Bunga99 agen bola online
Pengalaman Ngentod Dengan Suster

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Pengalaman Ngentod Dengan Suster

Cerita Dewasa Indonesia | Cerita Panas | Cerita 18 Tahun | Cerita LendirPengalaman Ngentod Dengan Suster – Satu disaat saya terserang serangan demam berdarah yang cukup kronis sampai mengharuskanku untuk masuk ke rumah sakit. Tadinya saya tidak akan, sebisa-bisanya jangan sempat masuk, tetapi situasi kesehatanku telah kronis hingga orang tuaku masa itu memasukkanku juga ke rumah sakit. Saya diletakkan di kamar kelas 2. Saat malam pertama saya disana, situasinya benar-benar kronis. Tanganku diinfus serta saya tidak dapat tidur karna area itu banyak nyamuknya. 1/2 mati saya berkeringat ditempat tidur tidak dapat bangun karna infus.

Pengalaman Ngentod Dengan Suster

Di situ tiap-tiap pagi serta sore tubuhku dilap oleh suster-suster disana. Ada pula sebagian orang suster cantik yang melap tubuhku. Tetapi yang namanya orang sakit, walaupun di beri rangsangan apa pun tetaplah saja tak ada reaksi hingga malam pertama s/d malam ke-3, saya tidak rasakan gairah biarpun dilap tubuhku oleh di antara suster cantik itu.

Setelah malam pertama lewat dengan derita dikerubuti nyamuk, jadi saya minta untuk dipindahkan di area kelas 1. Di situ areanya tambah nyaman, dengan terdapatnya AC saya jadi tidak keringatan sekali lagi serta dalam area itu saya cuma berempat dengan pasien yang sepenyakit denganku. Serta yang lebih istimewa sekali lagi, tiap-tiap tempat tidur pasien dikelilingi oleh kain kelambu.

Sepanjang hari ke-2 serta ke-3, saya berfikir kalau tidak bisa bersua dengan suster cantik yang di kamar kelas 2 itu, karna sepengetahuanku mereka berjaga telah ditetapkan tempatnya. Nyatanya saya salah.

Ketika mendekati pagi hari ke-4, datanglah suster cantik yang kumaksud itu. Dia tersenyum kepadaku, demikian pula saya. Waktu tersebut saya berteman dengannya disaat dia kembali melap tubuhku. Di situ saya tahu kalau dia bernama Susan serta telah lebih kurang 1 th. bekerja menjadi suster disana.

Situasiku pada hari ke-4 telah mulai lebih baik. Saya telah tidak demam sekali lagi serta telah dapat turun ranjang biarpun masih tetap mesti membawa-bawa kotak infus. Dalam fikiranku waktu itu merupakan menginginkan cepat pulih serta menginginkan cepat pulang. Siapa yang tahan terlalu lama dirumah sakit? Makanannya tidak enak serta areanya sangat ramai. Tetapi kemauan ini cepat sekali beralih saat malam harinya. Kenapa? Begini ceritanya..

Ketika waktunya dilap pada sore hari ke-4, nyatanya suster itu datang sekali lagi bersama dengan perawat yang lain. Ketika dia melap tubuhku, saya cermati berwajah dengan cermat sembari selalu berbincang-bincang hingga tanpa ada sadar, “adikku” yang dibawah sudah mengeras hingga agak menggunung. Begitu saya sadar, saya segera memandang ke arah suster Susan, nyatanya dia tengah memerhatikannya juga serta waktu itu dia tengah melap pahaku, layak saja jadi terangsang saat. Kulihat dia bertandingk cuek tetapi saya selalu cermati dia. Nyatanya ia betul-betul tengah memerhatikan selangkanganku serta bukannya sepintas saja.

“Kenapa suster? ” tanyaku bertandingk bego.
“Ah, gak pa-pa kok.. ”

Hmm.. Gelagapan dia, fikirku. Saya mulai berniat berfikiran yang jorok-jorok agar “adikku” cepat bangun, serta nyatanya berhasil. ‘Adikku’ semakin besar saja hingga memperlihatkan gundukan yang besar di celanaku. Kulihat Susan agak memerah mukanya memandang hal tersebut.

“Kenapa suster? ”, tanyaku lagi.
“Itu.. Anu.. ”, gelagapan sekali lagi dia.
“Suster mengapa? ” sembari ajukan pertanyaan, kuraih tangannya lantas kuusapkan di selangkanganku.
“Aduh, tidak bisa begini.. Janganlah sekarang”, tuturnya.
“Lalu..? Kelak malam yah saya tunggulah di sini”, jawabku sembari berbisik dekat sekali ke telinganya.

Sekianlah awalannya mengapa lalu suster cantik yang bernama Susan itu datang pada malan harinya ke kamarku. Ketika itu saya telah tertidur lelap, maklum sekali lagi sakit, butuh istirahat. Serta seputar ranjangku telah saya tutup dengan kain kelambu putih. Hingga kehadiran suster Susan agak sedikit mengagetkanku.

Saat itu jam 1 pagi. Saya tersentak terbangun kaget karna terasa ada yang aneh di kira-kira selangkanganku. Nyatanya disaat saya sadar, Susan telah asik dengan pekerjaan barunya di situ, yakni menjilati serta mengulum kontolku. Rupanya ini yang membuatku terbangun serta merasa nikmat. Susan mengulum kontolku sembari duduk di kursi di samping kiri ranjang. Kursi itu memanglah disiapkan untuk pengunjung.

Telah tidak bisa dielakkan sekali lagi, malam itu mau berlangsung permainan yang nikmat pada saya serta suster Susan. Dengan ranjang yang ditutup dengan kain putih, dengan tanpa ada nada, kami laksanakan persetubuhan itu. Kami mengerjakannya dengan begitu perlahan sekali agar tidak mengakibatkan suara-suara yang mencurigakan. Kami berdua keduanya sama sadar kalau di samping masih tetap ada pasien yang perlu istirahat.

Saya juga mengelus-elus kepala Susan dengan ke-2 tanganku sembari nikmati ciuman serta kuluman mulutnya pada kontolku. Waktu itu perasaan yang kuterima benar-benar sulit untuk dilukiskan. Begitu enaknya permainan oral yang dijalankan oleh Susan. Ia menjilati ujung kontolku dengan lidahnya lantas turun ke batang serta ke buah pelirku. Ia memainkannya dengan lembut serta penuh perasaan. Berulang-kali dia laksanakan itu naik turun. Saya cuma dapat terima sensasi nikmat itu dengan pejamkan mata sembari sekali-kali menggelinjang kegelian.

Lalu ia memasukkan semua kontolku kedalam mulutnya, benar-benar rasa yang fantastis, dengan mendadak kontolku rasakan kehangatan yang berlainan sekalipun bercampur dengan rasa geli. Benar-benar permainan yang fantastis dari Susan. Tapi saya tidak pingin kalah dengan dia, tanganku mulai jalan di kira-kira dadanya mencari-cari yang perlu di cari yakni payudara Susan. Begitu merasa, segera saja saya remas-remas payudaranya dari luar busananya. Nampaknya dia memanglah telah tidak tahan sekali lagi hingga sembari tetaplah mengulum kontolku, ia buka baju susternya sendiri yang nyatanya di dalamnya telah tidak pakai alat pelindung dada yang bernama BH.

Ciuman Susan segera berubah tempat, jalan ke atas menyusuri semua tubuhku serta buka bajuku. Dadaku, perutku, putingku, semuanya dia cium serta jilat tidak adanya yang ketinggal. Saya memeluk dia erat-erat karna rasa nikmat yang bercampur aduk yang ada pada diriku. Sampailah pada akhirnya bibir kami berpadu jadi satu. Ciuman kami saat dahsyat serta membara. Lidah kami sama-sama membelit, sama-sama menyedot, hingga menimbukan suara-suara berdecak kecil.

Sembari selalu memeluk badan Susan, saya mobilisasi tanganku ke daerah pantatnya. Saya meremas-remas pantatnya serta menekan-nekannya ke arah selangkanganku serta pada akhirnya saya buka rok baju kebesaran seseorang suster. Nyatanya.. Dia juga tidak pakai celana dalam sekali lagi! Segera saja kontolku bergesekan dengan memeknya tetapi belum juga hingga masuk. Tetapi gesekan itu nyatanya memberi sensasi yang cukup buat suster Susan tampak menggelinjang keenakan. Tidak henti-hentinya suster Susan mendongakkan kepalanya serta buka mulutnya tetapi tidaklah sampai mengakibatkan nada yang pertanda kalau ia sudah begitu tenggelam jauh dalam lautan kesenangan yang tengah kami arungi.

Sepanjang permainan barusan, tempat suster Susan menindih tubuhku hingga saya kurang leluasa dalam mempermainkan payudaranya. Pada akhirnya lalu saya menyudahi tempat itu serta memohon suster Susan untuk duduk di pinggir ranjang. Lalu saya turun serta mengangkat samping kaki suster Susan sembari memegang kontolku serta berusaha untuk menancapkan kontolku kedalam memeknya.

Bisa saya saksikan ekspresi suster Susan yang sayu serta pasrah nikmati situasi disaat kontolku sudah saya tancapkan kedalam selangkangannya, serta saya kocokkan dengan pelan-pelan. Untung saja ranjang yang saya menempati tidak mengakibatkan bunyi berderit disaat kami sama-sama menggoyangkan selangkangan kami. Walau sekian, kami tetaplah melindungi frekwensi goyangannya supaya jangan sempat ketahuan. (Kami tidak pingin ambil kemungkinan tertangkap basah saat tengah mengerjakannya, kan?)

“Oh.. Tomi.. Damn its good..! ” lirih suaranya di telingaku.
“Ohh.. Its good.. Baby.. Uhh.. ” Mendengar lirihan suaranya semakin membuatku jadi bertambah nafsu serta selalu menggenjot selangkangannya.
“Ohh.. Shitt.. Achh.. ”
“Fuck me hard Tom, harder.. Achh”

Sekianlah lirih nada suster Susan di telingaku disaat kami tengah asik menggoyang selangkangan kami serta sama-sama berpelukan. Waktu itu kami telah tiduran sekali lagi, kesempatan ini tempatku diatas tempat suster Susan serta ke-2 tanganku memegang erat ke-2 tangannya dengan tempat tangannya diatas kepala. Di situ bisa saya saksikan begitu suster Susan melempar kepalanya ke kiri serta kanan serta kadang-kadang mendongakkan kepalanya tanpa ada mengakibatkan nada dari mulutnya. Panorama ini benar-benar buat saya lebih bergairah serta selalu menggenjot memek suster Susan dengan semangat.

Saya lalu menciumi telinganya, serta semua mukanya saya jilat dengan lidahku tanpa ada kecuali. Hingga pada akhirnya saya menciumi lehernya serta menggigit juga menjilat lehernya. Tanganku juga masih tetap selalu memperlancarkan serangan gerilya ke daerah dadanya. Dada suster Susan tetaplah saya remas-remas, serta saya pelintir dengan jari tanganku. Terkadang saya gosokkan saja tanganku diatas puting susunya. Hal tersebut pastinya menaikkan gairah suster Susan karna lalu dia memohonku untuk mengulum puting susunya.

Saya penuhi keinginan dia serta segera mencium semua dadanya kedua-duanya. Beragam jenis hal saya kerjakan pada payudaranya, saya cium, saya usap, saya jilat, saya kulum, bahkan juga saya gigit kecil. Semua payudara suster Susan saya cobalah masukan kedalam mulutku – tidak muat memanglah – lantas saya sedot dalam-dalam dengan sekuat tenaga hingga memicu badan suster Susan bergetar dengan dahsyat.

Apakah dia telah menjangkau klimaksnya? Belum, nyatanya reaksi itu muncul karna suster Susan sangat begitu nikmati permainan yang saya beri itu. Saat ini saya mau memasukkan kembali kontolku kedalam liang memek suster Susan karna barusan pernah keluar karena saya memainkan payudaranya dengan penuh nafsu.

Sensasi yang didapatkan disaat kontolku mulai masuk kedalam memeknya tetap masih sama yakni begitu begitu nikmat. Segera saja dari mulai situ saya tancap gas dengan menggoyang pinggulku dengan kecepatan yang tetaplah serta terkadang saya percepat serta saya perdalam hunjaman kontolku kedalam memek suster Susan hingga sesaat kemudian..

“Ahh.. Im cumin! ”
“Occhh.. Me too.. ”, rupanya suster Susan juga sudah menjangkau nafsunya yang terpendam.

Pada akhirnya sehabis lebih kurang satu jam, selesailah permainan itu dengan keluarnya cairan cinta kami berdua didalam liang kesenangan Susan. Tubuhku merasa lemas tapi lega sekali. Untuk sesaat saya berbaring menindih badan Susan. Sebagian menit lalu saya bangun serta bersihkan badan serta pakai baju kembali, demikian pula dengan Susan yang lekas pakai baju susternya kembali.

Sepanjang nyaris satu minggu saya beristirahat dirumah sakit itu dengan ditemani oleh suster Susan saat malam harinya. Saat malam paling akhir saya dirumah sakit, kami sama-sama bertukar nomor HP karna kami keduanya sama mengerti kalau kami menghendaki hal tersebut berlangsung sekali lagi di lain waktu.

Baca Juga : Pengalaman Seks Pertama Ku

Artikel Menarik Lain

Shares 0
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *