Bunga99 agen bola online
Pramugari Yang Cantik

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Pramugari Yang Cantik

Cerita Dewasa Indonesia | Cerita Panas | Cerita 18 Tahun | Cerita LendirPramugari Yang Cantik. Saya merupakan mahasiswi disebuah kampus swasta di kota Semula saya alami Making Love dengan seseorang wanita yg merubah arah seksualku jadi seseorang biseksual, saya alami percintaan sesama model disaat usiaku 20 th. dengan seseorang wanita berumur 45 th., tak tahu kenapa semua berlangsung demikian saja berlangsung mungkin saja ada dorongan libidoku yg turut mendukung semuanya itu serta semuanya sudah kuceritakan dalam “Rahasiaku”.

Pramugari Yang Cantik

Wanita itu merupakan Ibu Kos-ku, ia bernama Tante Maria, suaminya seseorang pedagang yg seringkali keluar kota. Serta akibatnya karena pengalaman bercinta dengannya saya memperoleh service istimewa dari Ibu Kos-ku, akan tetapi saya tidak menginginkan jadi lesbian sejati, maka saya seringkali menampik apabila di ajak bercinta dengannya, walau Tante Maria seringkali merayuku akan tetapi saya sanggup menampiknya lewat cara yg halus, dengan argumen ada laporan yang penting kukumpulkan besok, atau ada test keesokan hari maka saya mesti konsentrasi belajar, mula-mula saya ada kemauan buat tukar kos akan tetapi Tante Maria memohon supaya saya tdk tukar kos dengan prasyarat saya tdk diganggu sekali lagi olehnya, serta ia juga sepakat. Sehingga walau saya sempat bercinta dengannya seperti seseorang suami istri akan tetapi saya tidak menginginkan jatuh cinta padanya, terkadang saya kasihan padanya apabila ia begitu memerlukanku akan tetapi saya mesti seakan tdk memperdulikannya. Terkadang saya heran dengan juga sikapnya disaat suaminya pulang kerumah mereka seolah tdk akur, maka mereka ada pada kamar yg terpisah.
Hingga satu hari disaat saya pulang malam hari sesudah melihat bioskop dengan rekan priaku, saat itu jam telah tunjukkan waktu 1/2 sebelas malam, karna saya memiliki kunci sendiri jadi saya buka pintu depan, situasi sangat sepi lampu depan telah padam, kulihat lampu menyala dari balik pintu kamar kos pramugari itu,

“Hmm.. ia telah datang, ” gumamku, saya segera menuju kamarku yg letaknya bersebelahan dengan kamar pramugari itu. saya bersihkan wajahku serta berubah baju dengan baju piyamaku, lantas saya menuju ke pembaringan, mendadak terdengar rintihan-rintihan yg aneh dari kamar samping. Saya jadi penasaran karna nada itu pernah membuatku takut, kucoba bertekad buat mengintip kamar samping karna kebetulan ada celah udara pada kamarku dengan kamar pramugari itu, walau ditutup triplek saya berusaha untuk melobanginya, kuambil meja supaya saya sanggup mencapai lubang udara yg tertutup triplek itu.

Lantas perlahan pelan kutusukan gunting tajam supaya triplek itu berlobang, begitu terkejutnya saya disaat kulihat panorama di kamar sebelahku. Saya lihat Tante Maria menindih seseorang wanita yg nampak lebih tinggi, berkulit putih, serta memiliki rambut panjang, mereka berdua dalam kondisi bugil, lampu kamarnya tdk dipadamkan maka saya sanggup lihat terang Tante Maria tengah berciuman bibir dengan wanita itu yg mungkin saja pramugari itu. Ketika Tante Maria menciumi lehernya, saya sanggup lihat muka pramugari itu, serta ia begitu cantik berwajah bersih serta memiliki ciri-ciri seseorang keturunan ningrat. Nyatanya pramugari itu juga terserang rayuan Tante Maria, ia benar-benar sangat mahir buat wanita takluk padanya, dengan begitu hati-hati Tante Maria menjilati leher serta turun selalu ke bawah. Bibir pramugari itu menganga serta keluarkan desahan-desahan birahi yg ciri khas, berwajah memerah serta matanya tertutup sayu nikmati kebuasan Tante Maria nikmati badannya itu. Tangan Tante Maria mulai memilin puting payudara pramugari itu, sesaat bibirnya menggigit kecil puting payudara sampingnya. Jantungku berdetak begitu kencang sekali nikmati adegan itu, belum juga sempat saya lihat adegan lesbianisme dengan segera, walau saya sempat merasakannya. Serta ini buat libidiku naik tinggi sekali, saya tidak tahan berdiri lama, kakiku gemetaran, lantas saya turun dari meja tempat saya berpatokan, meski saya masih tetap menginginkan melihat adegan mereka berdua.

Dadaku masih tetap bergemuru. Tak tahu kenapa saya juga menginginkan alami seperti yg mereka jalankan. Kupegangi liang vaginaku, serta kuraba klitorisku, bersamaan erangan-erangan dari kamar samping saya bermasturbasi sendiri. Tangan kananku menjentik-jentikan klitorisku serta tangan kiriku memilin-milin payudaraku sendiri, kubayangkan Tante Maria mencumbuiku serta saya memikirkan juga muka cantik pramugari itu menciumiku, serta tidak merasa cairan membasahi tanganku, walau saya belum juga orgasme namun mendadak semuanya gelap serta disaat kubuka mataku, matahari pagi telah bercahaya begitu jelas.
Saya mandi bersihkan diriku, karna barusan malam saya tdk pernah bersihkan diriku. Saya keluar kamar serta kulihat mereka berdua tengah bercanda di sofa. Ketika saya datang mereka berdua diam seakan kaget dengan kehadiranku. Tante Maria mengenalkan pramugari itu kepadaku,

“Rus, kenalkan ini pramugari kamar sebelahmu. ”
Kusorongkan tangan padanya buat berjabat tangan serta ia membalasnya,
“Hai, cantik namaku Vera, namamu saya sudah ketahui dari Ibu Kos, mudah-mudahan kita sanggup jadi rekan yg baik. ”

Kulihat cahaya matanya begitu agresif kepadaku, berwajah benar-benar sangat cantik, membuatku kagum sekalian iri padanya, ia memanglah prima. Saya menjawab dengan ketertarikan juga,
“Hai, Kak, anda juga cantik sekali, baru pulang barusan malam. ”
Serta ia mengangguk kepala saja, saya tidak tahu apa sekali lagi yg dikisahkan Tante Maria padanya mengenai diriku, namun saya tidak perduli kami beranjak ke meja makan. Di meja makan telah ada semuanya masakan yg disajikan oleh Tante Maria, kami bertiga makan dengan. Kurasakan ia seringkali melirikku walau saya juga kadang-kadang meliriknya, tak tahu kenapa dadaku bergetar disaat tatapanku beradu dengan tatapannya.
Mendadak Tante Maria memecahkan kesunyian,
“Hari ini Tante mesti menjenguk saudara Tante yg sakit, apabila ada telpon buat Tante atau dari suami Tante, tolong katakan Tante ke tempat tinggal Tante Diana. ”
Kami berdua mengangguk tanda sadar, serta selang sebagian menit lalu Tante Maria pergi menuju tempat tinggal saudaranya. Serta tinggallah saya serta Vera sang pramugari itu, buat mulai perbincangan saya mengusulkan pertanyaan padanya,
“Kak Vera, rupanya telah kos lama di sini. ”
Serta Vera juga menjawab, “Yah, belum juga sangat lama, baru satu tahun, namun saya seringkali berpergian, asalku sendiri dari kota “Y”, saya kos di sini cuma buat beristirahat apabila perusahaan mengharuskan saya buat menanti shift di sini. ”
Saya mencermati model bicaranya yg lemah lembut memberikan ciri-ciri daerahnya, badannya tinggi semampai. Dari pembicaraan kami, kutahu ia baru berusia 26 th.. Mendadak ia bertanya hubunganku dengan Tante Maria. Saya pernah kaget akan tetapi kucoba menentramkan diriku kalau Tante Maria begitu baik kepadaku. Tetapi rasa kagetku tdk berhenti disitu saja, karna Vera mengaku hubungan dengan Tante Maria telah sebagai hubungan percintaan.

Saya pura-pura kaget,
“Bagaimana mungkin saja kakak bercinta dengannya, apakah kakak seseorang lesbian, ” kataku.
Vera menjawab, “Entahlah, saya tidak sempat berhasil dengan sebagian pria, saya seringkali dikhianati pria, untung saya berupaya kuat, serta disaat kos di sini saya sanggup rasakan kenyamanan dengan Tante Maria, walau Tante Maria bukanlah yg pertama bagiku, karna saya waktu pertama kalinya bercinta dengan wanita yakni dengan seniorku. ”
Saat ini saya baru sadar rahasianya, akan tetapi kenapa ia ingin mengungkapkan rahasianya kepadaku saya masih tetap belum juga sadar, maka saya coba menanyakan padanya,
“Mengapa kakak mengungkapkan rahasia kakak kepadaku. ”

Serta Vera menjawab, “Karena saya memercayaimu, saya menginginkan kau lebih dari seseorang teman dekat. ”
Saya sedikit kaget walau saya tahu isyarat itu, saya tahu ia menginginkan tidur denganku, akan tetapi dengan Vera begitu tidak serupa karna saya juga menginginkan tidur dengannya. Saya tertunduk serta berfikir buat menjawabnya, akan tetapi mendadak tangan kanannya telah menyentuh daguku.
Ia tersenyum begitu manis sekali, saya membalas senyumannya. Lantas bibirnya mendekat ke bibirku serta saya menanti pas bibirnya menyentuhku, demikian bibirnya menyentuh bibirku saya rasakan hangat serta basah, saya membalasnya. Lidahnya menyapu bibirku yg sedkit kering, sesaat bibirku juga rasakan hangatnya bibirnya. Lidahnya masuk rongga mulutku serta kami seperti sama-sama menelan keduanya. Sesaat saya konsentrasi pada pagutan bibirku, kurasakan tangannya buka paksa baju kaosku, bahkan juga ia merobek baju kaosku. Meski terperanjat namun kubiarkan ia lakukan semua, serta saya membalasnya kubuka baju dasternya. Ciuman bibir kami tertahan sebentar karna dasternya yg kubuka mesti di buka melalui berwajah.

Kulihat Bra hitamnya menyokong payudaranya yg lumayan besar, nyaris seukuran denganku akan tetapi payudaranya semakin besar. Ketika ia mendongakkan kepalanya tanpa ada menanti, saya cium leher jenjangnya yg sexy, sesaat tanggannya melepas bra-ku seraya meremas-remas payudaraku. Saya begitu bernafsu pas itu saya menginginkan juga rasakan ke-2 puting payudaranya. Kulucuti Bra hitamnya serta tersembul putingnya merah muda terlihat menegang, secepatnya kukulum putingnya yg fresh itu. Kudengar ia melenguh kencang seperti seekor sapi, namun lenguhan itu begitu indah kudengar. Kunikmati lekuk-lekuk badannya, baru kurasakan sekarang seperti seseorang pria, serta saya mulai tidak sanggup menahan diriku lantas kurebahkan Vera di sofa itu. Kujilati semuanya sisi badannya, kulepas celana dalamnya serta lidahku mulai memerankannya seperti yg di ajarkan Tante Maria kepadaku. Tak tahu karna nafsuku yg menggebu maka saya tdk jijik buat menjilati semuanya sisi analnya. Sesaat badan Vera menegang serta Vera menjambak rambutku, ia seperti menahan kapabilitas dasyat yg melingkupinya.

Ketika tengah asik kurasakan badan Vera, mendadak pintu depan berderit terbuka. Spontan kami berdua mengalihkan pandangan ke kamar tamu, serta Tante Maria telah berdiri didepan pintu. Saya agak kaget akan tetapi matanya terbelalak lihat kami berdua berbugil. Dijatuhkannya barang bawaannya serta tanpa ada basa-basi ia buka semuanya baju yg dipakainya, lantas hampiri Vera yg terbaring disofa. Diciuminya bibirnya, lantas dijilatinya leher Vera dengan membabi buta, serta tanggannya yg satu coba meraihku. Saya tahu maksud Tante Maria, kudekatkan wajahku padanya, mendadak berwajah berpindah ke wajahku serta bibirnya menciumi bibirku. saya membalasnya, serta Vera coba berdiri kurasakan payudaraku dikulum oleh lidah Vera. Saya betul-betul rasakan sensasi yg gemilang kami bercinta bertiga. Untung saat itu hujan mulai datang maka lingkungan mulai beralih jadi dingin, serta kondisi mulai temaram. Vera saat ini melampiaskan nafsunya menjarah serta nikmati badanku, sesaat saya berciuman dengan Tante Maria. Vera mengisap klitorisku, saya tidak tahu perasaan apa ketika itu. Sesudah mulut Tante Maria meluncur ke leherku saya berteriak keras seolah tidak perduli ada yg mendengar suaraku. Saya begitu tergetar dengan jiwa serta raga oleh kesenangan sensasi pas itu.

Saat ini giliranku yg dibaringkan di sofa, serta Vera masih tetap meng-oral klitorisku, sesaat Tante Maria memutar-mutarkan lidahnya di payudaraku. Akupun menjilati payudara Tante Maria yg sedikit kusut di makan umur, kurasakan lidah-lidah mereka mulai menuruni badanku. Lidah Vera menjelejah pahaku serta lidah Tante Maria mulai menelusuri sisi sensitifku. Pahaku di buka lebar oleh Vera, sesaat Tante Maria mengulangi apa yg sudah dikerjakan Vera barusan, serta saat ini Vera berdiri serta kulihat ia nikmati badan Tante Maria. Dijilatinya punggung Tante Maria yg menindihku dengan tempat 69, serta Vera menelusuri badan Tante Maria. Tetapi lalu ia menatapku serta dalam kondisi 1/2 terbuai oleh kesenangan lidah Tante Maria. Vera menciumi bibirku serta saya membalasnya juga, sampai tidak merasa kami berjatuhan dilantai yg dingin. Saya begitu capek sekali dikeroyok oleh mereka berdua, maka saya mulai pasif. Tetapi mereka masih tetap begitu agresif sekali, seperti tdk kehilangan akal Vera mengangkatku serta mendudukan badanku di ke-2 pahanya, saya cuma pasrah. Sesaat dari belakang Tante Maria menciumi leherku yg berkeringat, serta Vera dalam tempat bertemu denganku, ia menikmatiku, menjilati leherku, serta mengulum payudaraku. Sesaat tangan mereka berdua menggerayangi semua badanku, sedang tanganku kulingkarkan kebelakang buat mencapai rambut Tante Maria yg menciumi tengkuk serta semua punggungku.

Tak tahu berapakah banyak rintihan serta erangan yg keluar dari mulutku, akan tetapi seolah mereka semakin buas melahap diriku. Pada akhirnya saya menyerah kalah saya tidak kuat sekali lagi menahan semuanya saya jatuh tertidur, akan tetapi sebelumnya saya jatuh tertidur kudengar lirih mereka masih tetap sama-sama menghamburkan gairahnya. Saat saya terbangun merupakan disaat kudengar dentang bel jam berbunyi 2 x, nyatanya telah jam dua malam hari. Masih tetap kurasakan dinginnya lantai serta hangatnya ke-2 badan wanita yg tertidur disampingku. Saya berusaha untuk duduk, kulihat seputarku begitu gelap karna tak ada yg menyalakan lampu, serta kucoba berdiri buat menyalakan semuanya lampu. Kulihat baju berantakan dimana-mana, serta badan telanjang dua wanita masih tetap terbuai lemas serta tidak berdaya. Kuambilkan selimut buat mereka berdua serta saya sendiri meneruskan tidurku di lantai dengan mereka. Kulihat muka cantik Vera, serta muka anggun Tante Maria, serta saya peluk mereka berdua sampai cahaya matahari datang menyelusup di kamar itu.

Pagi datang serta saya mesti kembali pergi kuliah, namun waktu mandi seorang mengetuk pintu kamar mandi serta waktu kubuka nyatanya Vera serta Tante Maria. Mereka masuk serta didalam kamar mandi kami lakukan sekali lagi pesta sex ala lesbi. Kini Vera yang jadikan pusat eksplotasi, seperti umumnya Tante Maria melakukan dari belakang serta saya melakukan Vera dari depan. Semua ditunaikan dalam tempat berdiri. Badan Vera yang tinggi semampai buat saya tdk lama-lama untuk berciuman dengannya saya lebih fokus untuk melahap buah dadanya yang besar itu. Sesaat tangan Tante Maria membelai-belai daerah peka Vera. Serta tanganku nikmati lekuk badan Vera yang sangatlah aduhai. Percintaan kami dikamar mandi dilanjutkan di ranjang suami Tante Maria yang memanglah memiliki ukuran besar, maka kami bertiga bebas untuk berguling, serta lakukan seluruh kenikmatan yang pingin kami rengkuh. Sampai pada hari itu saya betul-betul membolos masuk kuliah.

Hari-hari berlalu serta kami bertiga lakukan dengan bertukar-ganti. Ketika Vera belum juga bertugas saya semakin banyak bercinta dengan Vera, namun sesudah satu minggu Vera kembali bertugas ada ketakutan kehilangan bakal dia. Mungkin saya telah jatuh cinta dengan Vera, serta ia juga terasa sangat. Malam sebelumnya Vera bertugas saya serta Vera menyewa kamar hotel berbintang serta kami melampiaskan perasaan kami serta betul-betul tanpa ada nafsu. Saya serta Vera sudah jadi kekasih sesama tipe. Malam itu seperti malam pertama bagiku serta buat Vera, tidak ada masalah dari Tante Maria. Kami bercinta seperti perkelahian macan yang lapar bakal kasih sayang, serta sesudah malam itu Vera bertugas di perusahaan maskapai penerbangannya ke bangkok.

Tak tahu kenapa kepergiannya ke bandara pernah membuatku menitikan air mata, serta mungkin saja saya sudah jadi lesbian. Karena Vera buat hatiku dipenuhi kerinduan bakal dianya sendiri, serta saya masih tetap tunggu Vera di kos Tante Maria. Walaupunpun saya senantiasa menampik untuk bercinta dengan Tante Maria, namun selagi pembayaran kos, Tante Maria tdk pingin dibayar dengan uang namun dengan kehangatan badanku di ranjang. Sehingga tiap-tiap sebulan sekali saya melayaninya dengan suka hati biarpun saat ini saya mulai melirik wanita yang lain, serta untuk pengalamanku setelah itu kuceritakan dalam peluang yang beda.

Baca Juga : Aku Diperkosa Supirku

Artikel Menarik Lain

Shares 0
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *