Bunga99 agen bola online
Seks Tukaran Pasangan dengan Bule

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Seks Tukaran Pasangan dengan Bule

Cerita Dewasa Indonesia Cerita Panas Cerita 18 Tahun Cerita Lendir. Seks Tukaran Pasangan dengan Bule. Saya yaitu istri seseorang entrepreneur yang dapat di menyebutkan cukup kaya. Anakku ada dua, kebetulan cowok semuanya serta usianya juga telah memijak dewasa. Mereka pilih bersekolah diluar negeri. Sedang suamiku seseorang entrepreneur yang cukup repot dengan usaha – usahanya.

Seks Tukaran Pasangan dengan Bule

Akhirnya tinggallah diriku dengan semua kesepian yang ada. Apabila bangun pagi hari, saya senantiasa termenung. Karna situasi tempat tinggal yang cukup besar maka kegiatan yang dijalankan pembantu pembantuku hampir tidak terdengar, terlebih didalam kamarku yang cukup luas. Malam hari juga sama, sesudah pembantuku bekerja mereka selekasnya pergi tidur kurun waktu yang dapat di sebut masih tetap sore. Cuma acara tv yang senantiasa temani, itupun telah membuatku jemu. Karna semuanya acara telah saya hafal serta semuanya jadi tidak menarik sekali lagi. Saya berusaha untuk mulai bekerja dengan tetangga, namun jadi sia-sia karna tetanggaku semuanya repot dengan masalah masing – masing. Karna stress dirumah, saya memastikan untuk pergi ke tempat sahabatku Lena, di Jakarta. Hal itulah yang membuat saya beralih keseluruhan serta mencolok.
“Hai Len, telah tidur belon? ”

“Belon, sekali lagi nonton TV. Ada apa? Koq tumben loe malem malem nelpon. ”
“Gue sekali lagi stress banget nih, mulai sejak anak-anak pergi ke Singapore dirumah sepi banget. Mana Ruben nggak pulang-pulang. Bisa nggak gue nginep di rumahmu? ”
“Jelas bolehlah, loe seperti ama siapa saja. Kita khan telah seperti sodara. ”
“Iya namun gue khan takut ngeganggu elo en suami loe. ” (Lena anaknya dua satu cowok, satu sekali lagi cewek. Yang cowok kuliah di Amerika, sedang yang cewek telah nikah trus turut suaminya ke Aussie)

“It’s oke koq, William sekali lagi pergi ke Amrik barangkali 2 – 3 minggu sekali lagi baru pulang. ”
“Ya telah pabila gitu, besok jemput gue di airport ya. Gue naek pesawat paling pagi. ”
“Oke, nanti pagi gue suruh sopir standby di bandara. ”
Itulah perbincangan singkat dengan sahabatku malam saat sebelum keberangkatanku.

Saat mobil berhenti pas dimuka pintu tempat tinggal, ku tengok Lena bergegas menghampiriku, lantas kami berpelukan sembari bercipika cipiki. “Wah wah makin lama cantik serta sexy saja nih” kata Lena sembari menatapku dari atas hingga ke bawah. Ah, umum saja, loe sendiri juga oke, spa dimana? Gue ingin di pijit nih agar relax. “Ah dapat saja deh, gue cuman luluran saja dirumah. Kalo cuman pijit sich, Iwan dapat juga. Yang ngelulur en mijitin saya khan si Iwan. Do’i jago lho, dijamin ketagihan deh. “ Iwan.. ? Siapa Iwan? “Sopir pribadi gue, yang barusan ngejemput loe. Saat ini loe ke kamar, nanti gue suruh si Iwan ke kamar loe” Namun Len.., gue khan malu. Masak yang mijit cowok, masih tetap muda sekali lagi. “Udah loe tenang saja, nanti gue temanin deh agar loe tidak risih”

Sesampainya di kamar, saya berbaring sesaat memikirkan Iwan yang akan memijitku, menyentuh bagian-bagian badanku yang telah lama tidak disentuh oleh suamiku. Orangnya masih tetap muda kurang lebih usia 25 th., tinggi seputar 177 cm, berat seputar 70 kg, berkulit sawo masak namun bersih maka berikan kesan macho, dengan rambut berpotongan rapi, sopan serta ramah terutama sorot matanya yang tajam serta rahang yang memberi kesan gagah. Apabila dalam setelan safarinya, kelihatan seperti seseorang bodyguard. Sehingga saya rasakan ada satu desiran aneh dalam diriku. Seperti adrenalin yang naik-turun, membuatku darahku naik-turun, serta saya juga terbuai dalam lamunanku sendiri.

Tok…tok…tok… nada ketukan pintu membuyarkan lamunanku. “Siapa? ” Iwan, bu. Lantas akupun mengambil langkah serta buka pintu. Ku tengok Iwan telah berubah baju, dari setelan safari berubah dengan celana jeans serta kaos ketat tidak tebal warna putih yang makin memamerkan otot-otot lengannya yang kekar, juga six pack perutnya kelihatan menonjol. Saya sempat berfikir, koq seperti tipe iklan susu L-men, barusan seperti body guard. Hebat juga Lena cari sopir pribadi, jangan-jangan dia sopir plusnya Lena, namun selekasnya ku tepis fikiranku. “Mari masuk, lho.. bu Lena mana? ” barusan tengah terima telpon, saya diminta duluan, jawab Iwan dengan sopan. “Hm, ya telah kamu tunggulah sebentar saya ganti dahulu. ” Iya bu, permisi…, jawabnya.

Seks Tukaran Pasangan dengan Bule

Lantas saya juga jalan ke kamar mandi, sesudah pintu ku tutup, ku buka bajuku. Ku pandang badanku dari kaca besar yang terdapat diatas wastafel. Ku putar ke kiri serta ke kanan, benar juga apa yang di katakan sahabatku barusan. Badanku, meski telah beranak dua masih tetap kelihatan seperti iklan Tropicana Slim, memanglah agak montok sedikit membuat kelihatan lebih sekal. Di umur yang nyaris masuk kepala empat, dengan tinggi 169 cm serta berat 53 kg, di tunjang dengan payudara 34 B, saya masih tetap tidak kalah dengan anak-anak remaja saat ini. Maklumlah saya seringkali spa untuk kurangi stress yang ku alami, tidak heran apabila kulitku juga putih mulus.

Bahkan juga selulitku sudah ku buang lewat operasi di Singapore sesudah saya melahirkan anak yang ke-2. Lantas kuperhatikan wajahku, meskipun ada sedikit keriput samar di daerah mata, namun menurutku wajahku masih tetap cukup cantik. Karna di saat saya pergi shopping atau semata-mata berjalan-jalan di mall, banyak lelaki termasuk juga remaja melirik ke arahku, bahkan juga berada di pada mereka bersuit ke arahku. Ku sertakan handuk di sekitar badanku, lantas kurapikan rambutku, saya juga jalan ke luar.

Saat ku tutup pintu kamar mandi dari luar, Iwan bangkit berdiri serta menatapku. Ku tengok dia terpana melihatku yang cuma berbalut selembar handuk dengan rambut yang tergerai di bahu. ”kenapa Wan? ” Eh, tidak bu. Ibu kelihatan cantik sekali, serupa narasi bidadari yang di filem – filem. “Ah, kamu dapat saja Wan, pinter ngerayu. Telah berapakah pacar yang terkena ama rayuan kamu? ” kataku sembari duduk di springbed. Tidak ada bu, saya nggak punyai pacar. Dahulu saat sma sempat punyai pacar, namun serasi lulus segera di nikahin sama bapaknya. Bapaknya nggak ingin anaknya pacaran sama orang miskin seperti saya. Ibu ingin dipijit saat ini? “Ehm, bisa deh” kataku sembari berbaring.

Seks Tukaran Pasangan dengan Bule

Iwan juga mengambil langkah ke kasur sembari buka tutup body lotion. Permisi bu, lantas kurasakan tangan Iwan menyentuh telapak kakiku. Ada rasa geli serta nyaman saat Iwan memijit telapak kakiku. Sesudah sebagian menit, pijitan mulai naik ke betis serta 1/2 pahaku, karna separuh pahaku yang atas masih tetap terlilit handuk. Hem, benar juga yg di sebut Lena, nyaman juga pijitannya. Namun koq Lena nggak nongol-nongol, sahabatku itu kadangkala pabila nelpon dapat ber jam-jam lamanya, paling cepat 1 – 2 jam. Ah terserahlah, saya telah nggak perduli karna terbawa dalam pijitan-pijitan Iwan, maka tanpa ada sadar akupun terlelap.

Tak tahu telah berapakah menit, mendadak saya terasa ada yang menyebutku. Bu.. bu.. Vina “ya, ada apa” jawabku dalam kondisi 1/2 sadar. Maaf, saya buka handuknya ya bu. Kakinya telah usai dipijit, saat ini ingin mijit punggungnya “Ya, silahkan” jawabku spontan. Saat tangan Iwan menyentuh bahu serta pundakku, kesadaranku mulai sembuh. Saya teringat kondisi sekarang ini, dimana Lena masih tetap belum juga usai terima telepon. Sedang saya cuma berdua dengan Iwan, sedang badanku cuma area depan yang tertutup, karna saya berbaring tengkurap, beberapa dari payudaraku yang tertekan tentu kelihatan.

Beragam perasaan terbersit dalam hatiku, karna ini pengalaman pertamaku disentuh oleh lelaki terkecuali suamiku. Biasanya saya senantiasa dipijit oleh wanita, perihal ini pula yang membuatku menampik waktu sahabatku merekomendasikan Iwan untuk memijitku. Dengan pemijat segagah Iwan, serta sesudah demikian lama saya belum juga lakukan jalinan intim hal semacam ini membuat hatiku berdebar-debar. Pada rasa malu serta nafsu yang mulai menghinggapi diriku.

Seks Tukaran Pasangan dengan Bule

Hilang telah rasa nyaman, berubah dengan perasaan aneh yang perlahan-lahan keluar bersamaan dengan pijatan Iwan. Sehingga waktu perasaan aneh itu telah kuasai diriku, tanpa ada sadar saya mulai mendesis saat tangan Iwan berkenaan beberapa daerah sensitifku. Dia mengurut dari pinggul bawah ke atas, lantas tangannya berganti menuju pundak, saat tangannya menyentuh leherku, saya segera menggelinjang pada geli serta nafsu. Di situ adalah daerah peka keduaku, dimana yang paling utama yaitu clitorisku. Sehingga saya makin liar mendesis serta tanpa ada sadar saya berbalik.

Dengan napas tersengal-sengal ku buka kelopak mataku, kutatap Iwan yang menatapku dengan urutan berdiri di atas lututnya. Ku tengok peluhnya bercucuran maka kaosnya basah oleh keringat, membuat badannya jadi makin sexy. Saya telah kehabisan akal sehatku, maka saya telah tidak ingat sekali lagi kalau badanku yang telanjang saat ini terpampang terang dihadapan Iwan. Iwan juga seakan mengetahui akan kondisiku lantas di ambilnya handuk yang barusan melilit badanku. Di lapnya keringat di muka, lantas saat dia buka kaosnya segera saya ambillah handuk ditangannya. Ku seka keringatnya sembari kuraba badannya, karna badan suamiku begitu berlainan dengannya. Kuraba dadanya yang bagian, lantas tangan kiriku turun sampai six packnya sembari kuciumi dadanya.

Seks Tukaran Pasangan dengan Bule

edangkan tangan yang satu sekali lagi membelai punggungnya yang berotot. Saat tangan kiriku mencapai kancing celana jeans nya, tangan kanannya menangkap tangan kiriku, lantas tangan kirinya mencapai pinggangku. Sembari menarik pinggangku ke atas, dilumatnya bibirku. Oohh.. saya rasakan sentuhan yang berlainan dari yang sempat saya rasakan. Kubalas dengan melumat bibir bawahnya, lantas kurasakan lidahnya menerobos masuk kedalam mulutku, kami sama-sama melumat. Lantas di rebahkannya saya, serta dia buka kancing celananya. Panorama itu benar-benar erotis sekali dihadapanku, saya bangkit sekali lagi serta ku elus celana dalamnya yang kelihatan kepenuhan itu. Ku cium area atasnya, tidak tercium bau kejantanannya, nampaknya dia cukup menjaga punyanya itu. Ku kecup kepalanya sembari ku pelorotkan celana dalamnya. Oohh, gelegak nafsuku makin menggebu-gebu.

Selekasnya kumasukkan batangnya kedalam mulutku, ku sedot keluar masuk, ku dengar rintihannya yang membuatku makin panas. Saat ku tengok ke atas, terlihat dia terpejam nikmati sedotanku. Sesudah ku hisap sepanjang lebih kurang sepuluh menit, Iwan hentikan pergerakanku. Di lumatnya sekali lagi mulutku sambil membaringkan saya ditempat tidur. Lantas dilumatnya leherku, maka saya kembali menggeliat liar. “Ekhs.., wan…” Ku cengkeram sprei tempat tidur, sesaat tangan yang satu sekali lagi mencengkram punggungnya. Nampaknya Iwan sudah tahu kekuranganku, dia selekasnya berubah untuk melumat bukit kembarku. Lidahnya melumat habis ke-2 bukitku bersama ujung ujungnya. Sementara tangannya selalu turun meluncur lewat perutku, hingga pada bukit kecilku yang berbulu tidak tebal yang saat ini telah makin basah.

Seks Tukaran Pasangan dengan Bule

Saya memanglah senantiasa rajin mencukur bulu jembutku, karna saya senangi menggunakan celana dalam G-string. Tangannya saat ini telah meraih lipatan vaginaku, serta tersentuhlah clitorisku. Saya segera tersentak, seperti terserang setrum beberapa ribu volt. “akhs….. wan……” jeritku sembari meremas rambutnya. Sementara tangan Iwan bermain di selangkanganku, lidahnya saat ini turun ke perutku, bermain sebentar di sekitar perut lantas kembali turun ke vaginaku. Ke-2 potong tangannya memegang ke-2 potong pahaku, sembari di pandanginya meqi ku yang basah oleh cairan kewanitaanku. “Meqi bu Vina indah sekali.. ” pengucapan itu seolah berikan suntikan gairah maka ku berkata dengan merintih “ayo wan.. janganlah di liatin aja” segera di benamkannya bibirnya kedalam meqi ku, sesaat hidungnya berkenaan clit ku, maka saya segera tersentak mendongak ke atas.

Di julurkannya lidahnya menyapu area dalam vaginaku, maka saya terasa seperti ada yang menggelitiki memekku itu. “oohhh…. selalu wan….. terus…. ” rintihku sembari selalu meremasi rambut di kepalanya. Tangannya mencapai ke-2 potong payudaraku, sembari meremasi adakalanya dia pelintir ke-2 pentilku. Membuatku jadi makin liar, serta ku rasakan badai kesenangan yang selalu menggebu-gebu didalam diriku. Hingga pada akhirnya waktu bibir iwan mengecup lantas mengisap clit ku, saya tersentak demikian hebatnya sembari menjerit “Aaakkhhsss…… wwaaannnn………” ku jepit kepalanya sembari kuangkat pinggulku tinggi tinggi, ke-2 tanganku menjambak rambutnya. Iwan juga tidak henti hentinya selalu menusuki memekku dengan lidahnya sambil memutarkan kepalanya, dihisap serta dijilatinnya sampai habis cairan yang keluar meleleh dari memekku, saya juga terasanya terbang di awan-awan.

Seks Tukaran Pasangan dengan Bule

Saat itu badanku melemas, iwan juga merangkak naik ke arahku, di peluknya diriku, di kecupnya keningku lantas dilumatnya bibirku. Akupun membalasnya dengan melumat kembali bibirnya yang menurutku cukup sexy untuk dilumat. Kami sama-sama berpandangan sebagian waktu, saya terasanya kembali temukan suatu hal yang saat ini isi relung-relung hatiku yang sepi. “Masukin kontolmu wan, namun pelan-pelan dahulu ya. Saya masih tetap agak lemas nih” kataku dengan lirih di telinganya. “Baik, bu. ” “Jangan panggil ibu selalu ah, nggak enak didengernya. Maukah kamu menyebutku sayang? ” “Baik, sayang. Saya masukin ya. ” “He eh, namun lambat pelan lho” serta kurasakan kepala kontolnya yang mengkilap merah melekat pada kemaluanku. Ada rasa berdebar di hatiku, berikut kejantanan terkecuali punya suamiku yang mujur bisa masuk liang senggama milikku.

Kurasakan perih dikala kepalanya masuk sedikit di bibir lubangku “wann, pelann.. agak perih nih. ” “Iya sayang, ini pelan-pelan koq. ” Iwan kembali menghimpit pantatnya, serta penisnya kurasakan makin menyodok masuk kedalam memekku. Akupun spontan memeluk iwan “aakh.. wann…. ” “tahan sedikit sayang! ” Iwanpun menghentakkan pantatnya dengan sekali hentakan serta saat itu juga kurasakan perih yang kurasakan waktu keperawananku hilang. Iwan juga mengangkat pantatnya pelan-pelan, hingga saya berasa memekku seperti tersedot keluar bersamaan dengan kontol iwan. Lantas ditekannya kembali kontolnya kedalam memekku, rasa perih yang pada mulanya kurasa itu hilang berubah sensasi nikmat di waktu miliki iwan keluar masuk dengan memiliki irama menggelitiki dinding kewanitaanku. “akhs…enak wan…. teruss sayang…. ” “memekmu seret banget yang, kontolku seperti di urut nih” dilumatnya kembali bibirku, kamipun berpagutan sembari bergoyang perlahan.

Seks Tukaran Pasangan dengan Bule

Sesudah sebagian waktu iwan mengentotiku dengan irama perlahan, yang membuatku seolah tengah bercinta dengan kekasih yang sudah lama tidak bertemu, gairahku muncul dengan kapabilitas yang mulai sembuh sesudah orgasme barusan. Dengan berpelukan, ku gulingkan badannya ke sampingku, saat ini urutanku ada diatas badannya dengan penis terus tertancap di memekku. “giliranku sayang.. , saya mau memberi kamu kesenangan, seperti yang telah kamu tambahkan kepadaku. ” Ku tekan dadanya yang bagian dengan ke-2 tanganku, lantas ku angkat perlahan pelan pantatku “Oookhh….. ” iwan memegang ke-2 tanganku sembari matanya membeliak “kenapa sayang? ” “kontolku seperti di sedot ke atas. ” Akupun tersenyum sembari turunkan kembali pantatku, ku laksanakan sebagian waktu, sampai ku simak iwan juga merem melek keenakkan. Kadang-kadang ku goyangkan pantatku ke kanan serta ke kiri.

Mendadak pintu kamar terbuka, Lena juga masuk sembari ketawa-ketawa “Wah, enak koq tidak ngajak-ngajak. Bagaimana? bener khan yang gue katakan, iwan tuch jago banget, gue saja telah tidak tau berapakah kali gue di KO in dia. ” “Iya Len, kamu dapet dari lokasi mana sich? ” “rahasia donk, ya tidak say? ” jawabnya sambil mencium iwan. Mereka juga berpagutan, lantas Lena berhenti serta melepas bajunya. Dikangkanginnya muka Iwan dengan urutan bertemu denganku. Iwanpun tanpa ada diminta segera dilahapnya memek Lena, hingga Lena juga mendesis keenakan. Buah dada ku disambar oleh Lena serta dihisap hisapnya, tangan yang satu memilin milin putingku. Hal semacam ini membuatku merem melek keenakan, benar-benar satu sensasi menakjubkan muncul dalam diriku, berikut threesome pertamaku.

Seks Tukaran Pasangan dengan Bule

Gairahku selalu mencapai puncak hingga datanglah gelombang orgasme ku yang ke dua. Lena serta Iwan seperti ketahui akan kondisiku, akupun dipeluk oleh Lena serta dikulum nya bibirku. Ada perasaan yang sukar dieksposkan dikala Lena menciumku, namun yang kuingat yaitu gelora birahi membara yang membimbingku menuju gerbang orgasme. Iwan juga menyongsong hentakanku dengan mengangkat pantatnya ke atas hingga batangnya tenggelam habis kedalam memekku serta menyentuh G-spot ku. Akupun mengerang panjang Aaakkkkhhhh……….. cairan orgasme ku mendesir keluar membasahi kontol Iwan, akupun terkulai dalam pelukan Lena. Lena memandangku sembari membelai rambutku, dia menciumku mesra. Akupun membalasnya, saya berasa bahagia seperti menemukannya kembali cinta yang hilang.

Saya membaringkan diriku ke samping, ku simak Lena mengulum batang kemaluan Iwan. “Ehm.. peju mu enak banget Vin” saya cuma tersenyum mendengar pengucapan sahabatku itu. Lantas Lena juga beralih urutan, dia berbalik menghadap Iwan, di enjotnya kontol Iwan. Dengan liar ia bergoyang sembari mulutnya selalu menceracau serta mendesis, payudaranya yang satu dihisap iwan, yang satu putingnya di pilin pilin. Lantas badannya bergetar hebat, dicengkeramnya pundak Iwan Ooohhhh……. Wwaannnn……. aakkuuu kelluuaarrrr…….. Iwanpun lantas bangkit, sembari mengangkat badan Lena dia membaringkan Lena lantas menggenjotnya. Sodokannya demikian cepat hingga badan Lena terguncang guncang. Lantas diapun mengerang Aaakkkkhhhh……….. bbbuuuu………. Aakkuuu uuddaahh mmooo kelluuaarrrr……..

Seks Tukaran Pasangan dengan Bule

Lena dengan sigap segera menyambar kontol Iwan serta mengulumnya. Iwan juga segera mengejang, saat itu juga ditariknya kepala Lena sembari menyemprotkan pejunya kedalam mulut Lena. Terlihat cairan kental keputihan meleleh dari sela sela bibir Lena. Akupun beringsut maju, ikut serta mengulum batang serta peju Iwan. Akhirnya kami bertiga tidur bareng dalam kondisi bugil.
Itulah awal narasi yang membawaku kedalam petualangan seks yang lebih liar. Mohon rekomendasi, kritik serta komentarnya, agar di tulisan lalu dapat tambah baik dari saat ini.

Pintu kamarku mendadak terbuka, terlihat muka cantik Lena dibalik pintu. “Udah siap belon? ” “Bentar sekali lagi, gue belon make bedak nih. ” “Gue tunggulah di mobil ya. ” Lena selekasnya menghilang dari balik pintu.

Ku berikan bedak tidak tebal pada wajahku, ku pandang cermin, saya cukup bahagia dengan riasan yang ku gunakan. Saya tidak senang merias muka terlalu berlebih, paling cuma memakai bedak, lipstik serta sedikit bloss on, itupun dengan olesan tidak tebal. Ku ambillah tas tangan yang tergeletak di meja, lantas kulangkahkan kaki menuju pintu.

Seks Tukaran Pasangan dengan Bule

Mobil meluncur membelah jalanan kota Jakarta, kami menuju ke arah Kota. Di jalan Mangga Besar, kami membelok ke arah Lokasari Plaza. Sesudah Iwan memarkirkan mobil, kamipun jalan-jalan di daerah kira-kira situ. Ada banyak tempat judi ketangkasan di daerah ini (pada saat itu belumlah ada larangan seperti saat ini), tempat untuk tempat kami masuki, rupanya Iwan kegemaran bermain judi ketangkasan. Lena juga nampaknya udah tidak asing dengan tempat tempat begini, dikarenakan ku simak sebagian orang menyapanya dengan sopan. Iwan mengambil keputusan akan bermain di diantara tempat, dia bicara pada Lena lantas Lena memberi beberapa uang serta kartu ATM padanya. Lena mengajakku keluar, kamipun keluar masuk di discotheque yang ada di daerah yang sama.

Satu untuk satu tempat itu kami masuki, saya berasa pengap dengan kondisi didalam discotheque itu. Asap rokok, musik House yang hingar bingar, beberapa orang yang berjoget hingga buat jalan juga susah. Ada sebagian cowok yang mendekati serta berupaya mengajak kami berteman, ada yang tawarkan minuman, bahkan juga ada yang tawarkan ‘inex’ (exstacy). Lena cuma tersenyum serta tertawa sembari selalu jalan, kadang-kadang berhenti dikarenakan ada yang dia kenal. Saya heran serta takjub pada sahabatku, koq dapat ya dia begini namun saya tidak ketahui sekalipun. Apakah saya yang naif serta sangat enteng dibohongi, atau dia yang hebat dalam bersandiwara. Jika dia berprofesi jadi aktris, saya rasa telah banyak dia sabet piala-piala penghargaan.

Handphone Lena berdering, dia masuk kedalam toilet, agar dia bisa menjawab panggilan itu. Sekeluarnya Lena dari dalam toilet, dia mengajakku keluar.

Seks Tukaran Pasangan dengan Bule

Sesudah diluar, dia menceritakan kalau yang barusan menelepon yaitu rekannya yang sekali lagi bete dirumah. Lantas sesudah Lena bercerita kalau ia bersamaku, rekannya itu mengundang ke tempat tinggalnya, tuturnya mau berteman denganku serta akan menyiapkan Welcome Party buatku. Kami mendatangi Iwan di tempatnya bermain ketangkasan, sesudah kami menemukannya Lena memohon kunci mobil. Kamipun bergegas pergi dari tempat itu menuju tempat tinggal kawan Lena.

“Koq, kamu nyupir sendiri? Mengapa tidak pakai Iwan? ”

“Gak pa pa, dia tu jika telah terkena maen, mo ampe besok juga dia mah kerasan. Lagian kita khan mo ngerayain Welcome Party bikin loe. Kata kawan gue, partynya teristimewa cewek saja. ”

Saya jadi penasaran, party jenis apa nih? masak cuman cewek saja yang bisa.

Mobil yang kami tumpangi mulai berbelok masuk gerbang perumahan rekan Lena, kami berhenti sebentar, sesudah security bertanya indentitas serta maksud kehadiran kami, kamipun diijinkan masuk. Kami tiba di muka satu tempat tinggal yang cukup megah serta luas, mobil segera masuk ke pekarangan serta berhenti pas di muka pintu garasi. Rumah tempat tinggal di komplek itu tidak miliki pintu pagar, namun berhalaman taman yang cantik cantik serta menarik.

Seks Tukaran Pasangan dengan Bule

Lena mengetuk pintu tempat tinggal itu, rekannya yang buka pintu. Cantik juga, badannya tinggi semampai, bodynya langsing kulitnya putih, biasalah keunikan keturunan Tionghoa. “Hai, apa kabarnya? Wah kawan loe cantik Len. ” Tuturnya sambil cipika cipiki dengan Lena, lantas dia menjabat tanganku sembari bercipika cipiki denganku “Selamat datang ya, gue Jane” “Vina” jawabku singkat. “Mari masuk, tidak usah sungkan-sungkan, anggap saja tempat tinggal sendiri. ” Lena masuk sembari bercakap dengan Jane segera menuju ke satu tempat. Sesaat saya melihat seputar dinding yang penuh dengan lukisan lukisan wanita.

Ada yang berdua, bertiga, berempat bahkan juga yang rame- ramai juga ada. Saat ku simak lukisan lukisan itu, saya berasa janggal, mengapa wanita wanita dalam lukisan semua tidak berbusana, paling banter terlilit kain itupun masih tetap menonjolkan bentuk badan yang sexy. “Vin, ngapain loe? ” tegur Lena tiba tiba yang mengagetkanku. “Ah elo Len, ngagetin saja, untung gue tidak jantungan. Koq tempat tinggalnya sepi sich Len? ” “Khan Jane tinggal sendiri disini. ” “Lha suami ma anaknya mana? ” “Dia tidak miliki anak, telah cerai ama suaminya gara gara tidak dapat ngasih keturunan. ” “Koq tidak nikah sekali lagi? Dia khan cantik, saat tidak ada cowok yang pengen. ” “Dia sempat cobalah namun jadi dia amat sering di sakitin. Ada yang cuman pengen hartanya, ada yg suka maen cewek, yang paling akhir yang paling kronis, senang mukulin.

Makanya dia lebih tentukan hidup sendiri, dia telah trauma ma cowok. ” “Apa karenanya, lukisan lukisan ini semuanya gambarnya cewek? ” “Hei, sekali lagi pada ngapain sich disini? Ngobrolnya di dalam saja yuk! ” Tiba tiba Jane keluar hingga pertanyaanku tidak terjawab oleh Lena, kamipun masuk ikuti Jane.

Seks Tukaran Pasangan dengan Bule

Kami duduk di sofa panjang serta lebar, yang ukurannya nyaris menyerupai spring bed seukuran anak remaja. Di depan kami ada meja yang panjang serta lebarnya ikuti ukuran sofa, di samping kiri ada satu mini Bar. Pembantu Jane, lebih kurang berusia 19 th. wajahnya ayu, rambutnya panjang lurus sebahu, kulitnya sawo masak, berkaus putih ketat hingga menonjolkan payudara yang memiliki ukuran tengah namun terlihat padat serta kencang. Celana pendeknya ketat membuat paha serta betisnya, yang kata orang Jawa ‘mbunting padi’, terpampang sexy serta indah. Dia tengah membikinkan minuman untuk kami, nampaknya dia cukup terlatih dalam soal mengolah minuman. Kami juga bercakap sembari nonton TV Plasma yang menyiarkan acara luar negeri.

Yanti jalan ke arah kami sembari membawa makanan ringan, satu pitcher memiliki ukuran besar serta empat gelas crystal, rupanya Yanti turut nimbrung dengan kami. Setelah semuanya minuman telah dituang, Jane mengajak kami lakukan ’toast’. Kamipun mereguk minuman kami semasing, bau wiskhy tercium waktu gelas itu menyentuh bibirku, namun rasa-rasanya manis, sedikit agak keras waktu mengalir di tenggorokan, segera terasa hangat waktu hingga di perut. Dituangnya kembali minuman dalam gelasku, saat ini gantian Lena yang mengajak ‘toast’. Kamipun turut serta dalam percakapan seru, seolah kami telah kenal lama, beginilah wanita jika telah ngumpul. Gelas untuk gelas minuman sudah kami teguk dengan, semakin lama percakapan kamipun telah mulai ngawur.

Seks Tukaran Pasangan dengan Bule

Kepalaku telah mulai pening, akupun bergantung pada sandaran sofa. Acara TV yang dari barusan tidak kami lihat telah beralih, saat ini mereka menyiarkan film percintaan dengan adegan seks yg tidak tersensor. Ku lihat film dengan kondisi 1/2 mabuk, ada desiran rangsangan yang merambati diriku. Ku pejamkan mataku, saya berasa seperti saya yang ada dalam film itu. Sentuhan tangan aktor di film itu seperti riil merabai paha, membelai kepala serta wajahku. Kurasakan ciumannya lembut, melumat bibirku, saya jadi tambah terbuai. Tangannya naik dari paha ke payudaraku, meremasinya membuatku mendesah nikmat. Ku rasakan kancing celana jeansku berupaya di buka, terlihat gagal hingga saya coba membantunya. Saat saya menyentuh kancing celanaku, tersentuh olehku tangan halus yang berkuku, hingga saya buka mataku. Oohh.. nyatanya yang saya sangka aktor itu merupakan Jane.

Saya terperanjat serta berupaya bangun, namun badanku masih tetap lemas hingga cuma kepalaku yang terangkat. Ku tujukan pandang ke samping, ku saksikan Lena juga tengah bercumbu dengan Yanti. Busana mereka telah berantakan, berantakan di sekitar mereka. Panorama ini membuat gairahku menggebu-gebu, ku palingkan muka ke arah Jane yang sudah berhasil buka celana jeansku. Ku peluk Jane, ku tarik berwajah mendekat ke mukaku, ku lumat bibirnya yang merah dengan rakus serta liar, diapun tdk kalah seru membalas ciumanku. Tanganku meluncur turun dari punggung ke arah bongkahan pantatnya yang bahenol. Jane telah melepas celananya dari barusan, dia cuma kenakan BH serta celana G-String warna merah, yang kontras dengan warna kulitnya hingga membuatnya jadi tambah seksi. Kuremasi pantatnya, ku tarik tali celana dalamnya, hingga sisi depannya masuk ke belahan memeknya yang telah basah dari barusan, menggeseki kelentitnya. Janepun tdk tinggal diam, tanggannya meluncur turun masuk dalam celana dalamku.

Seks Tukaran Pasangan dengan Bule

Diremasinya bukit kemaluanku, tangannya liar mengobok obok vaginaku, jarinya lincah bermain di itilku, kadang-kadang keluar masuk dalam memekku. Kamipun mendesah, nafas kami keduanya sama memburu, memburu kesenangan yang tdk ada tara. Tekanan gairah yang menggebu-gebu membuatku melepas orgasme yang pertama. Badanku yang mengejang selekasnya diterima oleh gesekan jari Jane yang jadi tambah cepat menari di itilku. Kuremas rambut Jane, saya mengerang sambil menarik pinggulnya biar jadi tambah rapat menekan tubuhku. Saya mengejang berapa kali, Jane menciumi serta membelaiku lembut namun ‘panas’. Saya tahu Jane juga telah dalam kondisi ‘puncak’, orgasmeku mulai mereda, saya segera memperlancar seranganku, kutarik tubuhnya ke atas hingga toketnya pas ada di wajahku yang segera kukenyot, kadang-kadang ku gigit serta kutarik putingnya. Kuremasi bokongnya, sesaat tangan yang satu bermain di vaginanya. Kujepit itilnya dengan dua jariku, kutarik lambat, kadang-kadang kuputar, Jane jadi tambah liar mengerang serta menjambaki rambutku.

Erangannya jadi tambah keras, dia bangkit berdiri, dikaitkannya kakinya yang satu ke bahuku, memeknya waktu ini pas ada di wajahku. Segera ditekannya pantatnya ke wajahku, yang selekasnya kusambut dengan jilatan serta hisapan. Jane menjambak rambutku lantas menggoyangkan kepalaku ke kiri serta ke kanan, dibarengi dengan pergerakan pantatnya yang berlawanan. Dia mendongak sembari mengerang, kurasakan cairan hangat menyembur dalam mulutku, segera kutelan serta kusedot sekali lagi cairan selanjutnya. Beberapa kali Jane mengejang, lantas tubuhnya melemas serta rebah di sampingku. Ku peluk erat Jane, ku ciumi dengan penuh gairah, gairahku masih tetap tinggi hingga membuatku selalu menggumuli Jane yang masih tetap nikmati orgasmenya.

Seks Tukaran Pasangan dengan Bule

Lantas saya bangkit, ku saksikan Lena serta Yanti yang tengah dalam tempat 69, Lena ada dibawah. Kuhampiri mereka, ku belai punggung Yanti dari atas sampai pantat. Yanti mendongak yang segera kusambut bibirnya, kami berciuman sembari ku masukan jariku ke memek Lena. Lantas saya menopang Yanti menjilati memek Lena, jariku memilin milin kelentit Lena, sedang jari Yanti selalu merojoki memek Lena. Lena jadi tambah meliar, lantas dia mengerang serta mengejang. Cairannya yang keluar selekasnya kami sambut, berebut kami jilati serta hisap, bahkan juga meskipun telah di mulut, kami masih tetap sama-sama hisap.

Saya waktu ini berpindah ke arah Lena, wajahku menghadap bongkahan memek Yanti yang menggumpal tidak tipis. Ku jilati memek Yanti dengan rakus, bibir memek yang tidak tipis membuatku nafsu. Tiba tiba kurasakan ada benda menyentuh kemaluanku dari belakang. Kulihat Jane kenakan celana bertali kulit hitam, di depannya bergantung penis buatan seperti dildo, di tangannya juga menggenggam tiga buah vibrator yang segera diberikannya pada Lena.

Jane memegang pinggulku, saya tetap dalam tempat nungging sembari memegangi pantat Yanti, di masukannya penis itu dalam memekku. Bless… saat itu juga terbenamlah penis itu dalam punyaku yang basah. Jane mulai memaju mundurkan pantatnya, ku ambillah vibrator di tangan Lena sembari kugoyangkan pantatku menyeimbangi goyangan Jane. Kumainkan vibrator itu ke meqi Yanti, Lena juga memainkan vibrator pas di itil Yanti. Yanti juga lakukan hal yang sama di memek Lena, kami berempat mendesis seperti orang kepedasan. Saya sudah tiba pada step tahap puncak, ku goyangkan pantatku sejadi jadinya, sampai badanku melemas. Jane mencabut ‘penis’ nya dari memekku, penis itu kelihatan mengkilap berlumuran pejuhku, ditusukannya penis itu dalam memek Yanti.

Seks Tukaran Pasangan dengan Bule

Lena menjilati pangkal penis itu hingga ke lubang Jane, kadang-kadang di tariknya itil Jane. Yanti yang dari sejak barusan belum juga orgasme, telah tidak kuat sekali lagi menahan gelombang orgasme yang menderanya. Dia juga mendongakkan kepalanya ambillah mengerang keras, Jane jadi tambah semangat mengocoknya dari belakang, pada akhirnya Yanti melemas diatas badan Lena. Saya serta Lena menjilati ‘penis’ yang telah berlumuran peju ku serta Yanti. Jane lantas duduk, Lena bangkit serta duduk bertemu diatas Jane, Lena bergoyang erotis sekali. Jane menyedoti tetek Lena, saya meremasi dari belakang, jariku kumainkan di memek Jane. Tak lama Lena melepas orgasmenya, dia terkulai memeluk Jane.

Yanti telah bangkit mengikutiku memainkan memek Jane, dimainkannya vibrator dengan liar di memek itu. Ku hisap serta kugigiti itil jane, Jane juga mengeletar serta muncratlah pejuhnya. Saya serta Yanti segera berebut menyambar cairan itu. Kami benar benar nikmati permainan yang belum lama kami kerjakan. Dengan badan bugil serta basah oleh keringat, kami terlelap sembari berpeluk pelukkan.

Seks Tukaran Pasangan dengan Bule

Saat ku terbangun pada pagi hari, kepalaku masih tetap agak pening karna mabuk semalam. Ku cobalah buat kembalikan kesadaranku yang belum juga benar benar sembuh. Pelukan tangan yang halus, badan bugil tanpa ada selembar benangpun, mengingatkanku akan peristiwa semalam. Saya membalikkan badanku, nyatanya Yanti yang memelukku. Lena serta Jane berbaring berpelukan tdk demikian jauh dari tempat ku berbaring, mereka juga dalam kondisi telanjang bulat. Ku pandangi muka Yanti, hembusan nafasnya naik turun teratur membuat payudaranya bergerak naik turun dengan mempunyai irama. Bibir minimnya berwarna merah muda tanpa ada polesan lipstik, sedikit buka hingga kelihatan agak menantang.

Gairahku yang mulai berdesir membuatku tergerak buat melumat bibir Yanti. Yanti terbangun karna lumatan bibirku, waktu tahu yang melumat bibirnya merupakan saya, dia membalas lumatan bibirku. Kami berpagutan dengan romantis, lidah kami sama-sama beradu, menggelitiki rongga mulut dengan bertukaran, kadang-kadang Yanti menggigit lidahku, yang ku balas dengan menggigit bibir bawahnya.

Seks Tukaran Pasangan dengan Bule

Tangan Yanti yang barusan memelukku, waktu ini aktif menelusuri badanku. Sentuhannya lambat namun menggairahkan sekali, terlebih apabila saya mendesah karna sentuhannya mengena dibagian sensitifku, dia jadi memainkan daerah itu dengan disertai senyuman nakal, lantas dilumatnya bibirku yang buka karna mendesah. Kepiawaiannya dalam bercumbu benar-benar mengagumkan, hal tersebut mungkin saja karna Yanti merupakan pasangan Jane dalam menyalurkan keinginan sexualnya. Saya dibuatnya terbuai dengan cumbuan cumbuan Yanti, hingga vaginaku jadi becek karna cairan kewanitaanku yang selalu mengalir bersama-sama dengan rangsangan yang kuterima.

Kurasakan saya telah mulai lihat ‘gerbang dari puncak kenikmatan’ yang saya rasakan. “Yan.. please…aku telah tidak tahan…” rintihku sembari meremasi rambutnya. Segera Yanti memposisikan berwajah di selangkanganku, di jilat serta di hisapnya itil-ku. Saya berasa seperti tersengat listrik beberapa ribu volt, saya terdongak sembari menjambak rambut Yanti. Ku angkat pinggulku, ku goyangkan ke kanan serta ke kiri, kadang-kadang ku putar sambil tangan ku meremasi rambut Yanti.

Lidahnya benar-benar lihai bermain di memek ku, jarinya juga keluar masuk secara cepat, membuatku hingga pada orgasme, yang sudah mendorong buat selekasnya di keluarkan. “Ooughh…yann…” saya mengejang, pahaku menjepit kepalanya. Yanti masih tetap selalu mengocokkan jarinya sembari matanya menatapku. Saya mengejang berapa kali hingga orgasme ku mereda, Yanti juga mengisap habis cairan yang ku mengeluarkan.

Seks Tukaran Pasangan dengan Bule

Erangan serta teriakanku selagi menjangkau puncak sudah membangunkan Lena serta Jane. Mereka juga terbakar gairahnya serta mulai sama-sama mencumbu keduanya. Yanti waktu ini bangkit serta jongkok diatas wajahku. Segera ku sambar itil-nya yang telah memerah serta basah oleh lendirnya, ku masukan jariku dalam memek yang telah basah itu, ku kocok secara cepat hingga berbunyi. Yanti menjambak rambutku sambil menggoyangkan pantatnya maju mundur. Tangannya yang satu meremasi payudaranya sendiri, tdk berapakah lama badannya mulai bergetar. Sembari mengerang panjang, ditekannya pantatnya ke wajahku, pejuh menyembur banyak. Karena sangat derasnya semprotan cairan pejuh nya, cairannya itu beberapa meleleh keluar dari mulutku. Yanti membungkuk mencium mulutku yang masih tetap penuh dengan pejuh nya, di telannya beberapa pejuh itu.

Lena juga sudah tiba pada orgasmenya, saat ini dia kenakan celana kulit berpenis plastik yang semalam di gunakan Jane. Jane berposisi ‘doggy’, dengan ke-2 tangannya memegangi pinggir sofa. Jane lututnya melekat di karpet lantai, tangannya yang satu memegangi pantat Jane, yang satu sekali lagi kadang-kadang menampar pantat Jane, hingga pantat Jane yang putih itu memerah. Jane mendesis serta mengerang tdk karuan, tangannya meremasi sofa sembari memaju mundurkan pantatnya. Jane mendongak dengan lenguhan panjang, Jane hingga di puncak orgasmenya, Lena menghentakkan pantatnya dengan keras sambil mencengkeram pantat Jane. Badan Jane bergetar berapa kali, terlihat cairan putih meleleh dari penis buatan itu, lantas mereka berdua ambruk bergulingan di dekat kami.

Seks Tukaran Pasangan dengan Bule

Tak lama kamipun bangun serta mandi dengan, didalam kamar mandi yang luas itu, kami kembali lakukan seks. Lantas kami sarapan, atau lebih persisnya makan siang, makanan yang dipesan dari salah satunya restoran cepat saji dari mall di dekat komplek perumahan Jane. Pada saat kami habis makan telepon genggam Lena berdering, nyatanya dari Iwan. Iwan yang menang judi, mengajak kami buat dugem kelak malam. Lena bertanya ajakan Iwan pada Jane, yang dijawab dengan anggukan kepala tanda sepakat. Kamipun mengambil keputusan buat tidur siang biar kelak malam dapat fit.

Ketika malam tiba…

Iwan telah membooking satu room karaoke di discotheque yang berada di daerah Glodok. Kami telah tiba di room itu, nyatanya room itu tak dipakai untuk berkaraoke namun untuk triping. House music mengalun keras membahana di tempat yang memiliki ukuran lumayan itu. Sesudah minuman yang dipesan datang, Iwan membagi-bagikan pil yang memiliki ukuran kecil. Sesudah kami meminumnya, kami berjoget serta bergoyang dengan.

Kurang lebih 30 menit sesudah saya meminum pil yang didapatkan Iwan barusan, saya terasa ada perasaan aneh yang menyelimutiku, ada sensasi aneh yang susah ku ungkapkan. Ku saksikan Jane, Yanti & Lena berjoget dengan sexy serta erotis sekali, Iwan cuma duduk sembari menggelengkan kepalanya ke kanan serta ke kiri. Tidak lama Lena hampiri Iwan, dia membisikkan suatu hal ke Iwan, yang di jawab dengan anggukan kepala. Lantas Lena mengajakku keluar, langkah kakiku merasa enteng sekali.

Nyatanya Lena mengajakku ke discotheque yang letaknya tidak jauh dari tempat karaoke, cuma berbatas satu lobby dengan aquarium besar di tengahnya. Kami masuk ke discotheque itu, Lena mengajakku berkeliling-keliling, pernah kami berjoget di panggung yang terdapat dibagian depan tempat itu.

Seks Tukaran Pasangan dengan Bule

Ada dua anak muda yang tengah berjoget dimuka speaker besar, tidak jauh dari tempat kami berjoget. Salah satu dari mereka menyaksikan ke arah kami, Lena juga menyaksikan ke arah mereka. Lantas Lena berjoget dengan diantaranya, hingga praktis kawannya hampiri saya. Kami berteman, yang dengan Lena bernama Bule, yang bersamaku bernama Black. Keduanya keturunan chinese, yang satu berkulit putih dengan rambut di warna pirang hingga dia di panggil bule. Yang satu sekali lagi berperawakan tinggi kekar, berkulit hitam, itulah yang mengakibatkan dia di panggil Black.
Kami berjoget dengan, tidak lama Lena berbisik pada Bule, mengajaknya ke room. Bule serta Black tidak menampik ajakan Lena, kamipun beranjak dari tempat itu kembali pada room kami.

Setibanya di room, Iwan, Jane serta Yanti tengah bercumbu, namun masih tetap kenakan pakaian, biarpun dalam kondisi berantakan serta terbuka dibagian sisi spesifik. Kehadiran kami membuat kegiatan mereka berhenti, sesudah berteman, Iwan memberi ‘inex’ pada Bule serta Black. Bule serta Black sendiri barusan udah ‘on’ namun masih tetap menelan ‘inex’ yang di tambahkan Iwan. Kamipun berjoget kembali, Iwan kembali melanjutkan cumbuannya pada Jane, Yanti bermain dengan penis Iwan. Panorama itu membuat kami ‘terbakar’, Lena juga mencumbu dengan Bule, Black juga tidak pengin kalah mencumbu saya. Satu persatu baju kami berantakan di lantai, sampai tiada sekali lagi yang kenakan sehelai baju juga di badan.

Seks Tukaran Pasangan dengan Bule

(Maaf, susah untuk bercerita dengan detil yang tengah berlangsung waktu itu, karna dampak obat serta rangsangan)

Iwan telah mengentoti Jane yang nungging sembari menjilati memek Yanti, Lena tengah mengoral kontol Bule, Black tengah meremasi payudaraku sembari lidahnya bermain di memek ku. Tidak tahan dengan gairah yang menggebu gebu saya melepas orgasme ku. Namun aneh, biarpun saya telah ‘keluar’, gairahku masih tetap meluap.

Kuraih kontol Black yang lumayan besar serta panjang itu, ku hisap sembari ku naik turunkan tanganku, Black cuma mendesah sembari memandangku. Jane juga telah ‘keluar’, saat ini Iwan duduk di sofa, Yanti duduk mengangkang dengan punggung menghadap Iwan, goyangannya erotis sekali. Lena saat ini bertopang pada dinding, dengan satu kaki terangkat di lengan Bule, tangannya bergayut pada leher Bule, Bule tengah mengentoti nya sembari berdiri. Saya duduk di meja sembari mengangkangkan pahaku selebarnya, Black berlutut lantas menancapkan kontol nya.

Jane menghampiriku, menciumku sembari tangannya meremasi pantat Black. Black juga mencabut kontol nya, dia menarik Jane supaya nungging dihadapannya, lantas ditancapkanlah kontol nya kedalam memek Jane, memekku saat ini di jilati Jane. Lena juga telah alami orgasme, Bule saat ini berbaring di lantai, serta Lena ada di atasnya (WOT). Yanti yang telah ‘keluar’, duduk mengangkang di entoti Iwan. Saya ‘keluar’ sekali lagi, cairanku disedot Jane yang masih tetap di ‘doggy’ ama Black. Lantas Jane berposisi WOT diatas Black, tidak lama Jane ‘keluar’ di barengi dengan Black. Bule juga telah orgasme saat Lena nungging sembari ngoral kontol Iwan yang setelah orgasme. Kami beristirahat sembari minum minum, saat gairah serta enerji kembali sembuh, kami kembali melaksanakan seks seperti barusan dengan berubah ganti pasangan.

Sampai pagi mendekati, kami berpisah dengan masa lalu tidak terlupakan…

Kumpulan Artikel Judi Online Situs Agen BandarQ Sakong AduQ Poker Online DominoQQ Domino99 Terpercaya Terbaik Dan Terbaru

Bunga99.com Agen Bola Online BandarQ Poker Domino99 Togel Casino Terpercaya
BungaQQ Situs Domino99 BandarQ Dan Poker Online Terpercaya 2017
KepoQQ Situs BandarQ Domino99 AduQ Poker Online Terpercaya
7 Situs BandarQ AduQ DominoQQ Online Terpercaya 2017
Situs BandarQ Poker Domino Online Terpercaya Terbaik 2017
Agen Situs Poker BandarQ Online Terpercaya Terbaik Tahun Ini

Shares 0

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *