Bunga99 agen bola online
Skandal Bersama Tukang AC

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Skandal Bersama Tukang AC

Cerita Dewasa Indonesia | Cerita Panas | Cerita 18 Tahun | Cerita LendirSkandal Bersama Tukang AC – Ini Pengalamanku sesungguhnya, berniat saya samarkan namaku serta suamiku supaya dia tidak tersinggung serta tidak paham seandainya ini yg menulis saya, Kalau hingga tahu kan tidak enak dong, dapat tengkar nanti.

Skandal Bersama Tukang AC

Peristiwa ini tidak sempat kuduga diawalnya, Sampai kini tempat tinggal tanggaku jalan baik serta saya tidak sempat lakukan hubungan seks terkecuali dengan suamiku sendiri. Ade, suamiku seseorang kontraktor yg cukup besar di kota Malang Jawa Timur, nyaris tiap-tiap hari saatnya habis dikantor untuk mengurusi project serta projectnya. Saya sendiri Awal menikah dengan Ade, kakak tingkat kuliahku di Perguaruan Tinggi Bandung, 2 th. diatasku. Kehidupan sexku umum saja, serta relatif menjemukan walau sebenarnya kurasakan hingga saat ini gairahku cepat sekali mencapai puncak serta seandainya lakukan hubungan intim saya sukai sekali berlama- lama nikmati dengan bermacam macam, namun suamiku orangnya kuno dalam lakukan hubungan seks lewat cara yg umum saja, dia di atas serta saya di bawah, kadang-kadang saya kepingin juga langkah beda seperti pada video porno yg sempat kulihat waktu suamiku pergi, tapi tidak sempat kesampaian, karna sempat kuutarakan pada suamiku dia tidaka menjawab apa pun, hingga kadang-kadang saya terasa tidak suka. Saya seringkali juga lakukan masturbasi untuk menaikkan kepuasanku sembari berkhayal muka seorang dengan penis menantang. Sekarang ini saya dikaruniai 2 orang anak yg cukup manis serta ganteng. Saya sendiri punya sebagian aktivitas di rumah dengan buat caterring untuk sebagian perusahaan yg ada pada Malang. Jadi dari sisi materi saya dapat di sebutkan telah cukup.

Untuk mengisi senggang luang saya luangkan ikuti kerjaan kesehatan berbentuk senam pada sanggar senam spesifik hal semacam ini saya kerjakan untuk merawat stamina dan badanku agar tidak gembrot, serta akhirnya lumayan sekarang ini tinggi tubuhku 165 cm, rambutku hitam pekat, mata coklat, pinggangku cukup ramping pantat juga diisi serta yg utama payudaraku tidak kendor meskipn sempat menyusui serta ukurannya cukup buat orang menelan ludah 36C. Saya berniat ambil jadwal pagi karna siang sedikit saya mesti telah rapi ada dikantor pribadiku.

Sesudah membereskan masalah tempat tinggal saya bersiap pergi menuju tempat senam, denga menggunakan T shirt Kuning cukup ketat serta celana senam saya memagut diri dikaca, Yach, … lumayan juga fikirku, dengan tshirt itu payudaraku seolah tertekan serta akan melompat keluar, saya sadari itu.

Peugeot 306 yg kukendarai masuk pelataran parkir kulihat di dalam nada cukup ramai juga sangkanya hari ini. Saya memanglah tidak sempat turut ibu-ibu yang menyukai ngerumpi ditempatku senam, usai senam saya segera pulang. Pagi ini berlainan sekali tempat senam nyaris penuh, saya duduk sendiri di pinggir sembari menyiapkan baju senamku, saya menuju kekamar ganti kudengarkan terdapat banyak nada ibu-ibu cekikikan sembari ceritakan pengalamannya, Ah, … hilang ingatan fikirku, mereka sukai sekali sama lelaki muda umur untuk permainan sexnya.
“Iya Jeng Nik, … barusan malam itu seru lho, saya tidak menganggap Dion demikian perkasa, saya dibuatnya tidak berkutik dalam 4 ronde sekalian, walau sebenarnya terlihat dia paling pendiam ya di sini, serta permainannya, ………. Yahuuut lho, memekku hingga seperti mati rasa, ……” Narasi satu diantara ibu peserta senam.
“Ah, …. Masak sich jeng Rita, ….. yach, … sayang saya tidak dapet ya, … seandainya sama Rico bagaimana jeng, ……… itu lho anak SMA 3 yg kita dapatkan dengan saat nongkrong di café Regent, ….. yg itunya item serta gede. ” Timpal rekannya.
” Oh, ….. Kalo yg itu sich lumayan, tapi permainannya masih tetap hebat si Dion, Awalannya saja saya telah keder dibuatnya. ”.,,,,,,,
” Masa, … saya jadi pengin cobanya jeng, …… Saksikan saja ya kelak, … saya habisin dia dengan semua tenagaku, …” celetuknya dengan geregetan.
Percakapan selalu berjalan dengan tidak sadar saya terangkut turut pikirkan Dion, … Apakah Dion itu pelatih senam yg baru 2 bln. melatih ditempatku, jikalau saksikan cirinya pendiam serta acuh sich memanglah dia, …tanpa merasa tanganku sudah ada di antara dua pahaku merasa hangat serta kuraba perlahan memekku dari luar baju senam ah, …. Cepat-cepat kubuang fikiran jelek itu saya tidak mau berlangsung suatu hal. Makin kupikir makin berkecamuk fikiran itu ada. Saya ingat saat itu
Dion memanglah pernah jadi buah bibir dikalangan ibu-ibu tempatku senam tapi saya tidak sempat sedikitpun turut didalamnya. Apakah dion itu ya yg dibicarakan ibu-ibu.
Pertama kali masuk Dion memanglah pernah grogi disoraki oleh ibu-ibu bahkan juga pernah buat berwajah memerah saat perjumpaan ibu-ibu bertanya statusnya. Bahkan juga satu diantara ibu ada yg nyeletuk bertanya besar tidaknya ukuran vital Dion, serta cuma dijawab dengan senyum saja.
” Tok,.. Tok, … Tok, ….. ”
Saya terperanjat mendengar pintu kamar ganti diketok dari luar, ah sangkanya cukup lama juga saya ada dikamar ganti, cepat cepat kekemasi barangku serta keluar menuju hall senam, di sana banyak ibu bergerombol menanti saat senam berjalan. Saya duduk sendiri sembari minum the hangat, … mendadak disebelahku duduk empat ibu-ibu yg kelihatannya cukup centil dengan umur yg banyak ragam. Sembari berbasa-basi dia mengenalkan diri serta, ….. saya agak terperanjat karna nada serta namanya sama juga dengan yg ada pada kamar ganti sebelahku barusan. Jeng Nanik serta Jeng Rita cukup bagus juga orangnya dari parfum serta merk beda yg ada ditubuhnya bukanlah orang yg tidak dapat sangkanya. Nanik kutasir berumur 37 th. serta mengakui anaknya 3 serta suaminya pegawai swasta dengan jabatan cukup layak, kulitnya putih serta mulus dengan alis tidak tipis dandanannya tidak semenor Rita Tingganya seputar 5 Cm dibawahku serta payudaranya juga tidak sebesar punyaku, kutaksir seputar 34 B tapi terlihat cocok sekali dengan penampilannya. Kalau Rita lebih tinggi dari Nanik tapi masih tetap dibawahku, rambutnya dipotong pendek serta kulitnya kuning langsat dengan jari lentik payudaranya kutaksir bernomor 36 B serta pantatnya semakin besar dari Rita, serta terlihat sekali Rita lebih aggresif dalam percakapan, sembari diselingi tawa renyah mereka.
” Eh jeng Awal kan telah lama turut di sini, sudah sempat nyoba-nyoba rasa beda tidak terkecuali rasa suami, ……Dengan langkah arisan dengan, … enak lho jeng, rugi jikalau tidak cobanya” celetuknya berbisik hati-hati, …… Sembari kadang-kadang melirik Nanik.
Merah wajahku rasa-rasanya, karna sampai kini tidak pernak saya dapatkan orang yg bicara terbuka mirip itu, … “E, …. E, ….. ti, … ti, … dak kog,.. ini apa ya, …. Saya gelagapan.
Serta serempak dua ibu barusan tertawa berbahak-bahak, …… Ah, … masa jeng Awal, lha wong saat ini layanan telah banyak kog tidak dipakai, yach, … JUST FOR FUN saja kog, jikalau habis yg dibuang to janganlah dibawa pulang bingkusnya dapat bahaya ya jeng Nanik, …. Iya lho Jeng Awal kita ini kan miliki group di sini yg kadang-kadang buat acara enjoy dengan serta tertutup sekali lho, tidak semuanya ibu bisa ikut-ikutan di sini, Tak saksikan jeng Awal mulai pertama turut senam tidak sempat ada rekan serta menyendiri, apa kelirunya jikalau gabung serta nikmati menu baru kami.
Hilang ingatan beberapa orang ini Jeng Nanik pandai juga ngomong gituan, belum juga pernah saya berfikir serta menjawab mereka menyela sekali lagi, …. “Sudah lah jeng Awal, …. Turut saja rahasia tentu terjamin kog,.. serta yg utama ada menu baru setiap berjumpa”. Sembari menarik tanganku menuju hall senam. Konsentrasiku bubar sepanjang senam saya dengan tidak berniat hanyu oleh fikiran ibu-ibu, serta kebetulan pelatihku hari ini Dion.
Kuperhatikan cermat Dion cukup bagus juga Tongkrongannya bodinya bagus, otot-ototnya terlihat menyembul, serta, …. Ayooo, … hap, … satu, … dua, … renggangkan kaki, … perintahnya. Dia menghadap peserta senam serta, … Alamak, … otot di antara ke-2 selangkangannya tertekan oleh baju senamnya terlihat menyembul keras serta cukup panjang, saya jadi berfikiran yg bukanlah bukan, andaikata dapat kugenggam serta kulakukan seperti di video porno itu enak kali ya, ……. Hilang ingatan, … fikirku saya kog jadi gini.
Senam telah selesai, mobil merangkak perlahan menuju garasi, kuhempaskan badanku di atas kasur, fikiranku berkecamuk berkhayal pengucapan ibu-ibu terkait menu baru penuh rahasia barusan, mendadak pikranku menerawang serta melintaslah bayangan Dion dengan mesra saya merinding, Dion seakan datang serta memelukku, tangannya mulai membelai punggung serta turun ke pantat. Diremasnya perlahan serta kurasakan benda keras di antara selangkangannya melekat ketat dibaju senamku, saya kegelian, serta, ….. Lambat akan tetapi tentu kurasakan tangannya mulai menyentuh dadaku yg kenyal, kurasakan pelintirannya buat pentilku mulai kaku serta keras, …….. Saya mulai mengejang, tapi tidak dilepaskan tangannya didadaku bahkan juga mulai nakal, tangan kanannya berani menuju selangkanganku dikuaknya kuat-kuat celanaku hingga kudengar robekan kain Oh, ……. Jari-jemarinya membelai lembut gumpalan daging lunak penuh bulu serta, … Mulutnya tidak tinggal diam, Dion mulai keluarkan lidaknya menjilati memekku yg mulai basah, …. Aaaaaahhhhhhh,,,, Zzzzzzzt, ….. saya tidak kuat menahan, Dion masih tetap selalu menjilat serta menjilat klentitku mulai kaku serta memekku makin basah serta, …. Kriiiinngggg, ….. Krrriiiiingggg, …. Nada telepon berdering saya tertegun, …Gila cing saya dapat berkhayal dengan Dion demikian hebaaat, tubuhku meriang rasa-rasanya serta satu sekali lagi yg kurasakan basah diselangkanganku. Saya bangun bermalas-malasan serta kuangkat telepon.
” Hallo, …. Jeng Awal ada”, …..
” Ya saya sendiri, siapa ini ya, …”
” Aduh, …. Masak lupa saya Rita yg senam barusan, ….. Wah tengah apa ini kog kelihatannya malas-malasan saja, ……..
Merasa sekali memanglah agak serak suaraku sekarang ini habis berkhayal dengan Dion kering rasa-rasanya tenggorakkan.
“, …. Oh, …. Tidak jeng ini lho tengah bersihkan tempat tinggal kacau balau gini, seandainya jeng Rita tengah apa ini kog tumben telpon saya”, …
” Ah tidak sekali lagi free saja ini ngga’ ada rekan bercakap, … Eh,.. iya bagaimana barusan tawaran group kami jeng, … Mbok turut saja lah agar adakalanya miliki menu sesuai sama selera, … ha ha ha, ….. ndak usah takut,.. enjoy saja kog, …………….
Jeng rita ceritakan panjang lebar club gilanya serta saya jadi menerawang atas kerjaan dengan pengalamannya yg menggila itu.
“, …. Jeng Rita apa suami jeng tidak berprasangka buruk, …….. belum juga usai saya bicara, Rita menimpali dengan benar-benar berapi-api.
”, … ya langkahnya dong, … setelah gituan sama yg beda janganlah mikirin dia sekali lagi, setelah ya setelah kan beres jeng jadi nyampek tempat tinggal fikiran fres serta fresh lho, …. Bener Jeng, … mari deh ikut-ikutan, …… kelak tentu deh jeng Awal sukai. Rayunya tidak henti-henti”.
Tak lama berselang telepon kuakhiri tanpa ada jawaban iya atau tidak, ….. saya bingung serta berpikir keras hingga pada akhirnya saya tertidur.
Sore hari sesudah terima laporan dari tukang antar caterringku saya membukukan hasil caterringku sepanjang satuhari, saya menolong anak-anakku merampungkan pekerjaan belajarnya. Kudengar bel pintu serta suamiku pulang dengan muka kuyu kelelahan, kupersiapkan peralatan mandinya.
Malam larut saya begitu inginkan hubungan intim malam hari ini, kucoba dekati suamiku dia telah tertidur lelap tergambar kelelehan diwajahnya, saya kasihan tapi memekku telah mulai basah mau dijenguk oleh kemaluan suamiku. Kucoba membangunkan dia, tapi dia menampik serta cuma kekecewaan yg kudapat malam hari ini serta tanpa ada tersadar saya telah terlelap.
Situasi hingar bingar ruangan senam kembali kudengar serta kulihat seputar kembali bergerombol sekumpulan ibu-ibu yg 3 hari tempo hari mengajakku turut dalam kelompoknya.
” Hai jeng Awal, … sini dong mengapa sendirian saja disitu” ajak jeng Rita sembari tersenyum. Kulangkahkan kakikku menuju kearah mereka kuhitung ada 7 orang denganku. Saya berbasa basi mengenalkan diri.
” Ibu-ibu, ini peserta baru kita yg saya katakan tempo hari itu lho,, …. Bagaimana Jeng jadi ikut-ikutan ya, … untuk pengalaman saja kog, … ” ajaknya merayu.
” Iya jeng, …. (spontan ibu-ibu seperti Koor) “Rahasia terjamin deh”, “Mereka itu telah terlatih kog, habis acara ya seperti ngaak kenal sekali lagi sama kita deh, … ditanggung”, …. ”dan yg utama jeng ditanggung tentu enjoy serta kurang selalu, …. Hehehe”, ….
Nada mereka bersautan mempromosikan kerjaannya sampai kini. Saya yg pusing belum juga mendapatkan jatah suamiku mendadak muncul fikiran burukku untuk cobanya.
” Tapi, … Bagaimana ya, ….. ” tanyaku bingung serta sangsi.
” Alaaaaaahhhh tidak usah bingung jeng kelak kita antar serta kita service untuk anggota baru kita, … bagaimana ibu-ibu jikalau sekarang ini kita pastikan saja kalau anggota baru kita yg mendapatkan jatah arisan kunci sekarang ini serta segera kita antar, …. Setuju”.
” Sepakat deh agar jadi saudara, …. Nah saat ini kita senam dahulu yok, …”. ajaknya sembari memberikannya kunci padaku serta saya terima kunci itu namun tidak paham untuk apa kunci itu. Senam kesempatan ini saya serius tidak konsentrasi serta bingung apa yang perlu saya kerjakan, nyaris semuanya pergerakanku tdk ada yg benar.
Senam sudah selesai serta ibu-ibu mengajak menuju tempat yg sudah disajikan, satu tempat tinggal yg cukup bagus dengan halam luas dibelakang ada kolam renang, saya buka dengan kunci yg sudah disajikan, serta kulihat ada 3 kamar yg tertutup sesudah omong-omong sesaat, sebagian ibu masuk kamar mandi untuk bersihkan diri tak lama setelahnya mereka ada yg minta diri untuk pulang.
” Begini jeng Awal itu kuncinya ada lima kan? … diantaranya kunci diruangan yg tertutup ini nah kelak jikalau jeng Awal telah siap buka saja kamarnya serta, …. Saksikan sendiri deh ada apa di sana serta enjoy saja rimah ini aman kog, ini miliki jeng Nanik serta memanglah spesial untuk kerjaan Arisan ini, keperluan minum dan makan ada pada kulkas, … serta silakan saja di nikmati hingga jeng Awal sukai jikalau pulang ya segera saja pulang, kuncinya janganlah dibawa lho jeng, … liriknya menggoda”.
Saya termanggu dengarkan ocehan jeng Rita sesaat topiknya cuma tersenyum dambil memainkan matanya. Saya jadi tambah bingung bagaimana kedepannya.
Selang beberapa saat mereka berdua mohon pamit pulang terlebih dulu serta saya tinggal sendirian. Saya bingung ambil langkah pada iya serta tidak, saya juga teringat cerita kayalanku dengan Dion, …… saya tercenung., ….. menginginkan cobanya, kulangkahkan kaki dengan berdebar Click,.. !!!! pintu pertama kubuka tapi kulihat seputar tak ada seseorangpun, pintu ke-2 kubuka serta, …. Darahku berdesir hebat kuluhat seseorang lelaki tegap serta cukup ganteng dengan kulit bersih menggunakan T shirt hitam serta celana pendek biru tua dia tersenyum, saya membalas kecut serta kuurungkan langkah kakiku masuk kamar itu, saya kembali duduk diruang tamu. Kunyalakan tv buat menepis kegugupanku kuganti channel per channel tapi tidak ada yang menarik mendadak, ….
” Hai,.. Saya Bandi,.. Mengapa kog tidak bercakap di dalam saja barusan kan sudah buka pintu tidak tunggulah lho, ….. ” pintanya sembari mengulurkan tangan perjumpaan.
” Eh,.. e…. Saya Awal,,.. Eh… Ah tidak kog Saya hanya pengin tahu aja”, jawabku gugup serta tanganku mulai berkeringat dingin.
Kuperhatikan berwajah ada bulu halus didagu masih tetap baru dicukur serta dadanya cukup bagian dengan tinggi tubuh sekitar 175 Cm, otot-ototnya menonjol kuat. Bandi dengan enjoy duduk disebelahku sembari turut mengawasi tv yang remotenya masih tetap ditanganku, dia paham kalau saya gugup diambilkannya saya minum susu hangat serta dia menuju ke tv diputarnya Film laser disk. Saya diam saja serta dia mulai buka penuturan basa-basi buat melemaskan keadaan.
Saya kaget 2 x karna demikian saya melihat ke tv, kulihat film porno yang diputar, di sana nampak orang kulit putih tengah asik mengisap kemaluan orang kulit hitam yang tegang serta panjang, saya risih serta malu tapi tubuhku mulai hangat terlebih ada rasa geli di sekitar pahaku, Bandi terlihat mulai lebih mendekatiku saya tidak mempedulikan mataku tetaplah kearah tv, tanpa ada kusadari saya mulai turut tenggelam serta kurasakan ada benda asing yang melekat didadaku, kulirik nyata-nyatanya tangan Bandi kutoleh dia cuma tersenyum serta menambahkan kegiatnnya. Saya diam rasakan serta dia jadi tambah berani, diselusuri leherku dengan bibirnya, … turun kebahuku, … ditariknya perlahan kaosku hingga terlihat tali Bh. ku saya tidak tahan, disofa saya direbahkan perlahan-lahan, dia lebih semangat, tanpa ada bicara dia mulai mengupas kulitku perlahan-lahan, tidak sempat kurasakan hal semacam ini diawalnya, saya seakan melayang-layang kegelian. Bandi buka sendiri kaosnya serta kulihat dada bagian itu ditumbuhi bulu halus. Dia bekerja sendiri ditariknya kaosku hingga lebih dari satu kancing lepas serta diangkat keatas sampai saat ini cuma tinggal Bh da rokku saja, tanganya kurasakan melekat sekali lagi pada susuku dipelintirnya ujung susuku serta kurasakan mengeras, dia mulai menindihku, saya terpejam kurasakan bulu-bulu halus mulai menyentuh dadaku, …Ditariknya terlepas Bhku hingga susuku yang besar seakan melompat keluar dadaku bandi terperanjat lihat besarnya susuku dengan warna kuning langsat dengan bulatan kecil coklat tua kemerahan dan putting kecil menantang mulutnyapun menuju putingku, … kurasakan lidahnya lincah bikin nafsuku mencapai puncak, putingku jadi tambah mengeras kadang-kadang kurasakan gigitan kecil giginya menggores putingku. Di atas perut kurasakan ada benda yang membonggol memojokkan hebat. Bibirku merasa habis dilumat bibirnya, hingga saya tidak dapat bernafas, saya mulai berkeringat serta, ….. Tangan kanannya mulai menuju kearah vagina, diselipkan di antara pahaku, saya tidak kuat kupeluk dia serta dia jadi tambah berani ditariknya rokku hingga lepas, ditarik perlahan-lahan celana dalamku sembari tersenyum serta dengan sigap direnggangkannya kakiku hingga dia dengan leluasa Bandi lihat memekku yang padat dengan bulu hitam keriting, tangannya mengocek memekku yang udah basah. Dimasukkannya jari tengah sedang ibu jari serta jempolnya buka jalan dengan meminggirkan rambut kemaluanku. Klentitku kaku, ……… dijilat serta disedotnya susuku hingga saya kegelian serta, ….. saat ini kurasakan mulutnya udah di atas memekku. Saya jadi tambah geli lidahnya menyapu bersih ruangan dalam memekku yang basah sembari tangan kanannya turut menunjang memainkan, …..
” Eeeeeeeh.,,,,, Bandi, …… aduuuuuh, … ” saya mengerang kegelian, tapi dia tidak peduli diteruskannya mempermainkan klentitku.
Saya udah tidak tahan, dengan berjongkok kududkkan bandi serta saya kaget lihat benda menggelantung tegak menghadap keatas (bukanlah tegak lurus seperti miliki suamiku sepertinya) disela selangkangannya. Dia cuma tersenyum memegang leher penis serta digerak-gerakkan dengan tangannya, kudekati serta kupegang, …. Alamak, ….. tanganku tidak cukup melingkar pada penisnya serta panjangnya 2 cm di bawah pusarnya. Saya geli serta taku memandangnya Hitam, … mendongak seperti pisang ambon besarnya, Kutaksir panjangnya kira-kira 19 Cm, sedang yang sempat kurasakan cuma 16 CM.
” Mengapa kog di lihatin seperti itu”,.. tanyanya
” Eh, … saya heran kog seperti gini ya, …cukup tidak ya ini lewat punyaku nanti”. Jawabku sembari tetaplah memegangnya.
Belum juga usai saya menambahkan omonganku disorongkakn ujung penisnya kemulutku, serta, … ehm, …. mulutku tidak muat menyimpan semuanya penisnya dalam, … kurasakan nikmat juga, sampai kini saya tidak sempat mirip ini, … Sedotanku keluar masuk penisnya menyembul tenggelem dalam mulutku tangannya juga tidak diam mencapai semuanya sisi badanku yang peka, saya jadi tambah terangsang. Tidak lupa juga Bola penis dua buah jadi tujuan lidahku, kurasakan ada cairan bening sedikit cukup manis serta selalu kuhisap hingga mulutku tidak sanggup sekali lagi menahan besarneragakan urutan sanggama berbagai macam dengan mani membasahi mulut wanita., (….. Tiba-tiba terlintas diingatanku kalau Saya juga akan lakukan perbuatan seperti yang di Laser Disk itu, ….. menginginkan rasakan air mani Bandi yang fresh kelak, … juga akan kuhabiskan)
” Din cobalah anda ngadep belakang serta pegangi ujung sofa itu”. Perintahnya.
Saya tidak menolah kulakukan perintahnya mendadak kurasakan penis bandi dipukul-pukulkan pada pantatku saya kegelian. Diserudukkan penisnya ke memekku dari belakang susah sekali,.. dia cobalah sekali lagi serta tidak berhasil. ” Aaaaaaah, … seret sekali ya seperti perawan” omongnya, … Saya jadi tambah tersanjung karna anakku udah 2 tapi memekku disebut seret seperti perawan. Saya berbalik ku bantu bandi dengan mengelomohi penisnya dengan ludahku tapi masih gagal menembus memekku. Kulihat Bandi tidak kehabisan akal diambilnya hand bodi serta dioles-oleskan pada penisnya yang besar serta, … perlahan-lahan masuk pada vaginaku yang kecil, kurasakan agak pedih.

” Bandi,.. sudah ah, … tidak dapat masuk lho, …terlalu besar sih”,. pintaku.
” Sebentar, … tahan dahulu ya, …ini sudah nyampai sepertiga lho”. Jawabnya sembari didesaknya vaginaku dengan penis serta, … sreeet, … sret, … sreeeeetttttt. “aaaaaUUUUUU”, … saya menjerit kurasakan penis Bandi merasa tembus ke kerongkonganku, digerak pergerakan pantatnya saya kegielian, … pada akhirnya banjir juga vaginaku serta kurasakan kesenangan waktu penis bandi maju mundur diruang vaginaku. Kadang-kadang pantatku ditepuknya buat menaikkan semangatku menggenjot penisnya, susuku dilewatkan bergelantungan berbegrak bebas sesaat tangan bandi repot memegang pinggulku memaju mundurkan pantatku. Waktu penis masuk tubuhku merasa tertusuk geli tidak karuan. Kadang-kadang juga Bandi menciumi punggungku sembari penisnya selalu bergerak keluar masuk memekku. Saya juga berupaya dengan menggerakkan pantatku kiri kanan serta penis Bandi seolah terjepit diapun mengerang kuat. Dipegangnya susuku kuat-kuat serta ditarik masukan penis besar itu berulang hingga saya kelelahan.
” Aaaahhhhhh, ….. Awal, … saya ingin keluar nih, ……”. Erangnya.
” Sebentar ya, ……” Kuatrik penis Bandi serta tidak kusia-siakan, kumasukkan sekali lagi dalam mulutku sembari kugerakkan maju mundur tanganku, serta dia jadi tambah kegelian, selang beberapa saat, …. Sreeet,.. Sreeet, … Sreeettt,.. kurasakan mulutku penuh dengan tumpahan air manu bandi, fresh berasa, … kubersihkan penis bandi dengan mulut serta lidahku dari air maninya, ….. dipegangnya kepalaku seolah dia tidak ingin saya buang maninya keluar. Dan, … Bandi tergeletak kelelahan dengan keringat yang mengagumkan.
Kubersihkan diriku serta kulihat Bandi masih tetap istirahat dengan telanjang. Kuciumi badan Bandi (saat ini saya tidak malu sekali lagi) perlahan-lahan dia tersenyum serta kulihat penisnya mengecil lemas, … kupegang, … remas perlahan-lahan serta saya masih tetap kurang kelihatannya,.. mulutku dengan sigap melahap penis bandi yang lemas itu, dalam keadaan lemas, masuk semuanya sisi penis kemulutku, selalu kupermainkan seperti dalam LD yang diputar Bandi barusan. Selang beberapa saat mulutku udah tidak muat menyimpan penis bandi buat kukulum, … pada akhirnya kurelakan beberapa batang penis bandi keluar dari mulutku. Bandipun mulai bangun serta aggresif, … diusapnya vaginaku yang udah kucuci serta mulai basah oleh tangannya. Bandi berbalik menciumi vaginaku sesaat saya menciumi penisnya yang lebih mengeras (posis 69), … bandi lebih menggila dimasukkan semuanya sisi lidahnya ke vaginaku saya menjerit kegelian.
Bandi mengubah urutan diletakkan badannya di atas karpet serta diangkatnya badanku menindihnya, … penis Bandi ditutuntun menuju lubang kemaluanku serta,.. tanpa ada ampun sekali lagi kemaluanku diucek-ucek oleh penisnya, …. Kurasakan penis bandi tidak masuk semua atau memanglah vaginanku yang dangkal saya tidak tahu, yang ada pada benakku saat ini cuma nafsu serta nafsu saja, …. . Kugerakkan naik turun pantatku menduduku pahanya sesaat vaginaku repot melahap penis bandi yang kekar serta angkuh itu. Tangan bandi kadang-kadang mengucek susuku tidak kuhiraupan karna enaknya tidak seberapa ketimbang dengan penisnya yang isi penuh vaginaku. Kurebahkan badanku karna payah sembari kulumat bibir bandi yang selalu mengerang itu, … serta selalu kugoyang pantat sama sesuai irama nafsuku, … bandipun sekian. Saya mulai rasakan vaginaku jadi tambah longgar karna becek basah serta geliku mencapai puncak, … Kugigit dada bandi kuat-kuat buat menahan kenikmatan serta berbarengan dengan itu juga kudengar erangan bandi yang mengatakan kalau air maninya juga akan tumpah, … Kupercepat menggoyang pantat karna saya tidak ingin menyia-nyiakan kondisi ini saya menginginkan kenikmatan maksimum, ……
Dan, …….. Aaaaaaaahhhhhhhhh, …… Sreeeeet, …. Sreeetttt, … sreet, ….. Kurasakan ada aliran hangat menyemprot vaginaku serta merasa penuh, …. Bandi masih tetap mengerang hebat saya gigit dadnya lagi sembari kucakar punggungnya buat menahan kesenangan yang tidak ada taranya ini. Kuangkat pantatku pelan-pelan serta masih tetap kulihat sisa-sisa kemelut dipenis bandi. Kuraih penis itu serta kubersihkan kembali dengan mulut mungilku yang serakah tidak ada habisnya lihat penis tegang besar serta keras itu.
Bandipun tersenyum senang seperti saya, ciuman mesranya mendarat dujung bibirku, serta diapun tidak ingin ketinggal menyeka vaginaku dengan lidahnya, … akupun geli. Tidak merasa hari udah siang.
Selang beberapa saat saya pamit serta saya jadi keterusan ikuti acara ibu-ibu itu dengan berpindah-ganti pasangan yang hebat. Sedang hubunganku dengan suami tetaplah tidak terganggu karna suamiku tidak sempat minta yang aneh-aneh, … jadi asal saya terlentang dia masuk, … kocek – kocek sebentar usai. Untuk kenikmatan yang lain saya peroleh dari yang beda.

Sejak hubungan sexku dengan si Bandi, saya jadi beralih perlakuanku kepada suami, mungkin saja disebabkan rasa bersalah yang dalam atau saya takut ketahuan tindakanku di ketahui olehnya. Aktivitasku senam tetap masih jalan tapi jadwal kurubah supaya dapat menghindar dari grup ibu-ibu yang sudah mengajakku arisan bln. tempo hari. Kalau pernah berjumpa serta mereka mengajakku buat berkumpul selesai senam saya menyebutkan kalau sekarang ini saya dijemput suamiku, serta sampai kini mereka tidak mencurigai kelakuanku jauhi mereka.

Hubungan sexku dengan suami memanglah tidak seberapa menggembirakan tapi saya melakukan tindakan lebih agresif buat memperoleh kenikmatan tapi tetap dalam batas lumrah supaya suamiku tidak mencurigai kondisiku. Saya memanglah berupaya tidak untuk jalankan aktivitas seks di luar suamiku, andaikan gairahku mencapai puncak serta hebat saya juga akan melarikan dengan aktivitas yang kuanggap baik serta positif. Seperti sore hari ini, suamiku belum juga datang serta saya kelihatan tegang, kuhibur diriku dengan mengajak anakku ke toko buku buat beli kepentingan sekolahnya keesokan hari.

Saya masuk kamar buat berpindah busana yang layak, dimuka kaca kupagut pagut diriku, kulihat lekuk badanku masih tetap cukup prima diusia yang udah tidak bisa disebutkan muda sekali lagi. Perlahan-lahan kubuka perlahan-lahan dasterku serta kulihat payudaraku tidak kalah dengan perawan-perawan yang ada, kuselusuri perlahan-lahan dengan tanganku, serta berhenti pada ujung payudara yang kelihatan gelap coklat tua, kupelintir perlahan-lahan, tampil rasa yg tidak terkira, mendadak tampil bayangan lelaki yang tidak kukenal dengan tangan yang kuat merengkuh serta melingkarkan tanganya dari belakang, saya jadi tambah bergairah.
Tangan lelaki itu turun kebawah serta berhenti pas pada celana dalam hitam milikku, disentaknya kuat-kuat celana sampai robek serta dengan cekatan tangannya menyelusuri liang kemaluanku, saya menggerinjal kuat serta mendesah, mendadak, ……..
“Ma, … Mama, …. Jadi tidak ma ke toko buku, kog lama sangat sich, …….. ”. berbarengan dengan nada itu hilang semuanya bayangan serta saya jadi tersadar kalau saya cuma berkhayal serta gairahku udah mencapai puncak, cepat kukemasi serta kurapikan diriku sembari menjawab ketukan anakku kalau sebentar sekali lagi saya siap. Kukenakan kaos kuning gading kontras sekali dengan BH ku yang coklat sehinggak kelihatan garis hitam melingkar pada payudaraku yang ranum. Dengan dipadukan celana Streach menempel pada pahaku yang tahap, kuperhatikan lagi dikaca udah cukup layak serta kulihat payudaraku seolah ingin melompat keluar, serta saya percaya kalau siapa saja yang lihat tentu tidak keberatan buat menjamahnya, saya sukai itu.
Kukeluarkan mobil dari garasi serta segera menuju toko buku yg dikehendaki. Sesudah memberitahukan kalau kelak saya menanti di bagian majalah, Anakku lari menuju tempat perlengkapan yg diperlukan, Saya memerhatikan satu persatu pengunjung yg mendekati counter majalah sembari mataku tidak terlepas dari majalah Popular yg kupegang. Kuperhatikan dimajalah itu ada sesosok lelaki yg cukup tampan dengan baju renang yg memperlihatkan benjolan otot kemaluannya, saya jadi memerah. Tidak seberapa jauh kuperhatikan sepasang anak muda yg lagi tengah pacaran dengan tangan lelaki melingkar mesra pada pinggang wanita, … serta, …. Sreeeet, saya beradu pandang dengan silelaki, …. Matanya kuat melihat serta tajam seolah merobek kaosku. Kualihkan mataku pada majalah serta waktu saya melirik sekali lagi, mata tajam itu masihlah menatapku tajam terlebih waktu kulihat siwanita asik membungkuk pilih buku. Tidak seberapa lama kuperhatikan siwanita turun pada lantai bawah serta lelaki sendirian, di luar sangkaan anak muda itu berani mendekat serta menyapaku “……Hai, ……”, saya cuma tertegun lihat keberaniannya tanpa ada kujawab sapaanya. Dia kembali ke tempatnya, serta tidak lama setalah itu siwanita telah ada didekatnya sekali lagi. Saya jadi risih serta cepat-cepat saya turun mencari anaku. Saat turunpun kulirik matanya yg tajam terus menatapku.
Sesampai di rumah, kulihat suamiku telah datang, anakku repot membongkar belajaannya serta suamiku senyum mendengar ceritanya belanja.
“Oh iya ma, …. barusan saya nyalakan AC kog gak dapat, serta sudah kulaporkan pada dealernya besok juga akan direparasi, …….. ” lapor suamiku sembari bibirnya disumbat rokok. Saya cuma mengiyakan saja karna saya memanglah tidak sering menghidupkan Ac bila memanglah tidak kegerahan. Sesudah makan malam saya segera masuk kamar, kuganti bajuku dengan daster warna hijau muda kegemaran suamiku, kusengaja tali dibahu sedikit kendor, rupanya suamiku tahu hasratku, waktu naik ketempat tidur serta masuk selimut, tangan suamiku segera mendekap payudaraku, saya menggelinjang serta tidak seberapa lama kurasakan suamiku menindihku dengan ganas serta secara cepat penisnya disorongkan pada memekku saya rasakan memekku penuh oleh penisnya serta belum juga pernah saya turut goyang lama kurasakan semprotan kecil keluar dari penis suamiku, duganya permainan malam itu selesai cukup cepat. Kulihat suamiku terlelap kenikmatan, sedang saya cuma separuh saja, permainan belum juga selesai selesai.
Dengan memanfaatkan hem cukup panjang buat tutup paha, saya mengantar suami serta anakku pergi kesekolah serta kantor, saya tutup garasi serta menuju pintu area tamu. Saya kaget mendengar nada bel tempat tinggal berbunyi, cepat saya bergegas menuju area tamu, saya menganggap suamiku kembali ada barang yg ketinggal. Demikian pintu kubuka begitu terkejutnya saya, berdiri sorang lelaki muda dengan baju kerja ketelpack warna biru dengan nama perusahaan spesifik. Saya tertegun 2 x karna anak muda yg berdiri didepanku speretinya telah saya kenal. Dia mengulurkan tangan serta mengatakan namanya “Freddy”, belum juga pernah saya membalas namanya, dia telah bercerita kalau tempo hari sore sudah berjumpa denganku ditoko buku, saya jadi teringat, duganya si Fredy tempo hari yg pernah dengan pacarnya serta menyapaku, saya jadi salah tingkah.
“Maaf bu, perusahaan kami ditelepon sama pak Andrian kalau Ac nya rusak, serta saya yg ditugaskan buat membenarkan di sini, …” tuturnya sembari matanya tidak terlepas melihat semua badanku yg masihlah awut-awutan. Saya menyuruh dia duduk dahulu sambli bergegas saya masuk area buat ganti baju. Hilang ingatan mengapa semua jadi serba kebetulan begini. Anaka muda itu tidak tampan tapi tatapan matanya tajam seolah membelah bajuku ini. Saya jadi ditantang buat memperlihatkan keberaniannya tempo hari. Kukenakan kaos tempo hari dipadukan dengan span yg cukup pendek memamerkan tungkaiku yg panjang.
Saat saya keluar serta jalan keruang tamu kuperhatikan mata Fredy tidak terlepas dari badanku, berani juga anak ini. Saya duduk dimuka Fredy sembari kusilangkan kakiku serta mata frey juga ikuti langkah kakiku waktu bersilang, saya percaya dia juga akan dapat lihat i98bagaian yg terdalam milikku, saya jadi makin sukai. Setelah basa-basi sebentar, kupersilahkan Fredy buat membongkar Ac yg rusak dikamar tidurku. Rupanya dia juga pintar memberikan pujian pada sampai membuatku makin tersanjung dengan menyampaikan penyusunan kamar tidurku rapi serta warnanya cocok, buat orang kerasan buat tidur terlalu lama. Akupun tidak merasa mulai tenggelam serta duduk di pinggir kasur memerhatikan kerjanya. Mata Fredy kadang-kadang melirik kearah dadaku lalu turun pada pahaku yg kubiarkan sedikit terbukan karna rokku cukup pendek. Untuk buat situasi lebih gayeng kucoba mengingatkannya dengan berkata, …….
“Kog dik Fredy bila lihat saya sesuai sama itu sich, … saya jadi takut, … kan dik Fredy telah punyai pacar, … sama kan dengan pacar dik Fredy, ….. ” Fredy cuma terseyum saja serta berkata, ….
“Ehhhhh, … maaf nyonya, … saya tidak berniat, … eeeeee” tuturnya terbata-bata serta matanya kembali bertabrakan denganku.
“Eeeee apa dik, …” tanyaku menyelidik sembari senyum.
“Abis tubuh nyonya sintal sekali walaupun sebenarnya nyonya telah dikaruniai anak”, jawab seenaknya.
“Jangan panggil nyonya ya, … mbak saja cukup, …. ” Pintaku
“Iya nyonya, …. Eh mbak, ….. ” jenisnya melucu.
“Kalau apel sama pacarnya, … setiap malem ya,.. wah asyiiik dong,.. ” kataku mulai menggoda.
“Ah tak nyonya,.. mbak, …. Yach paling-paling 3 atau empat hari sekali,.. ” jawabnya.
“Terus, ……. ngapain saja dik Frey bila apel, ”…. Tanyaku sembari senyum.
“Yach, … mbak kan lebih pengalaman dari saya, masak ingin diceritain, …”, tuturnya sembari senyum penuh makna, serta saya lebih menggoda dengan membuat perubahan tempat dudukku. Serta, …. Mata itu selalu ikuti pergerakanku.
“Eh kog dik Fredy dilewatkan saja ya,.. sebentar ya tidak buatkan sarapan pagi agar enak” pintaku sembari bergerak menuju dapur.
“Oh gak usah mbak, ditemani mbak begini saja saya telah kenyang kog,.. terlebih …”
“Apalagi apa dik, … mari lanjutkan, ” pintaku sembari melirik. Saya selalu menuju dapur serta Fredy masihlah repot membongkar AC dikamar. Didapur saya tidak jelas apa yg kumasak, karna dari perbincangan itu gairahku mulai terlihat dengan jenis serta keberaniannya. Saya cuma duduk menghadap kompor sembari melamun memikirkan Si Fredy yg nakal. Kubayangkan bagaimana matanya yg hitam menelusuri badanku, saya jadi berkeringat, serta, …. Saya terperanjat waktu kurasakan ada tangan memelukku lembut dari belakang, waktu saya melihat kudengan dia berbisik, ……. “Apalagi bisa sarapan dengan badan Mbak yg sintal ini, ” tuturnya sembari mempererat pelukannya. Saya reflek bergerak menghindar berbalik serta di luar sangkaan bibir Fredy menyambar cepat bibirku. Menempel erat, saya memberontak dengan mendorong dadanya menjauh, makin kuat saya mendorong, makin kuat juga bibirnya melekat, saya selalu mengupayakan tapi dia tambah bisa mengupas bibirku dengan lihay. Pada akhirnya perlahan-lahan tubuhku lemas rasakan hebatnya ciuman Fredy, sama sesuai iramanya saya tenggelam waktu lidah melilit pada lidahku. Saat ini akau bertemu pasrah dengan dada melekat dadanya, tidak bagian kurasakan tapi cukup menyimpan semuanya payudaraku bertumpu leluasa. Kurasakan tangannya mulai menyelusuri punggungku serta pantatku tidak luput dari belaian. Dua pantatku dilingkup dengan ke dua tangannya serta diangkan perlahan-lahan, aneh memanglah, waktu tangan mengangkat pantatku, kurasakan ada desiran gairah makin besar, saya makin pasrah. Fredy menarik keatas kaosku hingga sisi atas badanku cuma tertutup BH Fredy melihat tidak berkedip. Diciuminya leher, sesaat tanganya mengucek-ucek dengan nafsu payudaraku. Ujung payudaraku tidak luput dari usapan tangannya. Warna Coklat tua melingkar direngkuh serta dipelintir nyaman, saya kegelian serta kurasakan memekku mulai berair banyak. Dibaliknya tubuhku hingga membelakangi dia serta mulutnya mengupas punggunguku senti untuk senti. Giginya buka pengait BH serta demikian BH terbuka payudaraku digapai dari belakang serta mulutnya selalu menyelusuri pinggang serta pinggulku. Saat ini mulutnya turun menguliti rok Spanku serta semua terbuka tinggal CD saja. Tubuhku di balik kembali hingga bertemu, diangkatnya diriku serta didudukkan pada samping kompor. Saya cuma diam serta terpejam rasakan perlakuannya. Cdku ditarik serta dipisahkan dari selangkanganku. Saya terus terpejam serta di luar sangkaan, kurasakan lidah Fredy mulai menggelitik memekku, … Saya mendesah hebat waktu lidahnya yg panas penuh masuk menjalari dinding memekku yg mulai basah. Kudengan hisapannya rakus mengisap memekku yg basah serta memerah. Kuucek kepala Fredy yg maju mundur tutup memekku, saya tidak kuat, kurasakan terdapatnya air yg makin membanjiri memekku. Mendadak Fredy menarik mulutnya dari memekku serta berdiri, saya melihat dengan pasrah. Kulihat Fredy mulai memprotoli ketelpacknya cuma tinggal CD bertuliskan Crocodile berwarna kuning serta kulihat otot penisnya telah menggelembung. Fredy menarik kertas tissiu dari meja makan serta berjongkok mengelap memekku yg basah, sesudah di rasa kering, dimasukkan sekali lagi tangannya mengungkap rambutku yg lebat serta cepat-cepat disorongkan mulutnya dengan gesit menelusuri sekali lagi semua memekku, … Hilang ingatan, …. “Eeeeeeezzzzzhhhhsssssssss gghhhhhzzzzzzzzz, …” eranganku makin tidak ketemu makna, tapi Fredy malah lebih giat menjilati memekku. Kurasakan Clitku digigit kecil serta ditarik dengan jarinya. Saya tidak kerasan lihat perlakuannya dengan keras kutarik kepala Fredy menjauh memekku serta saya berdiri bertemu dengannya. Kupegang penidnya dari luar CD serta kurasakan kekakuan yg hebat. Tanganku menyelusuri CD serta kusentuh lembut penis Fredy, dia menggeliat. Kutarik Cdnya paksa serta terlihat penisnya melompat keluar. Kemaluan fredi tidak besar, tapi kaku. Kuusap-usap dengan jempolku serta ujung penisnya mulai berair bening. Fredy memandangku dengan senyum saya jelas. Saya berjongkok perlahan-lahan serta kusorongkan mulut mungilku mengecup penisnya, … serta, …. Dengan lahap perlahan-lahan perlahan kumasukkan semua batag penis Fredy dalam mulutku. Di luar digaan kulihat lutut Fredy gemetaran terima perlakuanku. Saya makin semangat. Hisapanku berhasil keluarkan suaran erangan dari mulut Fredy yg tidak kumengeri mempunyai arti. Kujilat semua sisi penis tanpa ada tersisa. Tanganku yg kanan memengang batang penis sesaat tanganku yg kiri kupergunakan buat mengucek memekku sendiri supaya birahiku capai puncak. Bulu-bulu penis fredi beradu dengan hidungku, saya geli “Mbak, …zzzzzzzzzsssssssssssttt tghffffffffff”. Saya tik mempedulikan erangan gairahnya, tidak berapakah lama saya mengisap serta mengulum penisnya, Fredy menyampaikan, …”Mbak, ……aku ingin keluar, …ssssss”. Saya tidak mempedulikan makin kukocok penis Fredy dengan mulutku, mendadak, ….. ”sreeeeet, ….. sreeeeeet, ……sreeeetttttt” kurasakan ada semprotan kuat keluar dari penis Fredy rasa-rasanya asin gurih, segera menuju tonggorokanku. Saya segera menelan tanpa ada sisa, sembari selalu kuhisap kulihat Fredy makin tidak karuan. Kurasakan sisa-sisa sperma Fredy keluar waktu hisapanku kuat pada ujung lubang penisnya, kuhisap selalu serta selalu hingga pada akhirnya penis Fredy tidak dapat sekali lagi berdiri. Saya duduk serta menggantungkan diri pada bahunya, Fredy diam saja, sekitaran 3 menit kami sama sama diam serta kulihat Fredy mulai memelukku, saya diam saja serta tanganya kembali beraksi, … hilang ingatan nih anak. Kutoleh dia cuma tersenyum serta tanpa ada menanti saat sekali lagi segera kududukkan Fredy dilantai bawah serta kuambil sekali lagi penisnya yg masihlah lemas, …. Kukocok serta mulutku mulai beraksi, di luar sangkaan demikian penisnya tertempel bibirku segera tegak menantang, …. Kuemut selalu serta kukocok, Fredy lebih bergairah. Fredy menarik mulutku menjauhi penisnya. Saya diterlentangkan dilantai, kurasakan punggungku dingin tapi jilatan Fredy pada semua badanku sisi depan bisa menghangatkan lantai. Dibukanya selangkanganku lebar-lebar serta tangan Fredy lincah menari menunggui memekku yg telah basah. Mulut Fredy seolah tidak capek mengelomoh serta mengupas habis memekku yg memerah serta kurasakan Clitku mulai kaku. Sesudah kurasakan hisapan yg dasyat serta memekku makin basah Fredy berdiri serta membalik tubuhku sampai tengkurap. Saat tengkurap ditariknya pinggulku menuju tubuhnya hingga ke dua sikuku meenempel dilantai serta ke dua lututku di buat berjauhan, saya menungging pasrah. Dari belakang kurasakan Fredy menggila menjilati memekku yg nampak merekah. Fredy menjauh serta kurasakan desahan nafasnya jadi membesar. Saya terperanjat memekku digeser-geser dengan penisnya, kuarahkan pantatku kebelakang serta Fredy menghindari penisnya dari memekku, dia menggoda serta saya jadi penasaran menginginkan rasakan penisnya.
Kurasakan penis Fredy saat ini mulai mendorong memekku dari belakang serta, … terpeleset, kurasakan Fredy kesusahan mengepas penis serta memekku. Saat ini ujung penis itu sudah pas pada lubang memekku, perlahan-lahan serta tentu pergerakan Fredy maju sedikit untuk sedikit menuju dinding memekku. Saya menanti serta kurasakan gesekan perlahan-lahan itu mengundang sensasi yg hebat pada badanku. Saat penis Fredy seudah semuanya isi memekku, Fredy diam sebentar sembari membelai-belai pinggungku yg bulat. Saya rasakan semua, dicengekeramnya pinggangku kuatkuat serta Fredy mulai bergerak maju mundur membelah memekku. Saya menyeimbangi dengan memutar mutar pantatku seperti penari perut, frey menyeimbangi dengan sodokan-sodokan gilanya. Pinggulku dipakainya jadi setir, kalau menginginkan pergerakan lambat, ditariknya pinggulku kuat-kuat hingga saya tidak dapat bergerak demikian juga demikian sebaliknya, aneh sekali saya nikmati penuh permainannya. Kurasakan telur penis Fredy menghantam pantatku samping bawah waktu penisnya masuk keseluruhan pada memekku. Pantatku selalu bergerak serta penis Fredy tidak tinggal diam, semuanya tenaga saya kerahkan buat memperolah kenikmatan maximum, selang bebarapa waktu di mana saya sudah banyak alami orgasme, Fredy berteriak ingin kelar spermanya, … saya menyebutkan mengeluarkan saja seenaknya, …. Saya percepat pergerakan serta anehnya Fredy menahan pinggulku kuat-kuat, dia bergerak maju munderu perlahan-lahan, saya menyeimbangi serta, … Fredy berhenti sembari menancapkan kuat-kuat penisnya dimemekku, ….. Cruoooottttttttttt, ….. cruuuooo ooot, ……. cruoooottttt, …. Saya rasakan suatu hal yg tidak bisa kulukiskan dengan terang, kesenangan serta kesenangan yg tdk ada duanya. Fredy masihlah menancapkan kuata-kuat penisnya, tangan Fredy mendukung mengelus memekku, gabungan ini yg begitu membuatku terasa selangit. Fredy menarik penisnya keluar memekku, kulihat sperma Fredy turut tumpah waktu penisnya menjulur keluar. Saya berbalik, kupegang penis Fredy yg 1/2 tegang, kubersihkan dengan mulutku, kutarik ulur Fredy kegelian, dia cuma meringis serta mengelus rambutku. Sesudah bersih, kueluarkan penis Fredy yg makin mengecil, lucu.

Fredy bergegas kekamar mandi lalu menggunakan kembali ketelpacknya, kupeluk dia serta kuberikan kecupan mesra tidak ada tara. Fredy kembali bekerja serta saya mandi diruang tidur tempat Fredy bekerja. Kubiarkan Fredy membenarkan Ac sembari nikmati badanku yang telanjang waktu mandi. Saya berniat cuma tutup dengan kelambu transaparan. Fredy berhenti sesaat turut menolong menyabuni diriku serta tanganya tidak terlepas dari memekku. Dikatakan kalau memekku tidak kalah dengan perawan saat ini, … Hilang ingatan, ………….. Payudaraku yang kenyal juga jadi tujuan remasan tanganya. Pentilku mengejang tapi Fredy melepas.
Selesai mandi kami makan mie instant berdua serta saya menyuruh Fredy tidak untuk menuntaskan pekerjaan hari ini, biar besok dia datang kembali, Fredy sepakat. Hari ke-2 saya berniat memberi servis keseluruhan pada Fredy tanpa ada sangsi serta malu kembali, Fredy menyongsong dengan bahagia. Sesudah peristiwa itu, saya setuju dengan Fredy tidak untuk bersua kembali karna keadaan dia serta saya berlainan, serta Fredy dengan sabar serta tahu ingin terima seluruhnya. Kuberikan biaya yang lebih buat dua hari menservis Ac ku luar dalam serta Fredy menerimanya.

Baca Juga : Vagina Istri Tetangga Memang Selalu Lebih Nikmat

Artikel Menarik Lain

Shares 0
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *