Bunga99 agen bola online
Kupermainkan 2 Wanita dalam 1 Ranjang

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Kupermainkan 2 Wanita dalam 1 Ranjang

Cerita Dewasa Indonesia | Cerita Panas | Cerita 18 Tahun | Cerita LendirKupermainkan 2 Wanita dalam 1 Ranjang – Tak lama sesudah saya makan satu restoran Sea food, niatku kembali kerumah tapi sepertinya masih tetap sangat banyaknya waktu. Aku tidak ingin buang waktu, ku fikir berenang semakin bagus. Ya ini mumpung ada manfaatnya juga, pelihara kesehatan tidak salah saya juga itung-itung menabung untuk sehat di hari depan. Dari pada saat itu saya pakai untuk happy yg tidak pasti kapan habisnya. berenang di kolam renang punya satu Country Club persisnya sembari nikmati situasi ya demikian, cewek-cewek yang nampang berbikini tidak asing karna di sini merupakan kolam renang jadi telah sewajarnya. di mana saya tertulis jadi membernya juga. Saat itu telah sangat sore, sekitaran jam 5. matahri telah mulai terbenam bertukar malam yang selekasnya mendekati, Saya barusan naik ke tepi kolam renang untuk handukkan. Saya lihat ada seseorang gadis mungil bersama-sama anak wanita kecil, gadis itu lebih kurang berumur pada 14-15 th.. Karna gadis itu berdiri tidak jauh dari saya, saya liatin saja dia. Untuk umur segitu, tubuhnya bolah disebut bagus, muka manis, kulit putih bersih, rambut panjang, swimsuit yang serius sexy serta sepintas saya saksikan bibir serta dadanya yang menantang sekali. Sesudah saya cermati baik-baik, mendadak? adik kecil? saya bangun, bagaimana tidak, … nyatanya dia tidak kenakan celana dalam. Hal semacam ini fakta sekali dari belahan vaginanya yang tercetak di baju renangnya itu.

Kupermainkan 2 Wanita dalam 1 Ranjang

Eh, …ngak dikira-sangka, si anak kecil (yang nyatanya adiknya), hampiri saya, lantas dia katakan? Om, ingin main bola sama Grisa tidak??
? Eh, … mmh, … bisa, … anda sama kakakmu ya?? bertanya saya gugup.
? Iya, … itu kakak!? tuturnya sembari menunjuk kakaknya. Lantas saya hampiri dia serta kami berteman. Nyatanya, gadis manis itu bernama Revi, dan, dia baru kelas 2 SMP. ? Mmh, Revi hanya berdua sama Grisa?? bertanya saya berusaha untuk menghangatkan situasi.
? Nggak Om, kami sama mami. Mami sekali lagi senam BL di Gym di atas!? kata Revi sembari menunjuk atas gedung Country Club. ? Ooo, … sama maminya, toh? kata saya,? Papi anda ndak turut Rev??
? Nggak, Papi kan jika pulang malem banget, yaa, … jam-jam 2-an gitu deh. Berangkatnya pagiii bener? tuturnya lucu.
Saya tersenyum sembari memutar otak agar bisa berteman sama maminya, ? Mmh, mami anda bawa mobil Rev? jika ndak bawa, kelak pulang sama Om saja, ingin ndak? Sekalian Om kenalan sama mami anda, bisa kan??
? Boleh-boleh saja sich Om. Tapi, idenya, habis dari sini, ingin ke Mall sebentar. Grisa tuturnya ingin makan McD.?
? O,.. ya telah ndak apa-apa. Om bisa turut kan? Nanti pulangnya Om anterin? Tapi yang menjawab si kecil Grisa, ? Bisa, … Om bisa turut, …. ”

Sekitaran ½ jam kami mengobrol, mami mereka datang. Serta nyatanya, orangnya cantik banget. Tinggi serta postur badannya serius mengingatkan saya pada Mirna, serupa setelah. Buah dada yang besar serta ranum, leher serta kulit yang putih, … pokoknya serupa. Singkat narasi, kami juga berteman. Revi serta Grisa berebut menceritakan mengenai awal kami semuanya berteman, serta mami mereka dengarkan sembari tersenyum-senyum, kadang-kadang melirik ke saya. Nama mami mereka Imel, umurnya telah 29 th., tapi bodinya, … 20 th.. Ngobrol miliki bercakap, nyatanya Imel serta suaminya tengah pisahlah ranjang. Saya dalam hati berkata, wah, … peluang nih. Maka dari itu sesudah makan dari Mall, saya membulatkan tekad untuk mengantarkan mereka ke tempat tinggal, serta nyatanya Imel tidak berkeberatan. Setelah tiba di tempat tinggalnya di bilangan Cilandak, saya dipersilahkan masuk, segera ke ruangan keluarganya.

Waktu itu telah nyaris jam 8 malam. Grisa yang kelihatannya lelah sekali, segera tidur. Tapi saya, Imel serta Revi ngobrol-ngobrol di sofa depan TV.? Mel, suamimu sebetulnya kerja di mana??, bertanya saya.
? Anu mas, … dia kontaraktor di satu perusahaan penambangan gitu,? jawab Imel ogah-ogahan.
? Iya Om, janganlah nanya-nanya Papi. Mami senangi sebel jika di tanya mengenai dia,? timpal Revi, yang memanglah terlihat banget jika dia deket sama maminya. Mendengar Revi bicara sesuai sama itu, Imel agak kaget, ? Revi, gak bisa bicara gitu bab Papi, tapi bener mas, saya ngak senangi jika di tanya bab suamiku itu”.
? Iya deh, saya gak nanya-nanya sekali lagi, …? kata saya sembari tersenyum.? Eh Iya, … Mas Vito ingin minum apa?? bertanya Imel sambil bangkit dari sofa, ? Kopi ingin?
? Eh, … iya deh bisa, …? jawab saya. Tak lama lalu Imel datang sembari membawa 2 cangkir kopi.? Ini kopinya, …? tuturnya sembari tersenyum. Revi yang tengah nonton TV, dengan mimik mengharapkan mendadak berkata, ? Om, malem ini nginep disini ingin ya? bolehkan mam?? Imel yang di tanya, menjawab dengan gugup, ? Eh, … mmh, … boleh-boleh saja, … tapi emangnya Om Vito ingin?? Terasa sanggup durian roboh, saya menjawab sekenanya, ? Yah, … ingin sich, …?
Singkat narasi, saat telah membuktikan jam ½ 12 malam dikala Imel berdiri dari sofa serta berkata, ? Mas Vito, saya ingin ganti baju tidur dahulu ya??
? Eh, iya, …? jawab saya, ? anda ndak tidur Rev, kan besok sekolah??? Mmh, belom ngantuk, …? jawabnya lucu. Tak lama lalu, Imel datang sekali lagi ke ruangan TV dengan kenakan baju tidurnya yang tidak tebal sekali. Di dalamnya dia cuma memanfaatkan celana dalam tipe G-string serta Bra tanpa ada tali. Revi yang tengah tidur-tiduran di karpet terbelalak kaget lihat maminya memanfaatkan baju se-sexy itu.? Ya ampun, … mami, … pakaiannya itu lho, tidak sopan banget.?
? Tidak ayah Rev?, mami telah lama gak gunakan baju ini. Sekalian nyobain sekali lagi,? kata Imel sembari tersenyum ke arah saya, ? Om Vito saja gak keberatan, masa anda keberatan sich??

Saya yang masih tetap terkagum-kagum dengan kemulusan body Imel, tidak dapat bicara apa-apa sekali lagi.? Rev? anda tidur sana, telah malam. Besok terlambat sekolah, … mami masih tetap ingin bercakap sama Om Vito, … sana tidur!? kata Imel. Saya yang memanglah telah pingin sekali coba badan Imel, juga ikutan ngomong, ? Iya, Rev? besok telat masuk sekolahnya, … anda tidur duluan sana.? Revi kelihatannya jengkel sekali di perintah tidur, ? Aaahh, … mami nih. Orang masih tetap ingin bercakap sama Om Vito kok, …? tapi dia masuk juga ke kamarnya.
Sesudah ditinggal Revi, saya mulai lakukan agresi militer.? Mel, kok anda gunakan baju kaya gitu sich? anda tidak malu apa sama saya, kita kan baru kenal. Belumlah ada 1 hari, … anda ndak takut apa jika? saya apa-apain? ? Mas, saya memanglah telah lama gak gunakan baju ini. Jikalau toh gunakan, suamiku telah gak perduli sekali lagi kok sama saya. Dia lebih pilih sekretarisnya itu,? kata Imel dengan mimik muka sedih.? Bermakna suami mu itu tolol. Dia gak simak apa, jika istrinya ini miliki tubuh yang bagus, kulitnya putih, bibirnya tidak tebal, … wah, jika saya jadi suamimu, thak perem anda ndak bisa keluar kamar,? kata saya bercanda.
? Serta sekali lagi anda miliki? itu? mengkel banget, …? Si Imel memandang saya dengan muka lugu, ? Apa itu mas??? Mmh, bisa saya jujur tidak??? Bisa, … ngomong saja?? Anu, … payudaramu itu lho, … mengkel banget, serta sekali lagi saya meyakini jika? anu? mu tentu seukuran satu sendok makan? kata saya sembari lakukan penetrasi dengan mengelus pahanya.? Ooo, … ini,? kata Imel sembari memegang buah dadanya sendiri, ? Mas Vito ingin? selalu apaku yang seukuran…? Belum juga tuntas Imel bicara, segera saja saya potong dengan memegang serta mengelus kemaluannya, ? Ini,.. mu, … buka dong bajumu!? kata saya asal.
Imel yang kelihatannya telah 1/2 jalan, segera melepas kain tidak tebal yang menutupi badannya. Sembari mengulum bibirnya yang tidak tebal serta hangat, saya segera buka bra-nya. Imel dengan pergerakan spontan yang halus sekali, membiarkan celana dalamnya saya lucuti.? Mas, saya telah telanjang. Saat ini gantian ya, …? kata Imel tanpa ada berikan saya peluang bicara, Imel segera melepas baju serta celana dan celana dalam saya, mengakibatkan dia shock 1/2 mati lihat batangan saya yang telah populer itu. Hebatnya sekali lagi, dia tanpa ada minta ijin, segera jongkok dibawah saya serta mengulum si? adik? dengan beringas. Sekitaran 5 menit lalu, dia berdiri serta menyuruh saya untuk menjilati bibir vertikalnya. Imel kelojotan 1/2 mati, dikala lidah saya menyapu dengan kasar klitorisnya.

Imel saya suruh terlentang di karpet serta buka kakinya, ? Veggy? nya yang telah basah itu, saya hajar dengan pergerakan tajam serta teratur. Sembari selalu menyerang, saya meremas buah dadanya yang besar, serta mengisap lidahnya dalam-dalam ke mulut saya. Sekitaran 10 menit kami lakukan jenis itu, lalu dia berdiri serta membelakangi saya dengan tempat menungging serta berpegangan di meja computer didepannya, dia buat jalan masuk dengan memakai ke-2 jarinya. Segera saya pegang pantatnya serta saya tusuk dia perlahan sebelum saat pergerakan semakin cepat karna licinnya liang surga itu. Tak lama lalu, Imel bergetar hebat sekali, … dia orgasme, tapi cairan sperma saya belum ingin keluar. Saya percepat pergerakan saya, serta tidak memperdulikan erangan serta desahan Imel, dalam hati saya berkata, dia enak telah klimaks, saya kan belum juga. Tak lama lalu saya telah ndak tahan. Saya bertanya : ? Mel, saya ingin keluar, … di mana nih?? Di dalam cucuran keringat yang sangat banyak, Imel mendesah sembari berpaling ke arah saya, ? Didalam saja mas! agar lengkap? Benar saja, pada akhirnya cairan saya, saya semprotkan semuanya didalam liang vaginanya. Banyak sekali, kental serta lengket.

Sesudah itu, kami duduk di sofa sembari dia saya suruh menjilati? Mr. Penny? saya. Hisapan Imel tetaplah tidak beralih, tetaplah penuh gairah, meskipun bibirnya kadang kala lengket di kepala? Mr. Penny? saya. Sekitaran 5 menit, Imel nikmati si? vladimir?, sebelum saat dia pada akhirnya membebaskan hisapannya serta bangun.? Mas, saya ke kamar mandi dahulu ya,? tuturnya, ? Aku ingin nyuci? ini? dahulu,? sembari dia mengelus vaginanya sendiri.? Ya, … janganlah lama-lama, …? kata saya. Karna sendirian, saya kocok saja sendiri batangan saya. Mendadak si Revi keluar kamar, … dia berdiri didepan pintu kamarnya sembari mencermati saya. Saya kaget sekali.? Loh, Rev… anda belum juga tidur?? bertanya saya 1/2 cemas.? Belum juga.? Jawabnya singkat. Lantas dia jalan ke arah saya, sesaat saya berupaya menutupi? Mr. Penny? saya dengan bantal sofa. ? Om, barusan ngapain sama mami?? tanyanya sekali lagi.? Eh, … anu, … Om sama mami lagi…? belum juga tuntas saya menerangkan, Imel masuk ke ruangan TV.

Dia kaget sekali lihat Revi berada di situ. Sembari tangan kanannya menutupi vaginanya serta tangan kirinya menyilang menutupi buah dadanya yang ranum (tidak semuanya ditutupi sih…), Imel berkata, ? Rev anda ngapain, kok belum juga tidur?? Revi berpaling menghadap Maminya, ? Aku gak dapat tidur, Mami barusan berisik banget. Ngapain sich sama Om Vito?? Akhirnya saya menerangkan, sebelumnya setelah menyuruh Imel duduk di samping saya, serta Revi saya suruh duduk di karpet, menghadap kami.? Revi, anda kan tahu, Papi sama Mamimu telah pisahlah ranjang sepanjang nyaris 4 bln.. Sebetulnya Om sama Mami tengah lakukan kerjaan yang seringkali dikerjakan sama Mami serta Papimu tiap-tiap malam. Om serta istri Om juga seringkali lakukan ini,? kata saya sembari melirik Imel yang tampak telah agak enjoy. ? Tapi karna saat ini ndak ada Papi, Mami minta tolong Om Vito untuk lakukan hal semacam tersebut.? Revi tampak sedikit bingung, ? Hal itu hal apa Om?? Disini, Imel coba menerangkan, ? Rev, Mami janganlah disalahin ya, …Revi sayang Mami kan?? Revi tersenyum, ? Iya lah, mi. Revi saayyaaaang banget sama Mami. Tapi Revi ingin tahu, Mami sama Om Vito ngapain?? Saya tersenyum sendiri mendengar rasa mau tahu Revi yang cukup besar, ? Om Vito sama Mami sekali lagi making love.

Kamu paham.kamu mengerti mempunyai arti kan??? Mmh, … iya dikit-dikit. Jelasin seluruh dong Om, … Revi ingin saksikan,? jawab Revi. Wah, … kaget sekali mendengar Revi bicara demikian. Lantas saya melirik Imel, serta Imel mengangguk tahu. ? Revi beneran ingin saksikan Mami sama Om Vito making love?? bertanya Imel. Revi menjawab dengan polos, ? Iya ingin. Serta bila Om Vito ingin ngajarin, Revi juga ingin diajarin, … agar dapat?. Saya beneran seperti mendapat durian roboh, ? Mmhh, bertanya Mami ya?! soalnya Om tdk dapat ngajarin, jika Mamimu tdk ngijinin, … Om sich ingin saja ngajarin.? Revi merajuk, merayu Maminya, ? Mi, bisa ya?? Imel ragu-ragu menjawab, ? Kamu saksikan saja dahulu deh ya?!? Sembari tersenyum Revi menjawab, ? Iya deh, …,? suka sekali ia.
Kemudian, Revi saya suruh mundur berapa langkah, dia masihlah duduk serta menyimak dengan serius, saat saya? menunjukkan? batangan besar saya. Serta Revi cuma dapat melongo saat saya mengulum bibir Maminya sembari mengelus-elus vagina yang tanpa ada bulu itu. Tidak lama lalu, Imel saya suruh untuk lakukan pekerjaan mengisap sekali lagi. Sembari Imel disibukkan dengan pekerjaannya itu, saya menyuruh Revi untuk duduk mendekat selain saya.? Saksikan Rev, Mami seneng banget kan?? kata saya. Sementara Imel melirik kami sembari selalu menjilati? Mr. Penny? saya. ? Revi telah sempat ciuman belom?? bertanya saya.? Belum juga Om.?? Ingin Om ajarin ndak?? bertanya saya sekali lagi sembari melingkarkan tangan saya di lehernya.? Ingin!? jawabnya singkat.? Ya telah, … Revi ikutin Om saja ya, … apa yang Om Vito laksanakan, dibarengin ya?!? Belum juga pernah Revi menjawab, saya segera saja mengulum bibirnya, tegang sekali si Revi. Saat saya menarik lidah saya dengan lembut didalam mulutnya, Revi merasa mengupayakan ikuti, biarpun dengan pergerakan yg tidak teratur.

Imel selalu mengisap batangan saya, saat saya menanggalkan badan anaknya yang putih bersih serta mulus itu. Buah dada Revi memanglah belum juga demikian besar, tapi untuk ukuran anak kelas 2 SMP, telah cukup ranum. Puting susunya masihlah berwarna merah muda serta saat saya memilin-milinnya, si Revi bergelinjang kegelian. Tidak lama lalu, Imel berlutut dimuka saya serta menolong Revi melepas celana dalamnya yang berwarna hijau muda. Revi menurut saja ya sama Om Vito? kata Imel. Sementara saya meremas-remas toketnya, Imel menyuruh Revi untuk menggenggam batang? Mr. Penny? saya.? Rev, saat ini anda jongkok di sini ya? kata Imel, ? Kamu hisap? Mr. Penny? nya Om Vito, seperti Mami barusan. Janganlah dihisap selalu, kelak anda kehabisan nafas, ? Imel tersenyum sayang terhadap Revi, ? Terkadang di terlepas, selalu di jilat-jilat. Pokoknya seperti Mami barusan. Dapat kan?? Revi menjawab singkat, ? Dapat, mam? Saya mengarahkan si? adik? ke mulut Revi, sembari mengelus rambutnya yang hitam legam. ? Pelan-pelan Rev, janganlah ditelan semua ya!? Revi tersenyum. Imel menyimak langkah Revi mengisap, terkadang dia memberi instruksi.

Selang beberapa saat, saya menyuruh Revi berdiri. Saya tersenyum melihat vaginanya yang masihlah rapat, terlihat bulu-bulu halus menghiasi lubang sempit yang berwarna putih kemerahan itu. Selalu jelas saya tdk tega untuk menembusnya. Ya telah, saya ciumi serta jilati saja? Veggy? muda itu. Revi betul-betul kegelian. Pada akhirnya, Imel menyuruh Revi istirahat. Pekerjaannya dilanjutkan oleh Imel. Tanpa ada berbasa-basi, Imel segera mendiami? Mr. Penny? saya, serta mulai lakukan gerak maju mundur, sangat nikmat. Sembari Imel selalu mengerjai? Mr. Penny? saya, saya meremas-remas toketnya. Kemudian, kami ganti tempat. Saya berbaring di karpet, dengan Imel masihlah mendiami si? adik?, kesempatan ini dia membelakangi saya. Revi yang cuma diam lihat tindakan kami, saya suruh mendekat ke arah saya. Saya menyuruh dia untuk jongkok, dengan tempat? Veggy? nya di mulut saya. Sembari saya remas pantatnya, saya tembus liang sempit itu dengan lidah, kadang-kadang, saya sapu dengan jari, hingga pada akhirnya, 1/2 jari tengah saya, masuk ke? Veggy? nya serta direspon dengan pergerakan yang benar-benar liar. Revi mulai mendesah tdk karuan, sesaat ketika berbarengan, Maminya mendesah keenakkan.

Saya mulai serius menyikapi Imel. Revi saya suruh menyingkir. Kemudian, saya membalik badan Imel, saat ini dia yang di bawah. Saya lebarkan kakinya serta saya tusuk dengan tajam serta tanpa ada ampun. Kesempatan ini, Imel bertahan cukup lama, dia telah mulai miliki kebiasaan dengan tusukan-tusukan saya. Pada akhirnya Imel tdk tahan juga, demikian halnya saya. Dia orgasme, sama dengan saya yang kembali memuntahkan sperma kedalam liang kemaluannya. Sesudah melepas si? vladimir?, Revi saya suruh menjilatinya.? Mmmhhh, ….. Om… kok asin sich rasa-rasanya?? tidak setuju Revi. Imel sembari terengah-engah menjawab, ? Memanglah gitu rasa sperma. Tapi enak kan? Mami untuk dong?!? Saya senyum-senyum saja lihat anak beranak itu berebut menjilati? Mr. Penny? saya. Ketika itu, saya teringat Vina (anak Mirna) yang selamanya suka serta tertawa saat lihat ibu serta tantenya berebutan? Mr. Penny? serta menjilati sisa sperma di ujungnya. Demikian halnya Imel serta anaknya, Revi, yang seperti mengagungkan batangan saya. Saya memegang kepala ibu serta anak itu, serta dengan maksud bercanda, terkadang saya bikin pergerakan yang memaksa mereka mesti berciuman serta tempelkan lidah semasing. Mereka tertawa serta tersenyum ceria, tanpa ada beban.

Sekali 2 x, kami masihlah seringkali bersenggama bertiga. Tapi sekali tempo, saya cuma berdua saja dengan Revi, yang betul-betul udah merelakan keperawanannya saya ambillah. Tapi bila dengan Imel, … wow, janganlah di tanya berapakah kali, kami seringkali janjian di satu restoran di PIM, serta Grisa, anak bungsu Imel, selamanya di ajak. Sempat satu waktu, saat saya serta Imel tengah? perang alat kelamin? di kamar mandi tempat tinggalnya (tanpa ada tutup pintu), Grisa mendadak masuk serta lihat dengan bingung adegan saya serta Maminya yang tengah nungging di bathtub. Dia ajukan pertanyaan terhadap Maminya (biarpun tdk dijawab, lantaran tengah? repot? ? Mami diapain Om Vito, kok teriak-teriak?? tuturnya. Serta dia juga turut saksikan kakaknya, yang saya senggamai di ruangan TV, di samping Maminya yang telanjang bulat, dengan sperma di buah dadanya yang besar itu (apabila saya buang diluar, dia tidak pingin bersihkan sendiri, selamanya menyuruh Revi untuk menjilatinya.

Kami masihlah seringkali lakukan itu hingga saat ini. Untuk yang satu ini, saya tidak pingin sharing rejeki dengan rekan kantor saya, tdk seperti pada saat dengan Mirna serta Rere.

Baca Juga : Kejutan Istimewa untuk Pacarku

Artikel Menarik Lain

Shares 0
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *