Bunga99 agen bola online
Pagi Ika Asistenku, Malam Pemuas Birahiku

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Pagi Ika Asistenku, Malam Pemuas Birahiku

Cerita Dewasa Indonesia | Cerita Panas | Cerita 18 Tahun | Cerita LendirPagi Ika Asistenku, Malam Pemuas Birahiku – Saya menjabat Kepala Cabang perusahaan asing teratas disalah satu kota di Sumatra. Dalam pekerjaan ku, satu diantara tim ku jadi asisten ku, bernama Ika telah berbarengan ku sepanjang 3 th. lebih.

Pagi Ika Asistenku, Malam Pemuas Birahiku

Ika begitu menarik, dandanannya cukup sederhana, tetapi sukai gunakan rok mini. Dalam pekerjaan keseharian saya serta Ika selamanya membahas pekerjaan, tidak sempat melenceng ke beberapa hal seks, kendati saya seringkali mencuri-curi ke arah pahanya yang mulus, yg tidak ter”cover” oleh rok-nya yang mini. Seringkali saya hampiri meja kerjanya buat membahas pekerjaan, serta Ika dengan santainya membahas serius tanpa ada tipe merayu atau apa pun. Paha yang tampak juga tdk ada usaha buat menutupinya atau pun. Pokoknya hubungan ku “straight” hanya pekerjaan.

Yaitu hal teratur buat saya bertandang ke kantor pusat Jakarta buat masalah rapat etc. Tetapi peristiwa minggu lantas yaitu hal yang benar2 berlainan.

Undangan rapat juga tiba serta kantor pusat menyebut kami buat rapat membahas krisis, karna cukup utama jadi kantor pusat menyebut sebagian staff cabangku termasuk juga Ika.

Sengaja saya berikan ke Ika kalau dia saya utuskan buat ada di Jakarta, tetapi di balik itu saya benar-benar rencanakan buat ada, saya booking ticket pesawat dengan terpisah.

Pada hari H, saya segera cek in di counter Garuda, sementara boarding berniat saya masuk pesawat terakhir, sembari jalan di gang saya saksikan penumpang serta terlihatlat Ika yang telah duduk dikursi jendela. Belum juga usai dia terkaget juga akan kehadiranku, saya telah segera katakan kalau saya putuskan buat turut rapat. Dalam perjalanan nyaris dua jam lebih saya cuma dapat lihat Ika dari belakang, karna saya sanggup kursi paling belakang sedang Ika ada ditengah.

Saat mendarat di Jakarta, segera saya menghampirinya serta saya terangkan sekali lagi kalau saya putuskan buat turut karna utamanya rapat ini, serta Ika juga cuma mengangguk sambil menjawab “Ya Pak” dengan suara perlahan, sembari dalam hati kebingungan (mungkin saja).

Dari Airport Jakarta segera kami menuju ke Hotel Mulia tempat kami meeting serta menuju ke satu diantara Ballroom buat ikuti meeting. Karna saat yang mepet sekali, kami segera menuju ke Ballroom tsb tanpa ada cek in kamar terlebih dulu. Rapat juga jalan serius serta selesai sore hari.

Saya segera suruh Ika buat cek in ke reception, pernah Ika bertanya apakah saya pengen cek in kamar juga. Saya jawab kelak saya susul sesudah saya menjumpai atasan saya di Ball room itu.

Usai bicara dengan atasan saya, saya menuju ke reception, dari jauh saya lihat Ika dari belakang dengan rok mininya dan tampak pahanya yang mulus yang telah saya hafal benar…

Ku dekati Ika serta segera Ika nanya, Ayah pengen cek in juga? Saya cuma katakan anda cek in saja dahulu, saya kelak nyusul.

Usai cek in Ika menuju lift buat kekamar, saya ikuti sembari membahas topic rapat barusan, Ika juga masuk lift serta memasukkan kartu kamarnya serta menghimpit tombol lantai 17. Di dalam lift saya terangkan kalau kamar cuma pesan satu, serta saya bertanya Ika apakah dia keberatan bila saya gabung dikamar dia, plus saya berikan sekalian menghemat biaya kantor cabangku, toh hanya buat tidur saja.

Ika tampak bingung tetapi juga tidak katakan keberatan atau tidak keberatan, sembari jalan ke kamar yang dituju. Sesampainya dikamar saya segera saja menyimpan koper kecilku, serta Ika pernah bertanya apakah saya serius pengen sekamar dengannya.

Saya tegaskan sekali lagi kalau bila cuma buat tidur semalam tidak ada permasalahan. Akhirnya sembari terheran-heran, Ika meng-iya-kan, tanpa ada mengatakan kriteria.

Kami juga mulai melewatkan baju kantor kami, saya terlepas dikamar serta Ika masuk ke kamar mandi buat ganti baju sekalian bersihkan diri.

Saya cuma katakan sehrian lelah kita tidak usah keluar makan, kita order room service saja, Ika juga segera sepakat.

Sembari menanti makanan room service saya juga mandi, tetapi dalam otak ku cuma terbayang badan Ika yang mulus.

Sesudah kami makan, Ika juga kembali pada kamar mandi (saya juga tidak paham apa yang dia perbuat), saya enjoy sembari nonton Star Sport dikamar, duduk di soaf yang nyaman. Interior hotel yang indah buat situasi begitu romantis, ditambha cahaya lampu yang cocok.

Ika juga keluar dari kamar mandi dengan memakai daster warna kuning muda, sembari berbaring di ranjang serta turut lihat Star Sport, Ika bertanya tentang tempat tidur, karna ranjang yang kami sanggup yaitu King Size Bed, saya cuma katakan saya umum di samping kanan, jadi Ika juga segera ke samping kiri.

Ika tidak suka pada siaran sport di TV, serta dia katakan pengen tidur. Sepuluh menit lalu saya juga ke tempat tidur, lampu saya redupkan, dengan hati yang berdebar.

Lima menit, sepuluh menit saat berlalu saya juga tidak dapat segera tidur lelap. Ku saksikan Ika juga sekian kali pendah tempat, yang tentu Ika belum juga dapat tidur juga.

1/2 jam juga berlalu, situasi masihlah sama, kami berdua masihlah gelisah dalam hati, hingga selanjutnya saya usap daster Ika warna kuning muda yang tengah bertolak muka dengan saya. Dengan perlahan tetapi tentu, Ika membalikkan tubuh serta kontan tangannya membalas usapanku.

Saya segera mendekat serta memeluk tanpa ada tolakan sedikitpun dari Ika, jadi Ika juga mengawali pergerakan erotisnya. Saya aba pahanya yang seringkali saya tatap dikantor saat ini berada pada genggamanku. Tangan jahil ku juga mulai meraba sampai ke arah Miss. V nya.

Tidak sabar saya segera perlahan-lahan melepas dastenya yang lembut, serta kembali Ika juga tidak menyanggahnya, bahkan juga berwajah di buat manja, hingga saya tidak tahan buat menciuminya. Lepaslah telah datser kuning muda itu, serta dari muka saya turun menciumi leher, pundak, serta selanjutnya menuju ke ketiaknya yang bersih tanpa ada bulu, Ika juga mulai mengerang-ngerang nikmat.

Senang mencium ke-2 ketiaknya, saya menuju toked-nya yang kencang berarti birahi. Sebagian sementara lalu saya menelusuri perut sampai tiba di Miss V nya yang masihlah tertutup celana dalam. Kunikmati celana dalamnya nya yang halus di remang-remang kamar Hotel Mulia yang romantis. Ika kenakan celana dalam umum (bukanlah lingerie) warna krem dengan gambar kecil panda lucu. Ku sadari kalau Ika tidak menganggap bila malam itu dia ada acara “honeymoon” dengan saya.

Perlahan-lahan sembari nikmati celana dalamnya yang umum, saya melewatkan nya lihat Miss V nya yang ditumbuhi rabut yang alami. Foreplay juga diawali dengan beraneka tempat serta bertaburan kecupan dari semasing insan. Saya sadar kalau Ika juga telah siap sesudah meraba Miss V nya yang telah licin sekali.

Saya juga melepas baju secepat kilat serta segera menancapkan dengan perlahan-lahan tapi tentu Mr. P ku ke Miss V nya. Wow, sekian kali goyangan di Miss V yang licin pernah buat Mr. P ku muntah, tapi saya gunakan tehnik buat kurangi sensitivitas. Sebagian tempat saya cobalah hingga pada waktunya Ika yang tengah ada diatasku tiba2 mengerang sembari kurasakan Miss V nya semakin menekan Mr. P ku, sementara tersebut Ika alami orgasme yang hebat. Tidak kuasa saya lihat sembari rasakan Miss. V nya yang sekali lagi action, saya juga meraih puncaknya, tetapi saya segera sadarbahwa saya belum juga sempat membahas masalah kontrasepsi yang dia gunakan (tidak tahu gunakan atau tidak), dengan berat hati saya segera angkat sedikit badan Ika agak Mr. P ku keluar selekasnya dai Miss V nya, serta muntah sperma ku di badanku sendiri, sedikit tentang perut Ika.

Tanpa ada ijin Ika saya segera tarik daster kuning mudanya buat mengelap sperma yang berceceran, Ika juga tidak pernah komplain karna dia lemas serta penuh kepuasan….

Dalam hitungan menit, kami juga berdua tertidur lelap tanpa ada baju, cuma berselimutkan selimut putih tidak tipis yang lembut…

Ketika matahari pagi mulai bercahaya, tirai Hotel Mulia yg tidak rapat tertutup menembuskan cahaya matahari pagi yang mebangunkan kami. Tidak tersadarkan saya bangun sembari memeluk perut Ika yang ramping serta mulus. Saya juga mulai menyeka kelembutan kulitnya, kuciumi bibirnya serta Ika juga terbangun. Sebagian pelukan juga berlangsung yang buat Mr. P ku memanjang sekali lagi, tanpa ada basa basi yang panjang saya juga turut serta dalam permainan yg tidak kalah serunya, kesempatan ini to the point karna semua telah terbuka. Sebagian kalai kami bertukar tempat bagaikan pegulat profesional, sampai selanjutnya tempatku di atas serta selalu menggenjot Miss V nya yang licin. Lebih lama dari pergulatan semalam, saya bisa menahan klimaks, Ika juga tampak telah meraih orgasme, serta saya pustuskan buat memuntahkan sperma ku, kembali di luar Miss V nya, rambut kemaluannya juga tampak berceceran sperma ku. Pernah cemas bila kalau ada sperma yang masuk ke Miss V nya, ceritanya dapat panjang nantinya….

Sesudah berpelukan yang bermesraan ala romantic, kami juga selekasnya mandi berbarengan, mengingat saat yang perlu kami kejar buat rapat hari ke-2, kami juga cuma mandi berbarengan plus sedikit sama-sama menyeka dengan sabun.

Rapat hari ke-2 juga diawali seperti umum, serta sorenya kami juga kembali pada kota kami. Sedikit yang kita bicarakan “About Last night” yang pasti saya menuggu peluang buat “honeymoon” selanjutnya.

Baca Juga : Bercinta Dengan Teman Yang Hamil

Artikel Menarik Lain

Shares 0
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *