Bunga99 agen bola online
Fantasy Bercinta Tiara

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Fantasy Bercinta Tiara

Fantasy Bercinta Tiara – Baru tiga bulan saya menikah dengan seseorang gadis cantik keturunan Chinese bernama Tiara, pangilannya Rara. Aku sendiri pria keturunan Chinese bernama Reno, dengan tinggi tubuh 185 cm, atletis. Aku memimpin satu perusahaan yang saya rintis sendiri dengan kawan-kawanku serta lumayan berhasil. Usiaku sekarang ini 28 th.. Tiara yaitu seseorang gadis yang wajahnya oriental serta cantik, yang berumur 25 th.. Dengan kelembutannya, serta tinggi tubuh 170 cm, berat 47 kg, kulit putih mulus serta dada memiliki ukuran 34C, membuatnya prima untukku. Pernikahanku yang baru seumur jagung ini tentunya begitu dipenuhi oleh kemesraan serta keceriaan yang riil dalam kehidupan kami. Fasilitas tempat tinggal besar serta dua mobil elegan dari orang-tua kami lengkapi semua itu.

Kehidupan seks kami juga cukup gemilang, di mana nyaris tiap-tiap malamnya (serta kadang waktu paginya) kami lewati dengan cumbuan, foreplay serta orgasme untuk orgasme yang begitu memuaskan kami berdua. Tapi saya miliki satu fantasi yang agak keterlaluan sebenarnya ; yakni saya menginginkan menyaksikan istriku yang cantik ini disetubuhi oleh lelaki beda yang dalam bayanganku yaitu seorang yang berumur muda, ganteng, tegap, dst. Aku menginginkan lihat istriku alami orgasme serta berikan kenikmatan terhadap lelaki itu dihadapanku. Fantasi tersebut yang umumnya senantiasa berhasil mengantarku ke orgasme yang hebat, baik ketika saya tengah bersanggama dengan istriku, ataupun ketika saya tengah jalankan masturbasi seseorang diri.

Fantasy Bercinta Tiara

Sempat kusampaikan terhadap istriku ketika kami tengah terkait sex di satu malam, serta nampaknya fantasi itu juga menyebabkan birahinya, dapat di buktikan dengan jadi bertambah terangsangnya dia kala itu. Ceritanya begini.. Ketika tempatnya diatas, serta penisku ada didalam vaginanya serta tengah seru-serunya dia bergoyang, kuremas lembut buah dada 34C-nya serta kukatakan dengan napas terengah-engah dikarenakan kurasakan orgasmeku nyaris tiba serta vaginanya juga telah mulai mencengkram batang penisku.

“Sayanghh, saya menginginkan melihatmu ngentot sama cowok lainhh.. aahh.. ”.
“Hmmhh? Emangnya bisa, say? Hmmhh? ” Katanya sembari bergoyang serta memutar mutar pantatnya yang membuatku mendelik keenakan.
“Kalo bisa anda ingin? Ohh baby.. memek anda ngejepit nihh. Ahh.. ” ujarku kembali sembari senantiasa meremas serta mengelus putingnya yang sangatlah tegang serta merah kecoklatan itu.
“Ahh.. tau ahh.. anda ngaco ajahh.. ohh baby, kontol anda telah semakin keras. Gede banget, say. Oughh.. ”
“Aku ingin saksikan anda sepongin dia serta dia jilatin memek anda.. Ouuhh yess.. senantiasa sayangghh, puter senantiasa pantat anda.. aahh. ”
“Terushh? aahh.. anda tidak cemburu emangnya? Ahh.. oohh.. hilang ingatan, kontol anda enak banget sich, say? ” Goyangannya semakin hot serta seru, sedang vaginanya semakin mencengkram keras batangku.
“Nggak, babe.. saya tidak cemburu.. oohh.. saya telah ingin hingga nih.. saya ingin anda dientot cowok beda sembari saya tontonin.. aahh baby.. saya keluarr.. aagghh.. ”
Maniku menyembur didalam vaginanya dengan deras sembari tanganku mencengkram erat pinggulnya. Serta nampaknya hal tersebut serta fantasiku turut menyebabkan orgasmenya juga.
“Ohh yess.. oohh yess.. saya keluar juga, sayangghh.. aagghh.. ” Badan mulus istriku ambruk diatas badanku, matanya terpejam serta vagina berkedutan cukup lama juga, sembari kupeluk serta kuelus punggung serta pantatnya.

Sebagian kala kemudian, dengan badan basah berkeringat, kami berciuman mesra. Udara AC yang dingin merasuki badan kami. Dengan typenya yang ciri khas serta manja, Tiara menyelinap kebalik selimut serta tidur di dadaku. Tangannya mengelus-elus dadaku serta saya mengelus rambutnya, meresapi apa yang barusan kami nikmati berbarengan.
Mendadak dia sedikit mengangkat badannya serta memandangku dalam-dalam, lantas berkata, “Yang anda katakan barusan beneran apa sekedar kembali napsu doang sich, say? ” Tangannya yang iseng menarik-narik jembutku yang kusut serta basah terserang cairan vaginanya campur keringat.
“Emm.. beneran dong. Mengapa? ” Aku iseng juga serta kupencet hidungnya yang mancung. Dengan bercanda dia berontak serta pura-pura ingin menggigit tanganku yang iseng barusan.
“Gila ih. Itu kan nyeleweng dong berarti? Kok anda jadi nganjurin aku bikin nyeleweng? ”
“Nyeleweng atau tidak itu sich terserah deh. Namanya juga fantasi. Bisa dong? ” Aku menjawab sekenanya lantas beranjak bangun dari ranjang ingin ke kamar mandi. “Udah, mandi dahulu, yuk? Telah gitu kita bobo. ” Dia kembali tiduran serta bengong memandangi langit-langit kamar.

*****

Besok paginya saya terbangun oleh ciuman di bibirku. Istriku terlihat baru usai mandi dengan rambut yang masih tetap basah serta badan cuma terbalut g-string putih.
“Jam berapakah nih, kok telah bagus? ” kataku dengan nada serak ciri khas orang baru bangun tidur.
“Yee.. telah jam 6 lho. Mari bangun, kelak telat ngantor. Sikat gigi gih. B-a-u deh mulutnya. Hihi. ”
“Salah sendiri nyium. Tentu bau dong. Namanya juga fresh from the oven. Ngapain pakai g-string semua? ”
“Aku ingin pakai rok mini putih hadiah dari mami anda. Itu rok rada tidak tebal deh sepertinya. Kalo pada cel-dal umum kelak buruk. ”
“Apa bisa ngantor pakai rok seksi jenis gitu? ” tanyaku polos.
“Nggak tau juga. Biar saja ah. Tipe-modelnya kan juga sukai pakai mini-minian begini. Aku tidak mau kalah ceritanya. Hahaha. ” Rara bekerja di satu diantara perusahaan advertising terpenting di Jakarta, yang memanglah kerapkali memanfaatkan layanan beberapa tipe (amatir serta pro).

Aku tidak jawab kembali serta segera lompat ke kamar mandi yang kebetulan berada di dalam kamar tidur kami. Iseng, kucolek buah dadanya yang masih tetap telanjang serta senantiasa buat mataku jelalatan serta penisku tegang, sembari tangan yang satunya kembali mengelus buah pantatnya.
“Idih, amit-amiit! Pelecehan seksual tuch, tau! ujarnya pura-pura emosi, sembari nyentil penisku. Aku meringis kesakitan.
“Aduh.. atit ya, cayang? ” ujarnya menyesal sembari mengelus penisku. “Sini saya pulihin.. ” Sambil berkata demikian, dia melorotkan celanaku serta penisku yang memanglah tegang mulai sejak bangun barusan, diremas serta dikulumnya sembari lidahnya berputar-putar di kepala penisku.
“Oh my God.. ” saya kaget banget api seneng juga. Tapi baru sebagian isapan, dilepasnya kembali.
“Udah ah.. kelak dia GR. Kalo GR, dia sukai pusing serta muntah lho! ” ujarnya sembari mengedipkan matanya lucu.
Aku jadi gemas serta penasaran, namun kulihat jam senantiasa bergerak, serta saya ada janji ketemu seorang untuk breakfast. Oleh karena itu kubiarkan dia lolos kesempatan ini, serta senantiasa bergegas mandi.

*****

Pas saya kembali mulai meeting direksi di kantorku jam 2 siang, telepon genggamku berbunyi. Tiara meneleponku.
“Halo? ”
“Hi, sayang.. kembali ngapain anda? ”
“Aku kembali meeting nih. What’s up, babe? ” Beberapa anggota direksiku sama-sama lirik serta tersenyum.
“Pak Romi mesra banget ya? Maklum pengantin baru sich. ” Pak Jerry, direktur operasiku bercanda sedikit. Aku cuekin saja.
“Sayang, kelak malem kawanku Si Ayu ngajakin double date di Fountain Lounge Grand Hyatt. ” Tiara menjawab renyah. “Mau ya? Pleasee.. ”
“Acara apaan sich? Ya OK lah. Dia ingin traktir emangnya? ”
“Tauk. OK ya, Jam sembilan kita ketemu mereka disana. Have fun with the meeting, say. Bilangin direkturmu janganlah iseng. ”
“Iya, iya. See you, babe. ” Kututup teleponku sembari melotot ke Pak Jerry yang terus cengar-cengir.

Ayu ini sebetulnya yaitu istri dari sahabatku, Sonny, yang yaitu putra hanya satu dari seseorang pilot senior Garuda Indonesia yang saat ini menjabat jadi direktur di salah-satu perusahaan penerbangan. Beliau ini masih tetap keluarga keraton Solo, namun telah sangat begitu liberal serta telah tidak ada kembali sinyal tanda kekeratonannya. Terlebih Sang Sonny sendiri yang cuek gemilang didalam pergaulan serta tajuk percakapan. Kalau percakapan yang menyerempet masalah sex, Sonny ini juaranya. Aku kenal dia mulai sejak masih tetap SMP di bilangan Menteng. Orangnya begitu ganteng serta berpenampilan macho. Perawakannya tidak jauh tidak sama denganku, cuma dia lebih pendek sedikit saja. Ayu berperawakan rata-rata wanita Indonesia. Yang paling menarik darinya menurutku adalah bibir yang ranum serta matanya yang bulat cantik.

Sorenya kujemput istriku di kantornya di daerah Kuningan (kantorku sendiri di daerah Kebayoran Baru). Di perjalanan dia tertidur nyenyak sekali sembari merebahkan kepalanya di bahuku. Aku duduk sembari membaca majalah Times. Kulirik sopirku. Dia nampak mulai senewen dengan kemacetan Kuningan. Maklumlah hari Jumat sore. Pastinya rush hour gila-gilaan. Sopirku ini telah jadi sopir pribadiku mulai sejak saya kelas 2 SMA. Aku sangatlah akrab kepadanya. Dia yaitu keponakan dari sopir papaku, usianya saat ini 34 th.. Namanya Hermansyah, kusingkat Maman. Wajahnya cukup ganteng, namun orangnya rada kecil untuk cowok. Tebakanku tingginya sekedar 160 saja. Tapi tubuhnya jadi. Maklum, dia kubuat jadi rekan sparringku di kelas tinju serta fitness. Dia lulus SMA, menginginkan kuliah, namun tidak ada cost. Lantas jadilah dia sopirku.

“Santai saja, Man. Tapi jikalau nabrak gue timpe lu. Mobil mahal nih. ”
“Iye, bos (dari dahulu manggil saya dengan “Bos”). Telah, kamu tidur saja seperti Mbak Rara. Saya jagain mobilnye. Lagian jikalau kagak mahal, bukanlah mobil kamu dong. Hehehe”
“Nah lu tau tuch. Hehehe. Dapat saja lu, Man. Gue kasih bonus deh lu. Upah lu gue potong 25%. ”
“Waduh, bos. Apa kata bos saja dah. Ma kasih ye, bos! ” Sambil ngomong gitu dia nengok ke belakang sembari matanya melirik ke paha istriku yang terbuka 1/2-nya karena rok mini putih nan tidak tebal itu. Kudiamkan saja.. penisku jadi tegang. Aku rasa saya serius miliki kelainan sex.

*****

“Hei, Son! ” saya sedikit berteriak ke arah sahabatku yang celingukan mencari-cari kami di Fountain Lounge.
Kulihat Ayu berpenampilan cukup seksi dengan gaun malam coklat muda panjang hingga ke tengah betisnya, namun dengan belahan cukup dalam hingga ke tengah pahanya. Saat duduk ia menyilangkan kakinya serta tempatku cukup terang untuk lihat paha putih mulusnya yang sedikit terungkap.
“Rom, mata lu juling banget saksikan paha bini gue. ” Sonny menyentakku. Sialan nih orang, fikirku.
“Ah, tidak.. gue kan diberi saksikan, bukannya ngelihat. Banyak bedanya lho. ”
Kami juga berderai-derai tertawa. Kulirik istriku, Rara, cuma mesem-mesem saja. Mungkin saja gondok juga kali dia.
Rara juga tampak seksi dengan celana hitam ketat serta busana hijau muda tanpa ada lengan yang berdada agak rendah. Ditambah sepatu hak tinggi hitamnya, dia nampak begitu sophisticated.
“Bini lu semakin mengkilap saja nih, Ren. Ra, peju Si Reno pas buat lu ya? ” Sonny menyambar cepat.
Memanglah demikianlah orangnya. Bicaranya kacau habis.
“Gila lu, Son. Kalo orang denger, disangkain elu mabok kali. ” Rara menyahut jengkel, namun terus bercanda, dikarenakan sudah mengetahui kebiasaan serta typenya Sonny.

Kami juga minum-minum sembari bercakap kesana-kemari dengan serunya. Hingga pada akhirnya jam tunjukkan waktu 11 pm. Aku bangkit ingin pipis.
“Gue ke toilet dahulu ah. Birnya mulai bekerja nih, ” kataku enjoy.
“Gue juga, man. Cewek-cewek tunggulah disini ya. Kalo ada yang nawar, kasih harga tinggi. Kelak Om Sonny yang atur persenannya buat you berdua. Hahahaha. ”
“Mau pipis saja kok ramai sich anda, Mas. ” Intan berkata sembari mengeleng-gelengkan kepalanya serta melihat suaminya, Sonny, dengan tatapan 1/2 tidak yakin. “Cepetan ya. Kelak ada yang nawar beneran, baru tahu rasa. ”

Di toilet saya melirik Sonny yang tengah pipis di sebelahku, serta katakan, “Son, gue rasa gue miliki kelainan sex. Gue miliki fantasi ingin ngeliat bini gue digituin sama cowok laen. What do you think, man? ”
“Yang bener lu? Hehehe, dari dahulu gue telah rasa lu rada maniak. Tapi baru saat ini gue percaya. Ini fantasi sewaktu horny saja apa beneran? ”
“Gue percaya ini beneran. ”
“Sarap lu ye. Gue bantuin deh lu. Ingin kagak? ”
“Rara sama lu? Bisa-bisa gue impoten nanti habis ngeliat. Thanks but no thanks, gan. Hehehe. Mengapa? Lu horny ya ngeliat bini gue? Sama dong. Hahaha. ”
“GR lu. Ingin kagak? Gue banyak pesenan laen nih. Ini pada kawan saja, free trial, gitu. Hahaha. ”
“OK. ”
“Hah? OK? Bener nih ya. Awas lu nyesel. Tapi bini gue bagaimana? Kagak bisa buat lu, setan. We’re not exchanging anything here, buddy. ”
“Yah, terserah lu lah. Tapi gue pesen satu saja : pakai kondom. ”
“Off course, my man. You think I’m dumb? ”
“Yes. Hehehe. Let’s go back out. Caranya gue serahin sama lu saja. ”
“Sip. Let’s go. ”
Sekembalinya kami dari toilet, kulihat beberapa istri kami tengah asyik bercakap dengan tiga orang lelaki keturunan India. Ayu diapit oleh dua orang serta yang seseorang kembali duduk di samping Rara. Dari typenya, kami ketahui kalau India-India iseng itu menduga istri-istri kami yaitu cewek-cewek gampangan. Tangan seseorang yang duduk di samping Ayu jadi telah di letakkan diatas paha Ayu. Kulihat Ayu coba menepisnya, namun tidak dengan sepenuh hati. Mungkin saja dia sukai juga? Yang duduk di samping Rara masih tetap agak sopan, serta cuma memeluk bahunya. Kulihat Rara agak menjauh sedikit serta melotot galak ke arah India gokil itu.

“Wow, dude.. dapat keduluan sama India-India bangsat itu nih, gue. ” Sonny nyeletuk asal sembari bergegas ke arah Ayu serta Rara. Saya mengikutinya perlahan-lahan. Kupikir, the more, the merrier. Kulihat Sonny bicara suatu hal dengan beberapa orang itu, serta selanjutnya mereka ngeloyor pergi sembari tertawa-tawa. Ke-2 istri kami juga turut tertawa lebar.

“What’s up, Son? ” tanyaku sesudah duduk kembali, kesempatan ini di samping Ayu.
“Nggak, gue bilangin saja seandainya dua cewek ini sudah kita sewa buat satu minggu. Udah lunas, juga. And we’re sorry but we’re not berbagi them with anybody. ”
“Emang hilang ingatan deh lu, Son. ” Rara berkomentar sembari masih tetap tertawa.
“Tapi sukai kaann.. ” Sonny memandangi muka Rara demikian dekatnya. Rara jadi rada kikuk, serta kulirik Ayu jadi mesam-mesem doang.
“Idiihh.. apaan sich lu. Jauhan dong.. mulut lu bau. Janganlah deket-deket muka gue. Reenn.. tolong dong. Teman anda sinting nih. Minumnya hanya satu gelas, maboknya seperti minum sepetii. ”

Tawa kami meledak mendengar ucapan Rara. Serta kurang lebih waktu satu, kami mengambil keputusan untuk pulang.
Sebelum pulang, Sonny pernah membisikiku, “Ren, besok siang gue ke tempat tinggal lu. We will start to realize your fantasy, man. ” Penisku segera tegang memikirkan apa yang juga akan berjalan kelak.

*****

Pukul 11 siang bel rumahku berbunyi. Saya tengah memirsa TV di kamarku. Rara mungkin saja tengah menolong Mbak Wani, salah seseorang pembantu RT kami memasak makan siang kami. Saya mengintip dari kamarku yang di lantai dua yang kebetulan menghadap ke jalan serta ke pagar rumahku. Sonny telah dimuka muka tempat tinggal dengan Ayu membawa keranjang di isi jeruk serta pisang. Selekasnya saya bergegas turun serta membukakan pintu paling utama tempat tinggal kami.

“Siang, bos. Wah, gue kirain elu belom mandi. Nyatanya telah bagus. Makanannya sudah ready nih? ” Si Sonny nyerocos demikian melihatku di pintu muka.
“Ampirlah. Masuk yuk. Wah, bawa pisang nih. ” Langsung kuambil keranjang buah itu dari tangan Ayu serta kucomot satu pisang yang segera saja kumakan.
“Raa.. Mas Sonny serta Mbak Ayu sudah dateengg. ” 1/2 berteriak saya menyebut istriku yang tengah masak di dapur.
Rara melongokkan dari arah dapur. Astaga! Nyatanya dia masih tetap menggunakan pakaian tidurnya yang berbentuk kaos you-can-see serta hot pants warna biru muda dengan kaki telanjang. Bodynya yang aduhai cuma tertutup sepertiganya saja seandainya begini.
“Bentar ya, sodara-sodara. Saya masih tetap masak nih. Yu, bantuin gue yuk! Cobain nih kurang apa. ” Rara menyahut dengan semangat. Ayu segera ngeloyor masuk dapur. Saya cermati Si Ayu menggunakan rok span warna merah darah serta kaos tanpa ada lengan warna kuning muda.
“So, what’s up, my brotha, what do you have in mind? ” Saya segera saja sembari mengedipkan mataku ke Sonny yang duduk bersamaku di ruangan tamu.
“Just chill, gan. I told you I’ll handle it, I will handle it. ” Sonny mengangguk percaya kepadaku.

Nggak lama lalu.. ”Cowok-cowok, lunch is served. ” Ayu menyebut kami di ruangan tamu dengan type seseorang chef kawakan dengan celemek serta serbet makan yang disampirkan di lengannya sembari 1/2 membungkuk.
“Nah, gitu dong. Although I’d rather eat you, love. ” Sonny berkata demikian sambil beranjak bangun menuju ke ruangan makan sembari mencubit pipi istrinya mesra. Saya meringis saja.
“Kalian makan duluan deh. Gue pengen mandi dahulu sebentaar saja. ” Kata Rara sembari lari kecil naik tangga ke kamar kami.
“OK, ma’am. Namun kita tungguin deh, seandainya beneran hanya sebentaar saja. ” Sonny menggoda istriku. Istriku meresponnya dengan memeletkan lidahnya ke arah Sonny.
“Lu diam disini dahulu, ya. Kelak kurang lebih lima menit, lu susul gue ke kamar lu. OK? ” Sonny membisikiku. Ayu kebetulan tengah bercakap dengan Mbak Wani serta tdk lihat ke arah kami.
“Hah? Sinting apa lu? Namun whateverlah. OK. ” Kataku perlahan-lahan.

Benar, kurang lebih lima menit sesudah Sonny naik ke kamarku, saya menyusulnya. Setibanya saya dimuka pintu kamar mandi yang terbuka sedikit.. wow.. kulihat Sonny tengah mengintip Rara yang tengah menanggalkan pakaiannya yang cuma dua lembar itu satu persatu.

“Goddamn, bini lu bodynya buat gue geregetan saja. ” Bisik Sonny.
“Eh, monyet, gue kagak sempat minta lu ngintip. Sial, lu. ” Saya agak jengkel juga, terasa dikerjai.
“Tenang, broer. Ini step by step. Let the pro do it. You, horny bastard, juicet shut up and sit tight. ”
“Gue hajar lu. Kalo dia teriak, satu tempat tinggal denger, kita dapat cilaka, sompret. ”
“Soon! Reenn! Mana sich kalian?! ” kudengar Ayu berteriak menyebut dari bawah. Istriku pasti pula dengar, namun cuek saja, selanjutnya dengan bertelanjang bulat masuk dalam bath up, persiapan pengen mandi. Kami mashi selalu mengintip.
“Lu turun dahulu ke bawah, tenangin bini gue, OK? ” bisik Sonny.
“OK. ” Saya beranjak perlahan-lahan pergi. Nggak tau pengen ngomong apa ke Ayu, namun penisku telah tegang setelah, seperti pengen pecah terasa.

“Yu, Si Sonny kembali nonton basket di kamar gue. Seru juga sich, lagian Rara kan masih tetap mandi. Lu pengen nonton juga? ” Saya percaya Ayu tentunya tidak juga akan tertarik, karna dia paling tidak suka sama yang namanya kompetisi basket. Konyol, tuturnya.
“Nggak ah, gue disini saja nonton TV dibawah. Buruan dong. Kan gue juga lapar nih. ”
“Beres, manis. ”
“Genit lu ya seandainya tidak ada siapa. ” Ayu menyahut sembari tersenyum manis. Saya nyengir saja, sembari lari kembali naik ke kamarku.

Hingga disana, saya masuk serta kukunci kamarku perlahan-lahan.
“Gimana, Son? ”
“Udah usai mandi tuch. Wuih, hilang ingatan, gue ngaceng berat nih, pren. Kagak nyesel nih lu? ”
Saya diam saja. Nggak lama Rara keluar dari kamar mandi, seperti kebiasaanya, telanjang keseluruhan cuma bercelana dalam saja. Rambutnya masih tetap basah karna keramas.
“Aahh! ” Rara menjerit kaget 1/2 mati lihat ada Sonny di situ. Dia pengen lari kembali masuk ke kamar mandi, namun tangan Sonny cepat menangkapnya. Rara meronta-ronta serta saya diam saja sembari menelan ludah.
“Tenang, sayang.. tenang.. gue disini hanya pengen bantuin lakilu memuaskan fantasinya. ” Sonny berujar perlahan-lahan sembari tangannya tetaplah mencengkram tangan Rara.
“Ren, anda bener-bener hilang ingatan ya. Ini apa-apaan sich? ” Rara emosi sekali lihat ke arahku. Saya hanya buang muka saja.
“OK, karna anda betul-betul sinting, saya bisa juga sinting. Namun janganlah menyesal kelak. ” Rara berkata demikian sembari memeluk Sonny serta mencium bibirnya biarpun masih tetap agak curiga. Tangan mereka bergerilya kemana saja. Buah dada Rara yang ranum jadi tujuan bibir serta lidah Sonny yang dengan bernapsu menjilat serta menyedotnya. Rara menggelinjang nikmat. “Mmhh.. Son.. remes dong Son.. perlahan saja.. ahh.. ” Rara rupanya naik juga birahinya.

“Mmhh.. yeaahh.. ” Sonny mendongak terpejam selagi Rara meremas penisnya dari balik celana jeansnya. “Buka saja, sayang.. ”
Saya telah napsu berat, kukeluarkan penisku, serta mulai mengocoknya sembari masih tetap berdiri. Kulihat Rara jongkok dimuka Sonny, masih tetap dimuka pintu kamar mandi yang terbuka sembari keluarkan penisnya dari balik resleting serta mulai menyepongnya habis-habisan. Lidahnya bermain di kepala serta ke-2 buah pelir Sonny. Dikulum, dihisap, dijilat, you name it, she is doing it. Dia mengerjakannya sembari melirik Sonny serta saya bertukaran.

“Isep, sayang.. yeaah, gitu.. uuhh.. bini lu hebat, man. Hebaatthh.. aahh.. jebol deh gue.. aarrghh! ” Sambil berkata demikian, air mani Sonny tumpah didalam mulut Rara yang segera ditelannya. Lihat itu, saya tidak tahan kembali, serta air maniku juga segera menyembur ke lantai. Lemas, saya terduduk di ranjang. Rara juga bangkit berdiri sembari melihat Sonny.
“Enak, Son? Hmm? ” kata Rara 1/2 berbisik.
Sonny masih tetap terpejam serta menganggukkan kepala sembari menelan ludahnya.
“Kalah deh Si Ayu. Sedotan lu hilang ingatan banget, Ra. Ren, you’re a lucky motherfucker, you know? ”
“I know, man. Thanks berat. Ini rahasia kita saja ya. ” Sahutku enjoy.
“Yuk, turun. Kelak Ayu curigation, kembali. Ra, anda turun dahulu, say. Bilangan Ayu “Pertandingan basketnya” telah ampir usai. Kelak kita nyusul. ”
“OK. ” Rara bergegas kenakan pakaian serta segera turun. Saya sedikit lega karna beberapa fantasiku telah terpuaskan.
“Reno, my man. If you need us to go any further than that, juicet ask, buddy. Hehehe. ” Sonny ngomong gitu sembari membenarkan busananya. Saya ngangguk saja, turut berberes, serta bersihkan lantai yang terserang semprotan maniku baru saja.

*****

Selesai makan siang yang dipenuhi dengan canda serta percakapan seperti umumnya, kami bersantai di kebun belakang tempat tinggal kami sembari makan buah-buahan yang dibawa Sonny serta Ayu. Kami duduk di meja bundar yang berada di tengahnya kebun kami. Saya, Rara, Sonny, Ayu. Sonny melirik Rara yang pura-pura tdk menyaksikannya sembari selalu bercakap denganku serta Ayu.

Mendadak Rara beranjak bangun.
“Mau pipis”, tuturnya.
Sambil berdiri demikian, sembari tangannya mengelus penis Sonny. Kurasa Ayu tdk memerhatikannya karna repot berkomentar mengenai bunga-bunga yang terlihat indah sekali sore itu. Sonny memandangiku sembari nyengir. Kukedipkan mataku padanya sembari meladeni ocehan Ayu. Sejam lalu mereka pamit pulang.

*****

“Do you like it? ” saya ajukan pertanyaan pada istriku saat sebelum tidur malam itu.
“Hmm? I think I do. ” Rara membalas menjawab sembari memeluk dadaku serta merebahkan kepalanya di dadaku.
“Mau cobalah lebih kembali? ” saya ajukan pertanyaan singkat.
“Terserah anda, sayang. ” Balasnya sembari mengelus penisku yang telah berdiri.
“Idih, kok sudah ngaceng sich ininya? ” tuturnya kembali sembari merogoh dalam celana tidurku yang komprang tanpa ada celana dalam.
Dia mulai mengelus-elus kepala penisku serta mulai mengocoknya perlahan-lahan.

“Ahh, baby.. I want you to fuck him. ” Kataku dengan napsu yang telah naik.
“I know, baby.. ” sembari berkata demikian, kepalanya menyelisip kebalik selimut serta mengulum penisku.
“This is what I did to him. Tell me how you like it.. ” Kurasakan air maniku selekasnya terkumpul karena sedotan, jilatan serta kulumannya di penisku.
“Sayang, anda bakalan buat saya keluar nih.. telan ya.. mmhh.. oohh. ” Hilang ingatan, belum juga sempat saya keluar secepat itu. Kurang dari 2 menit saja! Istriku memanglah fantastis teknik oralnya. Maniku ditelannya.
“Baby, I need you to fuck me. Pleasee.. ” Rara menggelinjang sembari tangannya meremas toketnya sendiri serta selanjutnya mengelus vaginanya yang telah basah. Mulai sejak kapan dia tidak gunakan pakaian kembali?
“Aku tidak mau.. the next fuck you’ll get will be from Sonny, babe. ” Saya berkata dengan kejam sembari membereskan celanaku serta tidur nyenyak.

Fantasy Bercinta Tiara

Dua hari lalu, saya masih tetap belum juga bersanggama dengan Rara. Malam harinya, sekitaran waktu 7, Sonny menelponku selagi saya baru usai mandi.
“Ren, bini gue kembali ke Yogya, ada sodaranya yang wafat. Gue sudah mencari argumen agar tidak turut. So, I’ll have 2 days Off. What’s up? ”
“Perfecto. Si Rara sudah horny berat nih. Nggak gue masukkin sudah dua hari. Lu dateng deh saat ini. ”
“Say no more, buddy. ” Sonny tutup teleponnya. Kurang lebih 1/2 jam lalu dia telah tiba. Rara yang membukakan pintu.

Demikian lihat Rara, Sonny segera memeluk serta mencium lehernya.
“Hello, doll. Miss me? ” Ini orang cool juga, fikirku.
“Mmhh.. ” Rara menggelinjang suka. “A lot. You come for me, or what? ”
“No, I come for my buddy. YOU will make me cum. ” Sonny menyeringai.
“And I will make you cum with me. ”
Sonny segera menggandeng Rara ke kamar tidur kami. Saya ikuti dari belakang.

“Strip for us. And masturbate, but stop when you are about to cum. ” Sonny memerintah Rara sesampainya di kamar. Saya menyetel CD jazz yang lembut untuk mendukung situasi.
Rara menanggalkan busananya satu persatu sembari meliuk-liukan badannya yang sintal mulus itu. Harus, kami berdua menelan ludah berulang-kali. Lalu sesudah bugil keseluruhan, ia membelakangi kami serta membungkuk. Dengan tersenyum ia melihat ke arah kami serta menjilat jari tengah kanannya. Lalu dengan sensualnya ia mengelus selama bibir vaginanya serta dengan perlahan-lahan memasukkan jari itu dalam vaginanya keluar masuk kurang lebih lima kali.

“Ouhh.. it’s so wet, boys.. ” tuturnya seraya menjilat kembali jari itu.
“And it taste so yummy.. ” Kami kembali menelan ludah dengan tangan kami mengelus penis kami semasing.
Ia lalu berbalik menghadap kami, serta jalan hampiri Sonny. Ia selanjutnya berjongkok diantara selangkangan Sonny yang duduk dipinggir ranjang bersamaku memirsa aksinya. Celana Sonny dibukanya serta penisnya dielus serta diremas lembut.

Kulihat kepala penis Sonny sudah terlalu basah, serta semakin basah karna saat ini Rara mulai menjilatinya.
“Ahh, Raa.. selalu sayanghh.. ” Sonny menggelinjang nikmat serta saya mulai mengocok penisku perlahan-lahan.
“Enak, Son? Hmm? Ingin diisep sekali lagi seperti tempo hari? ” Rara dengan seksinya melirik ke arah Sonny.
“Yess.. please, babe.. suck my cock.. ”
Tidaklah perlu diminta 2 x, Rara mengulangi aksinya. Namun kesempatan ini cuma sebentar saja. Mungkin dia takut Sonny keburu keluar sekali lagi.

Sesaat kemudian, Rara menelentangkan badannya di lantai kamar yang berlapis kayu sembari meremas-remas dadanya, serta tangan yang satunya bermain lincah di vaginanya. Kami turut bertelanjang bulat sembari duduk di samping kanan serta kirinya.

Sebagian waktu lalu Rara mulai mengerang serta menggelinjang. Napasnya terengah-engah serta mukanya memerah. Pinggulnya terangkat-angkat serta buat pergerakan memutar perlahan-lahan. Remasan di dadanya mulai agak kasar. Puting susunya dipelintir olehnya sendiri, serta vaginanya mulai keluarkan cairan kental serta berbau ciri khas. Dia telah diambang orgasme. Sonny dengan sigap menangkap ke-2 tangannya serta segera menindihnya.

Dengan satu hentakan, penisnya menyodok ke vagina istriku. Pinggul Sonny mulai bermain.
“Aahh.. aahh.. yess.. oouuhh.. ” Rara meracau tidak karuan.
Saya juga nyaris pingsan karna napsuku. Tanganku mengocok penisku secara cepat.
“Ohh.. Soonn.. kontol lu gede banget banget, sayang.. aahh.. ahh.. ahh.. gue ingin sampai nih, Soonn.. oouugghh.. gue keluar, Soonn.. aarrgghh! ” Rara menjerit-jerit rasakan nikmat yang menhantam semua sendinya.
“Ra.. didalam apa diluar.. ” Shit.. saya baru sadar bila Sonny lupa gunakan kondom! “Di mana, Raa? ” Sonny percepat goyangannya.
“Di luar, Son.. uuhh.. ” Rara telah lemas setelah orgasme. “Wow.. anget banget, sayang.. ” ucap Rara lembut waktu penis Sonny berkedutan diatas perut Rara yang putih serta rata. Tangan Rara cepat mengurut-urut penis Sonny yang tengah memuntahkan laharnya.
“Ooh fuucckk.. ” Sonny ambruk diatas badan istriku. Saya juga percepat kocokanku serta tidak lama..
“Baby, I’m coming.. ” saya terengah-engah mengarahkan penisku ke mulut Rara.
“Sini, sayang.. saya ingin anda miliki.. ” Rara buka mulutnya lebar serta kusemburkan maniku ke mulutnya..
“Telen sayang.. yeaahh.. agghh! ” Orgasmeku menghantamku serta penisku berkedutan didalam mulut Rara. Dengan lembut Rara menjilati serta mengulum penisku.

Semua adegan itu makan saat cuma 1. 5 jam saja. Sonny lantas pamit pulang selekasnya.
“Thanks, Son. ” Kataku saat mengantarnya ke depan pintu. Rara telah tertidur di kamar kelelahan.
“Anytime, buddy. Memek bini lu mengagumkan. ”
“Ayu miliki bagaimana? Emangnya tidak seenak Rara? ” ujarku iseng saja sejujurnya.
“Hehehe.. lu cobalah saja sendiri. My treat. Namun itu bila dia OK. Later, man. Let’s do lunch tomorrow. ”
Saya tersenyum kecil serta menganggukan kepala.

*****

Besoknya saya makan siang bersama-sama Sonny di daerah Kemang. Sembari bercakap ngalor ngidul, Sonny berkata, “Besok malam Ayu hingga dirumah. Still interested? ”
“Well, gue sich OK banget jika lu berdua OK juga. Rara bagaimana? ” kataku perlahan.
“Ajak saja besok. Gue miliki gagasan nih. Kita dapat nonton live show mungkin. Hahaha. ”
Deg. Jantungku berhenti sesaat. Sonny memanglah hilang ingatan, sepertinya. Namun kegilaan yang mengasyikan.
“Are you serious? Bagaimana langkahnya? Mana ingin mereka? ”
“Serahin saja sama Om Sonny. Lu tau beres serta ngecret saja deh pokoknya. OK ya. Gue harus balik ke kantor nih. Masih tetap ada masalah. See you tonite. ”
“See you, bos. ”

*****

Akhirnya malam yang kunantikan tiba juga. Sekitar jam 9 saya serta Rara telah tiba dirumah Sonny serta Ayu di Permata Hijau. Kukatakan pada Rara kalau another fantasy is waiting. Dia excited sekali serta siap dengan baju yang begitu frontal menunjukkan keseksian badannya. Kaos hitam yang cuma berbentuk kemben seperut serta rok mini hitam ketat berbahan kulit membalut badannya. Sepatu hak tinggi hitam menghiasi sepasang kaki panjang mulusnya.

Ayu membukakan pintu tempat tinggalnya dengan kemeja yg tidak kalah seksinya. Rok sebetis dengan belahan pada bagian belakang yang dalam ke tengah pahanya serta atasnya baju tidak tebal longgar tanpa ada BH hingga kami dengan terang lihat putingnya yang tegak menantang.

“Come in, ” ujarnya seraya tersenyum manis pada kami.
“Kita main strip poker malam hari ini. I heard you guys were having a grand time while I was gone. Curang! Kok tidak ngajak-ngajak sich? ”
Kami hanya bengong saja mendengar penuturannya.
“Emangnya OK bikin lu, Yu? ” Tanyaku. Rara telah merah padam berwajah.
“Sure, seks is a sport. And I need to have some exercise. Hahaha. ” Busyet, telah ketularan lakinya nih, fikirku.

Tanpa ada ragu-ragu, Ayu menggandeng Rara serta mencium pipinya yang masih tetap kemerahan karna kaget campur malu.
“Come on, girl.. don’t be like that. What are best friends for? To fuck each other brains out! ” tawanya berderai-derai diterima dengan tawa Sonny dari dalam tempat tinggal.
“Bisa saja lu, Yu.. ” Rara yang telah enjoy kembali saat ini menyahut.
“Abis ini nih, Reno, gara-garanya. ”
“Tapi senangi kaan.. ” lagi Sonny yang mendadak telah selain Rara mendekatkan berwajah ke muka Rara.
“He-eh. Suka banget. ” Rara berkata demikian sembari meremas penis Sonny.
“Kontol laki lu ini buat gue kelojotan kemaren malem nih, Yu. ”
“Kalo gitu kontol lakilu harus buat gue kelojotan dong malem ini, agar satu sama. ” Ayu berkata sembari melirik nakal padaku. Saya jadi tertawa kecil, akan tetapi penisku telah tegang sekali terasa.
“But first let’s have dinner! ”

Baca Juga : ML dengan Murid Les ku

“Mmhh.. Ren.. jilat selalu itil gue.. aahh iyaa.. ” Ayu mendesah lembut saat saya mulai menjilati kelentitnya yang telah jadi membesar diatas sofa living roomnya. Rara serta Sonny melihat sembari keduanya mengelus-elus sendiri badan mereka yang telah telanjang bulat.
“God.. suck my clit, honey.. yess.. you’re gonna make me come.. oouuhh! ” Jeritan lirih Ayu cukup keras. Untung saja beberapa pembantu RT telah di perintahkan untuk pergi keluar tempat tinggal malam hari ini. Jadi cuma tinggal kami berempat saja.
Kusodok-sodokan lidahku dalam vagina Ayu yang tengah keluarkan cairan kenikmatannya. “Tell me what you want, babe. ” Kataku sekenanya. Penisku telah mulai keluarkan cairan serta merasa hangat.
“I want you to fuck me and make me cum.. do it now.. ” Ayu meracau sembari menggeleng-gelengkan kepalanya karena diserang birahi yang bertubi-tubi.

Kulirik Rara serta Sonny yang tengah bergumul 69 di lantai dibawah sofa itu. Erangan serta rintihan mereka cukup membuatku serta Ayu makin beringas. Selekasnya kuposisikan penisku ke lubang kewanitaannya. Bless.. aahh.. hangat sekali didalam sini. Ayu dengan ahlinya mengencangkan otot vaginanya waktu saya mulai menggenjotnya. Setelah berapakali ayunan pantatku, saya rasakan maniku mulai membludak.

“Yu.. gue dapat tidak tahan jika lu gituin selalu memeknya.. oohh.. uuhh.. ” saya mulai rasakan denyutan di pangkal penisku.
“Hmmhh.. biarin.. gue juga telah dikit sekali lagi hingga kok.. hh.. terlepas di dalam saja.. gue sekali lagi aman kok.. aarrghh! ” Ayu menjerit keras karna mendadak saya menggenjotnya keras berulang-kali.
“Shit.. Yu.. terima nih, sayang.. shiitt.. aahh.. aahh.. gilaa.. ” Saya turut teriak karna orgasmeku datang dengan mendadak.
“Renn.. ohh.. I’m cumming, honey.. I’m cummiinngg.. iihh.. oohh.. ” Denyutan memeknya begitu merasa memijat penisku. Saya ambruk diatas badan Ayu serta kami berdua sama-sama berpagutan French kissing serta kuhisap serta kujilati toketnya yang montok berkeringat.
“Hhmm.. telah dahulu dong, Ren.. nanti gue naik sekali lagi nih. ” Kata Ayu lembut sembari menggelinjang geli.
“That’s the idea, babe.. saksikan tuch Rara sama Sonny.. ” bisikku di telinganya sambil menggigit kecil kupingnya.

Rara serta Sonny masih tetap sama-sama menjilat serta mengisap dengan serunya dalam urutan 69. Badan Rara mulai bergetar, mengerang-erang, serta tangannya mengocok penis Sonny secara cepat. Mendadak, Sonny yang ada dibawah mendorong badan Rara ke samping.
“Stop dahulu sayang.. hhuuhh.. stop.. ” Sonny berdiri perlahan.
“Kenapa, Son? Tidak enak ya? Mari dong.. barusan gue telah ampir tuch.. aaduuhh.. janganlah gini dong.. tega deh lu.. ” Rara merajuk bercampur birahi yang buat kepalanya pusing.
“Hehehe.. you can cum, but Ayu is the one that will do it to both of us. ” Deg. Jantungku berdegup kencang. Jadi ini tujuannya Si Sonny dengan live show.

Ayu tersenyum simpul mendengar itu.
“Ra, saat ini elu kangkangin muka gue. I’ll take you there, honey. ” Ayu berkata dengan genitnya.
Rara yang telah tidak mampu sekali lagi, diam sesaat, lantas mengangkangi muka Ayu yang masih tetap berkeringat.
“Aawwhh.. make me cum.. please make me cum.. ohh yeaasshh.. isep itil gue, sayang.. iyaahh gitu.. iyaahh.. ” Ayu menjerit-jerit kecil rasakan permainan lidah serta bibir Ayu di vaginanya.
Disamping itu Sonny kulihat memposisikan penisnya di vagina Ayu yang masih tetap melelehkan air maniku.
“Aahh yess.. enak, Masshh. ” Ayu mulai rasakan genjotan suaminya.
“Honey.. I’m cumming.. oohh.. ” Rara mengerang serta mendesah panjang waktu orgasmenya datang. Pinggulnya begoyang maju-mundur menggosokannya vagina serta kelentitnya ke bibir Ayu yang siap menyedot-nyedot cairan vagina Rara yang mengalir deras. Badan Rara yang basah berkeringat bergetar hebat serta tangannya meremas keras buah dadanya yang bergelayut manja.

Kulihat paha Sonny mulai bergetar hebat serta ia memeluk badan Rara dari belakang sembari selalu menghentak-hentakan penisnya ke vagina istrinya. Nada becek berkecipak didalam vagina Ayu seksi sekali.
“Oohh.. fuckin’ fuck.. saya keluar, sayaanghh.. ” Sonny memuntahkan lahar panasnya yang tentu bercampur dengan milikku didalam vagina Ayu. Badan Sonny berkelojotan serta tangannya meremasi buah dada Rara yang masih tetap nikmati orgasme dashyatnya mengangkangi muka Ayu.
“Yess.. anget sekali miliki anda, Masshh.. hheehh.. ” Ayu pejamkan matanya nikmati sensasi yang mengagumkan. Bibirnya belepotan cairan Rara serta vaginanya berlelehan air maniku serta suaminya. Saya terhenyak lemas dibawah sofa dengan penis terkulai lemas serta perasaan begitu bahagia.

*****

Keesokkan paginya dirumah kami, saya terbangun merasakan Rara yang tengah memeluku dari belakang. Kubalikan badanku, serta kulihat ada senyuman lembut di berwajah.
“Ra, baby? ”
“Hmm? Udah bangun, sayang? ” istriku menjawab lembut.
“Are you happy? ” tanyaku tulus.
“Very. Sini, bobo sekali lagi.. saya ingin dipeluk selalu sama anda. I love you so much, sayang.

Situs Agen BandarQ Online Poker Domino QQ 99 Terpercaya
8 Situs Agen Poker Online BandarQ Domino QQ 99 Terpercaya
KepoQQ Situs BandarQ Domino99 AduQ Poker Online Terpercaya
7 Situs BandarQ AduQ DominoQQ Online Terpercaya 2017
Situs BandarQ Poker Domino Online Terpercaya Terbaik 2017
Agen Situs Poker BandarQ Online Terpercaya Terbaik Tahun Ini

Shares 0
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *