Bunga99 agen bola online
Gairah Seks Ibu Mertuaku

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Gairah Seks Ibu Mertuaku

Cerita Dewasa Indonesia Cerita Panas Cerita 18 Tahun Cerita Lendir. Gairah Seks Ibu Mertuaku. Perkenalkan dahulu namaku Tomy. Telah 1 minggu ini akau ada dirumah sendirian. Istriku, Riris, tengah ditugaskan dari kantor tempatnya bekerja untuk ikuti satu kursus yang ditunaikan di kota lain sepanjang dua minggu. Terus jelas saja saya jadi kesepian juga rasa-rasanya. Kalau ingin tidur rasa-rasanya kok aneh juga, kok sendirian serta sepi, walau sebenarnya umumnya ada istri di sisiku. Memanglah perkimpoian kami belum dikaruniai anak. Maklum baru 1 th. jalan. Karna sendirian itu, serta maklum karna otak lelaki, fikirannya jadi kemana saja.

Gairah Seks Ibu Mertuaku

Saya teringat momen yang saya alami dengan ibu mertuaku. Ibu mertuaku bukanlah ibu kandung istriku, karna ibu kandung Riris sudah wafat dunia. Ayah mertuaku lalu kimpoi lagi dengan ibu mertuaku yang saat ini serta kebetulan tdk punyai anak. Ibu mertuaku ini umurnya kurang lebih 40 th., berwajah ayu, serta badannya betul-betul sintal serta padat sesuai sama wanita idamanku. Buah dadanya besar sesuai sama pinggulnya. Demikian pula pantatnya juga bahenol banget. Saya kerap memikirkan ibu mertuaku itu apabila tengah telentang tentu vaginanya membusung ke atas terganjal pantatnya yang besar itu. Hemm, sungguh menggairahkan.

Momen itu berlangsung saat malam dua hari sebelum saat hari perkawainanku dengan Riris. Saat itu saya duduk berdua di kamar keluarga sembari menyinggung persiapan perkimpoianku. Mendadak lampu mati. Dalam kegelapan itu, ibu mertuaku (saat itu masih tetap calon) berdiri, saya fikir bakal mencari lilin, namun malah ibu mertuaku memeluk serta menciumi pipi serta bibirku dengan lembut serta mesra. Saya kaget serta melongo karna saya tdk menduga samasekali diciumi oleh calon ibu mertuaku yang cantik itu.

Hari-hari selanjutnya saya punya sikap seperti umum, demikian pula ibu mertuaku. Pada saat-saat saya duduk berdua dengan dia, saya kerap membulatkan tekad melihat ibu mertuaku lama-lama, serta dia umumnya tersenyum manis serta berkata, “Apaa..?, sudah-sudah, ibu jadi malu”.

Terus jelas saja saya sesungguhnya merindukan agar bisa bermesraan dengan ibu mertuaku itu. Saya terkadang sagat terasa bersalah dengan Riris istriku, dan ayahku mertua yang baik hati. Terkadang saya sekian kurang ajar memikirkan ibu mertuaku disetubuhi bapak mertuaku, saya pikirkan kemaluan bapak mertuaku keluar masuk vagina ibu mertuaku, Ooh alangkah…! Namun saya tetap menyimpan hormat pada bapak serta ibu mertuaku. Ibu mertuaku juga sayang sama kami, walaupun Riris yaitu anak tirinya.

Pagi-pagi hari selanjutnya, saya ditelepon ibu mertuaku, minta supaya sore harinya saya bisa mengantarkan ibu menengok famili yang tengah ada di rumah sakit, karna bapak mertuaku tengah pergi ke kota lain untuk masalah usaha. Saya sih sepakat saja. Sore harinya kami jadi pergi ke rumah sakit, serta pulang telah setelah maghrib. Seperti umum saya tetap punya sikap sopan serta hormat pada ibu mertuaku.

Dalam perjalan pulang itu, saya membulatkan tekad ajukan pertanyaan, “Bu, ngapain sih dahulu ibu kok cium Tomy? ”.

“Aah, kamu ini kok maih diingat-ingat juga siih”, jawab ibuku sembari memandangku.

“Jelas dong buu…, Kan asyiik”, kataku menggoda.

“Naah, jadi kurang ajar thoo, Ingat Riris lho Tom…, Kelak kedengaran ayahmu dapat juga geger lho Tom”.

“Tapii, sesungguhnya mengapa siih bu…, Tomy jadi penasaran lho”.

Gairah Seks Ibu Mertuaku

“Aah, ini anak kok tidak mau diem siih, Namun eeh…, anu…, Tom, sesungguhnya saat itu, saat kita jagongan itu, ibu tengok tampangmu itu kok ganteng banget. Hidungmu, bibirmu, matamu yang agak kurang ajar itu kok buat ibu jadi gemes banget deeh sama kamu. Maka dari itu saat lampu mati itu, tak tahu setan dari tempat mana, ibu jadi pengin banget menciummu serta merangkulmu. Ibu sesungguhnya jadi malu sekali. Ibu ragam apa kau ini, saat tengok menantunya sendiri kok blingsatan”.

“Mungkin, setannya ya Tomy ini Bu…, Saat ini setannya itu juga deg-degan apabila tengok ibu mertuanya. Ibu bisa yakin bisa tdk, terkadang apabila Tomy lagi sama Riris, jadi bayangin Ibu lho. Bener-bener nih. Sumpah deh. Kalau Ibu sempat bayangin Tomy gak apabila lagi sama Bapak”, saya makin berani.

“aah gak tahu ah…, udaah…, udaah…, kelak apabila keterusan kan gak baik. Hati-hati setirnya. Kelak apabila nabrak-nabrak disangkanya nyetir sembari pacaran ama ibu mertuanya. Pasti ibu yang disalahin orang, Disangkanya yang tua niih yang ngebet”, tuturnya.

“Padahal dua-duanya ngebet lo Bu. Buu, maafin Tomy deeh. Tomy jadi pengiin banget sama ibu lho…, Bagaimana niih, punyai Tomy sakit kejepit celana nihh”, saya makin lama berani.

Gairah Seks Ibu Mertuaku

“Aduuh Toom, janganlah gitu dong. Ibu jadi sulit nih. Namun senantiasa jelas saja Toom.., Ibu jadi seperti orang jatuh cinta sama kamu.., Kalau telah begini, telah naik begini, ibu jadi pengin ngeloni kamu Tom…, Tom kita cepat pulang saja yaa…, Kelak diterusin dirumah…, Kita pulang ke rumahmu saja sekarang…, Toh lagi kosong khan…, Namun Tom menggir sebentar Tom, ibu ingin cium kamu di sini”, kata ibu dengan nada bergetar.

ooh saya jadi berdebar-debar sekali. Mungkin saja dipengaruhi juga karna saya telah 1 minggu tdk bersetubuh dengan istriku. Saya jadi nafsu banget. Saya minggir ditempat yang agak gelap. Sesungguhnya kaca mobilku juga telah gelap, hingga tdk takut ketahuan orang. Saya serta ibu mertuaku berangkulan, berciuman dengan lembut penuh kerinduan. Betul-betul, sampai kini kami sama-sama merindukan.

“eehhm…, Toom ibu kangen banget Toom”, bisik ibu mertuaku.

“Tomy juga buu”, bisikku.

“Toom…, telah dahulu Tom…, eehmm telah dulu”, napas kami memburu.

“Ayo jalan lagi…, Hati-hati yaa”, kata ibu mertuaku.

“Buu penisku kejepit niih…, Sakit”, kataku.

“iich anak nakal”, Pahaku dicubitnya.

“Okey…, buka dahulu ritsluitingnya”, tuturnya.

Cepat-cepat saya buka celanaku, saya turuni celana dalamku. Woo, segera berdiri tegang banget. Tangan kiri ibu, saya tuntun untuk memegang penisku.

“Aduuh Toom. Gede banget pelirmu…, Agar ibu pegangin, Ayo jalan. Hati-hati setirnya”.

Saya masukan persneling satu, serta mobil melaju pulang. Penisku dipegangi ibu mertuaku, jempolnya mengelus-elus kepala penisku dengan lembut. Aduuh, gelii… sangat nikmat. Mobil jalan tenang, kami berdiam diri, namun tangan ibu senantiasa memijat serta mengelus-elus penisku dengan lembut.

Gairah Seks Ibu Mertuaku

Hingga di rumahku, saya turun buka pintu, serta segera masuk garasi. Garasi saya tutup kembali. Kami bergandengan tangan masuk ke area tamu. Kami duduk di sofa serta berpandangan dengan penuh kerinduan. Situasi demikian hening serta romantis, kami berpelukan lagi, berciuman lagi, makin lama menggebu-gebu. Kami tumpahkan kerinduan kami. Saya ciumi ibu mertuaku dengan penuh nafsu. Saya rogoh buah dadanya yang tetap saya pikirkan, aduuh betul-betul besar serta lembut.

“Buu, Tomy kangen banget buu…, Tomy kangen banget”.

“Aduuh Toom, ibu juga…, Peluklah ibu Tom, peluklah ibu” nafasnya makin memburu.

Matanya terpejam, saya ciumi matanya, pipinya, saya lumat bibirnya, serta lidahku saya masukan ke mulutnya. Ibu agak kaget serta buka matanya. Lalu dengan serta-merta lidahku disedotnya dengan penuh nafsu.

“Eehhmm.., Tom, ibu belum sempat ciuman seperti ini…, Lagi Tom masukan lidahmu ke mulut ibu”

Ibu mendorongku pelan, memandangku dengan mesra. Dirangkulnya lagi diriku serta berbisik, “Tom, bawalah Ibu ke kamar…, Enakan di kamar, janganlah disini”.

Dengan berangkulan kami masuk ke kamar tengah yang kosong. Saya terasa tdk enak ditempat tidur kami. Saya terasa tdk enak dengan Riris kalau kami memanfaatkan tempat tidur di kamar kami.

“Bu kita gunakan kamar tengah saja yaa”.

“Okey, Tom. Saya juga gak enak gunakan kamar tidurmu. Lebih bebas di kamar ini”, kata ibu mertuaku penuh pengertian. Saya remas pantatnya yang bahenol.

“iich.., basic anak nakal”, ibu mertuaku merengut manja.

Gairah Seks Ibu Mertuaku

Kami duduk ditempat tidur, sembari beciuman saya buka kemeja ibu mertuaku. Saya sungguh kagum dengan kulit ibuku yang putih bersih serta mulus dengan buah dadanya yang besar menggantung indah. Ibu saya rebahkan ditempat tidur. Celana dalamnya saya pelorotkan serta saya pelorotkan dari kakinya yang indah. Sekali lagi saya mengagumi akan lihat vagina ibu mertuaku yang tidak tipis dengan bulunya yang tidak tipis keriting. Seperti saya memikirkan sampai kini, vagina ibu mertuaku benar menonjol ke atas terganjal pantatnya yang besar. Saya tdk tahan lagi melihat keindahan ibu mertuaku telentang di depanku. Saya buka kemejaku serta penisku telah betul-betul tegak prima. Ibu mertuaku memandangku dengan tanpa ada berkedip. Kami sama-sama merindukan kebersamaan ini. Saya berbaring miring di samping ibu mertuaku. Saya ciumi, kuraba, kuelus semua, dari bibirnya hingga pahanya yang mulus.

Saya remas lembut buah dadanya, kuelus perutnya, vaginanya, klitorisnya saya main-mainkan. Liangnya vaginanya telah basah. Jariku saya basahi dengan cairan vagina ibu mertuaku, serta saya gosokkan lembut di clitorisnya. Ibu menggelinjang keenakan serta mendesis-desis. Sesaat peliku dipegang ibu serta dielus-elusnya. Kerinduan kami sampai kini telah mendorong untuk ditumpahkan serta dituntaskan malam hari ini. Ibu menggeliat-geliat, meremas-remas kepalaku serta rambutku, mengelus punggungku, pantatku, serta pada akhirnya memegang penisku yang telah siap sedia masuk ke liang vagina ibu mertuaku.

“Buu, saya kaangen banget buu…, Tomyy kanget banget…, Tomy anak nakal buu.. ”, bisikku.

“Toom…, ibu juga. sshh…, masukin Toom…, masukin sekarang…, Ibu telah pengiin banget Toom, Toomm…”, bisik ibuku tersengal-sengal. Saya naik ke atas ibu mertuaku bertelakn pada siku serta lututku.

Tangan kananku mengelus berwajah, pipinya, hidungnya serta bibir ibu mertuaku. Kami berpandangan. Berpandangan begitu mesra. Penisku dituntunnya masuk ke liang vaginanya yang telah basah. Ditempelkannya serta digesek-gesekan di bibir vaginanya, di clitorisnya. Tangan kirinya memegang pantatku, menghimpit turun sedikit serta membiarkan desakannya berikan komando penisku.

Gairah Seks Ibu Mertuaku

Kaki ibu mertuaku dikangkangnya lebar-lebar, serta saya telah tdk sabar lagi untuk masuk ke vagina ibu mertuaku. Kepala penisku mulai masuk, makin lama dalam, makin lama dalam serta pada akhirnya masuk semua hingga ke pangkalnya. Saya mulai turun naik secara teratur, keluar masuk, keluar masuk dalam vagina yang basah serta licin. Aduuh enaak, enaak sekali.

“Masukkan separo saja Tom. Keluar-masukkan kepalanya yang besar ini…, Aduuh garis kepalanya enaak sekali”.

Nafsu kami makin menggebu-gebu. Saya makin cepat, makin memompa penisku ke vagina ibu mertuaku. “Buu, Tomy masuk semuanya, masuk semuanya buu”

“Iyaa Toom, enaak banget. Pelirmu ngganjel banget. Gede banget rasane. Ibu marem banget” kami mendesis-desis, menggeliat-geliat, melenguh penuh kesenangan. Disamping itu kakinya yang tadi mengangkang saat ini dirapatkan.

Aduuh, vaginanya tidak tipis banget. Saya sekurang-kurangnya tahan lagi apabila telah begini. Saya makin ngotot menyetubuhi ibu mertuaku, mencoblos vagina ibu mertuaku yang licin, yang tidak tipis, yang sempit (karna telah kontraksi ingin puncak). Bunyinya kecepak-kecepok buat saya makin bernafsu. Aduuh, saya telah tdk tahan lagi.

“Buu Tomy ingin keluaar buu…, Aduuh buu.., enaak bangeet”.

“ssh…, hiiya Toom, keluariin Toom, keluarin”.

Gairah Seks Ibu Mertuaku

“Ibu juga ingin muncaak, ingin muncaak…, Toomm, Tomm, Teruss Toomm”, Kami berpagutan kuat-kuat. Napas kami berhenti. Penisku saya tekan kuat-kuat kedalam vagina ibu mertuaku.

Pangkal penisku berdenyut-denyut. menyemprotlah telah spermaku ke vagina ibu mertuaku. Kami berbarengan nikmati puncak persetubuhan kami. Kerinduan, kemelut kami tumpah telah. Rasa-rasanya lemas sekali. Napas yang tadi nyaris terputus makin alami penurunan.

Saya angkat tubuhku. Akan saya cabut penisku yang telah menancap dari dalam liang vaginanya, namun ditahan ibu mertuaku.

“Biar didalam dahulu Toom…, Ayo miring, kamu berat sekali. Kamu nekad saja…, masa’ orang ditindih sekuatnya”, tuturnya sembari memencet hidungku. Kami miring, bertemu, Ibu mertuaku memencet hidungku lagi, “Dasar anak kurang ajar…, Berani sama ibunya.., Saat ibunya dinaikin, Namun Toom…, ibu nikmat banget, ‘marem’ banget. Ibu belum sempat rasakan seperti ini”.

“Buu, Tomy juga buu. Mungkin saja karna curian ini ya buu, bukanlah miliknya…, Punya bapaknya kok dikonsumsi. Ibu juga, punyai anakya kok ya dikonsumsi, diminum”, kataku menggodanya.

“Huush, basic anak nakal.., Ayo dilepaskan Toom.., Aduuh berantakan niih Spermamu pada tumpah di sprei, Keringatmu juga basahi tetek ibu niih”.

“Buu, malam hari ini ibu gak usah pulang. Saya pengin dikelonin ibu malam hari ini. Saya pengin diteteki hingga pagi”, kataku.

“Ooh janganlah cah bagus…, apabila dituruti Ibu juga penginnya demikian. Namun tdk bisa demikian. Kalau ketahuan orang dapat geger deeh”, jawab ibuku.

“Tapi buu, Tomy rasa-rasanya emoh pisahlah sama ibu”.

“Hiyya, ibu tahu, namun kita mesti gunakan otak dong. Toh, ibu akan tidak kabur.., malah apabila kita tdk hati-hati, semua bakal bubar deh”.

Gairah Seks Ibu Mertuaku

Kami sama-sama berpegangan tangan, berpandangan dengan mesra, berciuman lagi penuh kelembutan. Tidak ada kalimat yang keluar, tidak bisa diwujudkan dalam kalimat. Kami sama-sama mengasihi, pada ibu serta anak, pada seseorang pria serta seseorang wanita, kami tulus mengasihi keduanya.

Malam itu kami mandi berbarengan, sama-sama menyabuni, menggosok-gosok, meraba serta membelai. Penisku dicuci oleh ibu mertuaku, hingga tegak lagi.

“Sudaah, sudaah, janganlah nekad saja. Ayo kelak keburu malam”.

Malam itu sungguh begitu terkesan dalam hidupku. Hari-hari setelah itu jalan normal seperti umumnya. Kami sama-sama melindungi diri. Kami menumpahkan kerinduan kami cuma kalau betul-betul aman. Namun kami banyak peluang sekedar untuk berciuman serta membelai. Terkadang dengan berpandangan mata saja kami telah menyalurkan kerinduan kami. Kami makin sabar, semakain dewasa dalam melindungi interaksi cinta-kasih kami.

Kumpulan Artikel Judi Online Situs Agen BandarQ Sakong AduQ Poker Online DominoQQ Domino99 Terpercaya Terbaik Dan Terbaru

7 Situs BandarQ AduQ DominoQQ Online Terpercaya 2017
17 Situs AduQ BandarQ DominoQQ Online Terpercaya 2017
77 Situs DominoQQ BandarQ AduQ Online Terpercaya 2017
Situs BandarQ Poker Domino Online Terpercaya Terbaik 2017
3 Top Situs Bandarq Online Terpercaya dan Terbaik 2017
Situs Agen BandarQ Online Terpercaya dan Terbaik Tahun 2017
20 Situs BandarQ Poker Domino Online Terpercaya Terbaik 2017
BungaQQ.website Situs Domino99 BandarQ Dan Poker Online Terpercaya
BungaQQ.co Situs Domino99 BandarQ Dan Poker Online Terpercaya 2017
KepoQQ Situs BandarQ Domino99 AduQ Poker Online Terpercaya

Shares 0

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *