Bunga99 agen bola online
ML Perawan Dokter Sandra

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

ML Perawan Dokter Sandra

Cerita Dewasa Indonesia Cerita Panas Cerita 18 Tahun Cerita Lendir. ML Perawan Dokter Sandra. San… hei saya menjaga nich malam hari ini, elu janganlah kirim pasien yang aneh-aneh ya, saya ingin bobo, demikian pesanku saat terdengar telepon di ujung sana diangkat.
“Udah makan belum? ” nada merdu di seberang sana menyahut.
“Cie… illeee, perhatian nich”, saya menyambung serta, “Bodo ach”, lantas terdengar tuutt… tuuuttt… tuuut, rupanya telepon disana udah ditutup.

ML Perawan Dokter Sandra

Malam hari ini saya bisa giliran menjaga di bangsal bedah sedang di UGD dengan kata lain Unit Kritis Darurat ada dr. Sandra yang menjaga. Nah, UGD bila udah malam begini jadi pintu gerbang, jadi semua pasien bakal masuk lewat UGD, kelak baru dibagi-bagi atau ditetapkan oleh dokter menjaga bakal di kirim ke sisi mana beberapa pasien yang butuh dirawat itu. Syukur-syukur sich dapat dikerjakan segera di UGD, jadi tidaklah perlu merepotkan dokter bangsal. dr. Sandra sendiri mesti saya akui dia cukup trampil serta pintar juga, masih tetap sangatlah muda sekitaran 28 th., cantik menurutku, tidaklah terlalu tinggi sekitaran 165 cm dengan bodi tengah ideal, kulitnya putih dengan rambut sebahu.

Sifatnya cukup pendiam, bila bicara tenang seolah memberi kesan sabar namun yang kerap rekanan sejawat dapati yakni ketus serta judes terlebih bila lagi moodnya buruk sekali. Celakanya yang kerap diperlihatkan, ya sesuai sama itu. Gara-gara itu mungkin, hingga saat ini dia masih tetap single. Hanya dengar-dengar saja akhir-akhir ini dia lagi miliki pertalian spesial dengan dr. Anton namun saya juga tidak tentu.

Kira-kira jam 2 pagi, kamar menjaga saya diketuk dengan cukup keras juga.
“Siapa? ” tanyaku masih tetap agak malas untuk bangun, sepet benar nih mata.
“Dok, dinanti di UGD ada pasien konsul”, nada di balik pintu itu menyahut, oh suster Lena rupanya.
“Ya”, sahutku sejurus lalu.

ML Perawan Dokter Sandra

Sampai di UGD kulihat terdapat banyak pria didalam ruangan UGD serta sayup-sayup terdengar nada rintihan halus dari ranjang check di ujung sana, pernah kulihat sekejap seseorang pria tergeletak disana namun belum pernah kulihat lebih terang saat dr. Sandra menyongsongku, “Fran, pasien ini jari telunjuk kanannya masuk ke mesin, kronis, baru 1/2 jam sich, tensi oke, menurutku sich amputasi (dipotong, gitu tujuannya), bagaimana menurut elu? ” sekian resume singkat yang didapatkan olehnya.

“San, elu semakin cantik aja”, pujiku sebelumnya mencapai status pasien yang diberikannya padaku serta saat saya jalan menuju ke tempat pasien itu, satu cubitan keras singgah di pinggangku, sembari dr. Sandra menemani langkahku maka tidaklah terlalu saksikan apa yang dia kerjakan. Sakit juga nih.

Saat kulihat, pasien itu memanglah kronis sekali, bisa di sebut nyaris putus serta yang ketinggal hanya sedikit daging serta kulit saja.
“Dok, tolong dok… janganlah dipotong”, pintanya kepadaku memelas.
Akhirnya saya panggil itu si Om gendut, bosnya mungkin serta seseorang rekanan kerjanya untuk mendekat serta saya tambahkan pengertian ke mereka semuanya.
“Siapa nama Ayah? ” demikian saya mengawali penuturan sembari melirik ke status untuk meyakinkan kalau status yang kupegang memanglah miliki pasien ini.
“Praptono”, sahutnya lemah.

ML Perawan Dokter Sandra

“Begini Pak Prap, saya paham situasi Ayah serta saya bakal mengupayakan untuk menjaga jari Ayah, tetapi hal semacam ini kemungkinan kecil dijalankan karna yang tersisa cuma sedikit daging serta kulit saja maka tak ada lagi pembuluh darah yang mengalir hingga ke ujung jari. Bila saya jahit serta hubungkan, itu cuma untuk sesaat mungkin saja sekitaran 2 – 4 hari kemudian jari ini bakal membusuk serta harusnya selanjutnya mesti dibuang juga, jadi ditangani 2 kali. Bila saat ini kita kerjakan cuma perlu 1 kali pelaksanaan dengan hasil akhir yang tambah baik, saya bakal mengupayakan untuk seminimal mungkin saja buang jaringannya serta pada pengobatannya kelak diinginkan lebih cepat karna lukanya rapi serta tidak compang-camping seperti ini”, demikian keterangan saya pada mereka.

Sangka – sangka seperempat jam kubutuhkan saat untuk memberikan keyakinan mereka bakal aksi yang bakal kita kerjakan. Sesudah semua oke, saya minta dr. Sandra untuk mempersiapkan dokumennya termasuk juga surat kesepakatan aksi medik serta pengurusan untuk rawat inapnya, sesaat saya sediakan perabotannya dibantu oleh suster-suster dinas di UGD.

“San, elu ingin jadi operatornya? ” tanyaku sesudah semua siap.
“Ehm… saya jadi asisten elu saja deh”, jawabnya sesudah terdiam sesaat.

Entah mengapa ruang UGD ini meskipun ber-AC. Tetaplah saya berasa panas maka butir-butir keringat yang sebesar jagung bercucuran keluar khususnya dari dahi serta hidung yang mengalir sampai ke leher kala saya kerja itu. Untung Sandra melihat hal semacam ini serta jadi asisten dia cepat tanggap serta berkali-kali dia mengusap keringatku. Huh… saya sukai sekali saat dia mengusap keringatku, soalnya wajahku serta berwajah demikian dekat maka saya dapat juga mencium wangi badannya yang demikian menggoda, lebih-lebih rambutnya yang sebahu dia gelung ke atas maka terlihat lehernya yang putih berjenjang serta tengkuknya yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Betul-betul menggoda iman serta harapan.

ML Perawan Dokter Sandra

1/2 jam lalu usai udah tugasku, tinggal jahit untuk tutup luka yang kuserahkan pada dr. Sandra. Kemudian kulepaskan sarung tangan sedikit tergesa-gesa, selalu bersihkan tangan di wastafel yang ada serta lekas masuk ke kamar menjaga UGD untuk pipis. Ini yang buat saya tidak tahan dari barusan menginginkan pipis. Dari pada saya musti lari ke bangsal bedah yang cukup jauh atau keluar UGD di ujung lorong sana ada juga toilet, tambah baik saya tentukan di kamar dokter menjaga UGD ini, lagi juga rasa-rasanya lebih bersih.

Saat kubuka pintu toilet (akan keluar toilet), “Ooopsss…” terdengar jeritan kecil halus serta kulihat dr. Sandra masih tetap repot mengupayakan menutupi badan sisi atasnya dengan kaos yang dipegangnya.
“Ngapain lu disini? ” tanyanya ketus.
“Aku habis pipis nih, elu juga kok tidak periksa-periksa dahulu selalu ngapain elu buka pakaian? ” tanyaku tidak ingin disalahkan demikian saja.
“Ya, telah keluar sana”, suaranya udah lebih lembut seraya bergerak ke balik pintu agar tidak tampak dari luar kala kubuka pintu kelak.

Saat saya hingga di pintu, kulihat dr. Sandra tertunduk dan… ya ampun…. pundaknya yang putih halus tampak s/d ke pangkal lengannya, “San, pundak elu bagus”, bisikku dekat telinganya serta semprotat merah muda lekas menyebar di berwajah serta ia masih tetap tertunduk yang menyebabkan keberanianku untuk mengecup pundaknya perlahan-lahan. Ia tetaplah terdiam serta lekas kulanjutkan dengan menjilat selama pundaknya sampai ke pangkal leher dekat tengkuknya. Kupegang lengannya, pernah tersentuh kaos yang dipegangnya untuk menutupi sisi depan badannya serta merasa agak lembab. Rupanya itu argumennya dia buka kaosnya untuk menggantinya dengan yang baru. Berkeringat juga rupanya barusan.

ML Perawan Dokter Sandra

Perlahan-lahan kubalikkan badannya serta lekas terlihat punggungnya yang putih mulus, halus. Serta kurengkuh badannya serta kembali lidahku bermain lincah di pundak serta punggungnya sampai ke tengkuknya yang ditumbuhi bulu-bulu halus serta kusapu dengan lidahku yang basah. “Aaaccch… ach…” desahnya yang pertama serta disusul dengan jeritan kecil tertahan dilontarkannya saat kugigit urat lehernya dengan gemas serta badannya sedikit mengejang kaku. Kuraba pangkal lengannya sampai ke siku serta dengan sedikit desakan kuusahakan untuk meluruskannya sikunya yang dengan automatis menarik kaos yang dipegangnya turut turun ke bawah serta dari belakang pundaknya itu.

Kulihat dua buah gundukan bukit yang tidaklah terlalu besar namun sangatlah menantang. Serta pada bukit yang samping kanan terlihat benjolannya yang masih tetap berwarna merah dadu sedang yang samping kiri tidak tampak. Kusedot kembali urat lehernya serta ia menjerit tertahan, “Aach… ach… ssshhh”, badannya juga kurasakan jadi lebih lemas oleh karna jadi lebih berat saya menahannya.

Dengan tetaplah dalam dekapan, kubimbing dr. Sandra menuju ke ranjang yang ada. Serta perlahan-lahan kurebahkan dia, matanya masih tetap terpejam dengan guratan nikmat terhias di senyum minimnya, serta dengan refleks tangannya bergerak menutupi buah dadanya. Kubaringkan badanku sendiri di sebelahnya dengan tangan kiri menyokong beban badan, sedang tangan kanan menyeka lembut alis matanya selalu turun ke pangkal hidung, mengelilingi bibir selalu turun ke bawah dagu serta selesai di ujung liang telinganya.

ML Perawan Dokter Sandra

Senyum tidak tebal selalu hiasi berwajah serta selesai dengan desahan halus dibarengi terbukanya bibir ranum itu. “Ssshhh… acchh…” Kusentuhkan bibirku sendiri ke bibirnya serta lekas kami sama-sama berpagutan penuh nafsu. Kuteroboskan lidahku masuk mulut serta mencari lidahnya untuk sama-sama bergesekan lalu kugesekan lidahku ke langit-langit mulutnya, sesaat tangan kananku kembali menelusuri lekuk berwajah, leher serta selalu turun menyusuri lembah bukit, kudorong tangan kanannya ke bawah serta kukitari putingnya yang menonjol itu. Lima hingga tujuh kali putaran serta putingnya jadi lebih mengeras. Kulepaskan ciumanku serta kualihkan ke dagunya.

Sandra memberi leher sisi depannya serta kusapu lehernya dengan lidahku selalu turun. Serta menyusuri tulang dadanya perlahan-lahan kutarik tangannya yang kiri yang masih tetap menutupi bukitnya. Terlihat saat ini dengan terang ke-2 puting susunya masih tetap berwarna merah dadu namun yang kiri masih tetap terbenam dalam gundukan bukit. Feeling-ku, belum sempat ada yang menyentuh itu terlebih dulu.

Kujilat pas di ruang puting kirinya yang masih tetap terpendam malu itu pada jilatan yang ke lima atau ke-6, saya lupa. Puting itu mulai memperlihatkan dianya dengan malu-malu serta lekas kutangkap dengan lidah serta kutekankan di gigi sisi atas, “Ach… ach… ach…” nada desisnya jadi lebih jadi serta kesempatan ini tangannya juga mulai aktif memberi perlawanan dengan menyeka rambut serta punggungku. Sambil selalu memainkan ke-2 buah payudaranya tanganku mulai menjelajah ruang yang baru turun ke bawah lewat jalur tengah selalu serta selalu menembus batas atas celana panjangnya sedikit desakan serta kembali meluncur ke bawah menerobos karet celana dalamnya perlahan-lahan turun sedikit serta lekas tersentuh bulu-bulu yang sedikit lebih kasar. “Eeehhhm… ech…” tidak diteruskan namun bergerak kembali naik menyusuri lipatan celana panjangnya serta hingga pada ruang pinggulnya serta lekas kutekan dengan agak keras serta mantap, “Ach…” pekiknya kecil pendek seraya bergerak sedikit liar serta mengangkat pantat serta pinggulnya.

ML Perawan Dokter Sandra

Segera kutekan kembali ke pinggul ini namun kesempatan ini kulakukan keduanya kanan. Serta kiri serta, “Fran… ugh…” teriaknya tertahan. Saya kaget juga, itu kan berarti Sandra sadar siapa yang mencumbunya serta itu juga bermakna dia memanglah memberi peluang itu untukku. Matanya masih tetap terpejam hanya-hanya terkadang terbuka. Kutarik restleting celananya serta kutarik celana itu turun. Gampang, oleh karna Sandra memanglah menginginkannya juga, maka pergerakan yang dikerjakannya sangatlah menolong. Tungkainya sangatlah seimbang, kencang, putih mulus, pasti dia merawatnya dengan baik juga oleh karna dia juga kan datang dari keluarga kaya, bila tidak salah bapaknya diantara satu petinggi tinggi di bea cukai. Kuraba paha sisi dalamnya turun ke bawah betis, selalu turun sampai punggung kaki serta dengan tidak terduga Sandra meronta serta terduduk, dengan nafas memburu serta tersengal-sengal, “Fran…” desisnya tertelan oleh nafasnya yang masih tetap memburu.

Lalu ia mulai buka kancing bajuku sedikit tergesa serta kubantunya lantas ia mulai mengecup dadaku yang bagian seraya tangannya bergerak aktif menarik retsleting celanaku serta menariknya terlepas. Segera saja saya berdiri serta melewatkan semua bajuku serta kuterjang Sandra jadi ia rebah kembali serta kujilat dari mulai perutnya. Sesaat tangannya turut menyeimbangi dengan menyeka rambutku, kala saya hingga di selangkangannya kulihat ia pakai celana berwarna dadu serta tampak belahan tengahnya yang sedikit cekung sesaat pinggirnya menonjol keluar serupa pematang sawah serta ada sedikit noda basah di tengahnya tidaklah terlalu luas, ada sedikit bulu hitam yang mengintip keluar dari balik celananya. Kurapatkan tungkainya lantas kutarik celana dalamnya serta kembali kurentangkan kakinya seraya saya juga melepas celanaku.

ML Perawan Dokter Sandra

Saat ini kami sama berbugil, kemaluanku tegang sekali serta cukup besar untuk ukuranku. Sesaat Sandra udah mengangkang lebar namun labia mayoranya masih tetap tertutup rapat. Kucoba membukanya dengan jari-jari tangan kiriku serta kelihatan satu lubang kecil sebesar kancing di tengahnya diliputi oleh sejenis daging yang berwarna pucat demikian pula dindingnya kelihatan berwarna pucat meski lebih merah dibanding dengan area tengahnya. Hilang ingatan, rupanya masih tetap perawan.

Tidak lama kulihat selekasnya keluar cairan bening yang mengalir dari lubang itu oleh karna udah tak ada lagi kendala mekanik yang menghalanginya untuk keluar serta banjir dibarengi baunya yang khas semakin merasa tajam. Baru kala itu kujulurkan lidahku untuk mengusapnya perlahan-lahan dengan sedikit desakan. “Eehhh… ach… ach… ehhh”, desahnya berkelanjutan. Sesaat lidahku berusaha untuk membersihkannya tetapi banjir itu datang tidak tertahankan. Saya kembali naik serta menindih badan Sandra, sesaat kemaluanku melekat di selangkangannya serta saya udah tidak tahan lagi lalu saya mulai meremas payudara kanannya yang kenyal itu dengan kemampuan lemah yang semakin lama semakin kuat.

“Fran… ambilah…” bisiknya tertahan seraya menggoyangkan kepalanya ke kanan. Serta ke kiri sesaat kakinya diangkat tinggi-tinggi. Dengan tangan kanan kuarahkan torpedoku untuk menembak dengan pas. 1x tidak berhasil rasa-rasanya melejit ke atas oleh karna licinnya cairan yang membanjir itu, 2 x masih tetap tidak berhasil juga tetapi yang ke-3 rasa-rasanya saya sukses kala tangan Sandra mendadak memegang erat ke-2 pergelangan tanganku dengan erat serta desisnya seperti menahan sakit dengan bibir bawah yang ia gigit sendiri. Sesaat batang kejantananku rasa-rasanya mulai masuk liang yang sempit serta buka suatu hal lembaran, tidak lama kemudian semua batang kemaluanku udah tertanam dalam liang surganya serta kaki Sandra juga udah memutari pinggangku dengan erat serta menahanku untuk bergerak. “Tunggu”, pintanya kala saya menginginkan bergerak.

ML Perawan Dokter Sandra

Sebagian kala lalu saya mulai bergerak mengocoknya perlahan-lahan serta kaki Sandra juga udah turun. Awalnya umum saja serta tanggapan yang didapatkan juga masih tetap minimum, tidak lama kemudian nafasnya kembali mulai memburu serta butir-butir keringat mulai kelihatan di dadanya, rambutnya udah kusut basah semakin menarik serta pergerakan mengocokku mulai kutingkatkan frekwensinya serta Sandra juga mulai bisa menyeimbanginya.

Semakin lama pergerakan kami makin selaras. Tangannya yang pada awalnya ditempatkan di dadaku. Saat ini bergerak naik serta pada akhirnya menyeka kepala serta punggungku. “Yach… ach… eeehmm”, desisnya memiliki irama serta tidak lama kemudian saya semakin rasakan liang senggamanya semakin sempit serta merasa semakin menjempit kuat, pergerakan badannya semakin liar. Tangannya udah meremas bantal serta menarik kain sprei, sesaat keringatku mulai menetes membasahi badannya tetapi yang kunikmati sekarang ini yaitu kesenangan yang semakin bertambah serta fantastis, beda dari yang kurasakan sampai kini lewat masturbasi. Semakin cepat, cepat, cepat serta pada akhirnya kaki Sandra kembali mengunci punggungku serta menariknya lebih ke bertepatan dengan pompaanku yang paling akhir serta kami terdiam, sedetik lalu.. “Eeeggghhh…” jeritannya tertahan bertepatan dengan mengalirnya cairan nikmat itu menyebar di selama kemaluanku serta, “Crooot… crooot”, memberinya kesenangan yang fantastis.

Demikian sebaliknya untuk Sandra merasa ada semprotan kuat didalam sana. Serta berikan rasa hangat yang mengalir serta berputar terasanya senantiasa menembus ke tidak ada berbuntut. Usai udah pertempuran tetapi kekakuan badannya masih tetap kurasakan, demikian pula badanku masih tetap kaku.

ML Perawan Dokter Sandra

Tidak lama kemudian kuraih bantal yang tersisa, kulipat jadi dua serta kuletakkan kepalaku di situ sebelumnya setelah berubah sedikit untuk memberikan nafas biar beban badanku tidak menindih paru-parunya namun masih tetap badanku menindih badannya. Kulihat senyum puasnya masih tetap mengembang di bibir mungilnya serta badannya tampak mengkilap licin karna keringat kami berdua.

“Fran… thank you”, tidak lama kemudian, “Ehmmm… Fran saya bisa bertanya? ” bisiknya perlahan-lahan.
“Ya”, sahutku sembari tersenyum serta mengusap keringat yang melekat di ujung hidungnya.
“Aku… gadis keberapa yang elu tidurin? ” tanyanya sesudah pernah terdiam sesaat. “Yang pertama”, kataku meyakinkannya, tetapi Sandra mengerenyitkan alisnya. “Sungguh? ” tanyanya untuk menekankan.
“Betul… keperawanan elu saya ambillah namun perjakaku juga elu yang ambil”, bisikku di telinganya. Sandra tersenyum manis.
“San, thank you juga”, itu kalimat terakhirku sebelumnya ia tidur terlelap kelelahan dengan senyum senang masih tetap tersungging di bibir mungilnya serta batang kemaluanku juga masih tetap belum keluar namun saya juga turut terlelap.

Kumpulan Artikel Judi Online Situs Agen BandarQ Sakong AduQ Poker Online DominoQQ Domino99 Terpercaya Terbaik Dan Terbaru

7 Situs BandarQ AduQ DominoQQ Online Terpercaya 2017
17 Situs AduQ BandarQ DominoQQ Online Terpercaya 2017
77 Situs DominoQQ BandarQ AduQ Online Terpercaya 2017
Situs BandarQ Poker Domino Online Terpercaya Terbaik 2017
3 Top Situs Bandarq Online Terpercaya dan Terbaik 2017
Situs Agen BandarQ Online Terpercaya dan Terbaik Tahun 2017
20 Situs BandarQ Poker Domino Online Terpercaya Terbaik 2017
BungaQQ.website Situs Domino99 BandarQ Dan Poker Online Terpercaya
BungaQQ.co Situs Domino99 BandarQ Dan Poker Online Terpercaya 2017
KepoQQ Situs BandarQ Domino99 AduQ Poker Online Terpercaya

Shares 0

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *