Bunga99 agen bola online
Tukar Pasangan dengan Pembantu Ku

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Tukar Pasangan dengan Pembantu Ku

Cerita Dewasa Indonesia Cerita Panas Cerita 18 Tahun Cerita Lendir. Tukar Pasangan dengan Pembantu Ku. Sesampainya dirumah sesudah terbang sana terbang sini di sebagian kota masih tetap di Pulau Jawa ataupun di Pulau Kalimantan serta Sulawesi sepanjang 7 minggu ini untuk masalah usaha kayu serta hasil-hasil bumi yang lain, tubuhku mulai alami letih serta capek mengagumkan. Namun dengan psikologis malah demikian sebaliknya, saya mulai bisa rasakan situasi santai serta tentram. Terasa at home serta menginginkan selekasnya menjumpai eks kekasihku, sang isteri terkasih. Hal semacam ini cukup menolong keseimbangan diriku maka tidak membuatku alami senewen.

Tukar Pasangan dengan Pembantu Ku

Karna penerbangan yg kuambil yaitu sore jam 6 dari Surabaya, jadi masih tetap sore juga sekitaran jam 7. 30 saya telah mendarat serta lantas 1/2 jam lantas dengan memakai layanan taksi saya telah menjejakkan kaki di halaman rumahku di bilangan Slipi. Jalan raya tidak macet karna ini hari Minggu.

Dari luar ruangan tamu terlihat jelas disinari lampu, bermakna isteriku berada di tempat tinggal. Dirumah kami tinggal 4 orang saja. Saya yg berumur 38, isteriku 31, pembantu lelaki 52, serta pembantu wanita 44. Oh ya, sesudah 9 th. menikah kami belum juga dikarunia anak. Jadi makin menjadi-jadilah diriku menggunakan saat mengurusi usaha karna belumlah ada masalah beda yg butuh perhatianku. Syukurlah sampai kini bisnisku lancar-lancar saja demikian juga perkawinan kami.

Saat akan kupencet bel kuurungkan siapa tahu pintu tidak dikunci. Barusan gerbang depan dibukakan oleh pembantu wanitaku karna kebetulan dia cocok sekali lagi pengin keluar untuk buang sampah. Setelahnya dia kembali pada kamarnya yg terdapat di samping kiri bangunan paling utama. Pembantu-pembantuku kubuatkan kamar diluar. Ukuran rumahku cukup besar dengan masih tetap ditambah tanah yg lumayan luas yg kubuat jadi taman nyaris melingkari bangunan tempat tinggal terkecuali bagian kiri karna kepotong kamar-kamar pembantu serta jalan samping. Dari gerbang depan ke pintu kurang lebih capai 25 mtr..

Benar, pintu tidak dikunci serta saya masuk dengan senyap untuk membikin isteriku kaget. Saya sukai sekali dengan permainan kaget-kagetan begini. Umumnya isteriku sukai terpekik lantas menghambur ke pelukanku serta disertai dengan ciuman bertubi-tubi. Itulah makanan rohaniku. Serta itu seringkali berlangsung karna saya seringkali melancong kurun waktu lama juga, rekorku sempat hingga 3 bln. baru pulang. Pada awal perkawinan kami tidak demikianlah, tapi 5 th. akhir-akhir ini yah demikianlah. Dampaknya yaitu kehidupan sex kami mulai alami penurunan mencolok frekwensinya ataupun mutunya.

Kesempatan ini saya menangkap situasi beda. Memanglah umumnya saat sebelum pulang saya memberitahu isteriku kalau dalam 2 hingga 5 hari akan pulang. Berniat kesempatan ini saya tidak memberi kabar supaya lebih dahsyat pekikan-pekikan kangen isteriku itu. Di ruangan tamu TV menyala agak keras. Lalu saya menuju dapur mengendap-endap siapa tahu isteriku disana serta sekalian pengin ambil air putih. Tidak ada. Ah mungkin saja sekali lagi tidur kemungkinan di kamar fikirku. Kuletakkan tas koperku diatas meja makan lantas saya ambil sebotol air dingin di kulkas. Kuletakkan pantatku diatas kursi sembari minum. Kuambil sebatang rokok lantas kunyalakan. Ada sekitaran 5 menit kunikmati asap-asap toksin itu saat sebelum pada akhirnya kuputuskan untuk naik ke lantai 2 dimana kamar tidur kami ada.

Tukar Pasangan dengan Pembantu Ku

Pelan-pelan kunaiki tangga. Perlahan sekali kubuka pintu, tapi cuma seukuran 1/2 kepala. Saya menginginkan mengintip aktivitas isteriku di kamar khusus kami. Apakah sekali lagi lelap dengan pose yg aduhai. Atau mungkin sekali lagi mematut diri di cermin. Atau mungkin sekali lagi.. Upss!! Berdebar jantungku.

Dalam keremangan lampu kamar (kamar lampuku dapat disetel tingkat keterangannya demikian rupa) kulihat ada 2 manusia. Terang diantara satu sosoknya yaitu isteriku, tidak mungkin saya pangling. Dia sekali lagi mengangkangi seorang. Tempat kepalanya terlihat seperti di sekitaran kemaluan lawannya. Perasaanku mulai alami kekacauan. Susah kudefinisikan. Geram. Kaget. Bingung. Bahkan juga penasaran. Apa yg tengah berjalan dimuka mataku ini? Kepala isteriku terlihat naik turun secara teratur dengan ditingkahi suara-suara lenguhan tertahan seseorang pria yg menjemput kesenangan seksual. Mungkin saja karena sangat asyiknya mereka berolah asmara terkuaknya pintu tidak mereka sadari.

Tiba-tiba perasaan aneh menjalari diriku. Darahku berdesir perlahan serta semakin kencang. Rasa penasaranku telah mulai di gabungaduki dengan gairah kelelakianku yg membangkit. Ini lebih dahsyat dari pada saksikan film-film bokep terpanas meskipun. Kesadaran diriku juga lenyap tak tahu kemana kalau yg dimuka mataku yaitu isteriku dengan pria yg tentunya bukanlah diriku. Saat ini saya lebih menginginkan melihat adegan ini hingga selesai. Kontolku mulai mengejang. Tempat mereka mulai berbalik. Isteriku ambil tempat dibawah sesaat lawannya ganti di atasnya. Persis sama dengan barusan cuma saja saat ini nampaknya memek isteriku yg jadikan tujuan. Saya makin ngaceng.

Tukar Pasangan dengan Pembantu Ku

“Ohh.. Sshh…” nada desisan isteriku berulangkali.

Telaten sekali si pria (saya telah menangkap sosok lawannya dengan terang yaitu pria) maka isteriku mulai bergerak meliuk-liuk serta menengadahkan kepalanya berulang-kali.

“Uuhh.. Eehhss.. Teruss jilatthh.. Pak Minnh.. Ahh.. Uffh.. ”.

Plong rasa dadaku untuk pada akhirnya temukan jati diri sang pemeran pria. Mr. Karmin pembantu priaku yg tua itu. Wah.. Wah.. Pantesan barusan saya agak mengetahui sosoknya. Belum juga pernah saya banyak berfikir kesadaranku disedot kembali oleh suara-suara kesetanan isteriku dari kerja hasil persetubuhan itu.

“Yyaahh.. Teruss.. Teruss.. Aahh.. Tusukk.. Tuussuukkhin liidaahhmu Pak.. Yaahh beegittu.. Oohh.. ”

Makin binal kepala isteriku tergolek sana sini. Nampaknya dia telah ada di awang-awang kesenangan. Saya juga makin alami gairah maka tanpa ada sadar tanganku mulai meremas-remas burungku sendiri.

“Ahh…”

Tukar Pasangan dengan Pembantu Ku

Ah isteriku pada akhirnya jebol juga. Saya tahu itu. Namun kelihatannya Pak Karmin masih tetap melanjutkan aktivitasnya. Sebentar lantas kaki isteriku diangkatnya ke ke-2 bahunya yg bagian serta kekar itu (biarpun telah tua namun tubuh pembantuku masih tetap gagah karena pekerjaannya yg dengan fisik memerlukan kemampuan). Dimainkan jari-jarinya di liang memek isteriku. Lenguhan-lenguhan isteriku kembali terdengar. Makin kencang kocokan jari Pak Karmin pada memek isteriku. Dengan menggelinjang mengangkat-ngangkat paha isteriku kembali di buat mabuk kepayang. Pada akhirnya kulihat batang kemaluan Mr. Karmin telah diarahkan ke lobang kemaluan isteriku. Busseett gede juga nih miliki si tua bangka. Makin menggelegak gairahku saat memikirkan bagaimana memek isteriku akan dihujami oleh benda sebesar itu.

Bless. Masuk. Gleg ludahku tertelan.

“Oohh.. Eyaahh.. Eenaakk.. Paakk.. ”.

Pelan-pelan dipompanya memek isteriku dengan godam si Mr. Karmin. Mulai menggila kembali goyangan pantat isteriku melayani rangsekan-rangsekan si batang besar itu.

“Geennjoott.. Yaahh.. Genjoott.. Oohh.. Ennakk Banngeett.. Oohh.. ”

Saya menyaksikkan tubuh isteriku terhentak-hentak naik turun karena sodokan-sodokan yg bertenaga itu. Tangan Mr. Karmin tidak tinggal diam menyenggamai buah dada isteriku yg sudah menjulang tegak. Wuuhh hilang ingatan, dahsyat sekali panorama yg kusaksikan ini. Sesudah nyaris 10 menit diangkatlah tubuh isteriku serta dibalikkannya jadi tempat menungging.

Gaya anjing rupanya juga di kenal oleh Si Tua ini. Kembali liang memek isteriku dihunjam dari arah belakang. Konsistensi pergerakan kontol yg maju mundur itu bersama-sama lenguhan-lenguhan isteriku makin kobarkan keinginanku.

Tukar Pasangan dengan Pembantu Ku

“Ahh.. Aahh.. Ssooddooghh.. Kuaatt.. Kuat.. Paakkhh, oohh.. Giillaa.. ”

Pompaan Mr. Karmin makin lama di buat makin bertenaga serta makin cepat.

“Oo hh.. Yaa.. Beggiittuu.. Teruss.. Paakkhh.. ”

Kupikir bakalan usai eh nyatanya isteriku saat ini diperintah berdiri, Mr. Karmin menyetubuhinya sembari berdiri. Tanpa ada sadar saya melihat ke lantai bawah nyatanya si Pembantu Wanita memergokiku tengah mengintip. Karna jengah atau bagaimana Mrs. Karmin merona mukanya lantas menyingkir ke belakang dengan tergesa. Pembantuku yaitu suami isteri.

“Yaahh.. Terruuss.. Mauuhh.. Keelluaarr.. Nihh Paakkh.. ”
“Aku sebentar laggii.. Juuggaa.. Ibbuu.. ”
“Baarrenng.. Yaahh.. Paakkh.. Ohh.. Ohh.. Yaahh.. Uuddaahh”

Sembari mengejang-ngejang keduanya melepas energi paling akhir serta paling besar yg diiringi ledakan kesenangan mengagumkan. Mr. Karmin pada akhirnya jebol juga pertahanannya. Begitu adegan usai saya dengan perlahan-lahan sekali tutup pintunya. Kuturuni perlahan-lahan tangga menuju dapur kembali. Celanaku masih tetap padat mnggembung tidak terkira. Saya senewen menginginkan menyelesaikan keinginanku.

Tukar Pasangan dengan Pembantu Ku

Saat hingga dapur kulihat Mrs. Karmin tengah duduk termangu. Kami sama sama memandang dalam kondisi bingung serta resah. Kudekati dia saat mulai terisak-isak meneteskan air mata, menginginkan kutenangkan hatinya. Mungkin saja peristiwa barusan sudah berkali kali berjalan sepanjang saya tidak dirumah.

“Sudah seringkali kejadianya Mbok? ” tanyaku. Dia mengangguk.
“Maafkan isteriku yah”

Entah mengapa mendadak mata kami bertatapan kembali. Sampai kini dia tidak berani menatapku. Kesempatan ini mungkin saja dia tengah kesepian serta masygul hatinya.

“Ayo ke kamarmu Mbok. ”

Keinginanku masih tetap tinggi serta mesti dituntaskan. Kami sekarang ini tengah masuk dalam kondisi kejiwaan yg memerlukan pertolongan keduanya. Plus gairah buatku. Saat hingga kamarnya yg agak sempit itu, kusuruh dia duduk di ranjang. Kupegang tangannya serta kuelus. Sosok wanita ini sejujurnya tidaklah terlalu tidak baik. Kulit jelas biarpun tidak semulus isteriku namun lumayan bersih. Tinggi tengah serta hebatnya perut tidaklah terlalu melambung. Tetek cukup besar sesudah kusadari sekarang ini. Dia senantiasa menggunakan kebaya serta kain.

Tukar Pasangan dengan Pembantu Ku

Kepalanya ditimpakan di dadaku. Meskipun dia lebih tua dari saya tapi dalam keadaan begini dia butuh kemampuan dari dada lelaki. Kubiarkan biarpun disertai aroma bumbu dapur. Namun tidaklah terlalu menyengat. Rambutnya automatis megenai hidungku. Bau minyak rambut Pomade menyergap hidungku. Kucium-kucium serta kuendus-kuendus. Kujalari menuju ke telinga. Diam saja. Ke lehernya. Jadi terdengar ketawa kegelian. Mulai kuusap lengannya. Makin erat dia menekankan tubuhnya ke diriku. Sembari menyeka lengan kanannya naik turun berniat kurenggangkan jariku maka menyentuh tidak tebal teteknya. Selalu kuulang hingga pada akhirnya kepalanya mulai bergoyang. Lalu kuelus segera teteknya. Gemas saya. Dia mulai mendesah. Kuremas-remas lembut. Mulai melenguh. Kubaringkan. Menurut saja. Kubuka sisi dada dari kebayanya. Memanglah besar punyanya. Kuning agak pucat warnanya. Kuhisap-hisap. Menegak-negak kepalanya.

“Ehhmm.. Eehhf.. ”

Kusingkap kainnya serta kuelus pahanya.

“Ehh.. Ehhshs.. ”

Kuselusupkan tanganku jauh menuju pangkal pahanya. Kuusap-usap gundukannya.

“Ehhss.. Ehhss.. Oohh…” tergolek kanan kiri kepalanya.

Kutindih dia dengan mengangkangkan kakinya. Mulai kuselusuri dari tetek hingga leher kanan kiri dengan lidahku.

“Oohh.. Paakk.. Oohh.. ”

Tukar Pasangan dengan Pembantu Ku

Kurenggut bibirnya yang tidak tipis dengan bibirku. Kumasukkan lidahku mencapai lidahnya. Pada awalnya pasif. Lantas dia mulai sadar serta kami sama-sama beradu lidah serta ludah. Berkecipak nada kuluman kami. Kutekan-tekan sisi bawah diriku hingga benjolan burungku menggesek lokasi memeknya. Mengerinjal pantatnya.

“Esshh.. Ehhss.. Oohh…” desahnya berulang kali.

Kami berdiri untuk melepas pakaian semasing sesudah kubisikkan kemauanku. Kuamati dari ujung rambut hingga kaki. Keteknya dilewatkan berbulu, ah sensasional sekali. Baru kesempatan ini kulihat wanita membiarkan keteknya berbulu. Isteriku licin sekali. Jembut mememknya lebat sekali serta relatif tidak rapi. Luar umum. Karna keinginanku yang telah tinggi mulai sejak barusan segera kugumul

Dia serta menjatuhkannya di ranjang. Kujilati kembali di mulai dari kening, leher, pipi, tetek, ketek (disini saya terlalu lama karna penasaran sekali dengan rasa bulunya), perut serta memeknya. Kumainkan lidahku melingkari labia mayoranya.

“Oohh.. Paakk.. Ohh.. ”

Dipegangi kepalaku serta ditekan-tekannya sesuai sama kemauannya. Kumasuki klitorisnya dengan lidahku. Saya tidak jijik kesempatan ini. Keinginanku yang menggila sudah menaklukkan kebiasaanku sampai kini.

Tukar Pasangan dengan Pembantu Ku

“Esshh.. Ahhss.. Esshh.. Oohh.. Mmass.. ”

Dia menyebutku Mas bermakna kesadarannya mulai kaca balau. Kuremas pantatnya sebelumnya pada akhirnya kujebloskan kontolku ke memeknya yang sudah banjir bandang itu. Kupompa maju mundur tanpa ada tergesa. Yang perlu bertenaga serta merangsek kedalam. Menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan si Mrs. Karmin ini. Makin dikangkangkan pahanya. Kupegang ujung telapak kakinya sembari saya selalu menyodokinya.

“Yaahh.. Teruss.. Yangg dalaam.. Masshh.. Ohh.. Ennaakk banngeetts.. Shh. ”

Kubaringkin miring lantas kulipat kaki kanannya ke depan serta kuhujami memeknya dari belakang. Kami bersetubuh dalam tempat berbaring miring (kebayangkan?). Kuubah tempat jadi dog-style. Namun dia telungkup hingga tingkat penetrasinya lebih optimal. Bentrokan-benturan dengan pantatnya yang bulat membuatku gemas. Kugenjot sedalam-dalamnya memeknya yang rimbun itu.

“Yaahhss.. Ehhssh.. Oohhs…” demikian selalu erangnya sembari membeliak-beliak.

Pada akhirnya sesudah 23 menit kami menegang dengan serta mencurahkan cairan semasing berleleran didalam memeknya. Cairan kepunyaannya hingga tumpah ruangan merembes keluar memeknya, punyaku juga sekian karena sangat tidak tertampungya semprotan maniku.

Tukar Pasangan dengan Pembantu Ku

Kubiarkan kontolku masih tetap tenggelam sembari saya masih menindihnya. Saya jilatin sekali lagi leher serta pipinya hingga kontolku telah lemas tidak berdaya. Tanganku masih tetap aktif bergerilya mengusapi buah kembarnya yang masih tetap mengencang. Kujilat-jilat serta kuhisap-hisap. Keringat kami campur aduk membanjiri spreinya yang telah agak kusam itu.

****

Mulai sejak waktu itu seandainya saya pulang dari melancong jadi saya datang ke Mrs. Karmin terlebih dulu untuk bersetubuh di kamarnya baru masuk tempat tinggal sesudah maniku terhambur ke memeknya yang gampang basah itu. Jadi bisa dikata telah tidak sempat sekali lagi menggauli isteriku sendiri.

Suatu kali Mr. Karmin memergokinya ketika mau ambil rokok, namun aku cuek saja kepalang lagi hot, tapi dia mafhum saja. Toh ibaratnya kami seperti tukar pasangan. Pernah terbersit di kepalaku untuk melakukan sex party berempat. Tapi gagasan itu belum terlaksana, karena aku masih merasa risih kalau rame-rame begitu.

Kumpulan Artikel Judi Online Situs Agen BandarQ Sakong AduQ Poker Online DominoQQ Domino99 Terpercaya Terbaik Dan Terbaru

Bunga99.com Agen Bola Online BandarQ Poker Domino99 Togel Casino Terpercaya
BungaQQ Situs Domino99 BandarQ Dan Poker Online Terpercaya 2017
KepoQQ Situs BandarQ Domino99 AduQ Poker Online Terpercaya
7 Situs BandarQ AduQ DominoQQ Online Terpercaya 2017
Situs BandarQ Poker Domino Online Terpercaya Terbaik 2017
Agen Situs Poker BandarQ Online Terpercaya Terbaik Tahun Ini

Shares 0

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *