Bunga99 agen bola online
Ngentot dengan Mantan Pacar Adikku

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Ngentot dengan Mantan Pacar Adikku

Ngentot dengan Mantan Pacar Adikku – Saya kembali bercerita pengalamanku yang pastinya tetaplah seru serta buat jantung kalian berdebar-debar. Kesempatan ini saya kembali bercerita cerita nyataku yang berlangsung sekitaran 1 th. saat lalu.

Siang itu saya sendirian dirumah. Bapak, Ibu serta adik-adikku lagi tengah ada acara semasing. Saya yang sedang tiada acara, bertugas untuk merawat tempat tinggal. Dari pada tiada kerjaan serta melamun sendirian, saya punya niat untuk bersihkan tempat tinggal.

“Aku ingin memberi surprise yang baik terhadap orang-tuaku…” fikirku saat itu.

Ngentot dengan Mantan Pacar Adikku

Ketika saya lagi tengah bersihkan kamarku (saat itu saya masihlah tidur berdua dengan Dewi, adikku yang bungsu), saya temukan poto Dewi dengan bekas pacarnya saat SMU yang bernama Herland. Keluargaku serta Herland telah cukup dekat, bahkan juga dia telah saya anggap jadi adik kandungku sendiri. Namun mulai sejak Dewi putus darinya serta telah miliki pacar baru, Herland mulai tidak sering main ke tempat tinggal.

Mendadak saya yang kangen dengan Herland karna telah tidak sering bersua, pernah berfikir mengapa tidak saya undang saja dia main ke tempat tinggal. Kemudian saya kirim SMS ke nomor Herland yang masihlah saya taruh di Handphone-ku. Saya berniat tidak memberitahu apabila keluargaku lagi tengah tiada dirumah semua, termasuk juga Dewi. Takut saja apabila Herland kelak terasa enggan untuk main ke tempat tinggal. Saya sejujurnya merencanakan ingin menjodohkan sekali lagi Dewi dengan Herland supaya sanggup berpacaran kembali. Siapa tau dengan mengundang Herland ke tempat tinggal semua juga akan sesuai sama gagasan.

Sebentar sesudah kirim SMS, saya meneruskan bersihkan kamarku yang pernah berhenti sebentar, sembari menanti balasan darinya. Sesekali saya lihat Handphone-ku apakah telah ada balasan dari Herland atau belum juga, tapi cukup lama menanti saya belum lagi memperoleh balasan darinya. Hingga pada akhirnya saya lupa sendiri serta larut dalam pekerjaanku.

Ketika membereskan almari pakaian di kamar adikku yang cowok, saya temukan sekeping DVD tanpa ada cover. Karna penasaran saya coba menyetel DVD tersebut di ruangan tengah.

Di monitor TV saat ini terpampang sepasang bule yang lagi tengah sama-sama mencumbu. Pertama mereka sama-sama berciuman, selanjutnya satu persatu kemeja yang menempel mereka terlepas. Si cowok mulai menciumi leher ceweknya, selanjutnya turun ke payudara. Si cewek terlihat menggeliat menahan nafsu yang membara. Tubuhku gemetar serta jantungku berdegup kencang karna nyatanya DVD itu merupakan Blue Film.

Saya yang semula punya niat hentikan film itu serta kembalikan ke tempatnya, mengambil keputusan untuk meneruskan saja. Di tengahnya film, fikiranku menerawang mengingat waktu paling akhir saya serta rekan-rekan universitas Dewi melihat DVD sesuai sama itu yang dilanjutkan bersetubuh dengan mereka.

Birahiku mendadak saja makin tinggi. Saya memanglah telah satu minggu ini tidak lakukan masturbasi. Hingga sepanjang melihat, tanpa ada sadar bajuku telah tidak karuan. Kaos berwarna hitam yang saya gunakan, telah terangkat hingga diatas payudara. Kemudian Bra-ku telah dalam kondisi terputus. Kuelus-elus sendiri payudaraku sembari kadang-kadang kuremas. Benar-benar enak sekali rasa-rasanya, terlebih apabila hingga terserang putingnya.

Celana pendekku telah saya turunkan hingga hanya mata kaki, lantas tanganku saya input ke balik celana dalam serta segera mengelus-elus klitorisku. Sensasinya benar-benar mengagumkan! Semakin lama saya makin gencar lakukan masturbasi, rintihanku makin keras. Tangan kananku makin cepat menggosok-gosok klitoris, sesaat yang satunya repot meremas-remas toketku sendiri.

“Oohh.. Ooohh.. ” desahku yang telah terasa nyaris capai orgasme.

Mendadak, pintu depan diketok. Tentu saja saya gelagapan menggunakan kemejaku yang terbuka di sana-sini. Sesudah itu saya mematikan DVD player tanpa ada pernah keluarkan Disc-nya.

“Aduh gawat…!! ” fikirku cemas.

“Siapa ya? Apa jangan-jangan Bapak serta Ibu? Namun kan baru sebentar…” saya mulai cemas.

Dengan tergesa-gesa saya membukakan pintu. Nyatanya di muka pintu berdiri sosok yang telah saya kenal, yakni Herland bekas pacar adikku.

“Halo Teteh! Tadi SMS Herland ya? Maaf ya telah lama tidak main nih…” tuturnya dengan ceria.

“Kirain Herland tidak dapat datang? Kok tidak jawab SMS Teteh dahulu sich? ” tanyaku.

“Emang berniat Teh. Kan Herland ingin ngasih kejutan sama keluarga bekas pacar nih…” jawabnya sembari tersenyum cuek.

“Oh gitu? Teteh kirain Herland telah tidak mau sekali lagi main ke rumah…” candaku sembari mempersilakan duduk di ruangan tamu.

Herland tersenyum mendengar candaku, mungkin saja dia juga sangatlah kangen dengan sikap akrab yang didapatkan oleh keluargaku.

“Kok sepi banget sich Teh? Yang beda sekali lagi pada kemana? ” tanyanya bingung lihat situasi rumahku yang lengang.

“Sedang ada acara semasing tuch. Dewi juga sekali lagi pergi sama kawannya, jadi dirumah sekedar ada Teteh doang. Maaf ya Teteh tidak kasih tau Herland terlebih dahulu. Abisnya Teteh juga telah lama tidak bercakap sama Herland sih…” saya coba menjelaskan serta mengharapkan Herland sanggup maklum.

Terus jelas saja, saya sangatlah kangen dengan Herland. Nyatanya Herland lantas ingin tahu maksudku. Terlebih dia juga telah berpikiran keluargaku seperti keluarga sendiri, dia saja menyebut namaku dengan ‘Teteh’ berlainan dengan biasanya rekan-rekan Dewi yang menyebutku dengan ‘Kakak’. Maklum saja keluarga Herland termasuk juga Broken Home, namun tidak bermakna dia nakal layaknya seperti anak yang tumbuh tanpa ada pengawasan orang tua.

Karna telah lama saya tidak mengrobrol dengan Herland, kami bicara banyak berkaitan beragam hal. Saya sempat juga memerhatikan di usianya yang mencapai 17 th., ia mulai berkembang jadi seseorang pria dewasa. Meskipunpun dengan fisik berwajah yang termasuk umum saja belum juga banyak beralih, tinggi tubuhnya juga masihlah sama denganku, cuma sekitaran 160 cm. Namun sikapnya yang saat ini telah tambah lebih dewasa.

Sesudah cukup lama mengobrol, saya baru sadar apabila badanku dalam kondisi kotor sesudah berberes tempat tinggal. Saya selanjutnya pamit dengan Herland untuk mandi. Sesudah saya tuntas mandi serta kenakan pakaian, saya mengajaknya untuk makan siang dengan. Di waktu makan, saya terasa Herland selalu memerhatikan badanku yang waktu itu menggunakan kaos putih ketat serta hotpants warna kulit.

“Huh, basic cowok! Dimana-mana sama aja…! ” omelku dalam hati.

Namun saya dapat menyadari dia, karna tentu badan mungilku waktu itu tampak begitu sexy serta mengundang selera.

“Ada apa Land? Kok ngelamun sich? Sekali lagi mikirin Dewi ya? ” saya berpura-pura bertanya hal-hal lain untuk menyadarkan lamunannya.

“Ah, tidak kok Teh. Dewi kan saat ini telah miliki pacar baru…” tutur Herland sekenanya.

“Herland janganlah pulang tergesa-gesa yah. Tadi Teteh telah kasih tau ke Dewi apabila Herland lagi tengah berada di rumah…” kataku mengharapkan agar Herland sanggup lebih lama disini.

“Iya deh Teh. Herland juga ingin disini dahulu ampe semua pulang…” jawabnya.

“Ya telah, Herland nonton TV dahulu saja. Teteh ingin masuk ke kamar dahulu. Ingin istirahat sebentar…” lanjutku.

“Ya telah Teh, tidak apa-apa kok. Teteh istirahat saja dulu…” kata Herland.

Sesudah pamit ke Herland, saya beranjak masuk ke kamar tidur. Sesudah tutup pintu kamar, saya bercermin. Wajahku termasuk manis, kulit kuningku juga bersih serta mulus karna seringkali luluran. Meskipunpun tubuhku mungil, namun termasuk seimbang. Bajuku selanjutnya saya terlepas serta melepaskan Bra-ku, karna saya punya kebiasaan tidur tanpa ada memakai Bra. Kemudian saya memerhatikan payudara milikku yang mempunyai ukuran kecil tapi kencang, serta pastinya makin buat badanku terlihat indah, karna sesuai sama postur mungilku.

Saya tersenyum sendiri lihat hotpants-ku yang memanglah buat saya terlihat sexy. Layak saja Herland hingga memerhatikan badanku sesuai sama itu. Saya yang dalam kondisi cukup capek, merebahkan diriku sebentar diatas kasur tanpa ada menggunakan kaos serta coba beristirahat sesaat. Belum lama beristirahat, saya mendengar nada rintihan dari ruangan tengah yang persis ada di muka kamarku. Astaga! Saya baru ingat, itu tentu nada dari DVD porno yang lupa saya mengeluarkan barusan. Apa Herland lagi tengah menyetelnya? Penasaran, saya lantas bangkit dari tempat tidurku, dengan tergesa-gesa saya menggunakan kaos tanpa ada pernah menggunakan Bra terlebih dulu, selanjutnya dengan perlahan saya keluar dari kamarku.

Demikian saya buka pintu kamar, saya lihat panorama yang mendebarkan. Herland lagi tengah ada di karpet depan TV sembari keluarkan penisnya serta mengocok-ngocoknya sendiri. Nyatanya penisnya cukup besar juga untuk anak seusia dia, lebih kurang sekitaran 14 cm serta telah terlihat tegang sekali.

Saya berpura-pura batuk, selanjutnya dengan tampang seakan-akan mengantuk saya mendekati Herland serta turut duduk disebelahnya. Dia terlihat kaget mengerti saya telah ada di sebelahnya. Lantas dengan tergesa-gesa dia memasukkan penisnya kedalam celananya sekali lagi.

“Eh, Te…teh ga-ak jadi istira…hat ya…? ” kata Herland salah tingkah.

Kemudian dengan muka cemas dia ambil remote DVD serta akan mematikan filmnya.

“Iya nih Land, gerah banget didalam. Eh, filmnya tidak usah dimatiin. Kita nonton berdua saja yuk! Sepertinya seru tuh…” ujarku sembari menggeliat hingga menonjolkan payudaraku yang cuma terbungkus oleh kaos putih ketatku saja.

“Hah? Teteh ingin i-ikut nonton…? Janganlah Teh Herland malu…” tuturnya gugup.

“Kok Herland masihlah malu? Seperti sama siapapun. Herland kan telah seperti keluarga sendiri, masa masihlah malu sama Teteh? ” kataku meyakinkannya.

“I-iya deh…” jawab Herland serta tidak jadi mematikan DVD-nya.

Dengan enjoy saya duduk di samping Herland sembari turut melihat. Saya ambil tempat bersila hingga hotpants-ku makin tertarik serta menunjukkan paha mulusku. Adegan-adegan erotis yang dipertunjukkan bintang porno itu memanglah benar-benar menarik, mereka bergumul dengan buas serta sama-sama mengisap. Saya melirik ke arah Herland yang mulai sejak barusan bertukaran pada memandangi adegan panas itu serta kadang-kadang juga lihat ke arah paha serta payudaraku. Terlihat ia beberapa kali menelan ludahnya. Nafasku juga mulai memburu karna terangsang lihat Film itu.

“Land, anda telah sempat bersetubuh? ” tanyaku mendadak.

“Eh, kok Teteh tau-tau nanya seperti gitu sich? ” jawab Herland bingung.

Herland agak kaget mendengar pertanyaanku, soalnya waktu itu matanya asik mengambil pandang ke arah puting payudaraku yang tercetak pada kaos putihku. Saya makin memanaskan aksiku, berniat kakiku kubuka lebih lebar hingga saat ini cetakan vagina pada Hotpants-ku tampak terang.

“Gak usah malu Land. Teteh dapat jagalah rahasia kok…! ” tanyaku makin penasaran.

“Belum sempat kok Teh… Beneran deh! ” jawab Herland tersipu.

“Tapi anda telah kerap nonton Film seperti gini kan? ” pancingku.

“Lumayan kerap sich Teh. Tapi paling Herland nontonnya rame-rame, atau jika kembali nonton sendirian sembari ngocok deh…” jawabnya mulai enjoy.

“Land, menurut anda Teteh cantik tidak sich? ” lanjutku selalu menggoda Herland.

“Iya Teh! Sebenernya dari dahulu Herland telah merhatiin jika Teteh tuch cantik…” timpal Herland.

Merasa dipancing sesuai sama itu Herland mulai membulatkan tekad untuk memegang tanganku. Saya sedikit kaget, tetapi membiarkan tanganku dibelai oleh telapak tangannya. Merasa benar kalau telapak tangan Herland basah oleh keringat karna gugup. Karna saya diamkan, dia selalu membelai-belai area tangan seraya perlahan mulai naik untuk menyeka pergelangan tanganku. Saya pasrah saja saat Herland membulatkan tekad melingkarkan tangannya pada bahuku. Namun kelihatannya ia tidak berani untuk memandang mataku. Sambil selalu memeluk bahuku, tangan kanannya mulai berani memegang-megang payudaraku.

“Enak ya Teh diginiin…? ” bertanya Herland disela permainan tangannya.

“Emph… Emph…” saya cuma merintih nikmati remasan Herland pada payudaraku.

Sambil memegang payudaraku, dengan ganas Herland mulai menciumi bibir serta leherku. Akupun dengan tidak kalah ganasnya membalas ciuman-ciumannya. Keganasan kami berdua buat keadaan area ini jadi riuh oleh suara-suara kecupan serta rintihan-rintihan erotis. Sesudah berapa menit kami berciuman, saya yang telah terangsang berat punya niat untuk meneruskan ke area yang lebih jauh kembali.

“Land… Sebentar deh. Teteh buka kaos dahulu ya…” kataku hentikan pegangannya.

Herland cuma mengangguk mendengar kata-kataku. Sudah pasti dia tentu telah tidak sabar untuk lihat payudaraku yang tanpa ada terbungkus apa-apa.

“Land, payudara Teteh bagus tidak? ” saat saya telah melepaskan kaos ketatku hingga payudaraku telah terpampang terang dihadapannya.

“Ba-bagus Teh…! ” jawabnya dengan terbata-bata.

Herland terlihat melotot melihat area atas badanku yang menggoda. Hal tersebut jadi buat saya makin terangsang serta meneruskan perbuatanku. Merasa selalu dipancing sesuai sama itu, Herland kelihatannya tidak tahan kembali. Ia segera melumat bibirku sembari meraba-raba payudaraku yang telah tidak tertutup apa-apa kembali. Saya pejamkan mata meresapinya, Herland makin ganas menciumiku ditambah kembali tangannya berupaya memainkan vaginaku dari luar. Sambil melumat, lidahnya mencari-cari serta berupaya masuk kedalam mulutku, serta saat berhasil lidahnya bergerak bebas menjilati lidahku hingga lidahku lantas turut bermain. Sambil pejamkan mata saya berusaha untuk ikuti arus permainan. Dengan kuluman lidah Herland yang agresif, ditambah remasan-remasan telapak tangannya pada ke-2 payudaraku, birahiku lantas secepatnya naik. Sesaat dibawah sana kurasakan tangan Herland telah mulai meraba pahaku yang mulus.

“Aaaaahh Herlaaand…. Aaaahhhhhhh…. ” saya mendesah panjang rasakan nikmat yang menempa diriku.

“Mulus banget paha Teteh! Buat gemes Herland saja nih…! ” sahut Herland sembari tangannya merayap naik kembali ke selangkanganku.

“Sekarang giliran Teteh yang simak tubuh Herland! ” pintaku terhadap Herland.

Herland yang semula malu-malu makin salah tingkah mendengar permintaanku. Karna sangatlah bernafsu saya memaksa Herland untuk melepaskan semua bajunya sampai dia bugil. Saya makin terangsang lihat badan bugil Herland dari dekat. Tubuhnya meskipun agak kurus namun cukup berotot. Penisnya telah mengacung tegak serta buat jantungku berdebar cepat. Tak tahu mengapa, seandainya saat dahulu ngebayangin bentuk penis cowok saja rasa-rasanya jijik namun nyatanya saat ini jadi buat darahku berdesir.

Ngentot dengan Mantan Pacar Adikku

“Wah penis anda telah tegang banget Land! Bentuknya bagus… Teteh bisa isep ya…!? ” tanyaku tidak sabar.

Tanpa ada menanti persetujuannya saya segera mengocok, menjilat serta mengulum batang kemaluannya dengan semangat.

“Slurp… Slurp… Slurp… Mmmh! Slurp… Slurp… Slurp… Mmmh…” penis Herland merasa sangatlah nikmat di mulutku.

“Teh… Aaaah… Enaaakk…! Dari dahulu memang Herland ingin banget merasakan mulut Teteh ngisep kontol Herland. Akhirnya kesampaian juga…! ” ujarnya sembari selalu nikmati hisapanku pada penisnya.

Saya makin bernafsu mengisap penisnya, kadang waktu saya juga menjilat buah zakarnya hingga Herland mulai mendesah.

“Hmm… nikmat banget penis anda Land! ” kataku memberi pujian pada kesenangan penisnya.

“Aaaaahh.. Eeennakk banget! Teteh telah pengalaman yah? ” ceracau Herland nikmati hisapanku.

Saya cuma meneruskan hisapanku tanpa ada mempedulikan pertanyaan Herland. Sesudah berapa menit rasakan hisapanku pada penisnya, Herland selanjutnya tidak kuat kembali menahan nafsu. Didorongnya badanku sampai terlentang di karpet, lantas diterkamnya saya dengan ciuman-ciuman ganasnya. Tangannya tidak tinggal diam serta turut bekerja meremas-remas payudaraku.

“Ahh… Mmmh.. Uuuh.. Eenak Land…” desahku keenakan.

Saya betul-betul rasakan sensasi mengagumkan. Tidak lama kemudian mulutnya menjilati ke-2 putingku sembari terkadang diisap dengan kuat.

“Auwh… Nikmaaaat bangeett… Aaah…! ” desahanku makin kencang.

Saya menggelinjang, namun tanganku malah makin menghimpit kepalanya supaya lebih kuat kembali menghisap pentilku. Sejurus lalu lidahnya turun ke arah vaginaku. Tangannya menarik Hotpants serta celana dalamku. Mata Herland seperti ingin copot lihat vaginaku yang telah tidak tertutup apa-apa kembali.

“Vagina Teteh bagus tidak Land mempunyai bentuk..? ” tanyaku penasaran.

“Bagus banget Teh! Herland senangi banget memek yang tidak ada bulunya seperti gini. Mana masih tetap rapet banget lagi…” jawabnya.

Saat ini tangannya bergerak menyelusup di antara ke-2 pangkal pahaku. Lantas dengan lembut Herland membelai permukaan vaginaku. Sesaat tangan yang satunya mulai naik ke payudaraku, darahku semakin bergolak saat telapak tangannya meremas-remas dadaku.

“Sshhhh…” desahku dengan agak gemetar saat jarinya mulai menghimpit area tengah kemaluanku.

Jari tengah serta telunjuknya menyodok serta mengorek-ngorek vaginaku, saya meringis saat rasakan jari-jari itu bergerak makin cepat mempermainkan nafsuku. Sesaat selangkanganku semakin basah oleh permainan jarinya, jari-jari itu menusuk semakin cepat serta dalam saja. Sampai satu waktu birahiku telah mulai naik, mengucurlah cairan pra-orgasmeku. Saya mengatupkan pahaku menahan rasa geli sekalian nikmat di bawahku hingga tangan Herland tertekan di antara ke-2 paha mulusku.

“Eemmhh… Enaaaakk bangeettt…! ” saya selalu mendesah menghidupkan nafsu Herland.

Sesudah dia cabut tangannya dari kemaluanku, terlihat jari-jarinya telah belepotan oleh cairan bening yang kukeluarkan. Dia jilati cairanku dijarinya itu, saya juga ikut-ikutan menjilati jarinya rasakan cairan cintaku sendiri. Lalu dia cucukkan kembali tangannya ke kemaluanku, kesempatan ini dia mengelus-ngelus daerah itu seperti tengah mengelapnya.

Sesudah senang memainkan jari-jarinya di vaginaku, kurasakan Herland mulai menjilati pahaku yang mulus, jilatannya perlahan mulai menyebar menuju ke tengah. Lalu Herland buka vaginaku lebar-lebar hingga klitorisku menonjol keluar, saya cuma sanggup bergetar waktu kurasakan lidahnya menyelisip ke pangkal pahaku lantas menyentuh bibir vaginaku. Bukanlah cuma bibir vaginaku yang dijilatinya, namun lidahnya juga masuk ke liang vaginaku, rasa-rasanya benar-benar nikmat, geli-geli enak seperti ingin pipis. Herland selalu menjilatinya dengan rakus sembari terkadang menggigit kecil klitorisku atau kadang waktu dihisapnya dengan kuat. Tangannya juga selalu mengelus paha serta pantatku yang percepat naiknya libidoku.

Baca Juga : Istriku di Entot Kontol Gede Pak Deran

“Aaahh Herlaaannnd!! Uuuhh.. Eenak… Terus…! ” jeritku.

“Slurp… Slurp… memek Teteh gurih banget… Mmmh… Slurrrppp…” ujarnya disela-sela menjilati vaginaku yang telah mulai basah.

Herland selalu menjilati vaginaku hingga selanjutnya saya tidak tahan kembali. Tidaklah sampai lima menit, badanku mulai mengejang, rasa nikmat itu menyebar dari vagina ke semua badanku.

“Aaaaaaaaaahh…” saya menjerit panjang rasakan nikmat pada semua badanku.

Tampaknya saya menjangkau orgasme yang pertama karena permainan jari ditambah dengan jilatan-jilatan lidah Herland pada vaginaku.
Aliran orgasmeku diseruputnya dengan bernafsu. Saya mendesis serta meremas rambutnya jadi tanggapan atas tingkah lakunya. Vaginaku selalu dihisapinya sepanjang lebih kurang lima menitan. Sensasi itu berjalan selalu hingga kurasakan cairanku tidak keluar kembali, baru lalu Herland melepas kepalanya dari situ, terlihat mulutnya basah oleh cairan cintaku.

“Emang enak banget deh cairan memeknya Teteh…!! ” puji Herland kepadaku.

“Herland jago banget sich dapat buat keluar Teteh…” saya juga turut memberi pujian pada Herland.

“Teteh telah keluar kan? Saat ini giliran Herland yah…” pintanya.

“Herland ingin Teteh apain? ” tanyaku yang tetap dalam kondisi lemas karna baru menjangkau orgasme.

“Sepongin kontol Herland kembali dong! Abisnya buat ketagihan sich! ” jawab Herland.

Lantas Herland duduk di sofa sembari kembali memperlihatkan penis kepunyaannya yang sangatlah tegang. Saya bersimpuh didepannya dengan lututku jadi tumpuan. Kuraih penis itu, pertama kukocok dengan lembut lalu makin cepat serta perlahan kembali. Hal tersebut pastinya makin memainkan birahi Herland.

“Aaaah… Teteeeeh…! Enaak bangeeet…” Herland makin mendesah kencang.

Sesudah senang mengocok-ngocok penisnya, saya mulai menjilati batangnya dengan perlahan. Mungkin saja karna Herland telah dikuasai udara nafsu, dengan 1/2 memaksa dia mengarahkan batang penisnya ke mulutku yang serta lalu menjejali penisnya ke mulutku. Saya yang tidak miliki alternatif lainnya segera memasukkan penis itu ke mulutku. Kusambut batangnya dengan kuluman serta jilatanku, saya rasakan aroma ciri khas pada benda itu, lidahku selalu menelusuri ke kepala penisnya. Lantas kupakai ujung lidahku untuk menyeruput lubang kencingnya. Hal tersebut buat Herland blingsatan sembari meremas-remas rambutku.

“Sluurpp… Sluuuurp… Mmmmmh.. ” desahku sembari nikmati tiap-tiap jengkal penisnya.

“Enak ya Land…? Hmm…? ” tanyaku sembari mengangkat kepala dari penis Herland serta menatapnya dengan senyum manisku

“Enaaak banget Teh…” Herland mendesah-desah keenakan.

Herland mulai mengerang-erang keenakan, tangannya meremas-remas rambutku serta ke-2 payudaraku. Saya makin bernafsu mengulum, menjilati serta mengocok penisnya. Kusedot dengan keras penis hitam itu. Kubuat pemiliknya medesah-desah, saya juga menggunakan lidahku untuk menyapu batangnya. Saya sanggup lihat ekspresi kesenangan di wajah Herland karena tehnik oralku.

“Oooh… Selalu Teehh… Herland nyaris keluar…! ” Herland makin mendesah.

Karna Herland telah nyaris keluar, saya membiarkan hisapanku pada penisnya serta mulai mengocoknya. Aku makin semangat memainkan penis milik dia yang kepalanya saat ini berwarna lebih kehitaman. Makin lama saya makin cepat mengocoknya.

“Aaahh… Herland keluaaaarrr Teeeh..!! ” desahan Herland makin kencang.

“Croot.. Croot.. ” selang beberapa saat penisnya menyemburkan sperma banyak jadi membasahi rambut mulut, muka, payudara serta nyaris semua badanku. Dengan sigap saya menelan serta menjilati sperma Herland seperti seseorang yang menjilati es cream dengan enaknya. Aku betul-betul nikmati permainan ini.

“Eeehhmmm… Sluuurp…” saya selalu nikmati mengisap penisnya.

Kemudian saya melanjutkan untuk menyeka serta saya jilati semuanya spermanya yang berceceran di badanku hingga tidak tersisa. Lantas saya hisap penisnya dengan kuat agar sisa spermanya bisa kurasakan serta kutelan. Setelah saya percaya spermanya telah betul-betul habis, saya membiarkan hisapan pada penisnya, lalu benda itu mulai berkurang pelan-pelan.

“Nikmatnya sperma anda Land…” bisiknya mesra seraya menjilat sisa-sisa spermanya yang masih tetap melekat pada bibirku.

“Obat awet muda ya Teh…” kata Herland bercanda.

“Yaa begitulah… Maka dari itu Teteh tetep awet muda kan? ” saya turut membalas candanya.

Meskipun telah pernah menjangkau orgasme, tetapi birahiku belum lagi padam. Aku berfikiran untuk meneruskan permainan kami ke step lalu.

“Land.. Mari saat ini masukin penis Herland ke vagina Teteh! Telah tidak tahan nih…” perintahku yang masih tetap dikuasai udara nafsu.

Tanpa fikir panjang sekali lagi, Herland lantas ambil tempat duduk, lalu diacungkan penisnya dengan ke arah lubang vaginaku. Aku mengangkangkan kakiku lebar-lebar siap terima serangan penisnya. Pelan-pelan dimasukkannya batang penisnya itu kedalam vaginaku.

“Uuhh… Nnggghhh…! ” desisku waktu penis yang sangatlah keras itu membelah bibir kemaluanku.

“Teteh ingin tau apa yang ingin Herland lakukan ke Teteh dari dahulu? Herland ingin ngentot Teteh hingga ketagihan…!! ” ujarnya sembari tersenyum nakal.

“Aaaauw… Pelan-pelan dong Land… Aaakh…” desahku sedikit kesakitan.

Meskipun telah tidak perawan sekali lagi, namun vaginaku masih tetap sempit. Mungkin saja juga karna penis Herland termasuk juga besar ukurannya.

“Auuhh.. Enaaak Land…” desahku yang makin rasakan nikmat.

Herland terlihat merem-melek menahan nikmat. Pasti saja karna Herland baru pertama kalinya jalankan ini. Lantas dengan satu sentakan kuat penisnya berhasil menancapkan diri di lubang kenikmatanku hingga menyentuh dasarnya.

“Aaaahh… Nikmaat bangeett Laaand…. ” teriakku.

Aku melonjakkan pantatku karna rasakan kesenangan yang menakjubkan. Kurasakan cairan hangat vaginaku mengalir di pahaku. Masa bodoh dengan status Herland yang yaitu bekas pacar adikku! Telah kepalang tanggung fikirku, saya mau rasakan enaknya bersetubuh sampai orgasme dengan Herland. Tidak lama kemudian Herland memompa pantatnya maju mundur.

“Jrebb! Jrebb! Jrubb! Crubb! ” nada penisnya tengah keluar masuk di vaginaku.

“Aakh…! Aaaakh…! Nikmaaat banget… Laand…” saya meneriakkan nama Herland.

Aku menjerit-jerit karna rasakan nikmat yang menakjubkan waktu itu. Vaginaku yang telah basah saat ini dimasuki dengan lancar oleh penis Herland yang begitu tegang itu.

“Ooh… Lebih keras lagiii Laand… Lebih cepaaat…” jeritku kesenangan.

Keringat kami yang bercucuran menaikkan semangat gelora birahi kami. Namun Herland tambah mencabut penisnya, mungkin saja ia capek dengan tempat ini.

“Dasar ABG…! ” umpatku dalam hati.

Aku jadi tidak sabar lantas bangkit serta mendorongnya sampai kecakapanng. Kakiku kukangkangkan pas diatas penisnya, dengan birahi yang mencapai puncak kuarahkan batang penis Herland untuk masuk kedalam liang vaginaku.

“Ooooooh.. Herlaannddd…!! ” saya menjerit keenakan.

Lantas dengan semangat saya menaik turunkan pantatku sembari kadang-kadang saya goyangkan pinggulku.

“Ouuh.. Memek Teteh enak bangeeet…! Penis Herland terasanya dipijat…” desahnya.

“Uggh.. Uuuh.. Penis Herlaaand… Juga nikmaat…” saya juga memberikan pujian pada keperkasaan penisnya.

Ke-2 badan kami sangatlah basah oleh keringat. Karpet di ruang ini juga telah basah oleh cairan sperma Herland ataupun lendir yang meleleh dari vaginaku. Tetapi tak tahu kebolehan apa yang ada pada diri kami, kami masih tetap sama-sama memompa, merintih, melenguh, serta mengerang. Aku menghujamkan vaginaku berulang-kali dengan irama amat cepat. Aku terasa makin melayang-layang. Bagaikan kesetanan saya menjerit-jerit seperti kesurupan. Pada akhirnya sehabis 1/2 jam kami bergumul, saya terasa semua badanku bergetar hebat.

“Teeeh… Herland bentar sekali lagi keluar nih…! ” erangnya panjang sembari meringis.

Hal yang sama juga dirasa olehku, saya tidak mampu sekali lagi menahan gelombang orgasme yang menerpaku sekian dahsyat.

“Aaaaaah… Teteeeh juga telah ingin keluar Land…!! Kita keluar keduanya sama Land…!! ” saya berteriak kencang karna telah nyaris menjangkau orgasme.

“Oooohh… Teeehhh… Aaaaaahh…!! ” Herland berteriak panjang.

Goyanganku makin kupercepat serta ketika yang berbarengan kami berdua sama-sama berciuman sembari berpelukan erat. “Cret.. Cret.. ” kami berdua mengerang dengan keras sembari nikmati tercapainya orgasme ketika yang berbarengan. Aku bisa rasakan spermanya yang menyembur deras di dalamku, sedang vaginaku juga keluarkan cairan yang begitu banyak, tanda saya telah menjangkau orgasme untuk yang ke-2 kalinya. Dari selangkanganku meleleh cairan hasil persenggamaan kami. Aku memeluk erat-erat badan Herland hingga dia terasa sesak karna saya memeluknya dengan begitu kencang. Kami seolah telah tidak perduli apabila tetangga samping rumahku juga akan dengarkan jeritan-jeritan kami.

Herland mencabut penisnya vaginaku serta pada akhirnya kami berdua cuma dapat tergeletak lemas diatas karpet dengan badan bugil bermandikan keringat.

“Aaahh… Land… anda hebaaat banget Land…” pujiku sembari mengistirahatkan badan yang telah lemas ini.

“Herland ju… tidak Teh… Haaah…. Haaaah… Terima kasih untuk kenik… matan ini… Belum juga sempat Herland rasakan nikmat yang menakjubkan seperti ini…” jawab Herland sembari terengah-engah seraya mengecup keningku dengan mesra.

Setelah terasa kuat untuk bangun, kami berdua beranjak ke kamar mandi untuk bersihkan diri dari sperma, keringat serta liur. Namun di kamar mandi kami tidak jalankan persetubuhan sekali lagi, tetapi cuma berciuman dengan mesra saja, karna kami takut mendadak Dewi atau keluargaku yang beda juga akan selekasnya pulang. Siraman air pada badanku betul-betul beri kesegaran kembali fikiran serta tenagaku sehabis sepanjang hari penuh “bermain” dengan Herland.

Kami berdua juga bersihkan ruangan di seputar “medan laga” barusan dengan menyemprot pengharum ruang untuk menutupi aroma sisa persenggamaan barusan. Setelah beres, kami juga sedikit terlibat perbincangan tentang peristiwa barusan. Aku yang pernah sangsi apa benar Herland belum juga sempat bersetubuh, karna dia telah kelihatan pakar, ajukan pertanyaan sekali lagi padanya. Nyatanya dari pengakuannya, memanglah Herland belum juga sempat jalankan persetubuhan dengan siapa saja, termasuk juga Dewi. Herland mengakui jalankan ini cuma berdasar pada yang dia saksikan dari DVD maupun internet saja.

Didalam fikiranku, saya juga terasa bersalah sekalian kasihan pada Dewi yang belum juga pernah rasakan enaknya penis Herland. Pasti saja kehilangan keperjakaan dengan kakak bekas pacarnya yaitu pengalaman yang begitu mengesankan untuk Herland. Dia harapkan kami bisa mengerjakannya sekali lagi kapan-kapan. Aku juga harapkan bisa nikmati penis Herland seringkali sekali lagi.

Bunga99.com Agen Bola Online BandarQ Poker Domino99 Togel Casino Terpercaya
BungaQQ Situs Domino99 BandarQ Dan Poker Online Terpercaya 2017
KepoQQ Situs BandarQ Domino99 AduQ Poker Online Terpercaya
7 Situs BandarQ AduQ DominoQQ Online Terpercaya 2017
Situs BandarQ Poker Domino Online Terpercaya Terbaik 2017
Agen Situs Poker BandarQ Online Terpercaya Terbaik Tahun Ini

Shares 0
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *