Bunga99 agen bola online
ML Dengan Bu Rani Dosenku Yang Cantik Dan Bohay

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

ML Dengan Bu Rani Dosenku Yang Cantik Dan Bohay

ML Dengan Bu Rani Dosenku Yang Cantik Dan Bohay. Cerita Dewasa Indonesia Cerita Panas Cerita 18 Tahun Cerita Lendir. Saya mahasiswa arsitektur tingkat akhir di satu buah perguruan tinggi swasta di Bandung, serta telah waktunya melakukan pekerjaan akhir sebagai prasyarat kelulusan. Beruntung, saya kebagian seseorang dosen yang asik serta kebetulan yaitu seseorang ibu. Rani namanya, di muka usia tigapuluh, mengagumkan cantik serta cerdas. Cukup susah untuk melukiskan kejelitaan sang ibu. Berjumpami seseorang dosen juga yang kebetulan yaitu pujaan anak-anak karna moderat serta begitu akomodatif. Singkat kata banyak rekan-temanku yang sedikit iri menyadari saya kebagian pembimbing Ibu Rani. “Dasar lu… enak sangat kebagian ibu yang cantik jelita…” Kalau telah demikian saya cuma tersenyum kecil, toh dapat apa sih fikirku.

ML Dengan Bu Rani Dosenku Yang Cantik Dan Bohay

Cerita Dewasa Indonesia – Sistem asistensi dengan Ibu Rani begitu mengasyikan, sebab terkecuali beliau berwawasan luas, saya juga disuguhi kemolekan badan serta muka beliau yang diam-diam kukagumi. Maka dari itu di banding rekan-temanku termasuk juga rajin berasistensi serta progres gambarku lumayan cepat. Tiap-tiap asistensi membawa kami berdua makin akrab keduanya. Bahkan juga satu kala, saya membawakan sebagian kuntum bunga aster yang kutahu begitu disenanginya. Sembari tersenyum dia berucap, “Kamu coba merayu Ibu, Rez? ”

Cerita Panas – Saya ingat wajahku saat itu segera bersemu merah serta untuk menyingkirkan grogiku, saya segera mengadakan gambar serta ajukan pertanyaan sana-sini. Namun tidak urung kuperhatikan ada binar bahagia di mata beliau. Sesudah peristiwa itu setiap saat asitensi saya kerap merasakan beliau tengah menatapku dengan pandangan yang tak tahu apa artinya, beliau semakin kerap share mengenai beraneka hal. Asistensi jadi ngelantur ke beraneka subyek, dari permasalahan di kantor dosen sampai anak tunggalnya yang barusan keluarkan kata pertamanya. Sebenarnya saya tertarik pada perubahan ini tetapi tidak ada satu lantas fikiran aneh dipikiranku karna hormat pada beliau.

ML Dengan Bu Rani Dosenku Yang Cantik Dan Bohay

Cerita 18 Tahun – Hingga… ketika peristiwa. Satu malam saya asistensi sedikit larut malam serta beliau memanglah masih tetap ada di kantor jam 8 malam itu. Yang pertama tampak yaitu mata beliau yang indah itu sedikit merah serta sembab. “Wah, kala yang jelek nih”, fikirku. Namun dia menunjuk ke kursi serta sedikit tersenyum jadi kupikir tidak apa-apa apabila kulanjutkan. Sesudah semua sistem asistensi selesai saya membulatkan tekad ajukan pertanyaan, “Ada apa Bu? Kok terlihat agak sedih? ”
Kelam menyelimuti lagi berwajah walau mengusahakan disembunyikannya dengan senyum manisnya.
“Ah biasalah Rez, permasalahan. ”

Cerita Lendir – Ya telah seandainya demikian saya selekasnya beranjak serta membereskan semua kertasku. Dia terdiam lama serta kala saya sudah meraih pintu, barulah…
“Kaum Pria memanglah tetap egois ya Reza? ”
Saya berbalik serta sesudah memikirkan cepat kututup kembali pintu serta kembali duduk serta ajukan pertanyaan hati-hati.
“Kalau bisa saya ketahui, mengapa Ibu berkata demikian? Sebab setahu saya perempuan memanglah tetap berkata demikian, namun saya tdk sama pendapat karna certain perorangan miliki ego-nya sendiri-sendiri, serta tdk dapat dikelompokkan dalam satu stereotype spesifik. ”

Matanya mulai hidup serta kami beradu alasan panjang mengenai subyek itu serta ujung-ujungnya terbukalah rahasia perkimpoiannya yang sampai kini mereka menyembunyikan. Iya, kalau pasangan itu terlihat selaras oleh kami mahasiswa, mereka kaya raya, keduanya berparas good looking, serta beraneka hal-hal lain yang dapat bikin pasangan lain iri lihat kecocokan mereka. Tetapi semuanya menutupi satu buah permasalahan mendasar kalau tak ada cinta di antara mereka.

ML Dengan Bu Rani Dosenku Yang Cantik Dan Bohay

Mereka berdua dijodohkan oleh orangtua mereka yang konservatif serta sampai kini keduanya hidup dalam kepalsuan. Hal semacam ini diperburuk oleh kasarnya perlakuan Pak Indra (suami beliau) dirumah pada Bu Rani (kenyataan yang sedikit membuatku terhenyak, ugh begitu palsunya manusia sebab sampai kini di depan kami beliau tampak sebagai sosok yang care serta gentle).

Singkat kata beliau sembari terisak menumpahkan isi hatinya malam itu serta itu segala bikin dia sedikit lega, dan membawa perasaan aneh bagiku, bikin saya terasa terutama serta dekat dengan beliau. Kami mengambil keputusan untuk jalan malam itu, ke Lembang serta beliau berikan kehormatan bagiku dengan turut ke sedan milikku.

Sedikit gugup kubukakan pintu untuk dia serta tergesa masuk lantas mengendarai mobil dengan ekstra hati-hati. Dalam perjalanan kami tambah banyak diam sembari nikmati gubahan karya Chopin yang mengalun lembut lewat stereo. Kucoba sedikit bercanda serta menghangatkan situasi serta kelihatannya lumayan sukses karna beliau bahkan juga telah dapat tertawa terbahak-bahak saat ini.

“Kamu tentu telah miliki pacar ya Reza? ”
“Eh eh eh”, saya gelagapan.
Iya sih bener-bener, bahkan juga terdapat banyak, tetapi sudah pasti saya tidak bakal mengaku perihal tersebut di depannya.
“Nggak kok Bu… belum ada… mana laris saya, Bu…” balasku sembari tersenyum lebar.
“Huuu, bohong! ” teriaknya sembari dicubitnya lengan kiriku.
“Cowok seperti anda tentu playboy deh… ngaku saja! ”
Saya tdk dapat menjawab, kepalaku masih tetap dipenuhi kenyataan kalau beliau barusan mencubit lenganku. Ugh, alangkah berdebar dadaku dibuatnya. Lain apabila rekan wanitaku yang lain yang mencubit.

ML Dengan Bu Rani Dosenku Yang Cantik Dan Bohay

Larut malam sudah tiba serta telah waktunya beliau kuantar pulang sesudah nikmati jagung bakar serta bandrek berdua di Lembang. Daerah Dago Pakar maksudnya serta kala itu telah jam satu malam saat kami berdua meraih gerbang tempat tinggal beliau yang eksotik.
“Mau tidak anda singgah ke rumahku dahulu, Rez? ” ajaknya.
“Loh apa kata Bapak entar Bu? ” tanyaku.
“Ah Bapak lagi ke Kupang kok, riset. ”
Hm… benakku sangsi tetapi senyum manis yang menghiasi bibir beliau bikin bibirku berucap mengiyakan. Saya merasakan diriku ditarik-tarik manja oleh beliau ke arah ruangan tamu dirumah itu walau demikian benakku tidak habis memikirkan, “Duh ada apa ini? ”

Sesampainya didalam, “Sst… pelan-pelan ya… Detty tentu lagi lelap. ” Kami beringsut masuk kedalam kamar anaknya serta saya cuma lihat saat beliau mengecup kening putrinya yang manis itu pelan. Kami berdua bergandengan masuk ruangan keluarga serta duduk bersantai lantas mengobrol lama disana. Beliau tawarkan satu gelas orange jus. “Aduh, apa yang perlu saya jalankan”, fikirku.

Tak tahu setan mana yang merasuk diriku saat beliau akan duduk kembali di karpet yang tidak tipis itu, saya merengkuh badannya dalam sekali gerakan serta merangkulnya dalam pangkuanku. Beliau cuma terdiam sesaat serta berucap, “Kita berdua sudah keduanya sama dewasa serta tahu kemana ini menuju bukan? ” Saya tidak menjawab cuma mulai membenarkan uraian rambut beliau yang jatuh tergerai serta membawa badan moleknya makin erat kedalam pelukanku, serta kubisikkan di telinganya, “Reza begitu sayang serta hormat pada Ibu, oleh maka itu Reza tidak bakal berbuat macam-macam. ” Ironisnya kala itu suatu hal menyudutkanku untuk mengecup lembut cuping telinga serta mengendus leher sampai ke belakang kupingnya. Kulihat sekilas beliau tutup kelopak matanya serta mendesah lembut.

ML Dengan Bu Rani Dosenku Yang Cantik Dan Bohay

“Kau tahu saya sudah lama tdk terasa seperti ini Rez…” Kebandelanku meruyak serta saya mulai menelusuri muka beliau dengan bibir serta lidahku dengan begitu lembut serta perlahan-lahan. Tiap-tiap sentuhannya bikin sang ibu merintih semakin dalam serta beliau merangkul punggungku makin erat. Kedua tanganku mulai nakal merambah ke beraneka tempat di badan beliau yang mulus wangi serta tertangani.

Saya tidaklah penggemar ulung, infact kala itu saya masih tetap perjaka tetapi cakupan wawasanku mengenai sex begitu luas. “Tunggu ya Rez… ibu bakal bebersih dahulu. ” Ugh apa yang berlangsung, saya tersadar serta kala beliau masuk kedalam, tanpa ada fikir panjang saya beranjak keluar serta segara lari ke mobil serta memacunya menjauh dari tempat tinggal Ibu Ir. Rani dosenku, sebelumnya semuanya telanjur berlangsung. Saya sangat menghormatinya dan… ah pokoknya berat bagiku untuk mengkhianati keyakinan yang sudah beliau berikanlah juga suaminya. Sepintas kulihat muka ayu beliau mengintip lewat gorden jendela tetapi kutegaskan hatiku untuk meningkatkan mobil serta melesat ke tempat tinggal Tina.

Selama perjalanan nafsu yang sudah terbangun dalam diriku menunjukkan pengaruhnya. Saya tidak dapat konsentrasi, semua rambu kuterjang serta cuma dewi fortuna yang dapat membawa dampak saya s/d selamat ke pavilyun Tina. Tina yaitu seseorang gadis yang aduhai seksi serta menggairahkan, pacar rekanku. Tetapi mulai sejak dahulu dia sudah mengaku seandainya Tina menyukaiku. Bahkan juga dia sudah berkali-kali sukses memaksa untuk bercumbu denganku. Hal yang kupikir tidak ada kelirunya sebagai satu kursus buatku. Saya mengetuk pintu kamar paviliunnya tanpa ada jawaban, kubuka selekasnya serta Tina tengah jalan ke arahku, “Sendirian? ” tanyaku.

ML Dengan Bu Rani Dosenku Yang Cantik Dan Bohay

Tina cuma mengangguk serta tanpa ada banyak ba bi bu, saya merangsek ke depan serta kupagut bibirnya yang merah menggemaskan. Kami berciuman dalam serta bernafsu. “Kenapa Rez? ” di sela-sela ciuman kami, Tina ajukan pertanyaan, saya tidak menjawab serta kuciumi dengan buas leher Tina, sampai dia gelagapan serta menjerit lirih. Tangan kananku membanting pintu sesaat tangan kiriku dengan cekatan mendekap Tina semakin erat dalam pelukanku. “Brak! ” kurengkuh Tina, kuangkat serta kugendong ke arah kasur. “Ugh buas sekali anda Rez…” Sebuah senyum aneh menghiasi muka Tina yang jelita.

Kurebahkan Tina serta kembali kami berpagutan dalam adegan erotis yang liar serta mendebarkan. Saya berubah ke bawah serta kutelusuri kaki Tina yang tahap dengan bibirku serta kufokuskan di bagian paha dalamnya. Kukecup mesra betis kanannya. Tina cuma mengerang keenakan sembari cekikikan lirih karna geli. Kugigit-gigit kecil paha yang putih serta mulus memikat itu sembari tanganku tidak henti membelai serta merangsang Tina dengan beberapa gerakan tangan serta jari yang memutar-mutar pada payudaranya yang seksi serta ranum. Dengan sekali tarik, piyama yang dipakainya lepas serta kulemparkan ke lantai, sesaat saya bergerak menindih Tina.

Kami sama-sama menanggalkan sampai tiada sehelai benang juga sebagai pembatas tarian kami yang semakin lama semakin liar. “Reza ahhh… Reza… Reza…” Tina selalu berbisik lirih dikala kukuakkan ke-2 kakinya serta saya menuju kewanitaannya yang membukit menantang. Kusibakkan rambut pubic-nya yang lebat tetapi rapi serta dan merta aromanya yang khas menyeruak ke hidungku. Memiliki bentuk demikian menantang makanya tak tahu mengapa saya segera menyenanginya. Kuhirup kewanitaan Tina dengan keras serta lidahku mulai menelusuri pinggir labia minora-nya yang sudah basah oleh cairan putih bening dengan wangi pheromone menggairahkan. Kubuka ke-2 labia-nya dengan jemariku serta kususupkan lidahku pelan salah satunya menyentuh klitorisnya yang sudah jadi membesar serta kemerahan.

ML Dengan Bu Rani Dosenku Yang Cantik Dan Bohay

“Aaagh…” Tina menjerit tertahan, sensasi yang dirasakannya demikian menggebu-gebu serta makin memunculkan semangatku. Detik itu juga saya mengambil keputusan untuk melepas status keperjakaanku yang tak tahu apalah artinya. Sesaat fikiranku melambung pada Ibu Rani, ah apa yang berlangsung besok? Kubuang jauh-jauh perasaan itu serta kupusatkan perhatianku pada gadis cantik molek yang terbaring pasrah serta menantang dihadapanku ini. Tina juga okelah. Malam ini saya bakal bercinta dengannya. Dengan ujungnya yang kuruncingkan saya menotol-notolkan lidahku ke kewanitaan Tina sampai ia melenguh keras panjang serta pendek.

Lama, saya bermain dengan beraneka tehnik yang kupelajari dari buku. Benar kata orangtua, membaca itu baik untuk menaikkan pengetahuan. Kuhirup seluruh cairan yang keluar darinya serta makin dalam saya menyusupkan lidahku menjelajahi permukaan yang lembut itu makin keras lenguhan yang terdengar dari bibir Tina. Saya naik perlahan-lahan serta kuciumi pusar, perut serta area bawah payudaranya yang membulat tegak menantang. Mesti kuakui badan molek Tina, pacar kawanku ini sungguh indah. Lidahku menjelajahi permukaan beledu itu dengan penuh perasaan sampai hingga ke puting payudaranya yang kecoklatan. Saya berhenti, kupandangi lama sampai Tina berteriak penasaran, “Ayo Rez… tunggulah apa lagi sayang. ”

Saya berpaling ke atas, dihadapanku saat ini muka putih jelitanya yang kemerahan sembari menggigit bibir bawahnya karna tidak bisa menahan gejolak di dadanya. Hmm… panorama yang jarang-jarang kudapat fikirku. Tanganku beroleh ke samping, kusentuh pelan putingnya yang berdiri menjulang begitu menggairahkan dengan telunjukku. “Aaah Rez… jangan sampai buat saya hilang ingatan, please Rez…” Dengan gerakan mendadak, saya melahap puting itu kunyah, mempermainkan, dan memilinnya dengan lidahku yang cukup mahir. (Saya tahu Tina begitu peka dengan kepunyaannya yang satu itu, bahkan juga cuma dengan itupun Tina bisa orgasme waktu kami kerap bercumbu dahulu). Tina menjerit-jerit kesenangan. Kebahagian melandanya sampai ia maju serta akan merengkuh tubuhku.

ML Dengan Bu Rani Dosenku Yang Cantik Dan Bohay

“Eit, tunggulah dahulu Non… jangan sampai sangat cepat sayang”, saya menjauh serta menyiksanya, agar kelak juga paham rasa-rasanya multi orgasme. Nafas Tina yang memburu serta keringat mengucur deras dari pori-porinya cukup kurasa. Saya bangkit serta pergi ke dapur kecil minum satu gelas air dingin. “Jaaahat Reza… jahaat…” kudengar seruannya. Waktu saya balik, badannya menggigil serta tangannya tidak henti merangsang kewanitaanya. Saya tidak suka hal semacam itu, serta kutepis tangannya, “Sini… agar aku…” Saya kembali pada arah berwajah serta kupagut bibirnya yang merah itu serta kami bersilat lidah dengan semangat menggelora. Kuraih badan mungilnya dalam pelukanku serta kutindih pinggulnya dengan tubuhku. “Uugh…” dia merintih dibalik ciuman kami. Ke-2 bibir kami sama-sama melumat serta menggigit dengan lincahnya, seakan sama-sama berlomba.

Birahi serta beraneka gejolak perasaan mendorong begitu dahsyat. Begitu intensif menggedor-gedor semua syaraf kami untuk sama-sama merangsang serta memuaskan sang lawan. Kejantananku minta perhatian serta mendorong-desak sampai permukaannya penuh dengan guratan urat yang begitu peka. Duh… waktunya kah? saya bimbang sesaat tetapi kubulatkan tekadku serta dengan selekasnya saya menjauh dari Tina. Tanpa ada diminta lagi Tina meregangkan ke-2 pahanya serta menyongsong kesediaanku dengan seluruh hati. Punggungnya membusur serta bersiap. Sesaat saya mempersiapkan batang kemaluanku serta menuntunnya menuju ke pasangannya yang sudah lumer licin oleh cairan kewanitaannya.

Oh my God… sensasi yang waktu itu kurasakan begitu mendebarkan, saat-saat pertamaku. Gigitan bibir bawah Tina memberikan ketidaksabarannya serta dengan ke-2 betisnya dia mendorong pinggulku untuk bergerak maju ke depan. Pada akhirnya keduanya melekat. Kubelai-belaikan permukaan kepala kejantananku ke klitorisnya serta Tina meraung, masa sich demikian sensasional? Umum sajalah. Kudesak ke depan perlahan-lahan (saya tahu ini adalah hal pertama untuk dia juga) sial… mana muat? Ah tentu muat. Kusibakkan dengan ke-2 jemariku sembari pinggulku mendorong lagi dengan lembut tetapi mantap. Membelalak Tina dikala batang kemaluanku sudah menyeruak diantara celah kewanitaannya.

ML Dengan Bu Rani Dosenku Yang Cantik Dan Bohay

Sembari matanya mendelik, menahan nafas serta menggigit-gigit bibir bawahnya, Tina menuntun dengan memegang batang kemaluanku, “Hmm… Rez? jangan sampai sangsi sayang…” Dengan mantap saya menghentakkan pinggulku ke depan supaya Tina menjerit. Loh sepertiganya sudah amblas ke. Hangat, basah, ketat begitu sensasional. Pinggang kugerakkan ke kiri serta ke kanan. Sesaat Tina kepedasan serta air matanya sedikit mengintip dari ujung matanya yang berbinar indah itu.
“Kenapa sayang? ” tanyaku.
“Nggak pa-pa Rez… terusin saja sayang… Saya yaitu milikmu, semua milikmu…”
“Sungguh…”

Saya tahu pastinya mengharukan untuk gadis manapun walau sebandel Tina, bila kehilangan keperawanannya. Jadi untuk menenangkannya saya merengkuh badannya serta kuangkat dalam pelukan, sistem itu bikin kemaluanku makin dalam merasuk ke Tina. Dia mendelik keenakan, matanya yang indah merem melek serta bibirnya tidak henti mendesah, “Rez sayaaang… ugh enaknya. ” Waktu itu saya tengah pikirkan Ibu Rani. Aneh, mili untuk mili batang kemaluanku menghujam deras ke diri Tina serta makin dalam dan tiap kali saya menggerakkan pinggulku ke kiri serta ke kanan sekujur badan Tina bergetar, bergidik menggelinjang keras, lantas kudesak ke sembari sesekali kutarik serta ulur.

Tina menjerit keras sekali serta kubungkam dengan ciumanku, glek… seandainya ketahuan ibu kost-nya dapats kami. Saya tidak menganggap sedemikian ketatnya kewanitaan Tina, sampai kemaluanku terasanya digenggam oleh satu mesin pemijat yang walau rapat tetapi memberi rasa nyaman serta nikmat yang tidak terkira. Pelumasan yang kulakukan sudah cukup makanya kulit permukaannya kuyakin tak lecet sesaat perjalanan batang kemaluanku menuju ke pada akhirnya makin dekat. Hangat gemilang, hangat serta basah menggairahkan, tulang-tulangku seolah akan copot oleh rasa ngilu yang begitu bombastis.

ML Dengan Bu Rani Dosenku Yang Cantik Dan Bohay

Perasaan ini rupanya yang begitu diimpikan berjuta pria. “Eh… Tina sayang… kasihan kau, terlihat begitu menanggung derita, walau saya tahu dia begitu menikmatinya”. Berwajah berpindahan mengerenyit serta membelalak sampai pada akhirnya sudah cukup dalam, kusibakkan liang kemaluan Tina-ku tersayang dengan batang kemaluanku sampai bersisa sedikit diluarnya. Tina merintih serta membisikkan kalimat sayang yang terdengar seperti musik di telingaku.

Saya mendenyutkan kemaluanku serta menggerakkannya ke kiri serta ke kanan bersentuhan dengan nyaris semua permukaan dalam rahimnya, mentokkah? Berbagai benjolan yang ada didalam lubang kemaluannya kutekan dengan kemaluanku, sampai Tina bakal menjerit lagi, tetapi selekasnya kubungkam lagi dengan ciuman yang ganas pada bibirnya.

Kutindih dia, kutekan tubuhnya sampai melesak ke kasur yang empuk serta kusetubuhi dirinya sendiri dengan nafsu yang menggelegak. Dengan mantap serta tertanggulangi saya menambah pinggulku sampai kepala kemaluanku hampir tersembul keluar. Ugh, sensasinya serta selekasnya kutekan lagi, oooh pergesekan itu gemilang indah serta nikmat.

Gadis seksi yang ranum itu merem melek keenakan serta ritual ini kami kerjakan dengan tenang serta enjoy, memiliki irama tetapi dinamis. Pinggulnya yang montok itu kuraih serta kukendalikan jalannya pertempuran sampai semuanya semakin intens dikala suatu hal yang hangat ikuti kontraksi hebat pada otot-otot kewanitaannya meremas-remas batang kemaluanku, dan ditingkahi bulu mata Tina yang bergetar cepat mendahului aroma orgasme yang tengah saatnya. Saya pernah membaca hal tersebut.

ML Dengan Bu Rani Dosenku Yang Cantik Dan Bohay

“Shhs sayang Tina… jangan sampai dahulu ya sayang ya…”
“Shhh… Reza… tidak tahan aku… Reeez… shhhh…”
“Cup cup… kalem sayang…” kukecup lembut matanya, bibirnya, hidungnya, serta keningnya.
Tina mereda, saya berhenti.
“Reza… anda tega ih…” Tina cemberut sembari menarik-narik bulu dadaku.
“Sshhh sayangku… agar saja, entar jika telah meledak tentu nikmat deh… minum dahulu yuk sayang…”

Saya menarik keluar batang kemaluanku, saya tidak ingin Tina tumpah, walau sekian waktu saya menarik kemaluanku, ia memelukku dengan kencang sampai merasa sakit menahan sensasi gemilang yang baru saja dia rasakan. Kalian beberapa pembaca wanita yang pernah bercinta tentu pernah rasakan hal semacam itu. Sambil minum saya menarik nafas panjang serta meredakan juga gejolak nafsuku, saya ingin yang pertama ini jadi indah buat kami berdua.

Sial, ingatanku kembali melayang ke Ibu Rani. Apa yang saat ini dia kerjakan? Bagaimana situasi dia? Ah masalah besok sajalah. Dengan melompat saya merambat naik lagi ke badan Tina yang tengah tersenyum nakal.
“Minum sayang…” dia memberengut serta minum dengan cepat.
“Ayo Reza… jangan sampai jahat dong…”

ML Dengan Bu Rani Dosenku Yang Cantik Dan Bohay

Dengan satu gerakan cepat saya menyelipkan diri diantara ke-2 kakinya seraya membelainya cepat serta letakkan kemaluanku ke perbukitan yang ranum itu. Cairan putih yang kental kelihatan meleleh keluar.

Kusibakkan kewanitaannya, serta dengan cepat kutelusupkan batang kemaluanku ke dalamnya. Ugh, berdenyut keduanya masuklah ia, dengan mantap kudorong pinggulku mengayuh ke depan. Tina juga menyambutnya dengan suka-cita. Walhasil dengan selekasnya dia sudah masuk melalui liang yang licin basah serta hangat itu ke diri Tina serta bersarang dengan nyamannya. Jadi dimulailah tarian Tango itu. Menyusuri kelembutan beledu serta seperti mendaki puncak perbukitan yang gemilang indah, kami berdua bergerak dengan cara erotis serta ritmis, bersama menggapai-gapai ke what so called kesenangan tidak ada tara.

Gerakan batang kejantananku serta pergesekannya dengan ‘diri’ Tina sungguh susah digambarkan dengan kalimat. Kontraksi yang tadi sudah reda mulai lagi menimpa serta menaikkan enaknya pijatan yang dibuat pada batang kemaluanku. Tanganku menghentak tutup mulutnya waktu Tina menjerit keras serta melenguh keenakan. Lama kutahan dengan coba mengalihkan perhatian pada beraneka subyek non erotis.

Saya mendadak jadi buntu, Yap… Darwin, eksistensialist, le corbusier, pilotis, doppler, serta Thalia. Hah, Thalia yang seksi itu loh. Duh… kembali deh ingatanku pada persetubuhan kami yang mendebarkan ini. Ah, nikmati saja, keringat kami yang berbaur bersamaan dengan pertautan badan kami yang seakan tidak ingin terpisahkan, gerakan pinggulnya yang aduhai, aroma persetubuhan yang kental di hawa, jeritan-jeritan lirih tanpa ada arti yang cuma bisa dipahami oleh dua makhluk yang tengah memadu cinta, perjalanan yang panjang serta tidak berbuntut.

ML Dengan Bu Rani Dosenku Yang Cantik Dan Bohay

Sampai himpitan itu tidak tertahankan lagi seperti bendungan yang bobol, kami berdua menjerit-jerit tertahan serta mendelik dalam nikmat yang berupaya kami batasi dalam satu luapan ekspresi jiwa. Tina jebol, berulang kali, berantai, menjerit-jerit, deras keluar pancarkan cairan yang membasahi serta menaikkan kehangatan untuk batang kemaluanku yang juga tengah meregang-regang serta bergetar akan menumpahkan setampuk benih. Kontraksi otot-otot panggulnya serta pergantian cepat pada denyutan liang kemaluannya yang hangat serta ketat menjepit batang kemaluanku. Akh, saya tidak tahan lagi.

Di detik-detik yang dahsyat itu saya mengingat Tuhan, dosa, serta Ibu Rani yang sudah saya kecewakan, namun cuma sebentar dikala pancaran itu mulai menjebol tiada yang di pikiranku kecuali… kesenangan, lega yang mengawang serta kebahagiaan yang meluap. Saya melenguh keras serta meremas bahu serta pantat sekal Tina yang juga tengah mendelik serta meneriakkan luapan perasaannya dengan rintihan birahi. Berulang-ulang muncrat serta menyembur keluar tumpah ke liang senggama sang gadis manis serta seksi itu. Geez… nikmat gemilang.

Lemas yang menyusul dengan cara mendadak menimpa sekujur badanku sampai saya jatuh serta menerpa Tina yang selekasnya merangkulku serta membisikkan kalimat sayang. “Enak sekali Reza, duh Gusti…” Saya menjilati lehernya serta membiarkan batang kemaluanku terus berbaring serta melemas didalam kehangatan liang kewanitaannya (ya ampun saat ini juga saya mengingat kemaluan Tina serta saya bergidik menginginkan mengulang lagi).

Denyut-denyut itu masih tetap merasa, membelai kemaluanku serta menidurkannya dalam kelemasan serta ketentraman yg damai. Kugigit serta kupagut puting payudara Tina dengan gemas. Tina membalas menjewer kupingku, biarpun masih tetap dalam tindihan badanku.
“Reza sayang… anda bandel banget deh… bagaimana seandainya Rian tahu kelak Rez…”
“Iya… serta bagaimana Vina-ku ya? ” dalam hatiku.

ML Dengan Bu Rani Dosenku Yang Cantik Dan Bohay

Ironisnya lagi, kami senantiasa mengerjakannya berulang kali tiap-tiap ada peluang. Seperti tidak ada besok, dengan beragam model serta langkah tidak puas-puasnya. Di lantai, di dapur, di kasur, di bath tub, bahkan juga di kedinginan malam teras belakang paviliun sembari tertawa cekikikan. Rasa kuatir ketahuan yg diiringi kesenangan spesifik meningkatkan adrenalin jadi lebih deras, yg semuanya bikin gairah.

Tidak kusangka kami terkuras habis, capek tidak tertahan tetapi pagi udah mendekati serta saya mesti berjumpa dengan Ibu Rani. Saya bergerak mengambil langkah menjauhi tempat tidur meskipun dengan lutut lemas seperti karet serta badanku limbung. Kamar mandi maksudku. Segera saja saya masuk kedalam bath tub serta mengguyur sekujur badan telanjangku dengan air dingin. Brrr… lemas yg menimpa perlahan-lahan terangkat sejalan dengan bangkitnya kesadaranku. Sembari berendam saya mengingat kembali kilatan momen yg beberapa waktu ini berlangsung.

Sejak waktu itu asistensiku dengan Ibu Rani berjalan beku, serta dia kelihatan dingin sekali, benar-benar profesional dihadapanku. Beliau kembali memangilku dengan anda, bukanlah panggilan manja Reza lagi seperti dahulu. Saya serba salah, tak sadarkah dia bila saya pulang malam itu karna menghormati serta menyayanginya? Sampai dua hari mendekati sidang akhir, serta kondisi belum lebih baik, gambarku usai tetapi belum mendapatkan kesepakatan dari Bu Rani. Kuputuskan untuk bertandang ke tempat tinggalnya, biarpun saya tidak tentu apakah Pak Indra ada disana atau tak.

Hari itu mobilku dipinjam oleh rekan dekatku, sesaat siangnya hujan rintik turun perlahan-lahan. Ugh, memanglah saya ditakdirkan untuk tidak sukses sidang kesempatan ini. Bergegas kucegat angkot serta dengan jadi lebih dekatnya lokasi rumah beliau, jadi lebih deg-degan debar jantungku. Kucoba mengingat semua peristiwa semalam waktu saya serta Tina bercinta untuk beberapa kalinya, untuk kurangi keresahanku. Saya turun dari angkot dalam derasnya hujan serta dengan sedikit lari saya buka gerbang serta menerobos kedalam pekarangan. Basah telah bajuku, kuyup serta bunga Aster yg kubawakan udah tidak berwujud lagi.

ML Dengan Bu Rani Dosenku Yang Cantik Dan Bohay

Kubunyikan bel serta menunggu. Bagaimana bila beliau keluar? bagaimana bila Pak Indra ada dirumah? serta beratus what if berkecamuk hingga saya tidak mengerti bila muka jelita serta badan molek Ibu Rani udah berdiri sebagian mtr. di depanku. Saat saya sadar senyumnya masih tetap dingin, namun ada rasa kasihan terbesit kelihatan dari muka keratonnya yg sampai kini senantiasa menghiasi mimpi-mimpiku. Saya cuma dapat menyodorkan bunga yg udah rusak itu serta berkata, “Maafkan saya…”

Badanku yg menggigil kedinginan serta kuyup itu nampaknya menggugah rasa iba di hati beliau serta saya mengalami beliau tersenyum serta berkata, “Sudah Reza, cepat masuk, ganti pakaian sana… dua hari lagi anda sidang loh… entar seandainya sakit kan Ibu juga yg ribet. ” Uuugh, leganya beban ini udah terangkat dari dadaku, serta saya menghambur masuk. “Maaf Bu, saya basah kuyup. ” Beliau masuk kedalam serta selekasnya membawakan handuk untukku.

“Sana ke kamar serta ganti pakaian gih, pakai saja kaus-kaus Bapak. ” Kuberanikan diri, mendoyongkan badan serta mengecup keningnya, “Terima kasih banyak Bu…” Sang ibu sedikit terperangah serta lalu menepis wajahku. “Sudah sana, masuk… ganti pakaian anda. ” Dengan sedikit cengengesan saya masuk kedalam serta mengeringkan badanku, serta ganti pakaian dengan kaus yg sungguh cocok di tubuhku.

Segera saya keluar serta mencari Ibu Rani. Beliau tengah ada di dapur coba bikin secangkir teh panas untukku. Aduuh, saya sedikit terharu. Dengan beringsut saya mendekatinya serta merangkul beliau dari belakang. Dengan ketus beliau menepis badanku serta menjauh.
“Reza… anda fikir anda dapat seenaknya saja demikian. ” Saya terdiam.

“Saya mohon maaf Bu, saat itu saya pergi karna Reza tidak mampu Bu… Ibu, orang yg paling saya hormati serta sayangi, barangkali Reza perlu saat, Bu…” sembari berkata sekian saya mendekatinya serta memegang pundak kanan beliau serta berikan sedikit pijatan lembut. Beliau tergetar serta kelihatan sedikit melunak.

ML Dengan Bu Rani Dosenku Yang Cantik Dan Bohay

Saya mendekat lagi, “Ibu pengin maafin Reza? ” sembari kutatap tajam matanya, lalu perlahan-lahan saya mendekatkan wajahku ke muka ayu sang ibu.
“Tapi Rez…”
Beliau tampak bingung, tetapi kecupan lembutku udah bersarang lembut pada keningnya. Kurengkuh Rani yg ranum itu dalam pelukanku serta kuusap-usapkan kelopak bibirku pada bibirnya serta kukecup serta kugigit-gigit bibir bawahnya yg merah merekah itu. Nafas Rani sedikit memburu serta bibirnya merekah terbuka.

Awal mulanya sedikit pasif ciuman yg kuterima, lalu lidahku menelusup kedalam serta menyentuh giginya yg putih, mencari lidahnya. Getar-getar yg dirasakannya memaksa Rani untuk memerima lidahku serta sama-sama bertautlah lidah kami berdua, menari-nari dalam kerinduan serta rasa sayang yg sukar dipahami. Bayangkan beliau yaitu dosenku yg kuhormati, yg meskipun cantik jelita, putih serta menakjubkan menggairahkan, namun masih tetap saja yaitu orang yg semestinya kujunjung tinggi.

“Jangan disini Rez, Tuti dapat datang kapan waktu. ”
Kutebak Tuti yaitu nama pembantu mereka.
“Bapak? ”
“Ah biarlah saja dia”, kata dosen pujaanku itu.
Ditariknya tanganku ke arah kamarnya yg mereka rancang berdua.
“Buu… Bapak dimana? ”
Wanita masak yg mengagumkan cantik itu berbalik menanyakan, “Kenapa, anda takut? Pulang sana, bila anda takut. ”

ML Dengan Bu Rani Dosenku Yang Cantik Dan Bohay

Ah, kutenangkan hatiku serta meyakini dia juga pasti tidak lagi membiarkan ada konfrontasi dirumah mereka. Jadi saya medahului Rani (saat ini saya cuma memanggil beliau dengan nama Rani atas permintaannya. Selain itu, Rani juga tidak berlainan jauh usia denganku) serta dalam satu gerakan tangan, Rani udah ada pada pondonganku, lalu kuciumi berwajah dengan mesra, lehernya, serta sedikit belahan di dadanya. Mendekati dekat dengan tempat peraduan, Rani kuturunkan serta saya mundur memandanginya seperti saya memandanginya pertama kalinya. Awal mulanya Rani sedikit kikuk.
“Kenapa? Saya cantik kan? ”
Rani bergerak gemulai seakan tengah menari, duh Gusti… cantik sekali. Ia kenakan daster panjang berwarna light cobalt yg menerawang.

Kupastikan Rani tak kenakan apa-apa lagi di baliknya. Payudaranya bulat serta penuh tertangani, pinggulnya senantiasa bikin beberapa mahasiswi iri bergosip serta mahasiswa berdecak mengagumi akan. Saya sekonyong-konyong mengambil langkah maju serta dengan lembut kutarik ikatan di belakang punggungnya, sampai seperti adegan slow motion daster itu perlahan-lahan jatuh ke lantai serta menghadirkan satu panorama mengagumkan, mengagumkan indah. Badan telanjang Ir. Rani yg menggairahkan. Tanpa ada tunggulah lebih lama saya kembali mengambil langkah ke depan serta kami berpagutan mesra, lembut serta menuntut.

Mendorong-desak kami sama-sama mencumbu. Ciuman terdahsyat yg pernah kualami, sensasinya demikian memukau. Lidahnya menerobos bibirku serta dengan penuh nafsu menyusuri permukaan dalam mulutku. Bibirnya yg mungil serta merah merekah indah kulumat dengan lembut tetapi tentu. Yang dimimpikan yg mengagumkan ini, waktu itu saya bahkan juga akan mencubit lengan kiriku untuk memberikan keyakinan kalau ini bukan mimpi. Rani menanggalkan bajuku serta melepaskan kaosku, sembari sesekali berhenti kagum pada gumpalan-gumpalan otot pada dadaku yg cukup sektor serta perutku yg rata karna kerap diterpa push-up.

ML Dengan Bu Rani Dosenku Yang Cantik Dan Bohay

Kami berdua saat ini telanjang seperti bayi. Ada sedikit ironi pada waktu itu, serta kami berdua menyadarinya serta tersenyum kecil serta sama-sama memandang mesra. Saya menggenggam ke-2 tangannya serta mengajaknya berdansa kecil, eh norak namun romantis. Rani tergelak serta menopangkan kepalanya ke dadaku serta kami ber-slow dance disana, di kamar itu, saya serta Rani, tanpa ada baju. Batang kemaluanku tanpa ada malu-malu berdiri dengan tegaknya, serta sesekali disentil oleh tangan lentik Rani. Dengan perutnya ia mendorong batang kemaluanku ke atas serta melekat menghadap ke atas, duh ngilu tetapi sensasional.

Saat itu cukup remang karna hujan deras serta cuaca dingin, tetapi rambut Rani yg indah tergerai wangi kelihatan terang bagiku. Kucium serta kubelai rambutnya sembari kubisikkan kalimat sayang serta cinta yg senantiasa dibalasnya dengan… gombal, bohong serta cekikikan yg menggemaskan. Saya jadi lebih sayang kepadanya.

Ah, saya tidak tahan lagi. Kudesak badan Rani ke arah pinggir peraduan, kubaringkan punggungnya sesaat kakinya tergolek menjuntai ke arah lantai. Saya berlulut di lantai serta mengelus-elus kaki jenjangnya yg mulus. Serta mulai mencumbunya. Kuangkat tungkai kanannya sembari kupegang dengan lembut, kutelusuri permukaan dalamnya dengan lidahku, perlahan-lahan dari bawah sampai ke arah pahanya. Pada pahanya yg putih mulus saya melaksanakan gerakan berputar dengan lidahku. Rani merintih kegelian. “Rez, it feel so good, saya ingin menjerit jadinya…” Saat menuju ke kewanitaannya yg berbulu rapi serta wangi, saya memakai ke-2 tanganku untuk membelai-belai sisi itu sampai Rani melenguh lemah.

Lantas sembari menyibakkan ke-2 labianya, saya menggigit-gigit serta menjepit klitorisnya yg tengah mendongak, dengan lembut sekali. “Aduuuh Rez, saya hingga sayang…” Beberapa besar cairan kental putih meluncur deras keluar dari dalam liang kewanitaaannya serta dengan selekasnya aroma menyengat merasuk hidungku. Dengan hidungku saya mendorong-desak kedalam permukaan kewanitaannya. Rani menjerit-jerit tertahan.

ML Dengan Bu Rani Dosenku Yang Cantik Dan Bohay

“Rezaaa… nggghh… Rez… aduhh…” Rani sontak bangkit memperoleh serta meremas rambutku lalu jadi lebih menekannya kedalam belahan dianya yg tengah menggelegak. Kuhirup semuanya cairan yg keluar dari-nya, sungguh seksi terasa. Saya mengetahui wangi pheromone ini benar-benar khas serta menggairahkan. Rani-ku tersayang juga menyenanginya, hingga menitikkan sedikit air mata. Saya naik ke atas serta menentramkan kekasih serta dosenku itu.

Dengan muka penuh peluh Rani tetaplah menakjubkan. “Aduh Rez, Rani telah lama tidak banjir seperti gitu… barangkali perasaan Rani sangat meluap ya sayang ya…” Dengan manja ibu yg setiap harinya nampak anggun itu melumat bibirku serta menciumi semua permukaan wajahku sembari cekikikan. Aduuuh, saya sayang sekali sama dosenku yg satu ini. Kudekap Rani dalam pelukanku erat demikian pula dibalasnya dengan tidak kalah gemasnya, hingga seakan-akan kami satu.

Saya menginginkan begini selalu selama-lamanya, mendekap wanita yg kusayangi ini selama hayatku bila dapat, namun nuraniku berbisik kalau saya tidak bisa mengerjakannya. Akhirnya kuliahku udah selesai serta nilai yg memuaskan udah kuraih, wisuda udah lama lewat, serta saat ini saya udah jadi entrepeneur muda.

Kumpulan Artikel Judi Online Situs Agen BandarQ Sakong AduQ Poker Online DominoQQ Domino99 Terpercaya Terbaik Dan Terbaru

BungaQQ situs Agen Poker Online Dan Bandarq Terbaik
BungaQQ Situs Agen DominoQQ Poker Online Terpercaya
BUNGAQQ DAFTAR LINK ALTERNATIF
BungaQQ Agen Situs BandarQ Online Terpercaya
7 Situs BandarQ AduQ DominoQQ Online Terpercaya 2017
17 Situs AduQ BandarQ DominoQQ Online Terpercaya 2017
77 Situs DominoQQ BandarQ AduQ Online Terpercaya 2017
Situs Sakong BandarQ DominoQQ Poker Online Terpercaya
3 Top Situs Bandarq Online Terpercaya dan Terbaik 2017
Situs Agen BandarQ Online Terpercaya dan Terbaik Tahun 2017
20 Situs BandarQ Poker Domino Online Terpercaya Terbaik 2017
20 Situs DominoQQ Domino99 Online Terpercaya Terbaik Dan Terbaru
BungaQQ.co Situs Domino99 BandarQ Dan Poker Online Terpercaya 2017

Shares 0

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *