Bunga99 agen bola online
Guru Idamanku

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Guru Idamanku

Cerita Dewasa Indonesia | Cerita Panas | Cerita 18 Tahun | Cerita LendirGuru Idamanku – Sebut saja saya Andy. Saya siswa SMA di satu sekolah negeri Jakarta. Saya adalah siswa yang disebut cukup pandai di kelasku. Terlebih sesudah saya menang olimpiade computer tingkat propinsi, namaku jadi semakin di kenal di sekolahku. Nilai-nilai ku di sekolah dapat juga termasuk bagus. Senantiasa bisa nilai di atas 7. Terkecuali pelajaran pkn, pelajaran yang paling sulit menurutku. Saya tidak sempat memperoleh bagus. Terbagus hanya bisa 7. Hari rabu ini, saya belajar seperti umum. Tapi waktu pelajaran pkn, bu tanti, guru pkn ku tidak masuk. Biasanya bu tanti tidak sempat telat. Seperti umum, bila tak ada guru masuk, kami sekelas senantiasa bercakap di kelas. Mendadak ada seorang wanita yg tidak kukenal masuk ke kelas ku.

Guru Idamanku

Bu guru : “Hayoo jangan sampai pada berisik. Oh iya perkenalkan, nama saya ibu fara. Usia 21 th.. Ibu ada di sini dikarenakan ibu dipesen sama ibu tanti untuk ngajar di sini dikarenakan beliau sakit dbd. Ibu selanjutnya juga akan menukar ibu tanti mengajar di sini sepanjang 1 semester dikarenakan ibu sekali lagi praktik kerja lapangan untuk belajar jadi guru. ”
Anak-anak : “Yaaaahhhhhh but anti engga masuk deh”, jawab rekan-temanku serentak sembari senyum
Bu fara : “halah ibu tau kalian pada seneng kan? Oke ibu dipesen jika hari ini ibu ngajar bab 2. Coba buka buku kalian”
Anak-anak : “Iya buu”
Anak-anak sangat ketertarikan saat pertama kalinya diajar bu fara. Dahulu sepanjang diajar bu tanti tidak sempat sesuai sama ini. Bu fara masihlah muda, cantik, baik sekali lagi. Coba dia jadi pacarku, wah saya seneng banget, fikirku dalam lamunanku. Mulai sejak hadirnya bu fara, saya seringkali melamun. Terus-terusan liatin bu fara daripada simak buku. Bagiku, bu fara adalah cewe yang baik. Tidak merasa udah bel istirahat sekalian jam bu fara hari ini udah usai.
Bu fara : “sebelum ibu keluar, ibu ingin kasitau jika minggu depan ulangan bab 2. Ibu dipesen bu tanti”

Anak-anak : “yah kok baru diajar sebentar segera ulangan sich? Buat masalah yang ringan ya bu”
Bu fara : “yaudah ibu buat yang ringan. Tapi kalian semuanya mesti dapet bagus ya? Oke ibu keluar dahulu. Selamat siang anak-anak”
Anak-anak : “asiik ulangan nya dibikin ringan. Selamat siang bu”
Sepulang sekolah saya segera buka buku pkn. Saya belajar agar dapet bagus serta untuk bu fara saya belajarnya hehehe. Tidak seperti kebanyakan, saya sepulang sekolah senantiasa belajar, terkecuali pkn. Karena ada bu fara saya jadi semangat untuk dapet bagus.

Satu minggu lantas, bu fara menepati janjinya untuk menghadirkan ulangan. Bu fara membagi-bagikan masalah ke tiap-tiap anak. Begitu saya terima masalah serta saya simak, agak sulit menurutku. Saya lakukan nomor yang saya dapat. Bekasnya yang saya engga dapat saya lewatin dahulu. Begitu saya simak temanku yang beda, telah nyaris usai walau sebenarnya saat ulangan masihlah 40 menit sekali lagi. Terpaksa saya simak jawaban temanku yang duduk di sebelahku. Kebetulan bu fara sekali lagi keluar sebentar, jadi ada peluang untuk aku untuk nyontek. Baru nyontek 2 nomor, mendadak bu fara masuk ke kelas serta pernah simak saya sekali lagi nyontek, tapi bu fara tidak menegurku serta jadi mengawasi anak yang beda. Sepertinya bu fara membiarkan saja serta pura-pura tidak paham atas apa yang saya perbuat barusan, tapi apa masalahku. Yang terutama saat ini ada 4 nomor kosong sekali lagi yang perlu di isi. Saya jadi lebih waspada serta lebih menyimak kondisi. Tiap-tiap kali bu fara mengawasi anak beda saya segera nyontek temanku. Tidak merasa udah bel. Saya segera menyatukan jawabanku ke bu fara. Serta sesudah semuanya anak menyatukan jawaban, bu fara katakan selamat siang sembari keluar kelas.

Saya masihlah kawatir sama peristiwa yang barusan. Apa bu fara engga geramin saya tapi nilaiku dibikin buruk nanti? Ah sudahlah nunggu bu fara koreksi jawaban saja, fikirku. 2 hari sesudah ulangan, bu fara masuk ke kelasku untuk membagikan hasil ulangan. Anak yang di panggil namanya segera maju serta terima hasil ulangan nya. Begitu namaku dimaksud, saya lihat nilai 6, 5. Sebelum saya kembali pada tempat duduk, bu fara katakan “nanti pulang sekolah anda ke ruangan guru ya. Ada yang ingin ibu bicarain sama anda. ” Saya segera deg-degan. Tapi saya udah berupaya coba tenang serta bakalan tidak omelan dari kelak.
Sepulang sekolah, saya segera menghadap bu fara.
Bu fara : “andy, kok hanya anda yang dapet buruk? Walau sebenarnya kan ringan itu ulangan nya. ”
Andy : “saya telah belajar bu. Satu minggu waktu lalu cocok ibu katakan ingin ulangan saya segera belajar pkn”
Bu fara : “walaupun sangat, anda masihlah tetep kurang maksimum belajarnya. Bagaimana jika ibu kasih anda penambahan agar anda dapet bagus? ”
Andy : “wah bisa tuch. Di mana bu? ”
Bu fara : “ini alamat tempat tinggal ibu. Anda dateng hari minggu siang. Tapi jangan sampai katakan siapapun juga ya jika anda dapet tambahan”, memegang ke-2 tanganku sembari tersenyum.
Andy : “Oke bu. Yang terutama nilai saya jadi bagus”
Saya segera salaman sama bu fara serta bergegas pulang ke tempat tinggal. Alangkah bahagianya saya hari ini, dikarenakan hanya saya yang dapet penambahan sama bu fara serta saya disenyumin bu fara. Bener-bener cantik. Saya jadi semakin senangi sama bu fara. Dari pulang sekolah, saya senyum selalu. Sampe-sampe cocok di bis saya diliatin sama ibu-ibu. Sampai tempat tinggal saya segera mikirin bu fara selalu. Seandainya bu fara jadi pacarku, selalu saya mikir ah engga mungkin saja itu. Dari pada mikir yang engga terang selalu mending belajar saja deh.

Hari minggu jam 1 siang, saya pergi ke tempat tinggal bu fara. Tempat tinggalnya engga sangat jauh. 10 menit dari rumahku. Saya lihat tempat tinggal bu fara yang simpel tapi bersih. Saya memencet bel 3x, bu fara keluar.
Bu fara : “Oh andy ibu kirain siapa. Mari masuk, engga dikonci kok”
Saya segera masuk sangat dipersilahkan. Bu fara pakai baju biru dengan rok hitam yang ketat. Saya jadi semakin senangi sama bu fara.
Bu fara : “Kamu ingin minum apa? ”
Andy : “Engga usah repot-repot bu. Apa saja boleh”
Tidak lama lantas, bu fara membawakan saya air putih. Sesudah saya meminum sedikit, bu fara segera mengajariku bab 2. Saya jadi lebih jelas bila diajarin sama bu fara. Tidak merasa udah 2 jam belajar sama bu fara.
Andy : “Bu terima kasih ya, saya jadi lebih ngerti jika diajarin sama ibu. Saya pulang dahulu ya”
Bu fara : “Kamu jangan sampai pulang dahulu deh, masa hanya belajar? Oya kita ngobrolnya gunakan saya anda saja. Nonton tv dahulu aja”
Andy : “yaudah terserah anda saja deh”
Pada akhirnya kami ke ruangan tengah serta duduk di sofa sembari nonton tv. Mendadak dia menumpukan kepalanya di bahuku. Saya beranikan diriku untuk membelai rambutnya.
Fara : “Aku ada hadiah untuk kamu nih, tapi tutup mata dahulu ya”
Andy : “Kenapoa engga segera kasih saja? ”
Fara : “kamu nih diminta tutup mata tapi masihlah buka, ih bandel”

Saya mengalah saja. Kututup mataku sembari bertanya-tanya dalam hatiku, apa yang ingin dia kasih. Mendadak saya rasakan suatu hal yang lembut di bibirku, saat saya buka mataku, saya terperanjat lihat guruku sendiri menciumku. Saya menyedot lidahnya sembari kucium-cium bibirnya, lantas kuteruskan dengan mencium-cium daun telinga dia sembari berkata “Aku sayang kamu”. Sesudah daun telinga, kuterusi ke leher, kupegang-pegang leher area belakang dengan ke-2 tanganku sembari kucium-cium lehernya. Dia sangat menikmatinya sampai matanya merem melek serta mendesah. Dari leher tanganku turun ke dada, kuremas-remas dadanya sembari kujilati putingnya. Desahan nya makin kencang, kugigit perlahan puting kiri nya, tangan nya sembari mengocok penisku. Saya segera ganti urutan 69. Saya dapat lihat dengan terang memiaw fara… baunya harumdan selekasnya kujilat, rasa-rasanya betul-betul enak. Tentu dia seringkali pelihara tubuh nya. Kumainkan lidahku di baguan klitoris serta labia mayora, sambil kumasukkan lidahku ke liang vagina nya. Erangan nya makin kencang. Sedotan fara juga enak, semua batang penisku dilumatnya, betul-betul enak. Saking nikmatnya, tidak merasa saya udah di buat keluar oleh fara. Sesudah saya menggapai kenikmatan, waktu ini gantian fara yg aku bikin senang. Saya memasukkan jariku ke lubang vagina nya sembari kujilat-jilati bibir vagina fara yang berwarna pink.

“ahh… saya engga tahan nih”
Kupercepat pergerakan tanganku ke vagina nya sembari kupegang klitoris nya serta pada akhirnya dia orgasme juga. Orgasme nya betul-betul deras sampai membasahi muka ku serta beberapa ranjang nya.
“andy maafin saya ya, keluar sampai banyak gitu ngenain muka kamu”
“kalo anda yang keluarin engga apa-apa”, saya segera mencium bibir nya.
“masukin ademu ke dalam marmutku dong… kepengen nih aku”

Saya ambillah urutan missionary, kumasukkan adekku dengan perlahan-lahan, masuk ke vagina nya betul-betul sempit. Dia masihlah perawan, kumasukkan dengan perlahan-lahan penisku supaya dia tidak kesakitan. Kupercepat sedikit, fara nampaknya meringis kesakitan, ku tidak perdulikan erangan itu. Langsung ku masukan semua penisku ke vagina nya. Yeah saya memperoleh perawan nya fara. Dia terlihat menangis kecil menahan kesakitan, segera saja kucium untuk meredakan dampak sakitnya. Saya mulai mepercepat permainanku. Expresi muka fara beralih, semula agak kesakitan saat ini beralih jadi penuh nafsu. Fara semakin nikmati permainanku, ditambah desahan nya semakin kencang. Saya fikir penisku berkenaan area g-spot nya. Kusodok penisku dibagian itu, tidak lama fara lantas alami orgasme yang ke-2. Saya mengajak fara untuk ganti urutan wot. Penisku perlahan-lahan dimasukkan ke vagina nya… Bless, betul-betul nikmat, ditambah dengan otot vagina nya yang meremas penisku buat kesenangan nya jadi bertambah. Dia selalu mendesah keenakan, goyangan nya hot juga, walau sebenarnya baru pertama kalinya rasakan seks. 6 menit lantas, goyangan nya semakin cepat. “ahh saya ingin keluar sekali lagi nih”

“eh jangan sampai keluar dahulu, bareng saja sama saya. saya juga bentar sekali lagi kok”
Pada akhirnya kami keluar dengan berbarengan. Sperma ku banyak keluar didalam serta dia orgasme juga cukup banyak. Sesudah kami “bertarung”, fara memeluk ku serta menciumku. “makasih ya sayang, anda telah buat saya merasakan enaknya bercinta”
“ya keduanya sama sayang. Ngomong-ngomong, anda ingin engga jadi pacarku? Saya sayang banget sama anda. Mulai sejak pertama kalinya simak anda, mulai ada perasaan senangi sama anda. Saya senantiasa mikirin anda selalu dirumah. Saya juga dahulu kepengen anda jadi pacarku. ”. fara terdiam sesaat. Dia menitikkan air mata.
“aku juga sayang sama anda. Saya engga ingin kehilangan anda. ”
Kami berpelukan serta berciuman sekali lagi. Tidak merasa udah jam 3 sore. Kemudian saya pamit sama fara untuk pulang.
Hari-hari selanjutnya berjalan seperti umum, tak ada yang tahu berkenaan hubungan kami berdua. Mulai sejak waktu itu, kami mulai rajin bercinta sehari-hari minggu serta sabtu. Semoga hubunganku serta fara dapat abadi.

Baca Juga : Cewek Bispak SMP

Artikel Menarik Lain

Shares 0
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *