Bunga99 agen bola online
Sex Party Terbaik

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Sex Party Terbaik

Cerita Dewasa Indonesia | Cerita Panas | Cerita 18 Tahun | Cerita LendirSex Party Terbaik. Sejak sore barusan hujan menggericik tidak deras. Luisa berbaring di ranjangnya berselimut tidak tipis. Pintu kamarnya terkunci rapat. Luisa mendehem-dehem nikmat, matanya sayu tetapi nafasnya memburu. Kadang-kadang kain selimut terungkap hingga bagian-bagian badannya yang tidak berbusana tampak dari luar.

Sex Party Terbaik

“Ahh.. ehg.. emhh.. ”
Gadis itu terduduk serta membuka selimut tebalnya. Keringat dingin membasahi badannya yang memanglah bugil sekalipun. Kepalanya mendongak-dongak menahan ilusinya saat sebatang dildo bergoyang-goyang di liang vaginanya. Buah dadanya yang memiliki ukuran 36 lengkap dengan putingnya yang kenyal membengkak menggairahkan. Lendir kawinnya telah menggenang di sprei kasur. Pas di atas lendir itu pussy Luisa yang besar berbulu tidak tebal merekah disodok batang dildo ukuran L.

“Uahh.. ”
Orgasme sudah dicapainya. Luisa terlentang lemas. Batang dildo itu masihlah menancap di pussy-nya. Malas rupanya Luisa mencabutnya. Matanya terpejam, nafasnya masihlah terengah-engah. Mendadak dering telpon mengganggunya.
“Kring.. kring.. ”

“Hallo.. ” Luisa terima telpon sembari menjilati ujung dildo yang baru saja bersarang di pussy nya.
“Luisa, hujan-hujan gini nikmatnya ngapain? ” bertanya nada di seberang.
“Enaknya dikelonin anda, ” jawab Luisa sekenanya.
“Hi.. hi.. bila gitu, anda saya undang deh. Saat ini ke Star Pub deh, kita tunggulah. Janganlah lupa be a sexy girl, okey? ”
“Klik.. ”
Luisa lekas menempatkan gagang telepon di induknya.

*****

Luisa masuk kedalam café kecil itu. Pintu masuk café tampak tertulis “CLOSE”, tetapi tidak untuk anggota pub. Suasana di café sepi, tetapi sayup-sayup Luisa mendengar gemuruh tawa di lantai atas. Luisa lekas menuju ruangan atas. Demikian Luisa masuk sebagian anggota beda lekas menyambutnya.

“Hai Luisa, ” sapa Sidney yang cuma menggunakan CD transparan sedang susunya yang sekal bergelantungan dengan bebas.
“Hai, semakin motok saja susumu, ” balas Luisa sembari meremas susu kiri Sidney.
“Saya baru main sama Leo, ” tutur Sidney menunjuk pria tegap telanjang yang duduk jongkok di pojok ruang. Pistolnya mengayun-ayun tegang sejak mulai barusan.
“Hai Luisa, kita telah nunggu anda dari barusan loh, ” sapa Sari yang menggunakan CD merah serta BH hitam, kontras banget tetapi seksi banget. Lalu mereka sama sama berciuman sebagian menit. Sambil berciuman, tangan Luisa telah nakal menyelisip ke CD Sari.
“Kamu baru saja cukur ya? ” bertanya Luisa saat jemarinya rasakan bulu-bulu pussy Sari.
Sari tersenyum malu.
“Nggak pa-pa sekali lagi, rasa-rasanya jadi geli-geli nikmat. Hi.. hi.., ” Sari tertawa cekikikan lantas berlalu.

Mata Luisa memedar berbinar-binar ke semua ruang. Ada dua belas orang di ruang itu. Kesemuanya sama sama berkompetisi perlihatkan keseksian badannya. Wita menggunakan bikini putih tidak tebal hingga puting susunya tampak menyembul menggoda. Lia cantik banget malam itu, rambut panjangnya meriap-riap seksi. Terlebih Lia menggunakan CD putih berenda serta BH putih yang terlihat puting susunya karna dilubangi di bagian putingnya, Luisa bener-bener pingin melumat susunya. Jadi Luisapun lekas mendekati Lia
“Li, anda cantik sekali malam hari ini. ” Sapa Luisa sembari mempermainkan puting susu Lia yang berniat disembulkan itu.
“Inikan maksud anda? Bila anda ingin, isep saja. ” Seperti gayung tersambut.
“Ntar anda main sama saya yah? ”
Lia mengangguk lantas pergi hampiri Si ganteng Ricko yang gunakan CD pink, sejak mulai barusan pistolnya tegang selalu lihat panorama yang merangsang itu.

Jude (tokoh : Jude, Guru Privatku) menggunakan BH yang ketat banget sampai susu “Pamela Anderson” nya seperti berebut pingin keluar kain tidak tebal itu, tengah pussynya dilewatkan saja dipelototin sama Tino yang sejak mulai barusan penny nya pingin menerobos jaring minimnya. Ayu yang gunakan daster pendek transparan tanpa ada CD serta BH menunjukkan pahanya diatas meja. Cuma orang tidak waras saja yang tidak tertarik sama paha mulusnya. Cindylah yang paling sexy, doski cuma kenakan stoking hitam hanya paha serta duduk dengan santainya sembari menunjukkan pussynya yang mempunyai rambut tidak tebal. Pengen banget Luisa melumat klitoris mungil Cindy.

Luisa sendiri menggunakan CD tidak tebal bertali serta BH bertali yang cuma tutup nipplesnya saja. Tengah Mbak Sarah sang ketua party yang polos los tengah repot menjilati dildo barunya. Demikian lihat Luisa datang Mbak Sarah lekas menepuk tangannya bertanda party juga akan lekas diawali. Semua lekas berkumpul di dalam ruang.

“Nah, bagaimana nih? Siapa yang pengin main duluan? ” tutur Mbak Sarah buka acara.
“Saya! ” Ayu menunjuk jari.
“Kebetulan Ayu, telah lama kita tidak simak sekali lagi tarian pecut asmaramu itu. ” Sambut si Ricko.
“Okey, Cin, nyalakan tapenya! ” kata Ayu.

Cindy lekas menyalakan tape recorder kecil. Lantas terdengar nada music yang pancarkan kondisi erotic untuk barang siapa yang mendengarnya. Ayu lekas berdiri di dalam lantas menari ikuti nada tape recorder. Tarian gemulai itu makin memancing keinginan, Ayu memanglah sisa penari latar yang pandai. Luisa yang telah sejak mulai barusan menahan birahinya tanpa ada sadar meremas-remas susunya sendiri. Terlebih lalu Ayu memohon Ricko menanggalkan onderdil nya. Jadi seperti di beri aba-aba yang beda lekas menanggalkan busana punya pasangan yang dipilihnya.

Dengan lekas Ricko mendorong Ayu untuk berbaring lantas Ricko lekas melumat bibir kenyal Ayu penuh nafsu tengah tangannya meremas-remas penisnya sendiri. Jude yang telah terbakar lekas turut melumat susu kiri Ayu disusul oleh Cindy yang kebagian susu kanannya. Luisa sendiri lekas menyelisip ke selakangan Ayu yang terbuka. Lantas dengan semangat Luisa mengerjain pussy Ayu. Dijilatinya pussy Ayu yang telah penuh dengan lelehan lendir kawinnya. Lantas diobok-oboknya liang vagina Ayu dengan jarinya.

“Aaghh.., ” erang Ayu serta Luisa bertepatan karna waktu itu Ricko telah menyodokkan pistolnya ke pussy Luisa dari belakang. Tempat Luisa yang menungging buat Ricko makin gampang menancapkan senjata pamungkasnya. Tengah tempat Ricko diawalnya telah digantikan oleh Mbak Sarah yang menyekokkan nipplesnya ke mulut mungil Ayu.

Baca Juga : Four Some Pertama Ku

Di pojok beda, Tino yang 1/2 menungging tengah mengerang-erang keenakan saat diserang dari dua arah. Sidney yang mengganyang pistolnya dari depan serta Leo yang menyodomi pantatnya. Sedang di bagian beda Lia, Wita serta Sari bergumul sendiri. Lia serta Wita sama sama memagut susu lawan mainnya tengah Sari menyerang pussy Lia yang tempatnya terlentang. Beberapa kali dildo masuk keluar pussy Lia dengan gampang lantas bergoyang-goyang buat Lia bergelinjangan keenakan. “Agh.. enak.. selalu Sar.., ” erang Lia.

Ricko masihlah memainkan pistolnya di pussy Luisa. Pantat Luisa bergoyang-goyang naik turun ikuti pergerakan penis Ricko. Berkali-kali Luisa menjangkau puncak asmaranya, berkali-kali juga mani Ricko muncrat ke liang vaginanya. Tapi mereka masihlah pingin mengulangi serta mengulanginya sekali lagi.
“Rick, saya ingin keluar sekali lagi Rick.. oh.. enghh.., ” rintih Luisa.
“Kita keluar keduanya sama yah, yang.. ”
Lalu Ricko makin menguatkan desakan batang penisnya keliang vagina Luisa, hingga tidak lama kemudian muncratlah air mani Ricko kedalam vagina Luisa bertepatan dengan keluarnya cairan kawin Luisa.
“Engg.. ah.., ” jerit Ricko serta Luisa bebarengan.

Luisa tergeletak diatas karpet. Wajahnya telah tampak kepayahan, tetapi birahinya belum juga terpuaskan. Ricko telah meninggalkannya untuk mencari petualangan beda. Mata Luisa melihat sayu pada Lia yang berdiri di atasnya. Susu Lia yang sudah terlalu bengkak buat Luisa pingin sekali kunyah nipplesnya yang tegang kecoklat-coklatan. Pussy Lia yang berbulu agak lebat tampak mengkilap basah oleh lendir kawinnya. Lia tahu benar bila Luisa menginginkannya. Dia lekas merunduk serta menyerahkan susunya untuk dilumat oleh Luisa. Luisa melumat susu serta bibir Lia dengan bertukaran. Tangannya juga agresif menyusuri lorong goa vagina Lia, memelintir klitoris Lia beberapa kali. Lantas masuk dalam serta makin dalam buat Lia semakin terlena.
“Kamu.. enak banget.. egh.., ” rintih Lia.

Luisa mendesis-desis, nafasnya menghembus di bukit montok Lia buat Lia makin terbakar. Tapi Luisa juga kembali terbakar saat Sari datang serta mengisap puting susu Luisa. Lia juga berebut mencaplok susu kanan Luisa. Luisa merem melek manahan semuanya rasa syur yang terwujud. Semakin syur saat Leo menjejalkan penisnya yang besar serta tegang banget ke mulutnya.
“Isep sayang.. mari.. ”
Luisa mengisap penis Tino. Menggigit-gigit nakal buat Tino melenguh-lenguh keasyikan. Tino menghimpit pistolnya serta maninya muncrat kedalam mulut Luisa. Luisa menelan lendir itu sampai tandas. Semua keindahan merasa saat tak tahu lidah siapa sekali lagi yang menggerayangi pussy Luisa. Sampai ia berasa badannya dijunjung ke atas serta..,
“Augh.. ”
Sebatang daging tegang kembali bersarang di pussy Luisa. Kembali dirasakannya orgasme yang dirasakannya bertepatan dengan si yang miliki pistol.
“Ehg.. kau hebat banget Luisa, hebat! Terima kasih ya.. ”
Itu nada Leo.
“Bajingan! Mau nyodok tidak bilang-bilang! ” umpat Luisa dalam hati.

Lantas semuanya yang barusan ngerjain Luisa pergi ngerjain yang beda. Luisa tak akan perhatikan beberapa orang di sekitarnya. Rasa capeknya sudah membawanya terlelap. Dua jam juga berlalu, kondisi hening. Party itu telah usai, pemain-pemainnya telah terlelap tidur.

Luisa yang terbangun paling awal. Dipandangi seputarnya dengan senyum simpul. Semuanya dalam kondisi telanjang bulat, termasuk juga dianya sendiri. Berbagai CD serta BH berantakan berantakan dimana-mana Pantat Sari merah bengkak begitu pula puting susu Ayu. Luisa tersenyum sendiri lihat ujung susu si bule Jude yang masihlah dikenyot Ricko. Pantat Sidney juga memerah, mungkin saja karna di kerjain sama rekan semua yang beda. Dalam party itu bukan sekedar cowok saja yang disodomi, cewek dapat juga disodomi. Yang paling senang menyodomi cewek, ya.. si Tino itu. Luisa berpaling pada Mbak Sarah. Muka Mbak Sarah penuh dengan mani serta lendir vagina yang mulai jadi kering. Ruang itu menyebarkan aroma mani serta lendir vagina yang ciri khas.

Mata Luisa tertuju pada Cindy. Gadis itu masihlah terlelap. Kadang-kadang mengigau sembari senyum-senyum sendiri. Muka gadis itu cantik. Badannya kecil tetapi susunya montok bener. Vaginanya polos tanpa ada bulu, warnanya putih kemerahan seperti pipi gadis yang tengah malu. Klitorisnya mungil menyembul. Gairah Luisa kembali bangkit. Luisa berjongkok dimuka Cindy lalu memainkan jemarinya diatas vagina yang merekah itu. Dengan penuh nafsu lekas dilumatnya klistoris yang sejak mulai awal barusan membuatnya ngiler itu. Cindy menggeliat-geliat, tetapi Luisa tidak peduli. Bibir Luisa melumat gundukan vagina Cindy tengah ke dua tangannya meraih meremas-remas daging kenyal nan montok di dada Cindy. Pada sadar serta tidak Cindy menjamak-jaMbak rambut Luisa serta menjepit kepalanya dengan ke dua pahanya.

“Ah.. uh.. ah.. uh.., ” nada Cindy mendesis lirih.
Nafas keduanya kembali memburu. Luisa menumpahkan semua birahi yang tersisa di kepalanya. Seolah-olah Cindy itu cuma kepunyaannya sendiri. Cindy dipaksa untuk bangun dari lelapnya. Matanya memicing rasakan surga yang kembali datang untuk dia. Tapi Cindy telah tidak punyai daya untuk membalas. Ia pasrah saja saat Luisa menjejalkan sebatang dildo masuk kedalam liang vaginanya.

“Sruup.. ”
Tanpa ada banyak perlawanan pistol mainan itupun amblas kedalam liang kesenangan Cindy. Cindi pernah terpekik berapakali, tetapi lemah, rupanya dia telah tidak punyai daya terkecuali nikmati permainan Luisa. Luisa menarik si dildo maju mundur berapakali. Pantat Cindy bergoyang ikuti iramanya. Semakin lama dildo itu bergerak semakin cepat.
“Sruup.. sruup.. ”
Suaranya mengungkap lendir-lendir kental yang keluar dari vagina Cindy. Mata Luisa berbinar memandangi vagina bermandikan lendir itu. Segera ia merunduk dan
“Sruup.. ”
Dihisapnya si lendir dari pussy Cindy sampai tandas.
“Ah, puasnya.., ” kata Luisa dalam hati. Dikecupnya kening Cindy yang tidak sadarkan diri. Lalu dia lekas pergi dari tempat itu dengan senyum penuh kenikmatan.

Shares 0
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *