Bunga99 agen bola online
Wanita Pelampiasan Nafsu ku

GadisQQ Agen BandarQ Terpercaya KepoQQ
BungaQQ BabeQQ situs bandarq online
CekQQ helipoker

Wanita Pelampiasan Nafsu ku

Cerita Dewasa Indonesia | Cerita Panas | Cerita 18 Tahun | Cerita LendirWanita Pelampiasan Nafsu ku – Hari itu saya tengah repot merampungkan satu diantara projectku untuk satu perusahaan tekstil. Iseng-iseng untuk refreshing, saya buka e-mailku, serta membalas e-mail yang masuk. Terdapat banyak e-mail ucapan terimakasih dari mereka yang udah berhasil ikuti langkahku menjalankan usaha wiraswasta ini. Ada pula e-mail dari calon pelanggan memohon proposal. Juga terdapat banyak e-mail joke dari rekan-temanku.

Wanita Pelampiasan Nafsu ku

Tengah asik-asyiknya membaca serta membalas e-mail, mendadak HPku berbunyi..

“Yang.., tengah apa nih? Saya kangen.. ” nada Monika pacarku terdengar di ujung sana.
“Hai Mon.., umum tengah nyelesaiin kerjaan nih. Anda masih tetap kuliah ya? ”
“Iya.. Lagi nunggu kelas selanjutnya. Kelak malam jadi khan? ”
“Pasti donk.. Saya juga kangen banget sama anda.. ” jawabku mesra.
“Iya deh.. Telah dahulu ya yang.. Dosennya telah datang.. Bye.. ”

Saya juga lalu meneruskan membalas e-mail. Setelah itu, kututup program e-mailku, serta akupun kembali kerjakan projectku. Lagi-lagi HP-ku berbunyi. Kulihat di monitor, nyatanya tante Sonya menelponku.

“Halo Wan.., apa kabarnya sayang? ”
“Baik tante.. ”
“Kamu kok telah sekian hari ini tidak main kesini? Tengah repot ya? ”
“Iya tante.. ”
“Sombong ya.. Mentang-mentang banyak project lupa sama tante.. ”
“Nggak tante.. Kan.. ”

Belum juga pernah saya merampungkan perkataanku, tante Sonya udah memotong perbincanganku..

“Wan.. Tante miliki rekan.. Dia ujarnya miliki project untuk kamu. Anda hubungi dia hari ini ya.. ”
“Baik tante.. ”

Tante Sonyapun lalu memberikannya nama serta alamat dan nomor telepon rekannya.

“Asal janganlah lupa anda mesti kesini besok. Tante udah kengen.. ”
“OK tante.. Terimakasih ya. Besok tentu Wawan kesana. Kangen juga sama tante yang seksi habis.. ” jawabku bercanda.
“Ih.. Anda nakal ya.. Awas ya besok.. ” jawabnya sembari tertawa kecil.

Memanglah saya udah ketagihan terkait sex dengan tante Sonya. Semenjak berjumpa waktu beli mobilnya dahulu, kerapkali kami terus berjumpa serta sama-sama memuaskan birahi semasing. Sebagai lelaki normal, siapa juga yang juga akan menampik di ajak berselingkuh dengan tante secantik itu.

Sembari memegang secarik kertas diisi nama rekan tante Sonya, akupun berfikir apakah saya masih tetap miliki saat untuk terima project baru kembali. Sebab sehabis project untuk perusahaan tekstil ini masih tetap ada dua project kembali yang penting saya kerjakan. Tetapi kupikir saya terima saja, kelak bila tak dapat mengerjakannya sendiri, saya dapat minta tolong rekanku yang dahulu mengenalkanku pada usaha ini untuk menolong. Alternatif beda, saya dapat minta deadline yang agak panjang dari rekan tante Sonya ini.

Singkat narasi, sore itu saya selekasnya bergegas menuju alamat satu gallery di area Kemang. Setelah mengungkapkan maksud kedatanganku pada satpam yang buka pintu, akupun memasukkan mobilku kedalam pekarangan gallery yang luas itu.

“Sore.. Saya menginginkan berjumpa dengan ibu Yulia.. ”
“Oh.. Ya silahkan tunggulah dahulu ya Mas.. Namanya siapa darimana? ” jawab resepsionis di gallery itu.
“Wawan.. Saya udah miliki janji kok”

Resepsionis itupun lalu menelepon, serta selanjutnya berujar..

“Mari Mas, saya antar ke dalam”

Kamipun menuju ruangan kantor ibu Yulia sembari melalui ruangan gallery. Gallery itu indah sekali dengan adanya banyak lukisan yang bagus-bagus didera lampu sorot hingga menaikkan keindahannya.

“Permisi Bu.. Ini Mas Wawan” kata si resepsionis sehabis kami masuk ruang kantor ibu Yulia.

Kuperhatikan nyatanya ibu Yulia ini masih tetap muda, kemungkinan kira-kira 30 tahunan. Berwajah cantik serta berkulit putih mulus. Waktu itu dia menggunakan gaun dengan tali tidak tebal di pundaknya, dan syal yang melingkar indah di lehernya yang tahap. Gaun itu terlihat tidak mampu menahan payudaranya yang membusung padat. Ditambah dengan gaun mininya yang perlihatkan kakinya yang mulus, menaikkan darah mudaku naik-turun memandangnya.

“Hai Wawan.. Saya Yulia”

Kurasakan tangannya yang lentik itu halus menjabat tanganku.

“Ayo silahkan duduk.. ” ujarnya mempersilakanku duduk di sofa dalam ruang kantornya.

Ibu Yuliapun lalu duduk di seberangku. Kamipun terlibat perbincangan basa-basi sebentar. Ternyata dia yaitu rekan fitness tante Sonya. Tante Sonya udah menceritakan banyak mengenaiku termasuk juga bisnisku.

Kamipun lalu terlibat perbincangan lebih serius berkenaan bisnisku. Untuk menyaksikan keteranganku yang memakai notebook, ibu Yuliapun geser duduk di sebelahku. Badannya menebarkan wangi parfum yang lembut, menaikkan bergejolaknya nafsu kelelakianku. Sembari terlibat perbincangan, kadang-kadang kulihat belahan payudaranya yang putih mulus tersembul dari gaunnya. Menginginkan rasa-rasanya kuremas payudaranya yang menggemaskan itu, namun saya pasti mesti berlaku professional.

Secara singkat, ibu Yulia tertarik serta menyepakati harga yang kuminta. Iapun memohonku untuk mempersiapkan kontrak kerja untuk di setujui dengan.

“Tapi saya minta sedikit kelonggaran saat ya Bu.. Soalnya saya masih tetap terdapat banyak project yang penting diselesaikan” kataku.
“Oh.. Demikian ya.. Berapa lama miliki saya selesainya? ”
“Kira-kira 1bulan ya Bu.. ”
“Ok deh.. Tidak apa.. ” katanya
“Oh ya anda ingin minum apa Wan? ”
“Apa saja deh.. ”

Ibu Yulia juga lalu menelepon pembantunya serta memohon dua orange jus.

“Kamu masih tetap kuliah ya Wan”
“Masih Bu.. Tahap akhir”
“Oh.. Anda janganlah panggil saya Bu.. Saya masih tetap muda lho.. Panggil saja tante”
“Oh iya tante”

Akupun terenyum dalam hati. Persis pengalamanku dengan tante Sonya dahulu yang tidak pingin di panggil ibu. Pembantu tante Yulia lalu masuk memberikan minuman.

“Ayo diminum Wan” kata tante Yulia waktu si pembantu beranjak pergi.

Tante Yulia lantas bangkit ikuti pembantunya lalu tutup pintu ruangan kantor serta menguncinya. Kembali tante Yulia duduk di sebelahku sembari meminum orange jusnya. Pahanya yang putih mulus terlihat demikian menggoda waktu dia menumpangkan kakinya. Akupun tidak tahan tidak untuk menyaksikan panorama indah itu.

“Sedang saksikan apa Wan? ” ujarnya sembari tersenyum manis.
“Oh tidak kok tante.. ”
“Ayo anda tengah mikir yang jorok ya.. ” ujarnya kembali menggoda.
“Nggak kok tante.. Hanya mengagumi akan saja.. Habis tante cantik banget.. ”
“Ih.. Anda genit juga ya.. Pinter merayu” godanya kembali.

Tangannya lalu mencapai tanganku serta di tempatkannya diatas pahanya.

“Kamu pengin ini kan? ” sembari berkata demikian tante Yulia mendekatkan berwajah serta mencium bibirku.

Tidak kuat menahan nafsu yang sejak dari barusan udah bergolak, kubalas ciuman tante Yulia dengan penuh gairah. Sembari berciuman, kuremas serta kuusap pahanya yang mulus itu, sesaat tanganku yang beda mengusap-usap rambutnya.

“Ehh.. ” erang tante Yulia saat tanganku menyentuh celana dalamnya yang udah basah.

Erangannya jadi menjadi-jadi saat tanganku menyibakkan celana dalam itu serta mendapatkan klitorisnya. Kuusap-usap klitoris tante cantik ini, serta cairan vaginanya jadi tambah mengucur deras.

“Ahh.. Enak Wan.. Memanglah benar kata Sonya anda hebat.. Selalu Wan” erangnya selanjutnya.

Sesaat tanganku masih tetap mengusap-usap vaginanya, akupun menciumi pundak putih tante Yulia. Lalu kuturunkan tali gaunnya hingga payudaranya terlihat walau masih tetap terbungkus BH. Kuturunkan cup BH-nya serta payudaranya yang padat meloncat keluar seperti menantangku untuk mengisapnya. Segera kuterkam payudara kenyal itu serta kuisap dan kujilati putingnya yang berwarna merah muda.

“Ahh.. Yess.. I like it.. Oh god.. ” erangan tante Yulia jadi tambah jadi penuhi ruang kantor itu.

Selalu kujilati puting yang jadi tambah mengeras itu, serta tanganku yang satu masih tetap selalu memberikannya kesenangan pada klitorisnya.

“Oh Wan.. Yes.. Selalu wan.. Oh.. God” racau tante Yulia rasakan nikmat yang kuberikan.

Setelah itu saya hentikan sesaat aktifitasku. Terlihat muka tante memperlihatkan kekecewaannya

“Wan.. Don’t stop please.. Mari terusin wan.. ” pintanya
“Takut ketahuan tante.. Memang tidak ada siapapun juga nih? ” kataku sembari menciumi berwajah yang cantik.
“Nggak ada.. Hanya pembantu sama satpam saja.. Mereka juga tidak juga akan tahu. ”
“Suami tante? ”
“Nggak ada.. Tengah ke luar negeri.. Mari Wan.. Puasin tante ya sayang.. ” ujarnya sembari mendorong kepalaku ke arah payudaranya yang montok itu.

Kuisap serta kukulum puting payudara tante Yulia. Bertukaran kuhisap sepasang payudaranya. Tante Yulia kembali mengerang serta tubuhnyapun menggeliat menahan nikmat.

Setelah senang nikmati payudara montok tante Yulia, akupun mengangkat gaunnya hingga terlihat celana dalam mininya yang seksi berenda. Kulepas celana dalam itu, hingga terlihat vaginanya yang bersih tidak berbulu sedikitpun. Segera kujilati serta kuciumi vagina tante Yulia, hingga badannya agak melonjak dari sofa.

“Ahh.. Wan.. Yes.. Ohh.. ” erang tante Yulia. Sembari mengerang, badannya terlihat sedikit melengkung ke belakang menahan nikmat. Tangannya terlihat meremas-remas payudaranya sendiri.

Kubuka lebih lebar paha tante Yulia, serta kujilati serta kadangkala kugigit perlahan-lahan klitorisnya. Sementara tanganku menukar tangannya untuk meremas-remas sepasang payudaranya yang kenyal itu. Area makin dipenuhi oleh erangan tante Yulia, dan bunyi sofa karna pergerakan badannya yang mengeliat-geliat nikmat.

Mendadak HP tante Yulia berbunyi. Kamipun tidak mengindahkannya serta saya selalu memberikannya kesenangan oral pada tante yang cantik ini. Namun bunyi HP selalu berbunyi..

“Shit.!! ” maki tante Yulia.
“Sebentar ya Wan. ”

Tante Yulia juga bangkit dari sofa serta jalan ke meja kerjanya. Diperolehnya HP serta dijawabnya dengan suara jengkel.

“Ya.. Ada apa? ”
“Aku baik-baik saja dear.., tengah repot untuk pameran minggu depan” jawabnya sembari kembali duduk di sofa.
“Kamu sendiri bagaimana di Kuala Lumpur? ” sembari berkata saat tangan tante Yulia mencapai kepalaku yang masihlah berjongkok dimuka sofa serta mendorong ke arah badannya.

Akupun paham kemauannya. Kembali kusibakkan gaunnya serta mulutku kembali menciumi serta mengisapi bibir vaginanya. Kemudian kutelusuri vaginanya dengan lidahku, untuk selanjutnya kuhisap-hisap kembali klitorisnya.

“Iya dear.. Hmm.. Telah dahulu ya.. Saya banyak kerjaan nih.. I love you.. ” sembari bicara tangannya mengusap-usap rambutku.

Kulihat tante Yulia menggigit bibirnya sendiri menahan erangannya, supaya suaminya di ujung telepon tidak syak wasangka.

“Iya.. Tidak apa.. Saya dapat jagalah diri kok.. Ok.. Bye dear.. ” sesudah tutup HP-nya, erangan tante Yulia yang barusan sangat terpaksa ditahannya segera meledak.
“Oh.. God.. Selalu Wan.. Yes.. ” Semakin cepat kujilati klitoris tante Yulia.
“Ahh.. Wan.. Anda hebat.. Saya keluar Wan.. Ohh.. my godd.. ”

Badan tante Yulia mengelinjang hebat serta cairan vaginanya makin mengucur banyak. Selalu kuhisap serta kuciumi vagina indah tante Yulia yang cantik ini, hingga badannyapun lemas terhempas diatas sofa. Kuraih tisu diatas meja serta kubersihkan mulutku dari cairan nikmat tante Yulia. Kemudian kuhabiskan sisa orange jusku, serta kuambil serta kuberikan orange jusnya.

“Minum dahulu tante” kataku.
“Thank you Wan.., aduh belum juga sempat tante orgasme seperti barusan.. Anda sungguh-sungguh lelaki Wan.. ” Lantas diteguknya orange jusnya hingga habis.
“Sekarang giliran anda ya.. ” katanya

Disuruhnya saya berdiri di depannya. Tante Yulia yang masihlah duduk di sofa lantas buka celana panjangku. Saya juga buka bajuku, serta tidak lama akupun tinggal bercelana dalam di depannya.

“Kata Sonya punyamu besar ya Wan” tuturnya sembari tersenyum menggoda.

Tangannya selanjutnya mencopot celana dalamku, serta penisku yang benar-benar lumayan besar itupun mencuat keluar dengan gagahnya hingga nyaris tentang berwajah yang cantik.

“Oh.. God.., besar banget Wan.., I like it.. ” tuturnya sembari mengelus-elus kemaluanku dengan jemari tangannya yang lentik.

Sambil mengocok perlahan-lahan penisku, muka tante Yulia mendekat serta tidak lama lidahnya sudah menjilati batang penisku.

“Ah.. Tante.. ” erangku disaat kepala penisku dijilatinya.

Sambil menjilati kepala penisku, tante Yulia meremas-remas buah zakarku sembari matanya menatapku nakal menggoda. Kemudian dibukanya mulut mungilnya serta dikulumnya penisku. Rasa nikmat menyebar ke semua badanku disaat tante Yulia menggerakkan kepalanya maju mundur mengisapi penisku. Kuremas-remas kepalanya sembari rasakan kehangatan mulut tante muda yang cantik ini.

Tampak tante Yulia saat nikmati penisku. Dihisap, dijilati serta diremasnya penisku dengan penuh gairah. Sesekali gumaman nikmat terdengar dari mulutnya waktu dia mengulum penisku. Sedang erangankupun makin keras terdengar penuhi area kantor gallery itu.

“Now.. Please fuck me Wan.. Saya pengin merasakan barangmu yang gede itu. ” tuturnya sembari bangkit berdiri.

Dia juga selanjutnya berbalik membelakangiku. Kuciumi sekali lagi pundaknya serta kuremas payudaranya. Kemudian tante Yulia memposisikan dianya makanya dia menungging diatas sofa tamu. Kusibakkan gaunnya serta kuarahkan penisku ke liang vaginanya.

“Oh.. God.. ” erangnya disaat kepala penisku mulai masuk menyesaki liang vaginanya yang sempit. Kudorong badanku makanya peniskupun masuk lebih dalam, serta mulai kupompa vagina tante muda ini.
“Ahh.. Yes.. Fuck me.. Fuck me.. Yes.. Yes.. ” erang tante Yulia 1/2 menjerit. Payudaranya kelihatan bergoyang-goyang menggemaskan karna pergerakan badannya. Jepitan vagina sempit tante Yulia merasa saat nikmat di selama penisku. Sambil memompa badannya, adakalanya kuremas payudaranya yang menggantung menggemaskan.

Sesudah berapa menit kami bersetubuh dengan doggy-style, akupun selanjutnya duduk di sofa. Tante Yulia selekasnya menaiki badanku serta kami kembali bersetubuh dengan duduk sama-sama bertemu. Dengan urutan ini, saya leluasa untuk kembali nikmati payudaranya yang montok itu. Tante Yulia menaik-turunkan badannya di pangkuanku, serta tanganku meremas-remas pantatnya yang bulat serta padat.

“Wan.. Wan.. Saya nyaris keluar sekali lagi wan.. Oh.. God.. ” erang tante cantik ini.

Saya lantas kembali mengisapi payudaranya sembari tanganku mendekap erat punggungnya. Sambil tanganku yang beda memegang erat pantatnya, saya lantas menggenjot cepat penisku dalam liang vaginanya.

“Ahh.. Ahh.. God.. God.. Ahh.. ” jerit tante Yulia memperoleh orgasmenya yang ke-2.

Butir keringat kelihatan mengalir membasahi berwajah yang cantik serta beberapa menetes ke payudaranya yang indah. Akupun selalu menggenjot badannya serta tidak lama akupun terasa juga akan selekasnya menyemburkan spermaku dalam liang vaginanya.

“Hmmhh.. ” erangku tertahan waktu orgasme, karna mulutku masihlah mengisapi payudara tante Yulia.

Banyak spermaku yang menyembur kedalam vagina tante Yulia. Mungkin saja karna saya saat terangsang menyaksikan berwajah yang cantik dan bodynya yang seksi. Kemudian akupun melepas dekapan eratku di badan tante cantik yang miliki gallery ini. Badannyapun roboh lemas di samping badanku.

“Tante senang banget Wan.. Belum sempat bisa yang seperti barusan dari suami tante”
“Wawan juga senang banget tante. Tante cantik banget sih”
“Ih.. Anda dapat aja” jawabnya sembari mencubit tanganku.

Kami juga beristirahat berapa waktu, sebelumnya saya pamit pulang karna ada janji dengan pacarku. Saya juga berjanji juga akan kirim draft surat kontraknya lewat e-mail sesegera mungkin saja.

“Jangan lewat e-mail Wan.. Anda bawa saja sendiri.. Mumpung suamiku belum juga pulang.. Saya tunggulah ya. ” tuturnya sembari tersenyum manis.

Baca Juga : Pelayanan Seks Ayam Kampus

Artikel Menarik Lain

Shares 0
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *