Bunga99 agen bola online
Gwa di Entot demi Nilai Ujian

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

Gwa di Entot demi Nilai Ujian. Cerita Dewasa Indonesia Cerita Panas Cerita 18 Tahun Cerita Lendir. Dengan langkah ragu-ragu saya mendekati ruangan dosen dimana Pak Hr ada.
“Winda…”, satu nada menyebut.
“Hei Ratna! ”.
“Ngapain kau mencarinya dosen killer itu? ”, Ratna itu ajukan pertanyaan heran.
“Tau nih, saya ingin minta ujian susulan, udah 2 x saya minta diundur selalu, mengapa ya? ”.
“Idih jahat banget! ”.
“Makanya, saya takut kelak di raport merah, mata kuliah dia kan mutlak!, tauk nih, bentar ya saya masuk dahulu! ”.
“He-eh deh, hingga kelak! ” Ratna berlalu.

Gwa di Entot demi Nilai Ujian
Cerita Dewasa Indonesia – Dengan bertekad saya mengetuk pintu.
“Masuk…! ”, Satu nada yg sangat ditakutinya menyilakannya masuk.
“Selamat siang pak! ”.
“Selamat siang, kamu siapa? ”, tanyanya tanpa ada meninggalkan pekerjaan yg tengah diselesaikannya.
“Saya Winda…! ”.
“Aku..? Oh, yg ingin minta ujian lagi itu ya? ”.
“Iya benar pak. ”
“Saya tak ada saat, kelak hari Minggu saja kamu datang ke tempat tinggal saya, ini kartu nama saya”, Katanya acuh tidak acuh sembari menyerahkan kartu namanya.
“Ada lagi? ” bertanya dosen itu.
“Tidak pak, selamat siang! ”
“Selamat siang! ”.

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

Cerita Panas – Dengan lemas saya beranjak keluar dari ruang itu. Kesal sekali rasa-rasanya, udah belajar hingga larut malam, hingga disini mesti kembali pada hari Minggu, huh!
Mungkin cuma akulah yg hari Minggu masihlah jalan sembari membawa tas akan kuliah. Hari ini saya mesti penuhi ujian susulan dirumah Pak Hr, dosen berengsek itu.

Cerita 18 Tahun – Tempat tinggal Pak Hr terdapat di satu perumahan elite, diatas satu bukit, agak jauh dari rumah-rumah yang lain. Belum pernah memijit Bel pintu udah terbuka, Seraut muka yg udah mulai tua namun tetaplah fresh nampak.
“Ehh…! Winda, mari masuk! ”, sapa orang itu yg tidak lain yaitu pak Hr sendiri.
“Permisi pak! Ibu mana? ”, tanyaku berbasa-basi.
“Ibu tengah pergi dengan anak-anak ke tempat tinggal neneknya! ”, sahut pak Hr ramah.
“Sebentar ya…”, tukasnya lagi sembari masuk kedalam ruang.
Tumben tidak sepeti umumnya saat mengajar di kelas, dosen ini populer paling killer.

Cerita Lendir – Tempat tinggal Pak Hr teratur rapi. Dinding ruangan tamunya bercat putih. Di pojok ruang ada seperangkat almari kaca temapat tersimpan beragam barang hiasan porselin. Di tengahnya ada hamparan permadani berbulu, serta kursi sofa kelas satu.
“Gimana udah siap? ”, bertanya pak Hr mengagetkan saya dari lamunannya.
“Eh udah pak! ”
“Sebenarnya. . ., sesungguhnya Winda tidaklah perlu ikuti lagi susulan kalau…, kalau…! ”
“Kalau apa pak? ”, saya ajukan pertanyaan tidak menyadari. Belum habis bicaranya, Pak Hr udah menuburuk badanku.
“Pak…, apa-apaan ini? ”, tanyaku kaget sembari meronta coba melepas diri.
“Jangan berpura-pura Winda sayang, saya membutuhkannya serta kau perlu nilai bukanlah, kau bakal kululuskan seandainya ingin melayani saya! ”, sahut lelaki itu sembari berupaya menciumi bibirku.

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

Serentak Bulu kudukku berdiri. Geli, jijik…, tetapi tak tahu dari tempat mana aslinya perasaan keinginan menggelora juga kembali menyerangku. Ingin rasa-rasanya membiarkan lelaki tua ini berlaku semaunya atas diriku. Mesti kuakui benar-benar, kendati dia lebih layak jadi bapakku, tetapi sesungguhnya lelaki tua ini kerap membuatku berdebar-debar juga seandainya tengah mengajar. Tapi saya tetaplah berupaya meronta-ronta, untuk menambah harga diriku di mata Pak Hr.
“Lepaskan…, Pak janganlah hhmmpppff…! ”, kata-kataku tidak tertangani karna terburu bibirku terhambat mulut pak Hr.

Saya meronta serta sukses melepas diri. Saya bangkit serta lari menghindar. Tetapi tak tahu kenapa saya malah lari masuk ke satu kamar tidur. Kurapatkan badanku di pojok ruang sembari menata ulang nafasku yg terengah-engah, tak tahu kenapa birahiku demikian cepat naik. Semua wajahku merasa panas, ke-2 kakikupun merasa gemetar.

Pak Hr seperti di beri peluang emas. Ia jalan masuk kamar serta mengunci pintunya. Lalu dengan perlahan-lahan ia mendekatiku. Badanku bergetar hebat disaat lelaki tua itu mengulurkan tangannya untuk merengkuh diriku. Dengan sekali tarik saya jatuh ke pelukan Pak Hr, bibirku selekasnya terhambat bibir lelaki tua itu. Merasa lidahnya yg kasap bermain menyapu telak didalam mulutku. Perasaanku bercampur aduk jadi satu, tidak suka, jijik bercampur dengan rasa mau dicumbui yg makin kuat sampai pada akhirnya akupun terasa udah kepalang basah, hati kecilku juga menginginkannya. Terbayang olehku saat-saat saya dicumbui seperti itu oleh Aldy, tak tahu tengah dimana dia saat ini. saya tidak menampik lagi. bahkan juga saat ini jadi membalas dengan hangat.

Terasa memperoleh angin saat ini tangan Pak Hr bahkan juga tambah berani menelusup dibalik blouse yg saya gunakan, tidak berhenti di situ, selalu menelup ke balik beha yg saya gunakan.

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

Jantungku berdegup kencang saat tangan lelaki itu meremas-remas gundukan daging kenyal yg ada di dadaku dengan gemas. Merasa benar, telapak tangannya yg kasap di permukaan buah dadaku, ditingkahi dengan jari-jarinya yg nakal mepermainkan puting susuku. Gemas sekali kelihatannya dia. Tangannya tambah lama tambah kasar bergerak di dadaku ke kanan serta ke kiri.

Setelah senang, dengan tidak sabaran tangannya mulai menanggalkan baju yg saya gunakan satu untuk satu sampai berceceran di lantai. Sampai pada akhirnya saya cuma menggunakan secarik G-string saja. Bergegas juga Pak Hr menanggalkan kaos oblong serta sarungnya. Di baliknya menyembul batang penis lelaki itu yg udah menegang, sebesar lengan Bayi.

Tidak merasa saya menjerit ngeri, saya belum pernah lihat alat vital lelaki sebesar itu. Saya sedikit ngeri. Dapat jebol milikku dimasuki benda itu. Tetapi saya tidak sanggup sembunyikan kekagumanku. Seakan ada pesona sendiri sampai pandangan mataku selalu tertuju ke benda itu. Pak Hr jalan mendekatiku, tangannya mencapai kunciran rambutku serta menariknya sampai ikatannya terlepas serta rambutku bebas tergerai hingga ke punggung.
“Kau Cantik sekali Winda…”, gumam pak Hr terkagum pada kecantikanku.
Saya cuma tersenyum tersipu-sipu mendengar pujian itu.

Dengan lembut Pak Hr mendorong badanku hingga terduduk di tepi kasur. Lalu ia menarik G-string, kain paling akhir yg menutupi badanku serta dibuangnya ke lantai. Saat ini kami berdua udah telanjang bulat. Tanpa ada melepas ke-2 iris kakiku, bahkan juga dengan gemas ia mementangkan ke-2 iris pahaku lebar-lebar. Matanya betul-betul nanar melihat daerah di sekitaran selangkanganku. Nafas lelaki itu sekian memburu.

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

Tidak lama lantas Pak membenamkan kepalanya di situ. Mulut serta lidahnya menjilat-jilat penuh nafsu di sekitaran kemaluanku yg tertutup rambut lebat itu. Saya memejamkan mata, oohh, indahnya, saya sungguh menikmatinya, hingga badanku di buat menggelinjang- gelinjang kegelian.
“Pak…! ”, rintihku memelas.
“Pak…, saya tidak tahan lagi…! ”, saya memelas sembari menggigit bibir. Sungguh saya tidak tahan lagi mengalamai siksaan birahi yg dilancarkan Pak Hr. Tetapi rupanya lelaki tua itu tidak perduli, bahkan juga puas lihat saya dalam kondisi sekian. Ini tampak dari gerakan tangannya yg saat ini bahkan juga terjulur ke atas meremas-remas payudaraku, namun tidak menyudahi tindakannya. Walau sebenarnya saya udah kewalahan serta udah begitu basah kuyup.

“Paakk…, aakkhh…! ”, saya mengerang keras, kakinya menjepit kepala Pak Hr melampiaskan derita birahiku, kujambak rambut Pak Hr keras-keras. Saat ini saya tidak perduli lagi kalau lelaki itu yaitu dosen yg saya hormati. Sungguh lihai lelaki ini menghidupkan gairahku. saya meyakini dengan nafsunya yg sebesar itu dia semestinya begitu memiliki pengalaman dalam soal ini, bahkan juga begitu kemungkinan udah beberapa puluh atau beberapa ratus mahasiswi yg udah digaulinya. Tapi apa peduliku?

Mendadak Pak Hr melepas diri, lantas ia berdiri di depanku yg masihlah terduduk di pinggir ranjang dengan sisi bawah perutnya persis ada di depan wajahku. saya sudah ketahui apa yg dia ingin, tetapi tanpa ada pernah mengerjakannya sendiri, tangannya udah mencapai kepalaku untuk dibawa mendekati kejantanannya yg aduh mak.., Sungguh besar itu.

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

Tanpa ada melawan sekalipun saya buka mulut selebar-lebarnya, Lalu kukulum sekalian alat vital Pak Hr kedalam mulutku sampai buat lelaki itu melek merem keenakan. Benda itu cuma masuk sisi kepala serta sedikit batangnya saja kedalam mulutku. Itupun udah merasa penuh. Saya nyaris sesak nafas dibuatnya. Saya juga bekerja giat, mengisap, mengulum dan mempermainkan batang itu keluar masuk kedalam mulutku. Merasa benar kepala itu bergetar hebat setiap saat lidahku menyapu kepalanya.

Beberapa waktu lantas Pak Hr melepas diri, ia membaringkan saya ditempat tidur serta menyusul berbaring di sisiku, kaki kiriku diangkat disilangkan di pinggangnya. Lalu Ia berupaya masuk badanku belakang. Saat itu juga kepala penis Pak Hr yg besar itu menggesek clitoris di liang senggamaku sampai saya merintih kesenangan. Ia selalu berupaya tekankan punyanya kedalam milikku yg benar-benar sudah terlalu basah. Pelahan-lahan benda itu meluncur masuk kedalam milikku.

Serta saat dengan kasar dia mendadak tekankan punyanya semuanya amblas kedalam diriku saya tidak kuasa menahan diri tidak untuk mem*kik. Perasaan gemilang bercampur sedikit pedih kuasai diriku, sampai tubuhku mengejang sebagian detik.

Pak Hr cukup menyadari kondisi diriku, saat dia usai masuk semuanya dia berikan peluang padaku untuk kuasai diri sebagian waktu. Sebelumnya lantas dia mulai menggoyangkan pinggulnya pelan-pelan lantas tambah lama tambah cepat.

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

Saya sungguh tidak kuasa tidak untuk merintih tiap tiap Pak Hr menggerakkan badannya, gesekan untuk gesekan di dinding dalam liang senggamaku sungguh membuatku lupa ingatan. Pak Hr menyetubuhi saya dengan cara tersebut. Sesaat bibirnya tidak hentinya melumat bibir, tengkuk serta leherku, tangannya senantiasa meremas-remas payudaraku. Saya sanggup rasakan puting susuku mulai mengeras, runcing serta kaku.

Saya dapat lihat bagaimana batang penis lelaki itu keluar masuk kedalam liang kemaluanku. Saya senantiasa menahan nafas saat benda itu menusuk kedalam. Milikku nyaris tidak bisa menyimpan ukuran Pak Hr yg super itu, serta ini tambah buat Pak Hr tergila-gila.

Tidaklah sampai di situ, sebagian menit lantas Pak Hr membalik badanku sampai menungging di depannya. Ia mau gunakan doggy model rupanya. Tangan lelaki itu saat ini lebih leluasa meremas-remas ke-2 iris payudara saya yg saat ini menggantung berat ke bawah. Jadi seseorang wanita saya punya ketahanan alami dalam bersetubuh. Tapi bahkan juga saat ini saya kewalahan hadapi Pak Hr. Lelaki itu betul-betul gemilang tenaganya. Sudah nyaris 1/2 jam ia bertahan. Saya yg saat ini duduk mengangkangi badannya nyaris kehabisan nafas.

Kupacu selalu goyangan pinggulku, karna saya terasa sebentar lagi saya bakal mendapatkannya. Terus…, terus…, saya tidak perduli lagi dengan gerakanku yg brutal mau pun suaraku yg terkadang mem*kik menahan rasa gemilang itu. Serta saat klimaks itu hingga, saya tidak perduli lagi…, saya mem*kik keras sembari menjambak rambutnya. Dunia terasanya berputar. Sekujur badanku mengejang. Sungguh hebat rasa yg kurasakan kesempatan ini. Sungguh ironi benar-benar, saya memperoleh kesenangan seperti ini bukanlah dengan orang yg saya senangi. Tapi saat bodohlah.

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

Berulang-kali kuusap keringat yg membasahi dahiku. Pak Hr lantas kembali ambil ide. saat ini gantian Pak Hr yg menindihi badanku. Ia meningkatkan keras untuk capai klimaks. Desah nafasnya mendengus-dengus seperti kuda liar, sesaat goyangan pinggulnya juga makin cepat serta kasar. Peluhnya udah penuh membasahi sekujur badannya serta badanku. Sesaat kami selalu berpacu. Sungguh hebat lelaki ini. Meskipunpun udah berusia tetapi masihlah bertahan segitu lama. Bahkan menaklukkan semuanya cowok-cowok yg pernah tidur denganku, kendati mereka rata-rata sebaya denganku.

Tetapi sebagian waktu lantas, Pak Hr mulai menggeram sembari mengeretakkan giginya. Badan lelaki tua itu bergetar hebat diatas badanku. Penisnya menyemburkan cairan kental yg hangat kedalam liang kemaluanku dengan derasnya.

Beberapa waktu lantas, perlahan kami memisahkan diri. Kami terbaring kelelahan diatas kasur itu. Nafasku yg tinggal satu-satu bercampur dengan bunyi nafasnya yg berat. Kami semasing terdiam menyatukan tenaga kami yg udah tercerai berai.

Saya sendiri terpejam sembari coba rasakan kesenangan yg barusan saya alami di sekujur badanku ini. Merasa benar ada cairan kental yg hangat perlahan meluncur masuk kedalam liang vaginaku. Hangat serta sedikit gatal menggelitik.

Sisi bawah badanku itu merasa betul-betul banjir, basah kuyub. Saya menggerakkan tanganku untuk mengusap bibir bawahku itu serta tanganku juga segera dipenuhi dengan cairan kental berwarna putih susu yg berlepotan disana.

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

“Bukan main Winda, nyatanya kau juga seperti kuda liar! ” kata Pak Hr penuh kenikmatan. Saya yg berbaring menelungkup diatas kasur cuma tersenyum lemah. saya sungguh begitu kelelahan, kupejamkan mataku untuk sesaat beristirahat. Persetan dengan badanku yg masihlah telanjang bulat.

Pak Hr lantas bangkit berdiri, ia menyulut sebatang rokok. Lalu lelaki tua itu mulai kenakan kembali bajunya. Saya juga dengan malas bangkit serta menyatukan bajunya yg berantakan di lantai.
Sembari kenakan pakaian ia ajukan pertanyaan, “Bagaimana dengan ujian saya pak? ”.
“Minggu depan kamu sanggup ambil hasilnya”, sahut lelaki itu pendek.
“Kenapa tidak besok pagi saja? ”, memprotes saya tidak senang.
“Aku masihlah mau bersua kamu, sepanjang satu minggu ini saya minta supaya kau tidak tidur dengan lelaki lain terkecuali saya! ”, jawab Pak Hr.

Saya sedikit terperanjat dengan jawabannya itu. Tapi akupun selekasnya sanggup kuasai kondisiku. Rupanya dia belum senang dengan service habis-habisanku baru saja.
“Aku tidak dapat janji! ”, sahutku seenaknya sembari bangkit berdiri serta keluar dari kamar mencari kamar mandi. Pak Hr cuma dapat terbengong mendengar jawabanku yg seenaknya itu.

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

Aku tengah jalan enjoy meninggalkan tempat tinggal pak Hr, ini pertemuanku yg ketiga dengan lelaki itu buat menebus nilai ujianku yg senantiasa jeblok seandainya ujian dengan dia. Mungkin saja jadi berniat di buat jeblok agar dia dapat main denganku. Dasar…, akan tetapi mesti kuakui, dia lelaki hebat, daya tahannya sungguh mengagumkan seandainya dibanding dengan usianya yg hapir capai umur pensiun itu. Bahkan juga dari pagi sampai sore hari inilah masih tetap mampu menyelesaikanku tiga kali, sekali di ruangan tengah demikian saya datang, serta 2 x di kamar tidur. Aku pernah terlelap setelah itu sebagian jam saat sebelum bersihkan diri serta pulang. Berutung kesempatan ini, saya dapat memaksanya di tandatangani berkas ujian susulanku.

“Masih ada mata kuliah Pengantar Berorganisasi serta Kepemimpinan”, tuturnya sembari membubuhkan nilai A di berkas ujianku.
“Selama ayah masih tetap dapat memberiku nilai A”, kataku pendek.
“Segeralah mendaftar, kuliah bakal diawali minggu depan! ”.
“Terima kasih pak! ” kataku sembari tdk lupa memberi senyum semanis mungkin saja.

“Winda! ” teriakan seorang mengagetkan lamunanku. Aku melihat ke arah sumber nada tadi yg saya prediksikan datang dari dalam mobil yg jalan perlahan-lahan menghampiriku. Seorang buka pintu mobil itu, muka yg benar-benar saya tidak suka nampak dari balik pintu Mitsubishi Galant keluaran th. paling akhir itu.
“Masuklah Winda…”.
“Tidak, terima kasih. Aku dapat jalan sendiri koq! ”, Aku masih tetap coba menampik dengan halus.
“Ayolah, saat kau tega menampik ajakanku, walau sebenarnya dengan pak Hr saja kau ingin! ”.

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

Aku tertegun sebentar, Bagai disambar petir di siang bolong.
“Da…, Darimana kau tahu? ”.
“Nah, jadi benar kan…, walau sebenarnya saya tadi cuma menduga-duga! ”
“Sialan! ”, Aku mengumpat didalam hati, harusnya tadi saya punya sikap lebih tenang, saya memanglah senantiasa nervous bila ketemu cowok satu ini, rasa-rasanya menginginkan cepat-cepat pergi dari hadapannya serta tidak akan memandang mukanya yg memanglah seram itu.

Seperti tipikal orang Indonesia sisi daerah paling timur, cowok ini hitam tinggi besar dengan postur sedikit gemuk, janggut serta cambang yg tidak pernah dirapikan dengan rambut keritingnya yg dipelihara panjang ditambah dengan langkahnya menggunakan baju yg tidak pernah dikancingkan dengan benar hingga memperlihatkan dadanya yg penuh bulu. Dengan accessories kalung, gelang serta cincin emas, jam tangan rolex yg dihiasi berlian…, cukup perlihatkan kalau dia ini orang yg memanglah miliki uang. Namun, saya jadi muak dengan tampilan seperti itu.

Dino memanglah satu diantara juara di universitas, anak buahnya banyak serta dengan kemampuan duit dan model juara seperti itu buat dia jadi satu diantara momok yg paling menakutkan di lingkungan universitas. Dia itu mahasiswa lama, serta mungkin saja bahkan juga tidak pernah lulus, akan tetapi tak ada orang yg berani mengusik keberadaannya di kamus, bahkan juga dari kelompok akademik meski.
“Gimana? Masih tetap tak mau masuk? ”, bertanya dia 1/2 menyudutkan.

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

Aku tertegun sebentar, belum ingin masuk. Aku benar-benar sangat tidak suka pada lelaki ini, Namun nampaknya saya tidak miliki alternatif lain, bisa-bisa kebanyakan orang tahu apa yg kuperbuat dengan pak Hr, serta saya sungguh-sungguh menginginkan merawat rahasia ini, terlebih pada Erwin, tunanganku. Namun sekarang ini saya benar benar tertekan serta menginginkan selekasnya membiarkan problem ini berlalu dariku. Maka dari itu tanpa ada fikir panjang saya mengiyakan saja ajakannya.

Dino tertawa penuh kemenangan, ia lantas bicara dengan orang yg ada di sampingnya agar beralih ke jok belakang. Aku membanting pantatku ke kursi mobil depan, serta pemuda itu segera menancap gas. Sembari nyengir kuda. Kesenangan.
“Ke mana kita? ”, tanyaku hambar.
“Lho? Mestinya saya yang perlu bertanya, kau ingin ke mana? ”, bertanya Dino pura-pura heran.
“Sudahlah Dino, tdk usah berpura-pura lagi, kau ingin apa? ”, Suaraku telah demikian pasrahnya. Aku telah tak mau memikirkan panjang lagi untuk memohon dia menutup-nutupi perbuatanku. Orang yg duduk di belakangku tertawa.
“Rupanya dia cukup tahu apa kemauanmu Dino! ”, Dia berkomentar.
“Ah, diam kau Maki! ” Rupanya orang itu namanya Maki, orang dengan tampilan nyaris serupa dengan Dino terkecuali rambutnya yg dipotong crew-cut.
“Bagaimana bila ke rumahku saja? Aku benar-benar merindukanmu Winda! ”, pancing Dino.
“Sesukamulah. ..! ”, Aku tahu benar memanglah itu yg dikehendakinya.
Dino tertawa penuh kemenangan.

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

Ia melarikan mobilnya jadi kencang ke arah satu kompleks perumahan. Lantas mobil yg ditumpangi mereka masuk pekarangan satu tempat tinggal yg cukup besar. Di pekarangan itu telah ada 2 buah mobil lain, satu Mitsubishi Pajero serta satu lagi Toyota Great Corolla akan tetapi keduanya terlihat diparkir sekenanya tdk teratur.

Interior depan tempat tinggal itu simpel saja. Cuma satu stel sofa, satu rack perabotan pecah iris. Tak lebih. Dindingnya polos. Demikian pula tempok ruangan tengah. Merasa begitu luas serta kosongnya ruang tengah itu, walau satu bar dengan rack minuman beragam macam ada di pojok ruang, menghadap ke taman samping. Satu stereo set terpasang di ujung bar. Nampaknya barusan dimatikan dengan terburu-buru. Pitanya beberapa bergantung keluar.

Dari pintu samping lantas nampak empat orang pemuda serta seseorang gadis, yg jelas-jelas masih tetap memakai seragam SMU. Mereka semuanya keluarkan nada 1/2 berbisik. Ke empat orang lelaki itu, tiga orang kelihatannya sesuku dengan Dino atau sebangsanya, sedang yg satu lagi seperti bule dengan rambutnya yg gondrong. Sesaat si gadis berperawakan tinggi langsing, berkulit putih serta rambutnya yg hitam lurus serta panjang tergerai hingga ke pinggang, ia menggunakan bandana lebar di kepalanya dengan poni tidak tipis menutupi dahinya.

Berwajah yg oval serta bermata sipit mengisyaratkan kalau ia keturunan Cina atau sebangsanya. Mesti kuakui dia memanglah cantik, seperti bintang film drama Mandarin. Tidak serupa dengan tampilan ketiga lelaki itu, gadis ini nampaknya bukanlah adalah gerombolan mereka, diliat dari tampangnya yg masih tetap lugu. Ia masih tetap berseragam satu sekolah Katolik yg segera dapat saya ketahui karna memanglah khas. Namun tidak tahu kenapa dia dapat bergaul dengan beberapa orang ini.

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

Dino bertepuk tangan. Kemudian mengenalkan diriku dengan mereka. Yos, serta Bram seperti tipikal orang sebangsa Dino, Tito berbadan tambun serta yg bule namanya Marchell, sesaat gadis SMU itu bernama Shelly. Mereka semuanya yg lelaki melihat diriku dengan mata “lapar” buat saya tanpa ada sadar menyilangkan tangan di depan dadaku, seakan-akan mereka dapat memandang badanku dibalik baju yg saya gunakan ini.

Tampak tdk sabaran Dino menarik diriku ke loteng. Segera menuju satu kamar yg ada di ujung. Kamar itu tidak berdaun pintu, sesungguhnya lebih pas dimaksud ruangan penyangga pada teras dengan kamar-kamar yg lain Sebab di satu diantara ujungnya adalah pintu tembusan ke ruangan lain.

Disana ada satu kasur yg terhampar demikian saja di lantai kamar. Dengan sprei yg telah berantakan. Di pojok ada dua buah kursi sofa besar serta satu meja kaca yg mungil. Di bawahnya berantakan majalah-majalah yg cover depannya saja dapat buat orang merinding. Bergambar perempuan-perempuan telanjang.

Aku sadar bahkan juga benar-benar sadar, apa yg dimaui Dino di kamar ini. Aku beranjak ke jendela. Tutup gordynnya sampai ruang itu terlihat sedikit gelap. Namun tdk lama, karna lantas Dino menyalakan lampu. Aku berputar membelakangi Dino, serta mulai menanggalkan baju yg saya gunakan. Dari blouse, lantas rok bawahanku kubiarkan meluncur bebas ke mata kakiku. Kemudian saya memutar balik tubuhku berbalik menghadap Dino.

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

Begitu terkejutnya saya saat saya berbalik, nyatanya dihadapanku waktu ini bukan sekedar ada Dino, akan tetapi Maki juga tengah berdiri di situ sembari cengengesan. Dengan gerakan reflek, saya menyambar blouseku untuk menutupi badanku yg 1/2 telanjang. Melihat keterkejutanku, ke-2 lelaki itu jadi tertawa terbahak-bahak.
“Ayolah Winda, Toh engkau juga terlalu sering mempertunjukkan badan telanjangmu pada sebagian lelaki lain? ”.
“Kurang ajar kau Dino! ” Aku mengumpat sekenanya.
Muka lelaki itu beralih saat itu juga, dari tertawa terbahak-bahak jadi serius, benar-benar serius. Dengan tatapan yg benar-benar tajam dia berujar, “Apakah engkau miliki alternatif lain? Ayolah, jalankan saja serta setelah tuntas kita bisa melupakan peristiwa ini. ”

Aku tertegun, melayani dua orang sekalian belum pernah saya jalankan terlebih dulu. Terlebih beberapa orang yg bertampang seram seperti ini. Namun seperti yg dia katakan, saya tdk miliki alternatif lain. Seribu satu pertimbangan berkecamuk di kepalaku sampai buat saya pusing. Badanku tanpa ada sadar hingga gemetaran, merasa sekali lututku lemas kelihatannya saya telah kehabisan tenaga karna digilir mereka berdua, walau sebenarnya mereka samasekali belum mengawalinya.

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

Akhirnya, dengan benar-benar berat saya menggerakkan ke-2 tangan ke arah punggungku dimana saya dapat mencapai kaitan BH yg saya gunakan. Pakaian yg tadi saya gunakan untuk menutupi sisi badanku dengan sendirinya terjatuh ke lantai. Dengan sekali sentakan halus BH-ku sudah lepas serta meluncur bebas serta saat sebelum terjatuh ke lantai kulemparkan benda itu ke arah Dino yg lantas ditangkapnya dengan tangkas. Ia mencium sisi dalam mangkok bra-ku dengan penuh perasaan.
“Harum! ”, tuturnya.

Lantas ia seperti mencari-cari suatu hal dari benda itu, serta saat diketemukannya ia berhenti.
“36B! ”, tuturnya pendek.
Rupanya ia pingin tahu berapakah ukuran dadaku ini.
“BH-nya saja telah demikian harum, terlebih berisi! ”, tuturnya seraya memberi BH itu pada Maki hingga lelaki itu juga ikutan menciumi benda itu. Akan tetapi mata mereka tdk pernah terlepas memandang belahan payudaraku yg waktu ini tidak tertutup apa-apa lagi.

Aku waktu ini cuma berdiri menanti, serta tanpa ada disuruh Dino mengambil langkah mendekatiku. Ia mencapai kepalaku. Tangannya mencapai kunciran rambut serta melepaskannya sampai rambutku waktu ini tergerai bebas hingga ke punggung.
“Nah, dengan begini kau terlihat lebih cantik! ”

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

Ia selalu jalan mengelilingi badanku serta memelukku dari belakang. Ia sibakkan rambutku serta memindahkannya ke depan lewat pundak samping kiriku, hingga sisi punggung hingga ke tengkukku bebas tanpa ada pencegah. Lantas ia menjatuhkan ciumannya ke tengkuk belakangku. Lidahnya menjelajah di sekitaran leher, tengkuk lantas naik ke kuping serta menggelitik disana. Ke-2 iris tangannya yg kekar serta berbulu yg tadi memeluk pinggangku waktu ini mulai merayap naik serta mulai meremas-remas ke-2 iris payudaraku dengan gemas. Aku masih tetap menanggapinya dengan dingin dengan tidak bereaksi samasekali terkecuali memejamkan mataku.

Dino rupanya tidak demikian sukai saya punya sikap pasif, dengan kasar ia menarik wajahku sampai bibirnya dapat melumat bibirku. Aku cuma berdiam diri saja tdk memberi reaksi. Sembari melumat, lidahnya mencari-cari serta berupaya masuk kedalam mulutku, serta saat sukses lidahnya bergerak bebas menjilati lidahku sampai dengan tdk berniat lidahkupun meronta-ronta.

Sembari memejamkan mata saya berusaha untuk nikmati perasaan itu dengan utuh. Tidak ada fungsinya saya menampik, hal tersebut bakal membuatku lebih menanggung derita lagi. Dengan kuluman lidah seperti itu, ditingkahi dengan remasan-remasan telapak tangannya di payudaraku sembari sekali-sekali ibu jari serta telunjuknya memilin-milin puting susuku, pertahananku pada akhirnya bobol juga. Memanglah, saya sangatlah punya kebiasaan serta benar-benar terbuai dengan permaian seperti ini sampai dengan mudahnya Dino mulai menghidupkan nafsuku. Bahkan juga waktu ini saya mulai memberanikan menggerakkan tangan meremas kepala Dino yg ada di belakangku. Sesaat dengan ekor mataku saya memandang Maki beranjak jalan menuju sofa serta duduk disana, sembari pandangan matanya tidak pernah terlepas dari kami berdua.

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

Mungkin saja karna terasa telah kuasai diriku, ciuman Dino selalu merambat turun ke leherku, mengisapnya sampai saya menggelinjang. Lantas turun lagi menelusup dibalik ketiak serta merayap ke depan hingga pada akhirnya hinggap di satu diantara pucuk bukit di dadaku, Dengan satu remasan yg gemas sampai buat puting susuku melejit Dino untuk mengulumnya. Pertama lidahnya pas menyapu pentilnya, lantas bergerak mengelilingi semua daerah puting susuku saat sebelum mulutnya mengenyot habis puting susuku itu. Ia mengisapnya dengan gemas hingga pipinya kempot.

Badanku dengan mendadak ibarat disengat listrik, merasa geli yang mengagumkan bercampur sedikit nyeri di sisi itu. Saya menggelinjang, melenguh terlebih saat puting susuku digigit-gigit perlahan-lahan oleh Dino. Buah anggur yang ranum itu dipermainkan juga dengan lidah Dino yang kasap. Dipilin-pilinnya ke sana kemari. Dikecupinya, serta disedotnya kuat-kuat hingga putingnya melekat pada telaknya. Saya merintih.

Tanganku refleks meremas serta menarik kepalanya hingga makin membenam di ke-2 gunung kembarku yang putih serta padat. Saya sungguh tidak tahu kenapa mesti demikian pasrah pada lelaki itu. Kenapa saya juiceteru terbenam dalam permaianan itu? Awal mulanya saya cuma terasa sangat terpaksa untuk menutupi rahasia atas perbuatanku. Namun selanjutnya kenyataannya, permainan yang Dino mainkan demikian dalam. Serta aneh sekali, Tanpa ada sadar saya mulai ikuti permainan yang di pimpin dengan cemerlang oleh Dino.

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

“Winda…”, “Ya? ”, “Kau gemar saya perlakukan seperti ini? ”. Saya cuma mengangguk. Serta memejamkan matanya. membiarkan payudaraku selalu diremas-remas serta puting susunya dipilin perlahan-lahan. Saya menggeliat, rasakan nikmat yang mengagumkan. Puting susu yang mungil itu cuma sebentar saja telah beralih membengkak, keras serta mencuat makin runcing.

“Hsss…, ah! ”, Saya mendesah sementara rasakan jari-jari tangan lelaki itu mulai menyusup ke balik celana dalamku serta merayap mencari liang yang ada di selangkanganku. Serta saat menemukannya Jari-jari tangan itu awal mulanya mengusap-usap permukaannya, selalu mengusap-usap serta saat telah merasa basah jarinya mulai merayap masuk utk selanjutnya menyentuh dinding-dinding dalam liang itu.

Dalam posisi masih tetap berdiri berhadap-hadapan, sembari selalu mencumbui payudaraku, Dino menyambung aksinya didalam liang gelap yang telah basah itu. Makin lama tambah dalam. Saya sendiri makin menggelinjang tidak karuan, ke-2 buah jari yang ada didalam liang vaginaku itu bergerak-gerak dengan liar. Bahkan juga kadang waktu coba merenggangkan liang vaginaku sampai menganga. Serta yang buat saya lebih hilang ingatan, ia menggerak-gerakkan jarinya keluar masuk dalam liang vaginaku seakan-akan tengah menyetubuhiku. Saya tidak kuasa utk menahan diri.

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

“Nggghh…! ”, mulutku mulai meracau. Saya sungguh kewalahan dibuatnya sampai lututku merasa lemas sampai pada akhirnya akupun tidak kuasa menahan badanku sampai turun bersimpuh di lantai. Saya berusaha untuk mengatur nafasku yang terengah-engah. Saya sungguh tidak memerhatikan lagi yang kutahu waktu ini mendadak saja Dino sudah berdiri telanjang bulat di depanku. Badannya yang tinggi besar, hitam serta penuh bulu itu dengan angkuhnya berdiri mengangkang persis di depanku hingga wajahku persis menghadap ke sisi selangkangannya. Disitu, saya lihat batang kejantanannya sudah berdiri dengan tegaknya. Besar panjang kehitaman dengan bulu hitam yang lebat di daerah pangkalnya.

Dengan sekali rengkuh, ia menggapai kepalaku utk ditarik mendekati daerah dibawah perutnya itu. Saya tahu apa yang dimauinya, bahkan juga begitu tahu ini yaitu perbuatan yang begitu diminati beberapa lelaki. Dimana saat saya laksanakan oral sex pada kelaminnya.

Jadi, dengan kepalang basah, kulakukan apa yang perlu kulakukan. Benda itu sudah masuk dalam mulutku serta jadi permainan lidahku yang berputar mengelilingi ujung kepalanya yang ibarat satu topi baja itu. Lantas berhenti saat temukan lubang yang ada persis di ujungnya. Lantas dengan semua kemampuanku saya mulai mengelomoh batang itu sembari kadang waktu mengisapnya kuat-kuat hingga pemiliknya bergetar hebat menahan rasa yang tidak tertahankan.

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

Ketika itu saya pernah melirik ke arah sofa dimana Maki ada, serta nyata-nyatanya lelaki ini telah mulai terbawa nafsu melihat perbuatan kami berdua. Buktinya, ia sudah keluarkan batang kejantanannya serta mengocoknya naik turun sembari berulang-kali menelan ludah. Konsentrasiku buyar saat Dino menarik kepalaku sampai menjauh dari selangkangannya. Ia lantas menarik badanku sampai telentang diatas kasur yang terhampar di situ. Lantas dengan cepat ia menanggalkan celana dalamku serta dibuangnya jauh-jauh seolah-olah ia takut saya bakal menggunakannya kembali.

Untuk berapa detik mata Dino nanar melihat sisi bawah badanku yang telah tidak tertutup apa-apa lagi. Si Makipun hingga berdiri mendekat ke arah kami berdua seolah ia tidak senang melihat kami dari terlalu jauh.

Namun berapa detik selanjutnya, Dino mulai merenggangkan ke-2 iris pahaku lebar-lebar. Paha kiriku diangkatnya serta disangkutkan ke pundaknya. Lantas dengan tangannya yang samping lagi memegangi batang kejantanannya serta diusap-usapkan ke permukaan bibir vaginaku yang sangatlah basah. Ada rasa geli menyerang di situ sampai saya menggelinjang serta memejamkan mata.

Sedetik selanjutnya, saya rasakan ada benda lonjong yang mulai menyeruak dalam liang vaginaku. Saya menahan nafas saat merasa ada benda asing mulai menyeruak di situ. Seperti umumnya, saya tidak kuasa utk menahan jeritanku pada pertama kalinya ada kejantanan lelaki menyeruak masuk dalam liang vaginaku.

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

Dengan perlahan-lahan akan tetapi tentu, kejantanan Dino meluncur masuk makin dalam. Serta saat telah masuk setengahnya ia bahkan juga memasukkan bekasnya dengan satu sentakan kasar sampai saya serius berteriak karna merasa nyeri. Serta selanjutnya, tanpa ada memberiku peluang utk membiasakan diri dahulu, Dino telah bergoyang mencari kepuasannya sendiri.

Dino menggerak-gerakkan pinggulnya dengan kencang serta kasar menghunjam-hunjam dalam badanku sampai saya mem*kik keras setiap saat kejantanan Dino menyentak dalam. Pedih serta ngilu. Namun bercampur nikmat yang tidak terkira. Ada sensasi aneh yang baru pertama kalinya kurasakan dimana di sela-sela rasa ngilu itu saya juga rasakan rasa nikmat yang tidak terkira. Namun saya juga tidak dapat kuasai diriku lagi sampai saya hingga menangis menggelora, sakit keluhku setiap saat Dino menghunjam, namun saya makin mempererat pelukanku, Pedih, namun saya juga tidak bersedia Dino menyudahi perlakuannya pada diriku.

Saya makin merintih. Air mataku meleleh keluar. kami selalu bergulat dalam posisi demikianlah. Hingga mendadak ada rasa nikmat yang mengagumkan di sekujur badanku. Saya sudah orgasme. Ya, orgasme bersama-sama dengan orang yang saya tidak suka. Badanku mengejang sepanjang berapa puluh detik. Sebelum melemas. Namun Dino rupanya belum usai. Ia waktu ini membalikkan badanku sampai waktu ini saya bertumpu pada ke-2 telapak tangan serta ke-2 lututku. Ia menginginkan meneruskannya dengan doggy model. Saya cuma pasrah saja.

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

Kini ia menyetubuhiku dari belakang. Tangannya waktu ini dengan leluasa berpindah-pindah dari pinggang, meremas pantat serta meremas payudaraku yang menggelantung berat ke bawah. Kini Dino bahkan juga lebih memperhebat serangannya. Ia dapat dengan leluasa menggoyangkan badannya dengan cepat serta makin kasar.

Ketika itu tanpa ada merasa, Maki sudah duduk mengangkang di depanku. Lelaki ini dapat sudah telanjang bulat. Ia menyodorkan batang penisnya dalam mulutku, tangannya menggapai kepalaku serta dengan 1/2 memaksa ia menjejalkan batang kejantanannya itu dalam mulutku.

Kini saya melayani dua orang sekalian. Dino yang tengah menyetubuhiku dari belakang. Serta Maki yang tengah memaksaku laksanakan oral sex pada dianya sendiri. Dino kadang waktu jadi menyorongkan kepalanya ke depan utk nikmati payudaraku. Saya mengerang pelan setiap saat ia mengisap puting susuku. Dengan dua orang yang mengeroyokku saya sungguh kewalahan sampai tidak dapat berbuat apa-apa. Terlebih saya terasa begitu terangsang dengan posisi seperti ini.

Mereka menyetubuhiku dari dua arah, yang satu bakal membuat penis pada badan mereka yang ada di arah yang lain makin menghunjam. Kadang-kadang saya nyaris tersedak. Maki yang nampaknya paham kesulitanku mengalah serta cuma diam saja. Dino yang mengatur semua gerakan.

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

Perlahan kesenangan yg tidak terlukiskan menyebar di sekujur badanku. Perasaan tidak berdaya sementara bermain sex nyata-nyatanya memicu diriku melambung diluar batas yang pernah kuperkirakan terlebih dulu. Serta kembali badanku mengejang, deras serta tanpa ada henti. Saya alami orgasme yang datang dengan beruntun seperti tidak berkesudahan.

Tidak lama selanjutnya Dino alami orgasme. Batang penisnya menyemprotkan air mani dengan deras dalam liang vaginaku. Benda itu menyentak-nyentak dengan hebat, seakan-akan menginginkan menjebol dinding vaginaku. Saya dapat rasakan air mani yang disemprotkannya sangat banyak, sampai beberapa meluap keluar meleleh di diantara satu pahaku. Setelah itu mereka berubah tempat. Maki menggantikan perlakuan Dino. Masih tetap dalam posisi doggy model. Batang kejantanannya dengan mulus meluncur masuk dalam sekali hingga menyentuh bibir rahimku. Ia dapat gampang mengerjakannya karna memanglah liang vaginaku sangatlah licin dilumasi cairan yang keluar dari dalamnya serta telah bercampur dengan air mani Dino yang begitu banyak. Permainan dilanjutkan.

Saya waktu ini tinggal melayani Maki seseorang, karna Dino dengan nafas yang tersengal-sengal sudah duduk telentang diatas sofa yang tadi diduduki Maki utk menyatukan tenaga. Saya mengeluh pendek setiap saat Maki mendorong masuk kepunyaannya. Maki selalu meningkatkan gerakkannya. Makin lama makin keras serta kasar sampai buat saya merintih serta mengaduh tidak berkesudahan.

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

Ketika itu masuk Bram serta Tito berbarengan dalam ruang. Tanpa ada basa-basi, mereka juga segera menanggalkan bajunya sampai telanjang bulat. Lantas mereka duduk di lantai serta melihat adegan mesum yang tengah berlangsung pada saya serta Maki. Bram terlihat terlihat tidak sabaran Namun saya telah tidak perduli lagi. Maki selalu meningkatkan menggelora. Lelaki itu repot meningkatkan sembari meremasi payudaraku yang menggelantung berat ke bawah.

Tidak lama kemudian badanku dibalikkan kembali telentang diatas kasur serta ketika itu Bram dengan tangkas menyodorkan batang kejantanannya dalam mulutku. Saya telah 1/2 sadar saat Tito menukar Maki tekuni badanku. Kondisiku telah demikian awut-awutan. Rambut yang kusut masai. Badanku telah bersimpah peluh. Tidak cuma keringat yang keluar dari badanku sendiri, namun juga cucuran keringat dari beberapa lelaki yang berubahan menggauliku. Saya waktu ini cuma telentang pasrah ditindihi badan gemuk Tito yang bergoyang-goyang di atasnya.

Lelaki gemuk itu mengangkangkan ke-2 iris pahaku lebar-lebar sembari selalu menghunjam-hunjamka n kepunyaannya dalam milikku. Sesaat Bram tidak pernah memberiku peluang yang cukup utk bernafas. Ia selalu saja menjejal-jejalkan kepunyaannya dalam mulutku. Saya sendiri telah tidak dapat mengotrol diriku lagi. Guncangan untuk guncangan yang dikarenakan oleh gerakan Titolah yang buat Bram tambah terangsang. Bukanlah lagi kuluman serta jilatan yang harusnya saya kerjakan dengan lidah serta mulutku.

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

Serta saat Tito melenguh panjang, ia meraih orgasmenya dengan meremas ke-2 iris payudaraku kuat-kuat sampai saya berteriak mengaduh kesakitan. Lantas berapa sementara selanjutnya ia dengan nafasnya yang tersengal-sengal memisahkan diri dari diriku. Serta ketika nyaris berbarengan Bram juga mengerang keras. Batang kejantanannya yang masih tetap ada didalam mulutku bergerak liar serta menyemprotkan air maninya yang kental serta hangat. Saya meronta, menginginkan keluarkan banda itu dari dalam mulutku, akan tetapi tangan Bram yang kokoh tetaplah menahan kepalaku serta saya tidak kuasa meronta lagi karna memanglah tenagaku telah nyaris habis. Cairan kental yang hangat itu pada akhirnya tertelan olehku.

Sangat banyak. Bahkan juga hingga meluap keluar membasahi daerah sekitaran bibirku hingga meleleh ke leher. Saya tidak dapat berbuat apa-apa, terkecuali dengan cepat coba menelan semuanya yang ada agar tidaklah terlalu merasa didalam mulutku. Saya memejamkan mata erat-erat, badanku mengejang melampiaskan rasa yg tidak karuan, geli, jijik, akan tetapi ada sensasi aneh yang mengagumkan juga didalam diriku. Sungguh begitu erotis rasakan siksa birahi sejenis ini sampai akupun pada akhirnya orgasme panjang utk ke demikian kalinya.

Dengan ekor mataku saya kembali lihat seorang masuk ke ruang yang nyata-nyatanya si bule serta orang itu juga mulai buka celananya. Saya menggigit bibir, serta mulai menangis terisak-isak. Saya cuma dapat memejamkan mata saat Marchell mulai menindihi badanku. Pasrah.

Tidak lama setelah orang paling akhir melakukan keinginannya pada diriku mereka keluar. saya terasa semua badanku luluh lantak. Sesudah sukses menyatukan cukup tenaga kembali, dengan terhuyung-huyung, saya bangkit dari tempat tidur, memakai bajuku seadanya serta pergi mencari kamar mandi.

Gwa di Entot demi Nilai Ujian

Saya berpapasan dengan Dino yang keluar dari dalam satu ruang yang pintunya terbuka. Lelaki itu tengah repot mengancingkan retsluiting celananya. Masih tetap pernah tampak dari luar didalam kamar itu, diatas tempat tidur badan Shelly yang telanjang tengah ditindihi oleh badan Maki yang bergerak-gerak cepat. Meningkatkan naik turun. Gadis itu menggelinjang- gelinjang setiap saat Maki bergerak naik turun. Rupanya anak itu bernasib sama dengan diriku.
“Di mana saya dapat temukan kamar mandi? ” tanyaku pada Dino.
Tanpa ada menjawab, ia cuma tunjukkan tangannya ke satu pintu. Tanpa ada basa-basi lagi saya selekasnya beranjak menuju pintu itu.

Disana saya mandi berendam air panas sembari mengangis. Saya tidak mengerti saya telah terperosok dalam apa waktu ini. Yang buat saya tidak suka pada diriku sendiri, biarpun saya terasa sedih, jengkel, berang bercampur jadi satu, tetapi setiap saat teringat peristiwa baru saja, segera saja selangkanganku basah lagi.

Saya berendam disana begitu lama, mungkin saja lebih dari satu jam lamanya. Sesudah merasa kepenatan badanku agak menyusut saya menyudahi mandiku. Dengan jalan tertatih-tatih saya mengambil langkah keluar kamar mandi serta jalan mencari pintu keluar. Telah nyaris jam sebelas malam saat saya keluar dari tempat tinggal itu.

Hingga didalam tempat tinggal, Saya segera ngeloyor masuk ke kamar. Saya tidak perduli dengan kakakku yang terheran-heran lihat tingkah lakuku yg tidak umum, saya tidak menyapanya karna memanglah telah tak ada hasrat utk bicara lagi malam hari ini. Saya tumpahkan semua perasaan campur aduk itu, kekesalan, serta sakit hati dengan menangis.

Kumpulan Artikel Judi Online Situs Agen BandarQ Sakong AduQ Poker Online DominoQQ Domino99 Terpercaya Terbaik Dan Terbaru

7 Situs BandarQ AduQ DominoQQ Online Terpercaya 2017
17 Situs AduQ BandarQ DominoQQ Online Terpercaya 2017
77 Situs DominoQQ BandarQ AduQ Online Terpercaya 2017
3 Top Situs Bandarq Online Terpercaya dan Terbaik 2017
Situs Agen BandarQ Online Terpercaya dan Terbaik Tahun 2017
20 Situs BandarQ Poker Domino Online Terpercaya Terbaik 2017
BungaQQ.website Situs Domino99 BandarQ Dan Poker Online Terpercaya
BungaQQ.co Situs Domino99 BandarQ Dan Poker Online Terpercaya 2017
KepoQQ Situs BandarQ Domino99 AduQ Poker Online Terpercaya

Shares 0

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *