menggerakkan kewajibannya sebagai suami. Bahkan juga jauh sebelum saat terserang stroke. Maka dari itu tiap-tiap hasrat karena itu datang ia selamanya berupaya memuaskan sendiri termasuk juga memakai pisang. “Ibu malu banget lho sama kamu Win. Apalagi bila kamu hingga narasi ke beberapa orang. Mau di taruh di mana muka ibu? ” Kata Bu Rum lagi.

“Tidak Bu, saya janji akan tidak narasi ke siapa juga masalah itu, ” ujarku meyakinkannya.

Mungkin saja karena sangat puasnya rahasianya masalah ngeseks dengan pisang akan tidak terbongkar ia segera beralih duduk menjejeriku di sofa yang kududuki. Digenggam serta diguncang-guncangkannya tanganku. “Terima kasih win, ibu begitu berterima kasih, ” kata Bu Rum.

Beban yang awal mulanya seakan menekan dadaku segera pupus memandang sikap Bu Rum. Cuma kembali saya susah menjawab saat ia bertanya tentang kalimat dalam sebagian SMS yang kukirimkan. “Kalau ibu bisa tahu, sebetulnya apa yang mendorongmu kirim SMS itu pada ibu? ”

“Eee… eee… sa… sa.. saya.. ee, ” kembali saya terbata.

“Tidak apa-apa Win, jawab saja yang jujur. Ibu hanya menginginkan tahu, ”

“Saya kirim SMS itu dikarenakan begitu terangsang sesudah memandang ibu, ” kataku pada akhirnya.

Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku

Bu Rum kulihat terpana. Mungkin saja ia tak yakin dengan jawaban yang kuberikan. Tetapi satu senyuman tampak mengembang di berwajah sampai saya tak takut lagi. “Jadi kamu juga serius menginginkan begituan dengan ibu? ”

“Eee… maksud saya.. ee. Iya bila ibu bersedia, ” jawabku mantap. Mendengar jawabanku Bu Rum segera beroleh serta mendekapku. Dalam kehangatan dekapannya, wajahku pas ada di busungan buah dadanya yang terbungkus BH hitam. Wajahku membenam di busungan susunya yang memanglah memiliki ukuran besar. Diperlakukan seperti itu kontolku jadi segera bangkit. Mengeras dibalik celana dalam serta jins yang kupakai.

Sebentar sesudah Bu Rum melepas pelukan pada badanku, kulihat type duduknya jadi sembrono. Ke-2 kakinya terbuka lebar sampai pahanya yang membulat besar tampak hingga ke pangkalnya. Bahkan juga kulihat suatu hal yang membukit serta terbungkus celana dalam warna hitam. Aku tidak berkedip menatapinya.

Untuk ukuran wanita seusia dianya sendiri, kaki serta area paha Bu Rum masih tetap terhitung mulus. Memanglah ada lipatan-lipatan lemak serta kerutan mendekati ke pangkal paha. Namun tak kurangi keinginanku untuk menatapi area yang merangsang itu termasuk juga ke area membukit yang tertutup celana dalam warna krem. Jembut di memeknya itu tentu begitu lebat dikarenakan banyak yg tidak tertampung celana dalam yang menutupinya sampai tampak banyak yang keluar dari celana dalam yang dipakainya.

Rupanya Bu Rum tahu mataku demikian terpaku menatapi organ kewanitaannya. Mungkin saja dikarenakan sudah meyakini saya serius ingin jadi pelepas dahaganya, ia pelorotkan sendiri celana dalam itu serta melepasnya. “Bu Rum telah nenek-nenek lho Win. Namun bila kamu pengin memandang memek ibu bolehlah. Sebenarnya ibu juga telah lama tak senang main sendiri dengan tangan serta pisang, ” tuturnya.

Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku

Bahkan juga tanpa ada sungkan, sesudah melepas sendiri celana dalamnya ia duduk mengangkang buka lebar-lebar pahanya. Menunjukkan memeknya yang berbulu begitu lebat. Ah tidak kusangka pada akhirnya bisa memandang memek Bu Rum dalam jarak yang begitu dekat.

Memek Bu Rum lebar serta membukit. Jembutnya begitu lebat serta hitam pekat. Kontras dengan pahanya yang kuning langsat hingga ke selangkangannya. Senang memandangi area paling merangsang di selangkangan wanita itu, hasratku untuk menyentuhnya jadi tidak tertahan. Kujulurkan tanganku untuk menyentuhnya.

Kuusap-usap jembutnya yang keriting serta tumbuh panjang. Jembut Bu Rum serius super lebat menutupi memeknya. Sampai walau sudah mengangkang, masih tetap tak tampak lubang memeknya dikarenakan tertutup rambut lebat itu. Kuusap-usap serta kusibak jembut yang tumbuh hingga ke atas mendekati pusar wanita itu serta dibagian bawah mendekati lubang duburnya.

Menyebabkan bunyi kemerisik. Untuk dapat memandang lubang memeknya, saya memanglah mesti mengungkap rambut-rambut yang menutupinya dengan ke-2 tanganku. Bibir luar memek Bu Rum terlihat tidak tipis serta kasar dikarenakan telah banyak kerutan serta warnanya coklat kehitaman. Dibagian dalam lubang memeknya yang berwarna hitam kemerahan, ada lipatan-lipatan daging agak berlendir serta satu benjolan. Ini rupanya yang dimaksud itil, fikirku.

Tak seperti ukuran memeknya yang besar, tidak tipis serta tembem, itil Bu Rum relatif kecil. Cuma berupa benjolan daging kemerahan di ujung atas celah bibir luar kemaluannya yang telah berkerut-kerut. Kutoel-toel itilnya itu dengan jari telunjukku yang terlebih dahulu kubasahi dengan ludah. Ia mendesah serta sedikit menggelinjang.

Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku

“Kamu telah pernah begituan dengan perempuan Win? Ee.. maksud ibu ngentot dengan perempuan? ”

“Belum Bu, ” jawabku sembari tetaplah menggerayangi serta mengobok-obok vaginanya.

“Masa!? Bila lihat memek wanita lain terkecuali miliki ibu? ”

“Juga belum Bu. Saya cuma memandangnya di film BF yang pernah sayatonton. Memangnya mengapa Bu? ” Jawabku lagi. Sebenarnya saya berbohong. Sebab dirumah saya kerap mengintip ibuku sendiri. Saat dia mandi atau bertukar baju di kamarnya. Mendengar saya belum pernah terkait sex dengan perempuan serta belum pernah menyentuh vagina, tak tahu kapan ia mengerjakannya, tanpa ada sepengetahuanku nyatanya Bu Rum telah melepas daster serta BH nya.

Telanjang bulat tanpa ada sehelai benang menutupi badannya serta memohonku untuk melepas seluruhnya baju yang kukenakan.

“Oooww.. miliki kamu besar juga ya Win, ” kata Bu Rum sembari membelai kontolku yang sudah tegak mengacung sesudah saya telanjang.

Bu Rum tidak sekedar membelai serta kagum pada kontolku yang sudah keras terpacak. Sesudah menjilat-jilat lubang di sisi ujung kepala penisku, ia memasukkan batang kontolku ke mulutnya. Saya jadi merinding menahan kesenangan yang tidak pernah terbayangkan. Badanku tergetar hebat. Sesekali kurasakan mulutnya mengempot serta mengisap batang kotolku yang kuyakin jadi tambah mengembang. Lantas di keluarkan serta dikocok-kocoknyanya perlahan-lahan. Ah, teramat begitu nikmat. Begitu tidak sama apabila saya mengocok sendiri kontolku.

Saking tidak tahan, tanpa ada sadar saya memegang serta mengusap-usap rambut Bu Rum yang hendaknya tak layak kulakukan mengingat umur serta sekalian statusnya sebagai guru mengaji ibu-ibu di kampungku termasuk juga ibuku. Namun Bu Rum tidak perduli. Ia selalu asik dengan kontolku. Dikulum, dihisap serta dikocok-kocoknya perlahan-lahan dengan gemas. Seperti wanita yang baru lihat kejantanan punya pasangannya. Mungkin saja karna sampai kini ia cuma dapat mengerjakannya dengan pisang sesudah kotol suaminya tak berperan.

Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku

Sembari nikmati kocokan serta kuluman Bu Rum pada kontolku, kuremasi teteknya. Tetek Bu Rum gede serta telah menggelayut memiliki bentuk. Tetapi begitu lembut serta enak di remas. Bahkan juga puting-putingnya segera mengeras sesudah berapa kali saya memerah serta memilin-milinnya.

Tidak kusangka wanita yang dalam sehari-harinya senantiasa tampak dengan baju muslim yang rapat serta jadi guru mengaji ibu-ibu di kampungku ini dapat lihai dalam soal kulum mengulum kontol. Saya di buat kelojotan menahan nikmat tiap-tiap ia mengisap serta memainkan lidahnya di ujung kepala kontolku.

Bahkan juga pas Bu Rum mulai mengalihkan permainannya dengan menjilati kantung pelirku serta mengisapi biji-biji pelir kontolku, saya tidak bisa bertahan lebih lama. Pertahananku hampir jebol. Karena itu saya berupaya menarik diri supaya air maniku tak muncrat ke mulut atau muka Bu Rum.

Tetapi Bu Rum menahan serta menghimpit pinggangku. “Mau keluar Win? Muntahkan saja di mulut ibu, ” tuturnya sembari segera kembali mengisap penisku.

Pada akhirnya, pertahananku nyata-nyata ambrol walau sudah sekuat tenaga untuk menahannya karna terasa tak enak keluarkan mani di mulut Bu Rum. Sembari mendesis serta mengerang nikmat pejuhku muncrat begitu banyak di rongga mulut Bu Rum. Cairan kental warna putih itu kulihat berleleran keluar dari mulut wanita itu. Namun ia tak mempedulikannya. Bahkan juga menelannya serta dengan lidahnya berupaya menjilat sisa-sisa maniku yang berleleran keluar.

Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku

Terpacu oleh kesenangan yang baru kurasakan serta banyak mani yang keluar bikin badanku lemas seperti dilolosi tulang-tulangku. Saya terduduk menyandar di si kursi sofa tempat Bu Rum terduduk. “Gimana Win, enak? ”

“Enak banget Bu, ”

“Nanti gantian ya miliki ibu dibikin enak sama kamu. Ibu ke kamar mandi dahulu, ” tuturnya berdiri serta mengambil langkah ke kamar mandi. Saat kembali dari kamar mandi, Bu Rum menyodorkan satu gelas besar teh manis hangat. Sodoran teh manisnya segera kusambut serta kuteguk. Merasa hangat serta nikmat sesudah tenaga nyaris terkuras serta saat ini kembali fresh. Saat itu baru kusadari Bu Rum masihlah bugil tanpa ada sehelai benang menutupi badannya.

Saya kembali terpaku pada badan bahenolnya yang masihlah lumayan mulus. Wanita berpinggul besar serta berdada montok tetapi telah agak kendur itu, walau telah jadi nenek masihlah begitu menggoda. Jembutnya yang keriting lebat tampak basah. Mungkin saja habis dibikin bersih di kamar mandi untuk melenyapkan sisa air maniku.

“Mau lagi Win? ” tuturnya mendekat serta berdiri pas ditempat saya duduk. Saat ini memanglah giliranku untuk memuaskannya sesudah kesenangan yang didapatkan padaku. Saya bingung mesti mengawali dari lokasi mana serta melaksanakan apa pada Bu Rumkarena memanglah belum pernah pengalaman dengan perempuan. Cuma dari beberapa film BF yang kerap kutonton, wanita nampaknya begitu sukai bila memeknya dijilat. Jadi saya segera turun dari kursi panjang serta berjongkok di depan Bu Rum.

Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku

Memeknya yang besar membusung saat ini pas di depan wajahku. Jembut keriting lebatnya tampak basah. Serta Bur Rum, lihat saya cuma terbengong memandangi bukit kemaluannya, segera mengangkat kaki kirinya serta ditumpukan pada kursi panjang. Karna pahanya yang terbuka saat ini saya dapat lihat lubang memeknya yang terlihat telah longgar. Lubang memeknya serupa lorong panjang. Bahkan juga kulihat itilnya yang mencuat di ujung atas belahan memeknya.

Kembali saya menyentuh serta menyeka memeknya. Bibir luar memeknya yang berwarna coklat kehitaman penuh kerutan serta merasa lebih tidak tipis. Tetapi tambah ke lebih lembut serta basah dan warnanya agak memerah. Kudengar Bu Rum mendesah pas jariku menyelusup masuk menerobos lubang vaginanya. Rambut kepalaku diusap serta diremas-remasnya. Desahannya mengingatkanku pada nada wanita yang tengah disetubuhi di adegan film BF. Saya jadi terangsang. Kontolku kembali menggeliat serta bangkit.

Sembari mendesah, Bu Rum tidak cuma meremas serta menjambaki rambut kepalaku. Namun ia berupaya menarik serta mendekatkan wajahku kememeknya. Saya jadi tahu, kelihatannya ia tak ingin memeknya cuma dicolok-colok dengan jariku, Saya yang memanglah telah kembali terangsang segera mendekatkan mulutku serta mulai mengecupi lubang memek Bu Rum.

Nyatanya terkecuali bibir luar vaginanya yang mengeras serta berkerut-kerut, diluar kelentitnya yang menonjol besar, ada sebentuk daging yang menjulur keluar dari lubang memeknya. Memiliki bentuk nggedebleh serupa jengger ayam jantan. Pengetahuanku mengenai sisi paling intim punya wanita benar-benar sangat terbatas serta memandangnya dari jarak begitu dekat baru kesempatan ini memperoleh peluang.

Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku

Hanya satu memek wanita dewasa yang pernah kulihat yaitu punya ibuku. Saya memanglah kerap mengintipnya pas ibu mandi. Atau pas bertukar pakaian di kamarnya serta pernah berapa kali memandangnya dalam jarak cukup dekat pas dia tidur. Namun sepengetahuanku tak ada jengger ayam di lubang memek ibuku. Jadi merasa agak aneh atas apa yang kulihat di lubang memek Bu Rum. Namun saya tidak perduli. Sampai terkecuali menjilati bibir vaginanya, jengger ayamnya juga tidak luput dari sentuhan mulut serta lidahku. Bahkan juga saya segera mengulum, mengisap serta menarik -nariknya dengan mulutku.

“Ohhh… sshhh… aahhh… enak Win. Aaauuwww… ya.. ya.. aaahhh.. sshhh.. enak banget, ”

Saya begitu puas karna nyatanya Bu Rum suka pada serta keenakan oleh jilatan lidahku di lubang memeknya. Dari liang sanggamanya mulai keluar lendir yang dirasa asin di lidahku. Namun itu juga tak bikin surut langkah untuk selalu mengobok-ngobok vaginanya dengan mulut serta lidahku.

Saya selalu mencerucupi serta mengisapnya sampai lendirnya banyak yang tertelan masuk ke kerongkonganku. Diperlakukan seperti itu Bu Rum seperti kesetanan. Badannya tergetar hebat serta kulihat ia merintih, mendesah sembari meremasi sendiri ke-2 tetek besarnya. “Kamu naik serta tiduran di sofa Win. Sshhh aahh jilatanmu di memek ibu enak banget, ” tuturnya.

Seperti yang disuruhnya, saya naik ke sofa serta tiduran telentang dengan kaki menjuntai. Sesudah itu Bu Rum ikut-ikutan naik. Semula kukira ia bakal menyetubuhiku dengan posisi wanita diatas seperti yang pernah kulihat dalam adegan film mesum yang melukiskan jalinan sex pada wanita dewasa serta bocah ingusan.

Namun tak. Ia berdiri serta memposisikan ke-2 kakinya di antara badanku. Lantas bertumpu di dinding tembok yang ada di belakang kursi sofa serta sedikit turunkan badannya. Rupanya, ia masihlah menginginkan memperoleh jilatan di memeknya dengan posisi yang bikin dianya makin nyaman serta bergerak leluasa. Sebab pas memeknya sudah ada pas di depan wajahku, ia segera membekapkannya ke mulutku.

Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku

Tidak kusangka, wanita yang begitu dihormati di kampungku karna senantiasa berbusana muslimah yang rapat serta jadi guru mengaji ibu-ibu, di usianya yang telah 53 th. masihlah begitu menggebu. Pantesan ia sukai menyogok-nyogok memeknya dengan pisang. Mungkin saja karna tak tahan akibat tak pernah disentuh oleh suaminya yang telah tak dapat melayaninya sekalipun.

Aku pernah gelagapan karna tak menduga Bu Rum bakal membekapkan memeknya ke wajahku. Namun sesudah tahu apa yang dikehendakinya, saya segera menyambutnya meskipun tidak paham mesti bagaimana harusnya dikerjakan. Seperti terlebih dulu, kembali kujulurkan lidah serta kembali kujilati lubang memeknya. Namun kesempatan ini dengan lebih semangat.

Daging jengger ayamnya yang keluar serta menggelambir kukulum. Lalu lidahku menjulur masuk sedalam-dalamnya di lubang vaginanya sampaihidung serta wajahku turut belepotan oleh lendir yang keluar dari liang sanggamanya.

Sembari selalu mengobeli memeknya dengan lidah serta mulutku, pantat Bu Rum juga jadi tujuan remasan tanganku. Meskipun telah melorot, pantat Bu Rum yang besar merasa masih tetap lumayan kenyal. Nampaknya ia jadi keenakan. Bu Rum melenguh serta mendesah. “Iya Win…aahhh… sshhhh…aaahhhh… ssshh.. enak banget. Selalu colok memek ibu dengan lidahmu sayang. Ahhh.. ya.. ya… oooohhhhh…. ssshhhh, ” desahnya tertahan waktu saya tambah dalam menjulurkan lidah.

Mendengar rintihan serta desahan Bu Rum, saya jadi tambah semangat. Cuma karna tak miliki pengalaman, saya cuma menjilat serta menghisap sisi dalam memeknya sekena-kenanya. Rupanya karna sangat menggebu, saya pernah mengisap itilnya dengan kuat. Bu Rum memekik. Namun tak geram serta jadi tambah keenakan. “Ia Win itu itil ibu.. enak banget…sshhh.. aahhh.. aahhh. Selalu Win hisap itil ibu… aaoooohhh …oooohhhh, ”

Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku

Seperti yang disuruhnya, itil Bu Rum yang pada akhirnya seringkali jadi tujuan jilatan serta hisapan mulutku. Bahkan juga sembari selalu mencerucupi kelentitnya, dua jari tanganku kupakai untuk menyogok-nyogok sisi dalam memeknya. Waktu tersebut Bu Rum jadi kelojotan serta sebagian waktu lalu ia memohonku berhenti.

“Udah Win ibu tidak tahan. Dapat KO apabila diteruskan. Saat ini ibu pengin dientot dengan kontolmu. kamu juga pengin kan ngentot dengan ibu kan? ”

“Ii.. iya bu. Saya pengin banget. Ta.. ta.. namun saya tidak paham langkahnya, ”

“Nggak apa-apa. Kelak ibu ajarin, ” katanya seraya menggamit lenganku. Ia membawaku ke kamarnya. Kamar dengan ranjang spring bed memiliki ukuran besar serta terlihat rapi tertutup sprei motif garis-garis. Di kamar Bu Rum, ada meja rias memiliki ukuran besar dengan bermacam alat make-up di atasnya dan satu lemari baju type antik di samping gambar Bu Rum serta suaminya dalam pose berpasangan kenakan pakaian kebiasaan Jawa. Photo itu kelihatannya di buat waktu usianya masih tetap dibawah 40 th.. Bu Rum tampak begitu cantik serta seksi. Suaminya, Pak Kirno juga tampak kekar serta tampan.

Ada gambar Pak Kirno suaminya di kamar itu, sesungguhnya saya pernah grogi. Namun lihat Bu Rum telah telentang di ranjang serta dalam posisi mengangkang, sayang apabila mesti melepas peluang yang telah ada di depan mata. Aku kerapkali mengocok sendiri kontolku sembari mengayalkan ngentot dengan Bu Rum. Aku juga menginginkan tahu serta rasakan seperti apa rasa-rasanya ngentot sesungguhnya.

Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku

Dengan kontol tegak mengacung saya naik ke ranjang. Cuma saya tetaplah bingung bagaimana mesti mengawali. Di pada ke-2 pahanya yang buka lebar, memek Bu Rum terlihat menganga menanti batang zakar pria yang ingin menyogoknya. Sepasang buah dadanya yang besar, dalam posisi telentang tampak jadi nggedebleh serta cuma puting-putingnya yang hitam kecoklatan tampak menantang.

Lihat saya hanya mematung, rupanya Bu Rum jadi tidak sabar. Ditariknya tanganku sampai jadikan badanku ambruk serta menindih badan montoknya. Beberapa waktu lalu kurasakan Bu Rum meraba selangkanganku serta menggapai kontolku. Batang penisku yang telah mengacung dikocok-kocoknya perlahan-lahan sampai tambah mengeras serta jadi membesar.

Oleh wanita itu, kepala penisku digesek-gesekkannya di kira-kira bibir kemaluannya. Sesudah pas ada dibagian lubangnya, ia berbisik. ”Tekan Win, agar kontol kamu masuk ke memek ibu, ” bisiknya lirih di telingaku.

Slessseeppp.. blleeesss. Tanpa ada banyak kendala batang kontolku yang lumayan panjang serta besar semuanya masuk membenam. Mungkin saja karna lubang memek Bu Rum yang telah kelewat longgar serta licin akibat banyak lendir yang keluar. Sisi dalam memek Bu Rum hangat serta basah. Dan tidak ada yang memerintah, seperti sejenis insting, saya bikin gerakan naik turun pinggangku sampai kontolku sekan memompa lubang memek wanita itu.

“Iya sangat Win, selalu entot sayang. Ah.. aahhh…. aahhh.. kamu terasa enak juga kan, ” Aku mengangguk serta tersenyum. Kulihat Bu Rum mulai mendesah-desah. Mungkin saja ia mulai rasakan nikmatnya sogokan kontolku. Dan bagiku, kesenangan yang kurasakan juga tidak ada tara. Jauh lebih nikmat di banding mengocok sendiri. Gesekan-gesekan batang kontolku pada dinding memeknya yang basah menghantarkan pada kesenangan yang susah kuucapkan.

Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku

Aku selalu mengaduk-aduk memeknya dengan kontolku. Mata Bu Rum membeliak-beliak serta meremasi sendiri teteknya. Lihat itu saya segera menyosorkan mulutku untuk mengulum serta mengisapi satu diantara putingnya. Pentil susunya yang berwarna coklat kehitaman merasa mengeras di bibirku. “Iya Win… selalu hisap sayang… aahhh… aahhh, Kamu nyatanya telah pinter, ” katanya selalu mendesah. Makin lama kusogok serta kuaduk-aduk, lubang memek Bu Rum kurasakan tambah basah. Rupanya makin banyak lendir yang keluar. Bunyinya cepok…cepok… cepok… setiap saat batang kontolku masuk menyogok serta kutarik keluar.

Jemu ngentotin Bu Rum dengan posisi menindihnya, kuhentikan sogokanku pada memeknya. Pasti asik serta lebih merangsang apabila dapat lihat memeknya yang tengah kusogok-sogok, fikirku membathin. Aku bangkit, turun dari ranjang. Dan tanpa ada memohon persetujuannya, kaki Bu Rum kutarik serta kuposisikan menjuntai di pinggir ranjang.

Tindakanku itu bikin Bu Rum agak kaget. Namun tak geram serta bahkan juga kelihatannya ia menanti aksi yang bakal kulakukan setelah itu. Namun sesudah pahanya kembali kukangkangkan serta kontolku kembali kuarahkan ke lubang vaginanya, Bu Rum tersenyum. “Kamu pengin ngentot sembari ngelihatin memek ibu Win? Iya sayang, kamu bisa melaksanakan apa sajapada ibu, ” tuturnya.

Nyatanya menyetubuhi sembari berdiri serta lihat ketelanjangan lawan mainnya nyata-nyata lebih asik. Lebih merangsang karna dapat lihat keluar masuknya kontol di lubang memek. Waktu kontolku kutekan, bibir memeknya yang berkerut-kerut seperti turut melesak masuk. Namun waktu kutarik, semua sisi dalam memeknya seperti turut keluar termasuk juga jengger ayamnya yang menggelambir. Panorama itu bikin saya semakin terangsang serta semakin semangat untuk memompanya.

Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku

Teteknya juga turut terguncang-guncang ikuti hentakan yang kulakukan. Aku tambah bernafsu serta tambah cepat irama kocokan serta sodokan kontolku di liang sanggamanya. Bu Rum tidak bisa sembunyikan kesenangan yang dirasa. Ia merintih serta mendesah dengan mata membeliak-beliak menahan nikmat. Sesekali ia remasi sendiri susunya sembari mengerang-erang.

Aku juga peroleh nikmat yang susah kulukiskan. Walau lubang memek Bu Rum telah longgar namun tetaplah berikan kesenangan sendiri sampai pertahananku hampir kembali jebol. “sshhh … aahh… sshhh… aaakkhhh… memek ibu enak banget. Saya tidak kuat bu, ” ujarku mendesahsambil selalu memompanya.

“Tahan sebentar Win. Aaahhh.. sshhh… kontolmu juga enak banget, ”Bu Rum bangkit memeluk dan menarik pinggangku sampai badanku ambruk menindihnya. Ke-2 kakinya yang panjang segera membelit pinggangku serta menekannya dengan kuat. Setelah itu Bu Rum bikin gerakan memutar pada pinggul serta pantatnya. Memutar serta seperti mengayak. Mengakibatkan batang kontolku yang ada di kedalaman lubang memeknya terasanya diperah.

Kesenangan yang kurasakan semakin mencapai puncak. Terutama disaat dinding- dinding vaginanya tidak cuma memerah namun juga mengempot serta mengisap. Kesenangan yang didapatkan nyata-nyata tambah tidak tertahan. ”Ooohh… aahh… aahhh.. ssshhh… aakkhh enak banget. Saya …aaahhh tidak kuat Bu. Ohhh enakkkhhh bangeet, ”

“I.. iiya Win, ibu juga ingin nyampe. Tahan ya sebentar ya.. aaahhh…sshhh.. sshhhh…aahhh…. ssshh …. aaaoookkkh, ”

Goyangan pantat serta pinggul Bu Rum semakin kencang. Serta puncaknya, ia memeluk erat badanku sembari mengangkat pinggangnya tinggi-tinggi. Saat itu, diantara rintihan serta erangannya yang semakin jadi kurasakan badannya mengejang serta empotan memeknya pada kontolku semakin memeras.

Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku

Jadi muncratlah spermaku di kehangatan lubang memeknya barengan dengan semburan hangat dari sisi terdalam vagina guru mengaji ibuku. Karna kesenangan yang saya peroleh, cukup lama saya terkapar di ranjang Bu Rum. Saat saya terbangun, Bu Rum telah mempersiapkan satu gelas teh panas serta mengajakku menyantap lontong serta opor ayam bikinan ibuku. Kami menyantapnya dengan nikmat. Bahkan juga dua bungkus rokok kegemaranku sudah ada di meja makan. Kata Bu Rum, ia meluangkan membelinya di warung Lik Karni pas saya tertidur.

Malam itu Bu Rum sungguh-sungguh melampiaskan keinginannya yang tertahan cukup lama. Setelah makan saya diajaknya bergumul di karpet di ruangan tengah di depan tv selanjutnya berlanjut di ranjang kamar tidurnya. Saya bak seseorang murid baru yang cerdas serta cepat pandai terima pelajaran. Ia mengakui begitu nikmati serta terasa senang oleh sogokan-sogokan kontolku di memeknya yang mempunyai jengger ayam.

“Ibu duga telah tidak bakalan rasakan nikmatnya yang seperti ini lagi. Karna telah lima th. lebih mulai sejak ayah mengenai stroke tak pernah berolehnya. Maka dari itu sangat terpaksa gunakan pisang serta terkadang kontol karet seandainya lagi kepengen, ” tuturnya sembari meremas gemas kontolku sesudah persetubuhan yang ke empat kalinya malam itu. Nyatanya wanita yang senantiasa tampak bak muslimah yang patuh itu, juga mempunyai lebih dari satu koleksi film porno.

Ia pernah menyetel beberapa koleksinya utk dilihat bersamaku pas istirahat sesudah ngentot yang ketiga di depan tv. Tetapi yang mengagetkan, karna “nonton bareng” film porno saya jadi tahu seandainya ibuku juga pengagum film porno. Itu terlontar dengan cara tidak disengaja oleh Bu Rum. Kata Bu Rum yang paling banyak dikoleksi yaitu yang melukiskan adegan incest atau jalinan sex antar anggota keluarga.

Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku

Saat itu Bu Rum memutar dua film. Film pertama melukiskan adegan sex pada pria muda berkulit hitam dengan wanita tua kulit putih. Sang wanita kulit putih di buat merintih serta mengerang karna sogokan kontol pria pasangannya yang perkasa. Bahkan juga pada akhirnya si wanita merelakan anusnya dijebol kontol panjang sang negro muda.

Film ke-2 yang disebut semi film narasi menceritakan wanita STW yang bekerja di perusahaan penebangan rimba. Suaminya senantiasa pergi cukup lama serta cuma sekian hari tinggal dirumah karna pekerjaannya itu. Si ibu yang kerap terasa kesepian pas suaminya pergi, kerap mengobel-ngobel sendiri memek serta itilnya pas keinginan seksnya datang. Tingkah si ibu kerap dipergoki dengan cara diam-diam oleh pria remaja yang disebut anak sulungnya. Jadi di satu peluang, pas tengah bermasturbasi serta sang anak tidak tahan menahan nafsu ia mendekati sang ibu. Keduanya larut dalam permainan panas di dapur, ranjang serta bahkan juga di kamar mandi tanpa ada perduli kalau memang mereka pasangan ibu serta anak.

Selesai pemutaran film yang ke-2, kukatakan pada Bu Rum kalau di banding film yang pertama, adegan sex ibu serta anak yang terbagus. Namun komentarku itu bikin Bu Rum keceplosan. Tanpa ada sadar ia menyebutkan kalau film porno itu dipinjam dari Bu Narsih (nama ibuku). Saat itu ia mengusahakan meralat. Ia mungkin saja baru kalau yang diajaknya bicara yaitu saya anak Bu Narsih. Namun pada akhirnya Bu Rum tersenyum serta berterusterang.

“Keinginan manusia bakal sex kan manusiwai Win. Seperti ibu serta ibumu, walaupun telah berusia namun keperluan bakal itu masih tetap belum padam, ”kata Bu Rum.

Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku

Ibuku memanglah telah 3, 5 th. menjada sesudah bapak wafat akibat menanggung derita diabetes cukup lama. Untuk menikah lagi mungkin saja malu karna cucunya telah tiga yang didapat dari Mbak Ratri, kakak perempuanku. Bahkan juga satu diantara cucunya telah duduk di bangku SLTP. Jadi ia pilih memendam keinginannya serta lebih menyibukkan diri pada usaha jual beli perhiasan berlian sebagai usahanya sampai kini.

Menurut Bu Rum, koleksi film-film porno yang dipunyai ibuku cukup banyak. Koleksi film seksnya yang berthema jalinan sex sedarah termasuk komplit. Bahkan juga Bu Rum mengakui, ia mengetahui penis palsu dari karet yang di kenal dengan sebutan dildo juga dari ibuku. “Pergaulan ibumu kan luas terlebih dengan ibu-ibu dari kelompok menengah atas. Mungkin dari ibu-ibu sebagai tujuan bisnisnya itu ia jadi mengetahui beberapa hal, ” papar Bu Rum memberikan.

Meskipun begitu kaget, namun saya tak coba memerlihatkannya dihadapan Bu Rum. Sebab sebagai anaknya saya tak pernah menyaksikan ibu nonton film porno atau beberapa barang berbau sex yang dipunyainya. Di kamar tidur ibu memanglah ada tv memiliki ukuran besar serta piranti pemutar DVD. Namun umumnya film-filmnya yaitu film hindustan karna ibu pengagum berat bintang Shah Ruk Khan. Bermakna ia mempunyai area untuk menyimpan spesial, ujarku membathin. Sekitar jam 03. 00 awal hari, dengan badan lunglai saya meninggalkan tempat tinggal Bu Rum dengan mengendap supaya tak dipergoki warga yang lain.

Ibuku membukakan pintu sembari menggerutu. Katanya mengganggu orang tidur. Namun berwajah kulihat tak seperti orang bangun tidur. Bahkan juga tv di kamarnya terdengar masih tetap menyala. Seperti kebiasaanya pas tidur ia senantiasa kenakan daster longgar. Namun pas itu dasternya kelewat tidak tebal sampai tampak membayang lekuk-liku badannya yang aduhai. Nyatanya ia juga tak memanfaatkan kutang serta celana dalam hingga kulihat benjolan putingnya pada sepasang buah dadanya yang nyaris sama besar dengan miliki Bu Rum.

Dibalik Jilbab Ibu Rum Tetanggaku

Ah kemungkinan ibu bukannya tidur. Namun lagi asik mengocok-ngocok memeknya dengan kontol karetnya sembari nonton adegan seseorang ibu yang tengah ngentot sama anak lelakinya. Cuma karna sangat kecapaian, saya segera masukkamar serta tidur.

Kumpulan Artikel Judi Online Situs Agen BandarQ Sakong AduQ Poker Online DominoQQ Domino99 Terpercaya Terbaik Dan Terbaru

BungaQQ Situs Agen DominoQQ Poker Online Terpercaya
BUNGAQQ DAFTAR LINK ALTERNATIF
BungaQQ Agen Situs BandarQ Online Terpercaya
7 Situs BandarQ AduQ DominoQQ Online Terpercaya 2017
17 Situs AduQ BandarQ DominoQQ Online Terpercaya 2017
77 Situs DominoQQ BandarQ AduQ Online Terpercaya 2017
Situs Sakong BandarQ DominoQQ Poker Online Terpercaya
3 Top Situs Bandarq Online Terpercaya dan Terbaik 2017
Situs Agen BandarQ Online Terpercaya dan Terbaik Tahun 2017
20 Situs BandarQ Poker Domino Online Terpercaya Terbaik 2017
20 Situs DominoQQ Domino99 Online Terpercaya Terbaik Dan Terbaru
BungaQQ.website Situs Domino99 BandarQ Dan Poker Online Terpercaya
BungaQQ.co Situs Domino99 BandarQ Dan Poker Online Terpercaya 2017

Shares 0

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *