Bunga99 agen bola online
Mainan Yang Membawa Kenikmatan

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Mainan Yang Membawa Kenikmatan

Cerita Dewasa Indonesia | Cerita Panas | Cerita 18 Tahun | Cerita LendirMainan Yang Membawa Kenikmatan – Jam 18. 30 saya serta Linda telah meluncur di jalan. Ia menunjuk satu buah Mall, jadi kesanalah mobilku kuarahkan. Dari info Linda juga saya tahu kelak harus menuju ke diantara pojok cafe terbuka di Mall itu. Disana, menurut Linda juga, kita tinggal menjatuhkan apa sajakah ; dapat sapu tangan, korek api, atau barang belanjaan. Kemudian bakal ada lelaki yang bertandingk mengambilkan barang yang jatuh itu. Kalau kita sukai pada lelaki itu tinggal mengatakan “OK” namun seandainya tidak sukai tinggal mengatakan “Thanx. ”
“Kalau OK, mainan itu bakal segera nguntit kita, hi, hi, hi.., ” terang Linda sembari cekikikan.
Saya juga menyambutnya dengan tertawa serta masih tetap ada perasaan-perasaan tegang.
“Kamu mengatakan mainan? ” tanyaku.

Mainan Yang Membawa Kenikmatan
“Ya, kita semuanya ditempat fitness mengatakannya mainan, mainan pembawa nikmat, hi, hi, hi.., ” kata Linda sekali lagi masih tetap ditutup dengan tawa.
Untung lalulintas tidak demikian padat sampai pas jam 19. 00 kami telah tiba disana. Cafe yang dimaksud Linda nyatanya cuma warung terbuka umum yang jual bermacam makanan dan minuman enteng. Tampak disana beberapa anak muda lelaki serta wanita.
“Yang cewek cari cowok, yang cowok nunggu panggilan cewek, ” bisik Linda, dilanjutkan aksinya menjatuhkan saputangan tanpa ada hentikan langkah melalui cafe itu. Saya juga tidak pengen ketinggal menjatuhkan kaca mata gelapku. Benar saja selang beberapa saat ada dua anak muda hampiri serta kembalikan beberapa barang itu. Saya pandangan si pembawa kacamataku, seperti terserang sihir mulutku automatis menyebutkan “OK, ” demikian juga Linda yang mungkin saja terasa pas dengan anak yang menghampirinya. Tanpa ada basa-basi sekali lagi kami menentukan buat selekasnya meninggalkan tempat itu.
Setibanya kembali ditempat parkir, dua anak muda itu semasing memperkenalkan diri.
“Ronny, ” kata pasangan Linda sembari mengecup pipi Linda selanjutnya menjabat tanganku. Linda juga membisikan namanya.
“Alvin, ” kata pasanganku sembari mengecup serta menggandeng pinggangku.
“Oh, ” hatiku merasa melayang-layang walau cuma digandeng demikian saja.
Kemudian kubisikan juga namaku. Suasana yang lama hilang terasanya kembali pada. Selekasnya juga kurugoh tas kecilku buat ambil kunci mobil.
Demikian akan buka pintu mobilku, Alvin merebutnya sembari berbisik, “Biar Ronny saja yang nyetir, kita di belakang. ”
Saya segera mengangguk menyepakatinya.
Kami meluncur ke arah utara kota. Baru saja sebagian ratus mtr. meninggalkan halaman Mall, tangan Alvin telah mulai beraksi. Ia mengusap-usap leherku, selanjutnya mendekat serta menciuminya dari samping. Tak ayal saya menggelinjang. Ciuman Alvin menyebar ke kuping, selalu melaju, serta pada akhirnya mendarat di bibirku. Memperoleh serangan yang telah lama kurindukan, kontan kubuka bibirku segera menyongsong juluran lidah Alvin. Kami juga berpagutan cukup lama. Dari pojok mataku kulihat Linda juga merapat, tampak pergerakan tangannya hampiri celana Ronny. Sesaat nampak Ronny mengangkat tubuhnya, rupanya ia berikan ruangan pada Linda buat buka resleting celananya serta keluarkan kemaluannya.
“Ehmm.. lumayan besar, ” sekian terdengar nada Linda, namun tidak kulihat sekali lagi kepalanya karna telah merunduk terbenam di pangkuan Ronny yang tengah menyetir. Setelah itu cuma kudengar nada kecupan serta kuluman mulut Linda yang rupanya tengah melaksanakan oral di kontol Ronny.
Saya sendiri mulai repot, lidah kami sama-sama melilit dalam ciuman yang begitu hot. Alvin mulai meraba-raba pahaku, selanjutnya naik sampai hingga dibagian “V” celana dalamku. Saya berubah berikan ruangan untuk tangannya supaya dapat pas di celah belahan memekku. Sementara tanganku juga mulai berani merayap pas diatas sebentuk benda tegang dibalik celananya. Kuelus-elus benda hangat yang ada dibalik celana itu, dengan jari telunjuk serta jempol kujelajahi selama batangnya. Saya miliki rangkuman kontol Alvin relatif besar, dari pengalamanku juga saya meyakini waktu itu belum juga mengeras seutuhnya.
“Kalau telah ngaceng seutuhnya pasti besar sekali, ” demikian fikirku.
Alvin masih tetap mengelus-elus celah memekku dari luar dengan jari tengahnya. Saya meyakini celana dalamku jadi basah karena itu. Disamping itu mobilku selalu melaju di dalam keramaian kota. Untung semua kaca mobilku berlapis pelindung cukup gelap. Kami dapat lihat ke luar namun beberapa orang diluar tidak sempat tahu apa yang kami perbuat. Ada pula perasaan aneh waktu melaksanakan itu semuanya di dalam keramaian, namun yang pasti nafsuku jadi lebih bergelora sampai pagutanku di mulut Alvin semakin ganas. Terlebih waktu mobil berhenti di lampu merah, saya jadi memikirkan beberapa orang di mobil di kiri-kanan kami tengah melihat adegan-adegan hot ini. Demikian juga waktu ada orang lewat menyebrang, menginginkan rasa-rasanya saya dilihat mereka. Ahh.. pendeknya pengalaman baru yang benar-benar mengasyikan. Tanganku juga awalilah buka ikat pinggang celana Alvin, segera juga menarik resletingnya. Segera kontolnya meloncat keluar karna nyatanya Alvin tidak menggunakan celana dalam.
“Wow, besarnyaa.., ” teriakku agak kaget demikian lihat kontol Alvin.
Lantas sembari menggenggam batang kontol pacar baruku itu saya berbisik, “Vin, apa kesukaanmu? ”
“Blow job, ” jawab Alvin ringkas. Saya terdiam belum juga jelas.
“Iseplah.., ” kata alvin memaparkan.
Saya juga senyum dengan menggenggam kontolnya lebih erat sekali lagi, “Jadi blow job itu punya arti ngentot gunakan mulut? ” tanyaku bermanja-manja serta pura-pura bodoh.
Kemudian tidak banyak bicara sekali lagi kujilati sisi kepala kontolnya Alvin. Ini merupakan sisi pemanasan yang paling kusuka waktu Amri masih tetap hot-hotnya. Maka waktu kujilati, kuciumi, serta kuemut-emut kepala kontol Alvin, saya mengerjakannya dengan intens sekali. Alvin juga selekasnya melenguh terasa nikmat, tangannya dengan agak kasar menyingkapkan celana dalamku ke tepi sampai jarinya saat ini dapat menyentuh segera alat kenikmatanku yang telah lama tidak tersentuh lelaki itu.
“Sluurrpp.., ” mulutku maju lebih jauh sekali lagi melahap batang kontol Alvin, sesaat kutahan disana sembari kurasakan kalau kontol Alvin nyatanya masih tetap tumbuh menjadi membesar. Tahu demikian jadi saya merangsangnya lebih keras sekali lagi karna menginginkan selekasnya tahu seberapa besarnya andaikan telah ngaceng seutuhnya.
“Sluurrpp.., ” mulutku maju sekali lagi sampai separo kontol Alvin masuk, merasa ada yang berdenyut serta tumbuh mengembang. Kubiarkan kutahan didalam, serta semakin lama merasa mulutku semakin penuh nyaris tidak dapat sekali lagi menyimpan kebesaran kontolnya. Waktu tersebut kulepas mulutku, kupandangi benda yang nyatanya nampak gagah sekali itu. Semua batangnya mengkilat karna basah oleh ludahku, kugenggam dibagian pangkalnya, kogoyang-goyang.. Ohh.. benda yang begitu kurindukan saat ini ada digenggamanku.
Lagi “Sluurrpp.., ” kulahap sekalian kontolnya.
Saat ini kuusahakan dapat masuk sedalam mungkin saja. Nyatanya serius benar-benar besar, cuma lebih sedikit dari setengahnya telah menyentuh tenggorokanku. Agak sesak namun kubiarkan terbenam didalam buat sebagian waktu. Sembari kuemut-emut kontolnya, perlahan kupelorotkan celana Alvin sampai terlepas. Selesai itu, Alvin juga berupaya memelorotkan celana dalamku. Di ruangan kursi mobil yang sempit, nyatanya usaha melepas celana dalam itu jadi tidak gampang. Problemnya saya pengen melepasnya tanpa ada pengen melepas kuluman mulutku di kontolnya, demikian juga Alvin seperti tidak pengen kehilangan memekku.
Setelah berjuang keras pada akhirnya terlepas pulalah celana dalamku. Alvin saat ini dengan merdeka mulai dapat menusukan jarinya yang besar. Ohh.. baru dengan jari itu saja saya telah terasa melayang-layang, jadi kurespon sodokan jarinya dengan memaju-mundurkan pantatku, sesaat mulutku juga mulai mengangguk-angguk berikan pergerakan kontol Alvin supaya keluar-masuk.
“Ohh.. Tarsih, ohh.. dewiku, sedap sekali sedotanmu.. memekmu juga benar-benar masih tetap ketat sekali.. saya pingin selekasnya mengentotnya, ” erang Alvin karna nikmat. Saya terasa demikian tersanjung, jadi selekasnya saya bebaskan kuluman, naik ke pangkuannya dengan kontol Alvin diupayakan tidak terlepas dari genggamanku. Ke-2 kakiku saat ini ada diatas kursi mobil, dengan urutan jongkok begini kusentuh-sentuhkan kepala kontol Alvin di celah memekku, terkadang disentuhkan juga ke kelentitku yang sangatlah sensitif.
Kemudian, “Bless.. ” sekalian kutanamkan kontol besar itu dengan tidak sabar.
“Ohh.. ahh.., ” saya juga mengerang karna kaget sendiri rasakan kontol yang demikian besar melesak masuk. Sekian kerasnya eranganku hingga buat linda bangkit dari aktivitasnya selanjutnya melirik ke belakang.
“Gimana, asik Teh Tarsih? ” bertanya Linda menggodaku yang tengah nikmat.
“I.. i.. yaa, Linda.. Kontol Alvin gede sekali, asik sekali, ” jawabku sembari mulai menggoyang-goyangkan pinggulku.
Pada waktu itu juga pernah kulihat sekali lagi keramaian kota. Dengan urutan telah mulai sanggama, dalam kondisi kontol pasanganku telah tertanam di memek laparku, lihat keramaian diluar semakin buat saya terangsang sekali lagi.
Maka kugenjot kontol Alvin lebih hebat sekali lagi, hatiku seakan-akan berteriak pada beberapa orang di jalanan, “Heii.. beberapa orang lihatlah.. lihatlah saya sekali lagi ngentot dengan sangat nikmat.. ngentot kontol gede.. hhmmhh.. ahh. ”
Pergerakan pantatku turun-naik diatas kontol Alvin semakin cepat, Alvin juga terkadang membalasnya dengan mengangkat pantatnya sampai kontolnya tertanam seutuhnya di memekku. Rasa dahagaku yang telah cukup lama tidak rasakan kontol, rupanya buat nafsuku jadi begitu terlalu berlebih, hingga saya tidak dapat mengontrol serta buat persetubuhan berjalan demikian cepat.
“Ohh.. Vin, Alvin.. entot selalu, entot memekku yang lapar ini.. entot, janganlah berhenti.. ohh teruss.. saya nyaris hingga di puncak.. teruss.. ohh.. ohh.. ohh.. ahh! ” Sebuah erangan panjang mengisyaratkan saya telah meraih orgasme.
Sementara saya tahu kalau Alvin masih tetap fresh bugar. Karena itu kuelus kepalanya buat menghibur, sesaat Alvin membenamkan berwajah di celah buah dadaku. Dengan kontol yang masih tetap tertanam di memekku, dijilatinya semua celah dari lembah payudaraku, selanjutnya naik ke puting susu samping kiri, melintas sekali lagi di celah lembahnya serta ubah ke puting susu samping kanan, terkadang mendarat agak lama di diantara puting susuku yang mulai sejak barusan telah demikian keras. Di isap-isapnya di situ, kadang-kadang digigit-gigit kecil hingga menyebabkan rasa geli bercampur nimkat.
Hingga pada adegan ini telah terpikir juga buat membalas kesenangan yang sudah di dapatkan dari Alvin, namun disamping itu juga saya memiliki kesempatan lihat ke arah luar jendela mobil buat lihat ke arah mana kurang lebih mobil ini melaju. Dengan sepintas saya selekasnya tahu mobil tengah melaju ke rah utara, jadi saya bertanya ke Ronny maupun Linda yang tengah asik dimuka, “Heh, tengah menuju ke mana kita ini? ”
Yang menjawab nyatanya Linda dengan tanpa ada pengen melepas emutan mulutnya di kontol Ronny hingga suaranya seperti nada orang yang tersumpal, “Mmpphhff.. ki.. fftaa.. kee.. ff ‘L” saa.. phhjaa.. disana.. phhpp.. ada hotel mmff.. hotel.. yang asikk.. mmff.. slrupp. ”
Saya sebenarnya setuju-setuju saja, namun mendadak saja tampil fikiran beda hingga saya memprotes, “Nggak, deh, oohh.. eyy.., ” kalimatku berhenti karna kaget serta geli oleh gigitan Alvin di puting susuku, “Balik ke rumahku saja.., ” lanjutku sembari masih mengelus-elus kepala Alvin yang merasa juga kontolnya masih tetap berupaya menusuk keluar-masuk di memekku.
Mendengar protesku Linda yang terbenam diantara selangkangan Ronny mendadak bangkit, “Bener nih? ”
“Serius, kita balik ke rumahku saja.. ” jawabku tegas.
Ronny serta Linda nampak sesaat sama-sama pandang, namun selanjutnya setuju tidak berani melawan permintaanku. Maka di satu persimpangan Ronny memutar balik haluan, selanjutnya meluncur menuju ke rumahku yang sedikit agak dibagian selatan pusat kota.
Setelah tahu kendaraan yang kami tunggangi menuju arah balik, jadi saya juga selekasnya ingat pada pekerjaan menginginkan membalas kesenangan yang sudah diberi Alvin.
“Kamu.. belum juga keluar, ya, sayang.. kontolmu masih tetap ngaceng keras.. supaya saya buat keluar, yaa.., ” kataku sembari mengangkat kepala Alvin selanjutnya memagut bibir, serta kami kembali berciuman cukup lama.
Tanpa ada melepas bibir serta lidah kami yang sama-sama berjalin, saya mengangkat badanku pelan-pelan hingga sedikit untuk sedikit kontol Alvin keluar dari jepitan memekku. Mendekati kepala kontolnya terlepas cepat-cepat tangan kiriku menuju ke bawah buat menyambutnya serta menggenggamnya. Merasa sekali kontol Alvin demikian licin karna basah oleh cairan orgasme yang barusan sudah keluar dari memekku.
Sembari sedikit kukocok-kocok kontol yang licin itu, saya berbisik pada Alvin, “Kamu sempat di ‘tits-fucking, ’ dientot pakai payudara, sayangg.. Sini saya kasih tits-fucking sembari terkadang saya sedot kontolmu dengan mulutku yang haus ini, yaa..? ”.
“Belum.. sempat, ohh.. asik sekali.. mulai sejak mula-mula saya telah tertarik sama susu gedenya Tante Tarsih.. asik sekali sepertinya dijepit disana.. marilah, dong, Tante.. Al telah tidak tahan nih.., ” jawab Alvin terlihat telah tidak sabar.
“OK sayang.. sini taro kontolmu diantara susu Tante.., ” kataku sembari menyokong ke-2 susuku dengan ke-2 tanganku.
Urutanku agak sedikit turun dari jok mobil, sesaat Alvin sedikit naik dengan mengarahkan kontolnya diantara celah dua bukit payudaraku. Demikian tiba disana segera saya sambut serta saya tekan payudaraku sampai menjepit kontol Alvin.
“Ahh.. uuhh.. Tantee.., ” lenguh Alvin kesenangan sembari mulai mengocok-kocokan kontolnya disana.
Kontolnya yang memanglah lumayang panjang serta gemuk, kadangkala sisi kepalanya menyentuh daguku. Begitu mempermudah saya utk dapat menyambutnya dengan mulutku.
Dengan sedikit merunduk dengan mulut sudah siap terbuka, jadi kontol Alvin lantas kadangkala masuk di mulutku. Setelah sebagian kocokan, Alvin hentikan pergerakannya. Saya tahu Alvin minta kontolnya diisap, jadi selekasnya juga saya merunduk agak jauh sekali lagi hingga beberapa kontolnya dapat masuk ke mulutku. Kutahan serta kubiarkan tenggelam disana utk sebagian sementara, saat didalam kuemut-emut mulutku sembari menggerak-gerakan lidahku menyentuh-sentuh batang serta kepala kontol Alvin. Ohh.. mengagumkan sekali, saya dapat rasakan segera sisa cairanku sendiri di kontol Alvin.
Adegan serta wanginya cairan memekku sendiri ini benar-benar membuatku terangsang kembali. Nafsuku utk bersetubuh telah kembali sembuh, menginginkan sebenarnya saya selekasnya naik kembali menunggangi kontolnya Alvin. Tapi kuputuskan utk melanjutkan memberi tits-fucking sembari melomoh-lomoh kontolnya serta kadangkala kusedot-sedot, kuisap-isap.
Alvin sendiri terlihat sekali berasa nikmat serta bahagia dengan layanan itu, “Oohh.. emmhh.. sangatlah nikmat rasanyaa.. Tantee.. teruss.. jepit selalu dengan susu tante yang gede itu.. ohh.. ya, sedott, jangan sampai berhenti.. tantee.. sedapp, wah telah kuduga tante ini hebat.. saya ingin deh sehari-hari ngentot sama Tante Tarsih, ” kicaunya.
Mendapat pujian itu ditambah birahiku sendiri, jadi saya semakin semangat menjepitkan susuku serta nyedot kontolnya hingga pipiku kempot karena sangat kuatnya. Kurasakan pergerakan maju-mundurnya Alvin lantas semakin deras, kontolnya merasa sangatlah tegang sekali, saya tahu itu yaitu sinyal tanda Alvin telah semakin dekat ke puncak kenikmatannya. Tidak ayal saya lantas menyeimbangi beberapa gerakan pantatnya dengan jadi tambah semangat.
Sampai selang beberapa saat, “Oohh tantee.. teruuss.. saya telah nyaris.. telah dekatt.. teruss.. ohh.. uhh.. mmhh.. ohh.. uhh.. mmhh.., saya tidak tahan lagii.. keluarin dimana tantee.., ” erangan serta kicauan Alvin bercampur aduk.
“Keluarin di mulutku saja.. sayangg.. ohh.. mari penuhi mulut tante yang lapar ini dengan spermamu yang hangat.. mari keluarin.. sayangg, ” jawabku menginginkan selekasnya menyaksikan pasanganku capai puncak kebahagiaannya.
“I.. i.. inilah tantee.. saya keluarr.. huuhh.. ahh.., ” teriak Alvin, berbarengan dengan itu kurasakan kontolnya jadi super tegang disertain meletupnya semprotan air mani dari kontolnya sampai mengenai pangkal tenggorokanku.
Demikian banyak air mani yang ia mengeluarkan sampai mulutku tidak mampu menampungnya. Beberapa segera kutelan, beberapa sekali lagi kubiarkan keluar diatas ke dua payudaraku sembari tidak henti-hentinya saya lanjutkan mengocok kontolnya. Mengagumkan sekali, saat kukocok diluar lantas sperma Alvin masih tetap meluap sekian banyak hingga membanjiri semua permukaan buah dadaku, lantas meleleh turun membasahi beberapa perutku.
“Mmhhmmffhh.. Al, sayangku.. mengagumkan sangat banyak hingga banjir.., ” kataku sembari berkurang air maninya yang turun ke perut utk lantas kujilati lewat tanganku sampai bersih. Demikian juga yang membasahi buahdada-ku, saya cobalah utk menyendoknya dengan tangan lantas saya lahap juga, sehingga dengan berencana kuperlihatkan pada Alvin saat menjilat jari-jariku yang masih tetap bersisa air maninya, berulangkali kujilat sampai bersih. Tidak lama lantas terdengar kehebohan di kursi depan, Linda 1/2 berteriak-teriak sembari mengocok kontol Ronny yang tetap masih di belakang kemudi.
“Ayoo.. Ronny-ku, mengeluarkan.. selesaikan sayang.. saya tidak ingin kalah sama Teh Tarsih.. saya lantas menginginkan sperma hangatmu.. mari mengeluarkan. ”
“I.. i.. iya tante Linda, kocok selalu, saya telah nyaris, kocok yang keras.. ehh.. sembari diemut sekali lagi.. tante.., ” pinta Ronny.
Kemudi mobil sedikit agak bergoyang, saya serta Alvin sama-sama berpandangan sehingga tersenyum. Kontol Alvin yang telah melembek masih tetap didalam elusan tanganku, Alvin lantas dengan mesra tidak lepas-lepasnya mengelus bibir memekku sembari mengecup-kecup puting payudaraku. Rupanya dia benar-benar kagum oleh kebesaran buah dadaku.
Lagi-lagi nada Ronny terdengar, “Yaa.. yaa.. ahh.. uhh.. ya tante, nyaris tante.. saya ingin keluar nihh.. ”
“Ya, ya, ya, mengeluarkan saja di mulutku, ” kata Linda yang rupanya tidak ingin kalah dengan saya.
“Emmhh.. ahh.. tantee.. saya keluarr.., ” erangan panjang terputus dari mulut Ronny.
Tapi dapat kupastikan Linda tengah repot dengan limpahan sperma pasangannya. Tidak ayal, mobilku lantas jadi penuh oleh aroma seks. Saya sendiri, anehnya, berasa demikian bahagia serta begitu nikmati permainan yang nikmat ini. Tanpa merasa mobil yang kami tumpangi telah ada didepan gerbang rumahku.
Linda mendadak bangkit dari kursi depan sehingga ajukan pertanyaan kepadaku, “Eh, Teh Tarsih.. ini benar, serius.. bagaimana bila suamimu berada pada tempat tinggal? ”
“Serius, serta memanglah saya menginginkan dia paham, ” jawabku tegas.
“Yang bener? ” bertanya Linda sekali lagi masih tetap sangsi.
“Bener, mari Ronny masuk saja jangan sampai ragu-ragu, ” kataku.
“Baik, tante, ” jawab Ronny sembari memasukan mobil.
“Ya, kelak kita lanjutkan sekali lagi permainannya, ya! ” sambungku dengan nada menggoda.
Mobil lantas masuklah ke halaman tempat tinggal, segera masuk garasi serta kami selekasnya turun dengan busana semasing yang masih tetap berantakan. Busanaku basah dibagian depan karna terserang limpahan spermanya Alvin.

Baca Juga : Aku Di Perkosa Kakak Kembarku

Artikel Menarik Lain

Shares 0
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *